<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304</id><updated>2011-10-11T14:02:05.050-07:00</updated><category term='Jiwa'/><category term='sejarah'/><category term='Ratih Handayani'/><category term='Milyarder'/><category term='Property Product'/><category term='Pemikiran'/><category term='Diponegoro'/><category term='education'/><category term='Profil'/><category term='fundamental of Islam'/><category term='Liberalisme'/><category term='Qur&apos;an'/><title type='text'>IN PURSUE OF VIRTUE</title><subtitle type='html'>Mohammad Qasim Ausath</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>111</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5054803827902181045</id><published>2011-08-28T21:51:00.001-07:00</published><updated>2011-08-28T21:51:47.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>EFEKTIFKAH PUASA ANDA?</title><content type='html'>APAKAH selama Ramadhan ini ketika menikmati makanan di waktu sahur Anda ditemani program-program TV? Juga apakah selesai menyantap hidangan Anda masih menikmati hidangan yang disajikan TV hingga menjelang subuh? Jika ya, berarti puasa Ramadhan Anda tahun ini bisa dikatakan belum efektif. Bagaimana bisa? Apa hubungan menyaksikan TV di waktu sahur dengan efektifitas puasa Ramadhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah madrasah, sekolah atau training center gratis yang disediakan khusus oleh Allah swt. bagi orang-orang Mukmin untuk melatih sekaligus mencetak mereka menjadi pribadi yang lebih baik dibanding sebelum Ramadhan. Diharapkan setelah keluar dari bulan training center tersebut mereka memiliki sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan baik – baik yang bersifat vertikal maupun horizontal - yang belum dimiilki sebelum Ramadhan. Diharapkan setelah menjalani latihan selama Ramadhan, sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah mereka miliki meningkat intensitas, kualitas dan frekwensinya dibanding sebelum Ramadhan. Juga diharapkan setelah mengikuti pendidikan di sekolah Ramadhan mereka tidak lagi memiliki sifat-sifat dan kebiasaan-kebiasan buruk yang dimilikinya sebelum Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak latihan di bulan Ramadhan. Di antara perbuatan baik yang dilatihkan oleh Allah swt.  Di dalam Ramadhan adalah qiro’atul qur’an, sedekah, i’tikaf, sholat sunnah rowatib, sholat sunnah tarawih, bangun malam untuk beribadah dan bangun malam untuk makan sahur. Sedangkan sifat dan kebiasaan buruk yang harus dilatih di dalam Ramadhan untuk ditinggalkan antara lain adalah berdusta, mencela, ghibah, menyiakan-nyiakan waktu terutama waktu-waktu yang istimewa seperti waktu sahur, dan memAndang lawan jenis baik yang tertutup maupun yang terbuka auratnya dengan diiringi syahwat dan untuk tujuan memuaskan nafsu syahwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelum Ramadhan seseorang tidak pernah atau jarang bangun malam, bulan Ramadhan melatih dan sekaligus mencetaknya menjadi pribadi yang senang, ringan, mudah dan terbiasa bangun malam di luar Ramadhan. Mengapa demikian? Karena selama bulan Ramadhan setiap Muslim yang wajib berpuasa disunahkan makan sahur agar mempunyai tenaga yang diperlukan untuk beraktivitas di pagi hingga menjelang berbuka puasa. Untuk bisa melaksanakan sunah tersebut, mau atau ogah-ogahan, berat atau ringan, dalam keadaan mengantuk atau tidak, mereka harus bangun di malam hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu makan sahur yang afdhol adalah di akhir malam yakni waktu sahur. Mengakhirkan makan sahur adalah sunah Rasulullah saw. Dengan demikian setelah menjalani training tersebut selama satu bulan di dalam bulan Ramadhan diharapkan setiap Muslim menjadi terbiasa, mudah, ringan dan senang qiyamullail di sepertiga malam terakhir di bulan-bulan selain Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sahur adalah waktu emas, waktu yang istimewa. Sebuah hadits Qudsi menjelaskan keistimewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan siapa yang yang memohon ampun kepadaKu, maka akan Aku ampuni”&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah saw, menyatakan keistimewaannya. ”Makan sahurlah kamu sekalian, karena di dalamnya terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna yang terkandung dalam kata keberkahan dalam hadits tersebut bukan hanya sekadar terbatas pada aktivitas makan dan minum saja dan pada makanan dan minumannya saja, namun juga pada amal ibadah lainnya yang dikerjakan pada waktu sahur seperti memohon ampun kepada Allah, sholat Lail dan qiro’atul Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran [3]:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sahur yang istimewa ini hanyalah milik orang-orang yang istimewa. Siapakah orang-orang yang istimewa tersebut? Mereka adalah orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang berkeinginan menjadi orang bertaqwa atau meningkatkan derajat taqwa mereka. Hanya merekalah yang mampu memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan sebaik-baiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?." Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali ‘Imran [3]:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat kelima belas dari Surat Ali ‘Imran tersebut terdapat kalimat “orang-orang yang bertaqwa”. Kedua ayat tersebut di atas saling berkaitan dan satu kesatuan. Dengan demikian dapat disimpulkan, salah satu ciri orang bertaqwa adalah memohon ampun kepada Allah swt. di waktu sahur sepanjang tahun baik di dalam maupun di luar Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah maklum bahwa taqwa adalah buah dari puasa Ramadhan. Taqwa adalah tujuan berpuasa di bulan Ramadhan. Jika Anda berkeinginan kuat puasa Ramadhan Anda berhasil sesuai dengan targetnya yaitu membentuk Anda menjadi orang yang bertaqwa atau meningkat derajat taqwa Anda, maka tentu Anda tidak menyia-nyiakan waktu sahur di bulan Ramadhan dengan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang sia-sia seperti menonton TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Ramadhan ini, sudahkah kelihatan bahwa Anda punya keinginan kuat? Itu bisa Anda lihat sendiri. Apakah Anda mengisi waktu sahur Anda selama ini dengan beraneka macam ibadah seperti istighfar, dzikir, membaca al-Qur’an dan sholat Lail? Jika ya, selamat buat Anda. Namun jika Anda sekadar melakukan perbuatan-perbuatan yang tak ada gunanya bagi kehidupan agama dan akhirat Anda seperti menonton TV, berarti keinginan Anda patut diragukan dan dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Ramadhan usai nanti akan terlihat efektifitas puasa Ramadhan Anda. Efektifitasnya bisa Anda lihat sendiri. Apakah di sebelas bulan ke depan Anda terbiasa, ringan, mudah dan senang bangun di malam hari  untuk taqorrub ilallah? Ataukah Anda tidak terbiasa, berat, sulit dan tidak senang bangun di malam hari  untuk taqorrub ilallah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Anda termasuk orang yang suka bangun malam, tapi untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak bisa menolong Anda di alam barzah dan di kampung akhirat kelak seperti menonton TV? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Anda sendiri yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan sehingga masih ada kesempatan lagi untuk melatih diri kita menjadi orang-orang yang bertaqwa atau meningkat derajat taqwa kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5054803827902181045?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5054803827902181045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/efektifkah-puasa-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5054803827902181045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5054803827902181045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/efektifkah-puasa-anda.html' title='EFEKTIFKAH PUASA ANDA?'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8999921955794646524</id><published>2011-08-24T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T20:14:26.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Misi Kristen di Buku Sejarah SMP</title><content type='html'>Dalam sebuah buku Sejarah untuk siswa SMP kelas VIII (Jakarta: Erlangga, 2006), diuraikan satu bab khusus berjudul “Perkembangan Kristen di Indonesia".  Bab ini dibuka dengan uraian berikut: “Mengapa perlu mempelajari bab ini? Penyebaran Kristen di Indonesia berintikan damai dan cinta kasih. Namun, karena intervensi politik Barat, timbul kesan penyebaran Kristen identik dengan kolonialisme dan imperialisme. Dengan mempelajari bab ini, kita diajak untuk semakin sadar betapa campur tangan politik dapat merusak nilai-nilai luhur yang terkandung pada setiap agama.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian selanjutnya dijelaskan tentang kendala penyebaran agama  Kristen di Indonesia: “Para penguasa dan penduduk setempat mencurigai para rohaniwan sebagai sekutu Portugis ataupun Belanda. Tindakan penindasan yang dilakukan para pedagang maupun pemerintah kolonial menimbulkan kesan bahwa Kristen identik (sama saja) dengan kolonialisme. Padahal para rohaniwan selalu datang dengan maksud damai.” (hal. 61).&lt;br /&gt;Inilah salah satu contoh materi sejarah yang diajarkan kepada para pelajar  SMP.  Benarkah isi buku pelajaran sejarah tersebut? Ada baiknya kita simak penjelasan dari kalangan Kristen sendiri! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010, juga rangka memperingati 150 tahun Huria Kristen Batak Prostestan, Sekolah Tinggi Teologia Jakarta, bekerjasama dengan Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, Ecole francaise d,Extreme-Orient, dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia menerbitkan sebuah buku berjudul Utusan Damai di Kemelut Perang, Peran Zending dalam Perang Toba: Berdasarkan Laporan L.I. Nommensen dan Penginjil RMG Lain, karya Prof. Dr. Uli Kozok, seorang professor kelahiran Jerman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Uli Kozok membuka bukunya dengan sebuah kutipan seorang tokoh Gereja se-Dunia, Ph. Potter: “Gerakan penginjilan […] bermula bertepatan dengan waktu munculnya kolonialisme, imperialisme dan – sebagai akibatnya – rasisme. Oleh sebab itu maka gerakan penginjilan secara hakiki terkait dengan sejarah rasisme.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dokumen-dokumen di lembaga misi di Jerman yang mengirimkan Nommensen ke Tanah Batak, yaitu Rheinische Missions-Geselschaft (RMG), Prof. Uli Kozok menemukan fakta pengakuan Ludwig Ingwer (L.I.) Nommensen, tokoh misionaris Jerman di Tanah Batak, bahwa dia bergabung dengan pasukan Belanda untuk melawan gerakan perlawanan para pahlawan Batak yang dipimpin Sisingamangaraja XII. Laporan Berichte Rheinische Missionsgeselschaft (BRMG), menunjukkan, para penginjil justru bersekutu dengan tentara penjajah dalam menumpas perlawanan Sisingamangaraja XII. Lebih jauh Prof. Kozok mencatat: &lt;br /&gt;“Pemerintah Belanda akhirnya mengabulkan permintaan Nommensen, sehingga terbentuk koalisi Injil dan pedang yang sangat sukses karena kedua belah pihak memiliki musuh yang sama: Sisingamangaraja XII yang oleh zending dicap sebagai “musuh bebuyutan pemerintah Belanda dan zending Kristen.” Bersama-sama mereka berangkat untuk mematahkan perjuangan Sisingamangaraja. Pihak pemerintah dibekali dengan persenjataan, organisasi, dan ilmu pengetahuan peperangan modern, sementara pihak zending dibekali dengan pengetahuan adat istiadat dan bahasa. Kedua belah pihak, zending Batak dan pemerintah kolonial, saling membutuhkan dan saling melengkapi, dan tujuan mereka pun pada hakikatnya sama: memastikan bahwa orang Batak “terbuka pada pengaruh Eropa dan tunduk pada kekuasaan Eropa. (BRMG 1882:202)” (hal. 92).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang menumpas perjuangan Sisingamangaraja XII, pihak zending Kristen berhasil meyakinkan ratusan raja di tanah Batak agar berhenti mengadakan perlawanan dan menyerah kepada kekuasaan Belanda:&lt;br /&gt;“Dukungan dan bantuan para misionaris yang mendampingi ekspedisi militer hingga ke Danau Toba juga mempunyai tujuan lain, yaitu meyakinkan masyarakat bahwa perlawanan mereka sia-sia saja dan mendesak mereka agar menyerahkan diri.” (JB 1878:31). (hal. 93).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, para raja yang tidak mau menyerah, didenda dan kampung mereka dibakar. Atas jasa para misionaris, terutama Nommensen dan Simoncit, pemerintah kolonial Belanda memberikan penghargaan resmi, melalui sebuah surat: “Pemerintah mengucapkan terimakasih kepada penginjil Rheinische Missions-Geselschaft di Barmen, terutama Bapak I. Nommensen dan Bapak A. Simoncit yang bertempat tinggal di Silindung, atas jasa yang telah diberikan selama ekspedisi melawan Toba. (BRMG 1879:169-170).” (hal. 93-94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain surat penghargaan, para misionaris juga mendapat hadiah sebesar 1000 Gulden dari pemerintah kolonial yang dapat diambil setiap saat. Kerjasama antara misionaris Kristen dan penjajah Belanda berlangsung sampai Pahlawan Sisingamangaraja XII tewas dalam pertempuran tahun 1907.  Dukungan kaum misionaris kepada pemerintah penjajah juga dimaksudkan untuk mencegah masuknya Islam ke Tanah Batak. (BRMG 1878:94). &lt;br /&gt;Sikap pro-penjajah dari kaum Misionaris bukan hanya saat Perang Toba melawan Sisingamangaraja XII. Sikap para misionaris Kristen ini masih terus berlangsung di kemudian hari. BRMG 1897: 278-279 menulis laporan berjudul “Wie weiter auf Sumatra?” (Bagaimana Kelanjutannya di Sumatra?). Batakmission mengaku mengalami kendala untuk melakukan misi Kristen di Samosir, sebab Samosir masih merupakan “Tanah Batak Merdeka”. Selanjutnya, BRMG mencatat:&lt;br /&gt;“Oleh sebab itu, “dapat dimengerti bahwa penginjil kita sangat menghendaki agar pemerintah Belanda menduduki Samosir.” Lagipula, konferensi penginjil tahun 1897 telah memutuskan bahwa “penginjilan dapat dilakukan dengan lebih tenang dan dengan lebih banyak sukses di bawah perlindungan pemerintah Eropa.” (hal. 103). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah, kerjasama misionaris Kristen Batak dengan penjajah Belanda diakui dengan bangga oleh para misionaris Batak. Belanda juga mempersenjatai kaum Kristen Batak dengan 50 bedil. Sebab, jika orang Batak menjadi Muslim, mereka tidak mungkin setia kepada pemerintah penjajah. BRMG 1878:154 mencatat:&lt;br /&gt;“Betapa orang Batak Kristen dapat diandalkan tampak jelas sekarang. Sebagai orang Islam, orang Batak takkan mungkin menjadi rakyat yang patuh pada Belanda. […] memang benar orang Silindung yang Kristen adalah teman setia Belanda, dan pasukan bantuan mereka berperang bersama pasukan Belanda.”. (hal. 106).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat-surat yang dikirim tokoh misionaris I. Nommensen, tampak jelas digunakannya istilah “musuh” untuk  Sisingamangaraja XII dan rakyat Batak yang berusaha mempertahankan kemerdekaan mereka. Misalnya, dia tulis: “Setelah kami bekerja dengan tenang selama beberapa hari, musuh kami yang jahat bergerak lagi”… “Kebanyakan musuh berasal dari daerah sekitar Danau Toba, dari Butar dan Lobu Siregar, digerakkan oleh Sisingamangaraja, seorang demagog yang menghasut dan mencelakakan rakyatnya.” (hal. 107). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya yang lain, Nommensen mencatat:  “Hal yang paling penting adalah bahwa Toba keluar dari isolasinya, terbuka pada pengaruh Eropa dan tunduk pada kekuasaan Eropa sehingga dengan sangat mudah zending kita bisa masuk… (BRMG 1882:302).” (hal. 108).&lt;br /&gt;Sebuah surat tentang pentingnya penaklukan Toba oleh penjajah Belanda dan misi Kristen dalam rangka menghambat masuknya pengaruh Islam, ditulis oleh laporan BRMG 1882 (7): 202-205:&lt;br /&gt;“Perang dan penaklukan Toba sangat mendukung dan mempercepat pembukaan pos penginjilan. Walaupun tidak secara langsung, para penginjil kita di Silindung memainkan peranan yang cukup besar dalam ekspedisi militer Belanda terhadap Toba. Upaya mereka untuk menyebarkan Injil di Silindung mendapatkan perlawanan dari Sisingamangaraja yang dulu maupun Sisingamangaraja yang sekarang. Karena sudah kehilangan sebagian besar kekuasaannya, keduanya  berusaha memperoleh kembali pengaruhnya yang hilang dengan mengusir para penginjil. Sisingamangaraja terutama memusuhi agama Kristen, akan tetapin karena ia bersekutu dengan orang Aceh di Utara maupun dengan Batak Islam di Timur maka kegiatan mereka juga memusuhi pemerintah Belanda. Dengan demikian sangat bijaksana keputusan pemerintah untuk langsung bertindak memperluas dan memperkokoh kekuasaannya, mengingat tindak-tanduk orang Aceh dan jaringan mereka yang makin hari makin ketat dan luas.” (hal. 153-154).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Prof Uli Kozok juga menunjukkan data bahwa hubungan erat antara misi Kristen dan Penjajahan memang sudah menjadi suatu kelaziman. Paus Pius XI, misalnya, melalui surat kabar Vatikan, Osservatore Romano, 24 Februari 1935, pernah secara eksplisit mengeluarkan pernyataan yang mendukung penjajahan:&lt;br /&gt;“Penjajahan merupakan keajaiban yang diwujudkan dengan kesabaran, keberanian dan cinta kasih. Tiada bangsa atau ras yang berhak hidup terisolir. Penjajahan tidak berlandaskan penindasan tetapi berdasarkan prinsip moralitas tertinggi, penuh dengan cinta kasih, kedamaian dan persaudaraan. Gereja Katolik senantiasa mendukung penjajahan, asal dilaksanakan dengan jujur dan manusiawi tanpa menggunakan kekerasan. Oleh sebab itu kami melihatnya sebagai sesuatu yang memiliki daya dan keindahan yang luar biasa.” (hal. 85-86).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kolonialisme, ideologi rasisme juga ditanamkan kepada  para misionaris dari Rheinische Missions-Geselschaft (RMG). Seorang petinggi RMG, Ludwig von Rohden (1815-1889), berpendapat bahwa semua manusia adalah keturunan Nabi Nuh, yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia. Ada lima warna kulit yang dimiliki keturunan Nabi Nuh itu: putih, kuning, merah, coklat dan hitam. Menurutnya, warna kulit ditentukan oleh kadar dosa masing-masing. Semakin berdosa sebuah bangsa, maka akan semakin hitam warna kulitnya. Kata Ludwig von Rohden dalam sebuah tulisannya:&lt;br /&gt;“Secara bertahap-tahap manusia menjauhkan diri dari sumber kehidupan ilahi. Semakin jauh [sebuah bangsa] menjauhkan diri, semakin merosot moral dan kecerdasan, seiring dengan itu juga postur, bentuk tubuh dan warna kulitnya. Bangsa yang paling dekaden mendapatkan warna kulit paling hitam, dan bentuk tubuhnya menjadi mirip dengan binatang. Namun perbedaan hakiki antara manusia dan binatang masih tetap ada: ialah jiwa yang dihembuskan Allah kepada jasad sebagai bagian kehidupan ilahi.” (hal. 59). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rohden, bangsa berkulit hitam bisa menjadi putih kulitnya jika mereka menjadi Kristen:&lt;br /&gt;“Negro yang paling rendah derajat pun masih bisa diangkat menjadi manusia terdidik bila dididik dengan cara yang tepat melalui pengaruh Kekristenan yang bersifat menyembuhkan. Seiring dengan [proses penyembuhan] itu, maka raut muka yang kebinatangan menghilang, pandangan mata dan tubuhnya akan menjadi lebih sempurna, bahkan warna kulitnya secara turun-temurun bisa menjadi lebih putih.” (hal. 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah fakta dan data tentang misi Kristen yang ditampilkan Prof. Uli Kozok – guru besar dan ketua jurusan bahasa Indonesia di Universitas Hawai. Gambaran misi Kristen yang berkolaborasi dengan penjajah itu jauh sekali bedanya dengan isi buku Sejarah yang kini diajarkan kepada anak-anak Muslim di sekolah-sekolah tingkat SMP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogyanya, para pimpinan sekolah Islam, para guru, dan orang tua sadar benar akan kekeliruan besar semacam ini. Sungguh ironis, jika ada lembaga pendidikan Islam yang mengajarkan bahan-bahan sejarah semacam ini, yang merusak pemikiran dan jauh sekali dari fakta sejarah sebenarnya. Bukankah Allah SWT sudah memperingatkan: “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka!” Wallahu a’lam bil-sshawab. (Dr. Adian Husaini)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8999921955794646524?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8999921955794646524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/misi-kristen-di-buku-sejarah-smp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8999921955794646524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8999921955794646524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/misi-kristen-di-buku-sejarah-smp.html' title='Misi Kristen di Buku Sejarah SMP'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3146910417018116756</id><published>2011-08-22T18:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T18:35:32.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PERASAAN</title><content type='html'>Perasaan adalah merupakan nikmat besar yang diberikan Allah SWT kepada semua makhluk hidup. Bagian tubuh yang berfungsi untuk mengontrol sisi ‘perasaan’ ini adalah sistem saraf yang mempunyai struktur dan jaringan yang sangat rumit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lainnya, terdapat perbedaan dalam sistem jaringan sarafnya, tergantung kepada tingkat kinerja dan fungsi makhluk tersebut dalam kehidupannya. Karenanya, kita akan mendapatkan pada sebagian makhluk, sistem saraf yang dimilikinya, merupakan jaringan sel-sel saraf yang sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan sel-sel saraf yang paling rumit, adalah sistem saraf yang terdapat pada manusia, di mana pada organ tubuh manusia terdapat sel-sel saraf yang terpusat di otak. Disamping ia juga memiliki jaringan sel saraf yang tersebar di seluruh tubuh. Sel-sel saraf ini terbagi-bagi berdasarkan fungsi yang dimilikinya yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap sel saraf tidak bisa bendiri sendiri dalam menerima sinyal yang datang dari luar, juga dalam mengantarkan dan meresponnya. Sebagai contoh, di lapisan permukaan kulit, terdapat sel saraf yang berfungsi untuk menerima sinyal dari luar tubuh (saraf sensorik) yang dibawanya ke sumsum tulang belakang. Kemudian sinyal itu di bawa ke otak, melalui sel saraf perantara. Di mana selanjutnya sinyal itu setelah diolah secara cepat dan tepat oleh sel saraf pusat, langsung berbalik ke otot yang menimbulkan gerakan tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya tidak terdapat sel saraf di lapisan permukaan kulit ini, maka sinyal-sinyal yang datang dari luar tubuh tidak bisa dirasakan, meskipun bisa diterima. Karena sel saraf di kulit, tidak mempunyai kemampuan untuk memahami sinyal yang ditangkapnya, apalagi untuk mengolah dan merespon balik sinyal tersebut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sel-sel saraf yang terdapat di seluruh bagian tubuh berfungsi untuk mengirim sinyal-sinyal yang datang melaluinya ke sel saraf lainnya yang bertugas untuk mengidentifikasikan sinyal tersebut dan menerjemahkannya, sehingga otak melalui sel saraf motorik, secara cepat dapat memberikan instruksi kepada organ tubuh untuk merespon sinyal tersebut, baik dengan menjauhinya ataupun mendekatinya. Kehilangan salah satu sel saraf tersebut dapat mengganggu kegiatan otak dalam merespon setiap sinyal yang datang dari luar tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli untuk dapat mengetahui secara pasti tentang sistem jaringan sel saraf ini, telah melakukan banyak penelitian di laboratorium-laboratorium mereka. Padahal Alquran telah memberikan petunjuknya tentang hal ini dalam ungkapan yang singkat namun padat, sejak 14 abad yang lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu pada firman Allah SWT yang terdapat pada surah An-Nisa ayat 56: "Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas yang membicarakan tentang azab yang akan dirasakan oleh orang-orang kafir di hari kiamat, menegaskan, bahwa hal tersebut akan dilakukan melalui kulit atau sel-sel saraf yang terdapat di bawah permukaan kulit. Ketika kulit berikut sel-sel sarafnya telah hangus dan kehilangan sensitifitasnya, maka supaya orang-orang kafir terus merasakan azab, Allah perbaharui kulit mereka. Demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Republika, DR Abdul Basith Jamal &amp; DR Daliya Shadiq Jamal)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3146910417018116756?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3146910417018116756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/perasaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3146910417018116756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3146910417018116756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/perasaan.html' title='PERASAAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4697348096079418070</id><published>2011-08-22T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T18:25:18.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Humor Sufi: Abu Nawas Mendemo Hakim</title><content type='html'>Pada suatu sore, ketika Abu Nawas sedang mengajar murid-muridnya. Ada dua orang tamu datang ke rumahnya. Yang seorang adalah wanita tua penjual kahwa, sedang satunya lagi adalah seorang pemuda berkebangsaan Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tua itu berkata beberapa patah kata kemudian diteruskan olwh si pemuda Mesir. Setelah mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas menyuruh murid-muridnya menutup kitab mereka. "Sekarang pulanglah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu!"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Murid-murid Abu Nawas merasa heran, namun mereka manut saja kepada sang guru, karena mereka merasa yakin gurunya selalu membuat kejutan dan berada di pihak yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam harimya mereka datang ke rumah Abu Nawas dengan membawa peralatan yang dimintanya. "Hai kalian semua, pergilah malam hari ini untuk merusak Tuan Kadi yang baru jadi!" perintah Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah! Merusak rumah Tuan Kadi?" gumam semua muridnya keheranan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa? Kalian jangan ragu. Laksanakan saja perintah gurumu ini!" kata Abu Nawas menghapus keraguan murid-muridnya. "Barangsiapa yang mencegahmu, jangan kau pedulikan, terus pecahkan saja rumah Tuan Kadi yang baru itu. Siapa yang bertanya, katakan saja aku yang menyuruh merusak. Barangsiapa yang  hendak melempar kalian, maka pukullah mereka dan lemparilah dengan batu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis berkata demikian, murid-murid Abu Nawas bergerak ke arah Tuan Kadi. Laksana demonstran, mereka berteriak-teriak menghancurkan rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung merasa heran melihat kelakuan mereka. Lebih-lebih ketika tanpa basa-basi lagi mereka langsung merusak rumah Tuan Kadi. Orang-orang kampung itu berusaha mencegah perbuatan mereka, namun karena jumlah murid-murid Abu Nawas terlalu banyak maka orang-orang kampung tak berani mencegah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat banyak orang merusak rumahnya, Tuan Kadi segera keluar dan bertanya,"Siapa yang menyuruh kalian merusak rumahku?"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid itu menjawab,"Guru kami, Tuan Abu Nawas, yang menyuruh kami!" Habis menjawab begitu, mereka bukannya berhenti malah terus menghancurkan rumah Tuan Kadi hingga rumah itu roboh dan rata dengan tanah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Kadi hanya bisa marah-marah karena tidak ada orang yang berani membelanya "Dasar Abu Nawas provokator, orang gila! Besok pagi aku akan melaporkannya kepada Baginda," katanya geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, esok harinya Tuan Kadi mengadukan kejadian semalam sehingga Abu Nawas dipanggil menghadap Baginda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah menghadap Baginda, Abu Nawas ditanya, "Hai Abu Nawas apa  sebabnya kau merusak rumah Kadi itu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab,"Wahai Tuanku, sebabnya ialah pada suatu malam hamba bermimpi, bahwasannya Tuan Kadi menyuruh hamba merusak rumahnya. Sebab rumah itu tidak cocok baginya, ia menginginkan rumah yang lebih bagus lagi. Ya, karena mimpi itu maka hamba merusak rumah Tuan Kadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Abu Nawas, bolehkah hanya karena mimpi sebuah perintah dilakukan? Hukum dari negeri mana yang kau pakai itu?" tanya Baginda heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang Abu Nawas menjawab, "Hamba juga memakai hukum Tuan Kadi yang baru ini, Tuanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Abu Nawas, seketika wajah Tuan Kadi pucat pasi. la terdiam seribu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Kadi, benarkah kau mempunyai hukum seperti itu?" tanya Baginda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuan Kadi diam tiada menjawab, wajahnya kian pucat, tubuhnya gemetaran karena takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abu Nawas, jangan membuatku pusing. Jelaskan kenapa ada peristiwa seperti ini!" perintah Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, "Abu Nawas berkata tenang. "Baginda... beberapa hari yang lalu ada seorang pemuda Mesir datang ke negeri Baghdad ini untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Pada suatu malam ia bermimpi kawin dengan anak Tuan Kadi dengan mahar (mas kawin) sekian banyak. Ini hanya mimpi Baginda. Tetapi Tuan Kadi yang mendengar kabar itu langsung mendatangi si pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Tentu saja pemuda Mesir itu tak mau membayar mahar hanya karena mimpi. Nah, di sinilah terlihat arogansi Tuan Kadi. Ia ternyata merampas semua harta benda milik pemuda Mesir sehingga pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual kahwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda terkejut mendengar penuturan Abu Nawas, tapi masih belum percaya seratus persen, maka ia memerintahkan Abu Nawas agar memanggil si pemuda Mesir. Pemuda Mesir itu memang sengaja disuruh Abu Nawas menunggu di depan istana, jadi mudah saja bagi Abu Nawas memanggil pemuda itu ke hadapan Baginda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baginda berkata, "Hai anak Mesir, ceritakanlah hal-ihwal dirimu sejak engkau datang ke negeri ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata cerita pemuda Mesir itu sama dengan cerita Abu Nawas. Bahkan pemuda itu juga membawa saksi, yaitu Pak Tua pemilik tempat kost dia menginap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurang ajar! Ternyata aku telah mengangkat seorang Kadi yang bejad moralnya."  Baginda sangat murka. Kadi yang baru itu dipecat dan seluruh harta bendanya dirampas dan diberikan kepada si pemuda Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perkara selesai, kembalilah si pemuda Mesir itu dengan Abu Nawas pulang ke rumahnya. Pemuda Mesir itu hendak membalas kebaikan Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Abu Nawas berkata, "Janganlah engkau memberiku barang sesuatu pun. Aku tidak akan menerimanya sedikit pun jua." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Mesir itu betul-betul mengagumi Abu Nawas. Ketika ia kembali ke negeri Mesir ia menceritakan tentang kehebatan Abu Nawas itu kepada penduduk Mesir sehingga nama Abu Nawas menjadi sangat terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: cr01&lt;br /&gt;Sumber: Sufisme News&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4697348096079418070?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4697348096079418070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/humor-sufi-abu-nawas-mendemo-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4697348096079418070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4697348096079418070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/humor-sufi-abu-nawas-mendemo-hakim.html' title='Humor Sufi: Abu Nawas Mendemo Hakim'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-2107128515594149463</id><published>2011-08-22T18:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T18:21:09.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Humor Sufi: Abu Nawas Melarang Rukuk dan Sujud dalam Shalat</title><content type='html'>Syahdan, Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahibnya yang karib dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam salat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya khalifah yang suka fitnah! Menurut pembantu-pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran, hendaknya Khalifah melakukan tabayun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam salat?" tanya Khalifah ketus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab dengan tenang, "Benar, Saudaraku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, "Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang khalifah yang suka fitnah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab, ”Benar, Saudaraku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah berteriak dengan suara menggelegar, "Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebarkan fitnah tentang khalifah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas tersenyum seraya berkata, "Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, seolah-olah aku berkata salah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah berkata dengan ketus, "Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang, "Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi dalam salat apa? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana soal aku yang suka fitnah?" tanya Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menjawab dengan senyum, "Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti anda suka ’fitnah’ (ujian) itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara pembantu-pembantunya. Abu Nawas memanggil Khalifah dengan "ya akhi" (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Pembantu-pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikkan berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: cr01&lt;br /&gt;Sumber: Sufi News&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-2107128515594149463?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/2107128515594149463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/humor-sufi-abu-nawas-melarang-rukuk-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2107128515594149463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2107128515594149463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/humor-sufi-abu-nawas-melarang-rukuk-dan.html' title='Humor Sufi: Abu Nawas Melarang Rukuk dan Sujud dalam Shalat'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-592523988228586134</id><published>2011-08-22T18:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T18:17:02.692-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Humor Sufi: Mimpi Religius</title><content type='html'>Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan seorang pastor dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling religius. Tidurlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, saat bangun, pastor bercerita, "Aku bermimpi melihat Kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang istimewa sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogi menukas, "Itu memang istimewa. Tapi aku bermimpi melakukan perjalanan ke nirwana, dan menemui tempat paling damai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin berkata, "Aku bermimpi sedang kelaparan di tengah gurun. Kemudian tampak bayangan Nabi Khidir bersabda, 'Kalau engkau lapar, makanlah roti itu.' Jadi aku langsung bangun dan memakan roti itu saat itu juga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: cr01&lt;br /&gt;Sumber: Pustaka Media&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-592523988228586134?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/592523988228586134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/humor-sufi-mimpi-religius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/592523988228586134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/592523988228586134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/humor-sufi-mimpi-religius.html' title='Humor Sufi: Mimpi Religius'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5852399878751455246</id><published>2011-08-09T19:06:00.000-07:00</published><updated>2011-08-09T19:07:30.425-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>DELAPAN TANDA PECUNDANG “KOMPETISI” RAMADHAN</title><content type='html'>Rasulullah Muhammad saw mengatakan, “Berapa banyak orang yang melaksanakan puasa namun ia tak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus.”&lt;br /&gt;Ungkapan Nabi di atas merupakan sinyalemen bahwa tidak sedikit di antara para aktivis puasa Ramadhan melewati hari-hari puasanya sekadar tidak makan, minum, dan berhubungan badan. Puasanya hanya berupa menahan rasa lapar, dahaga, dan hasrat seksual belaka.&lt;br /&gt;Kalau sudah demikian, apa saja tanda orang yang puasanya hanya berkisar seputar perut dan kemaluan itu?&lt;br /&gt;PERTAMA, ketika seseorang berpuasa tapi gagal memenuhi target satu kali khatam al-Qur`an di bulan Ramadhan meski satu kali saja. Imam Syafi`i merupakan salah satu contoh sosok yang sukses dalam bulan Ramadhan. Bukan satu atau dua kali khatam al-Qur`an namun beliau mengkhatamkannya sebanyak enam puluk kali dalam satu bulan.&lt;br /&gt;Dr. A`id Abdullah Al-Qarni menceritakan keadaan rumah para Salafus Shaleh di bulan Ramadhan. Suara lantunan al-Quran senantiasa bergema bak gema lebah. “Mereka membaca al-Qur`an dengan tartil, memperhatikan keajaiban-keajaiban isinya, menangisi peringatan-peringatan yang terdapat di dalamnya, berbahagia dengan berita gembiranya, saling menyuruh dengan perintah-perintahnya, dan saling mencegah dengan larangan-larangannya,” tulisnya.&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Ibnu Taimiyah pernah mengatakan, “Barangsiapa yang tidak membaca al-Qur`an ia telah meninggalkan al-Qur`an, barangsiapa yang membaca al-Qur`an namun tidak merenungi kandungan-kandungan maknanya berarti ia juga telah meninggalkan al-Qur`an, dan barangsiapa yang membaca al-Qur`an serta merenunginya namun isinya tak ia amalkan sama saja ia telah meninggalkan al-Qur`an.”&lt;br /&gt;Jika membaca dan berusaha mekhatamkan al-Qur`an saja gagal dilaksanakan, kapan akan merenungi kandungannya dan kapan pula al-Qur`an akan diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?&lt;br /&gt;KEDUA, ketika seseorang berpuasa namun tidak mampu menjaga anggota tubuh dari penyimpangan. Salah satu hikmah seperti disebutkan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi adalah sebagai tarbiyah (pendidikan) bagi kemauan, perang terhadap hawa nafsu yang negatif dan hal-hal buruk yang telah mentradisi, serta melazimkan kesabaran.&lt;br /&gt;Berpuasa perut tanpa puasa anggota tubuh tentunya hanya memperoleh kepayahan fisik semata namun hampa hikmah dan tarbiyah. Yang terbaik adalah bagaimana puasa yang dilakukan betul-betul mengandung kebersamaan, antara menahan diri makan, minum, berhubungan biologis, dan di saat yang sama mempuasakan anggota tubuh dari penyimpangan: hati dari penyakit-penyakitnya, lidah dari mengeluarkan kata-kata kasar dan cabul, mata dari pandangan yang tak halal, tangan dari merampas hak orang lain, telinga dari mendengar perkataan kotor, nyanyian-nyayian seronok yang mengumbar nafsu, dan hinaan, dan kaki dari melangkah ke tempat-tempat yang tidak baik.&lt;br /&gt;Ketiga, saat malam-malamnya tidak dihidupkan dengan ibadah. Malam-malam Ramadhan adalah waku yang sangat tepat untuk meningkatkan volume ibadah. Setelah beribadah lewat menahan diri dari segala hal-hal yang dilarang selama puasa di siang hari, maka di waktu malam dihidupkan dengan beragam perbuatan terpuji.&lt;br /&gt;Begadang merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslim. Mereka menghabiskan malam-malam dengan bicara tanpa manfaat, merokok, bercengkrama hingga larut malam sembari menghabiskan malam tanpa guna yang bisa meningkatkan kadar ketakwaan.&lt;br /&gt;KEEMPAT, kala berbuka puasa menjadi ajang “balas dendam.” Berbuka puasa sering dijadikan kesempatan “membayar hutang” makan dan minum di siang hari saat tengah puasa. semua makanan dan minuman ia lahap untuk mengganti “tunggakan” sebelumnya. Jika ini yang terjadi, lalu di man letak pelajaran menahan diri dari menuruti nafsu.&lt;br /&gt;Tidak menjadikan buka puasa sebagai balas dendam, membuat jiwa terkendali, hati akan menjadi sibuk memikirkan hal-hal yang baik, dan yang tak boleh dilupakan orang yang berkecukupan akan semakin sadar bahwa dirinya telah diberi nikmat yang begitu banyak dibandingkan orang fakir, miskin, dan anak yatim piatu yang sering menahan lapar dan dahaga. Karena, meninggalkan syahwat dan kesenangan duniawi.&lt;br /&gt;Sebagian kaum Salaf pernah ditanya, “Mengapa puasa itu disyariatkan oleh Allah?” Mereka menjawab, “Puasa disyari`atkan supaya orang yang kaya pun dapat merasakan pedihnya rasa lapar sehingga mereka tidak melupakan orang-orang yang kelaparan.”&lt;br /&gt;KELIMA, ketika Ramadhan tidak dioptimalkan dengan infak dan sedekah. Di bulan Ramadhan, dianjurkan untuk lebih memperbanyak sedekah dan infak. Ramadhan sendiri disebut juga sebagai syahrul juud yaitu bulan kedermawanan. Rasulullah menyatakan bahwa, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan ramadhan.” (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;KEENAM, seseorang dapat ditandai sebagai orang yang gagal ramadhan ketika lebih sibuk memasok kebutuhan lebaran ketimbang memenuhi pundi-pundi amal saleh khususnya di 10 malam terakhir Ramadhan.&lt;br /&gt;Padahal, nabi dan para sahabtanya itu lebih aktif dan giat menghidupkan 10 malam terakhir bulan Ramadhan dengan berdiam di masjid (i`tikaf), memperbanyak ibadah, berdizkir, memburu malam lailatul qadar, dan merasakan kesedihan luar biasa karena sebentar lagi akan berpisah dengan bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Ummul Mukminin, Aisyah r.a. menceritakan tentang kondisi Rasulullah SAW ketika sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan: “Adalah Nabi SAW ketika memasuki sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan, maka beliau mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;KETUJUH, ketika lebaran Idul Fitri disikapi sebagai hari kebebasan dari ‘penjara Ramadhan.” Ramadhan dianggap sebagai penjara dan penghalang untuk melakukan hal-hal yang menyimpang. Sehingga ketika sudah keluar Ramadhan, terasa seperti seorang ‘napi’ yang menghirup udara kebebasan dari ‘LP’ Ramadhan untuk melakukan hal apa saja yang diinginkannya. Keadaan ini terjadi karena selama berpuasa tidak mengikuti adab dan tata cara yang benar sehingga menyikapi Ramadhan bak penjara yang menakutkan itu.&lt;br /&gt;KEDELAPAN, tidak ada tindak lanjut setelah keluar dari bulan Ramadhan. Tanda kegagalan dalam kompetisi Ramadhan ialah tidak meneruskan dan mempertahankan kedekatan dengan Allah serta solidaritas sosial yang sudah terbangun di bulan suci. Akibatnya, rampungnya Ramadhan ditandai selesainya pula segala macam kebaikan seperti puasa sunnah, shalat malam, sedekah, membaca al-Qur`an, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Amal-amal di bulan Ramadhan adalah bekal pasokan ruhani yang menjelma dalam kehidupan sehari-hari untuk sebelas bulan berikutnya. Jangan kita lewatkan dengan kehampaan. Waspadailah delapan tanda pecundang kompetisi Ramadhan. Sayang, modal usia di bulan Ramadhan ini bila kita sia-siakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5852399878751455246?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5852399878751455246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/delapan-tanda-pecundang-kompetisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5852399878751455246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5852399878751455246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/08/delapan-tanda-pecundang-kompetisi.html' title='DELAPAN TANDA PECUNDANG “KOMPETISI” RAMADHAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-1591855361096852984</id><published>2011-07-30T00:31:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T00:32:31.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>JANGAN LUPAKAN AMBON</title><content type='html'>KRONOLOGI TRAGEDI AMBON-MALUKU BERDARAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 1998 s.d. Desember 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN 1-1: SEBELUM AMBON &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi berdarah di Ambon dan sekitarnya bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum peristiwa Iedul Fithri 1419H berdarah, tercatat beberapa peristiwa penting yang dianggap sebagai pra-kondisi, bahkan jauh ke belakang pada tahun 1995. Beberapa peristiwa itu (sebagian) adalah sebagai berikut.1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Juni 1995: Desa berpenduduk Islam, Kelang Asaude (Pulau Manipa), diserang warga Kristen Desa Tomalahu Timur, pada waktu Shubuh. Penyerangan dikoordinasikan oleh empat orang yang nama-namanya dicatat oleh MUI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Pebruari 1996 (Hari Raya Iedul Fithri) : Desa Kelang Asaude diserang lagi. Serangan dilakukan oleh warga Tomahalu Timur dengan menggunakan batu dan panah. Tiga hari sebelumnya, serombongan orang yang dipimpin oleh sersan (namanya tercatat) datang ke Desa Asaude, menangkap raja (kepala desa) berikut istri dan anak-anaknya. Mereka menggeledah isi rumah dan menginjak-injak peralatan keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Nopember 1998: Korem 174 Pattimura didemo. Sejumlah besar mahasiswa Unpatti (Universitas Pattimura) dan UKIM (Universitas Kristen Indonesia Maluku), yang dimotori oleh organisasi pemuda dan mahasiswanya menghujat Danrem Kolonel Hikayat. Demonstrasi berlangsung dua hari. Mereka membakar beberapa mobil keamanan, melukai tukang becak, dan merusak serta melempari kaca kantor PLN Cabang Ambon. Jatuh korban luka-luka, baik di pihak mahasiswa maupun kalangan ABRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan sebelumnya, berlangsung desas-desus dan teror. Isu pengusiran orang-orang Bugis-Buton-Makassar (BBM) sudah beredar di tengah masyarakat yang membuat gelisah banyak orang. Mereka kurang bisa membedakan suku Bugis dan Makassar. Kedua suku ini sebenarnya adalah satu. Orang-orang Muslim suku lain (non-Maluku) juga diisukan untuk diusir. Produksi pesanan senjata tajam ditengarai sangat tinggi. Pesanan dilakukan oleh kelompok tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu pengusiran BBM memang berbau SARA, terutama yang menangkut suku dan agama. Entah bagaimana awalnya dari dalam Gereja. yang tepat, isu BBM bertiup dengan kencang dari kalangan Kristen, bahkan kabarnya disuarakan oleh Gereja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir Nopember 1998: Sekitar 200 preman Ambon dari Jakarta, yang bekerja sebagai penjaga keamanan tempat judi pulang kampung. Merekalah yang memulai bentrok dengan penduduk Ketapang (Jakarta). Karena umat Islam Jakarta marah, mereka dikepung. Beberapa darinya tewas. Sejumlah besar yang lain diminta masyarakat agar dievakuasi oleh aparat keamanan. Sebagian dari mereka - sekitar 200 orang - inilah yang pulang ke Ambon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa 'Test Case' Sebelum Iedul Fithri Berdarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, ada tiga peristiwa penting yang dapat dianggap sebagai bagian dari tragedi Iedul Fithri berdarah 1999. Ketiga peristiwa itu adalah peristiwa Wailete tanggal 13 Desember 1998, peristiwa Air Bak 27 Desember 1998, dan peristiwa Dobo 14 dan 19 Januari 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-perista di atas adalah sebuah 'test case' yang dinilai berhasil mendeteksi keberanian, persatuan dan kesatuan serta kesiapan Ummat Islam se-Ambon untuk berperang. Kesabaran Ummat Islam yang tengah menyongsong bulan Ramadhan itu dianggap suatu kelemahan terutama penilaian terhadap suku Bugis-Buton-Makassar yang kurang kompak. Atas dasar penilaian demikian itu tampaknya dijadikan peluang untuk mengobarkan Tragedi Iedul Fithri Berdarah. Hal ini terbukti dengan tiba-tiba didatangkan ratusan preman dari Jakarta, eks-konflik Jalan Ketapang, Jakarta sebagai pelaku di lapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Massa Kristen ke Desa Wailete &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Desember 1998 : Desa Wailete yang merupakan perkampungan Muslim masyarakat asal Bugis-Buton-Makasar (BBM) diserang oleh warga Kampung Hative Besar (Kristen). Ratusan massa Kristen menyerbu dengan batu, dan membakar kampung Wailete. Serangan dilakukan dua kali pada malam itu dimana tahap kedua dilakukan secara tuntas membakar habis semua rumah sehingga penghuni hanya menyelamatkan diri dengan baju yang melekat di badan saja. Empat rumah dilaporkan terbakar dan satu kios bensin milik orang Bugis terbakar dan meledak. Penduduk desa tersebut mengungsi.2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah ada kejelasan penyelesaian dalam peristiwa itu. Bahkan polisi tampak ragu menghadapi ancaman warga desa Hative Besar. Keraguan aparat ini tampak jelas sebagai hasil penghujatan selama demo dengan pecahnya insiden Batu Gajah. Dalam rangkaian penghujatan lewat berbagai media massa sebagian berpendapat bahwa oknum Polri telah berhasil digalang untuk melaksanakan rencana mereka. Surat kabar Suara Maluku tidak memberitakan peristiwa besar ini secara proporsional, dua kali pemberitaan yang tidak jelas kemudian menghilang, padahal kasus Batu Gajah diberitakan luar biasa bahkan tulisan-tulisan dengan ungkapan Anjing dan Babi masih berulang selama sebulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam yang menjadi panas karena solidaritas Islamiyahnya sebenarnya mengharapkan adanya reaksi protes, pembelaan dan pertolongan yang memadai tetapi hal itu tidak terjadi karena para pemimpinnya memang lemah dan tidak ada tokoh pemersatu. Warga masyarakat desa Hative Besar telah membuktikan secara nyata isu yang berkembang bahwa suku Bugis-Buton-Makassar dan Jawa-Sunda akan diusir dari Ambon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aksi pembakaran itu para tokoh desa Hative Besar mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak akan menerima kedatangan suku Bugis-Buton-Makasar lagi ke desa Wailete, karena itu desa Wailete tidak pernah dibangun lagi, bahkan parapenghuni yang telah melarikan diri itu tak berani mengunjungi bekas kampungnya. Pemerintah daerah tidak memasukanpembakaran desa Wailete ini kedalam program rehabilitasi, dianggap bukan dalam rangka kerusuhan Ambon.3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan Massa Kristen ke Desa Air Bak Akhir Desember 1998&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Desember 1998 : Desa Air Bak, yang hanya berpenduduk sekitar 8 keluarga beragama Islam (desa kecil) diserbu warga Desa Tawiri yang mayoritas beragama Kristen. Pertikaian ini diawali ketika ada Babi peliharaan masyarakat Tawiri memasuki kebun masyarakat desa Bak Air, hal seperti ini biasa terjadi. Menghalau dengan lemparan batu saja Babi akan keluar dari kebun. Kali ini, kejadian ini dijadikan masalah oleh orang Kristen Tawiri. Orang-orang Muslim dilempari batu. Tidak ada penyelesaian, malah warga Muslim yang ditahan polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Januari 1999 : Di tengah masyarakat beredar isu akan tejadinya kerusuhan pada Hari Raya Iedul Fithri, meski beberapa penyampaian di antaranya dengan bahasa yang disamarkan. Di bagian lain bisa dibaca bagaimana isu itu berkembang di Kampung Batu Gantung Waringin. Seluruh rumah di situ dibakar dan diruntuhkan. Kampung ini dihuni oleh mayoritas orang Bugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Berdarah di Dobo, Maluku Tenggara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Januari 1999 : Kerusuhan pecah di Dobo, kecamatan Pulau Aru (Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara). Korban tewas delapan orang. Penyerangan dilakukan oleh kelompok Kristen tersebut bukanlah yang pertama kali. Sekitar satu bulan sebelumnya sempat terjadi kontak senjata tradisional meski dengan skala yang lebih kecil di tempat yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Januari 1999: Hari Raya Iedul Fithri. Kerusuhan pecah lagi di Dobo, setelah umat Islam melaksanakan sholat Ied. Dikabarkan 14 orang terbunuh, 10 orang di antaranya adalah orang Kristen. Sebanyak 55 rumah habis terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga peristiwa di atas jelas telah direncanakan sebelumnya dalam rangka mencoba rencana besar mereka, yakni pembantaian Muslim Ambon di Hari Raya Iedul Fithri. Kerusuhan Dobo (14/1) layak dianggap sebagai awal meletusnya Kerusuhan Ambon. Cukup banyak anggota TNI yang dikirim ke Dobo sehingga kekuatan TNI di Ambon berkurang dalam jumlah yang berarti. Jumlah sisanya tidak mampu berbuat apa-apa di kota Ambon pada tanggal 19 dan 20 Januari, sebelum datangnya bala bantuan TNI dari tempat lain. Apalagi kemudian, di Dobo, pada Iedul Fithri, juga pecah kerusuhan lanjutan yang cukup besar.4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikaitkan dengan Tragedi Iedul Fithri Berdarah, rentetan ketiga peristiwa di atas harus dianggap sebagai bagian yang tak terpisahkan, atau sebagai 'babak pertama' dari seluruh babak yang berjudul 'Tragedi Iedul Fithri Berdarah'. Seandainya ummat Islam di Ambon menyatakan protes keras kepada pihak Kristen yang berpura-pura tidak tahu maka mereka akan ragu memasuki 'babak kedua', yaitu adegan 'Tragedi Iedul Fithri Berdarah'. Dengan kata lain Tragedi Iedul Fithri Berdarah itu belum tentu bisa terjadi karena uji cobanya tidak berhasil, Ummat Islam masih siap dan kompak, siaga menghadapi setiap kemungkinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Polri, jika betul-betul profesional dan bersungguh-sungguh dalam menangani kasus di atas, termasuk datangnya ratusan orang kiriman itu, maka peristiwa yang amat menyakitkan Ummat Islam se Indonesia ini mungkin tidak akan terjadi. Begitu juga kegelisahan masyarakat luas akibat munculnya kabar burung bahwa akan ada kekacauan besar ketika Shalat Iedul Fithri. Jadi sesungguhnya tragedi ini merupakan ketidak-profesionalan TNI atau lemahnya TNI akibat penghujatan. Jelas ini merupakan peluang yang mulus bagi golongan untuk merencanakan rencana makarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita lihat tragedi ini sebagai salah satu bukti rencana strategis pihak Kristen yang teratur dan terencana, sehingga berhasil demikian baiknya.5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menyulut Ambon, Sinansari Ecip, hal 48, Mizan 1999 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tragedi Ambon, hal 35, Yayasan Al-Mukminun 1999 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Konsporasi Politik RMS Kristen Menghancurkan Umat Islam,Rustam Kastor, hal 25, Wihdah Press &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Menyulut Ambon, Sinansari Ecip, hal 51, Mizan 1999 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Konsporasi Politik RMS Kristen Menghancurkan Umat Islam,Rustam Kastor, hal 27, Wihdah Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN 1-2-2:IEDUL FITHRI BERDARAH 1999 (2/2) - HARI-HARI PEMBANTAIAN BERLANJUT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari Pembantaian Berlanjut ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku mengeluarkan catatan resmi rentetan peristiwa penting pasca pecahnya Tragedi Iedul Fithri Berdarah, 19 Januari 1999. Dokumen ini ditandatangani oleh pemimpin-pemimpin MUI, orpol, ormas, tokoh-tokoh Islam di Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga ada laporan terperinci berbagai peristiwa tiap hari yang diterima dan kemudian dikeluarkan secara terbatas oleh Pusat Informasi dan Komunikasi Umat Islam, Masjid Al-Fatah Ambon, dan Posko Umat Maluku Tenggara perwakilan Ambon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa-peristiwa penting itu - dari MUI Pusat, Informasi Al-Fatah, dari Posko Ummat Maluku Tenggara - sebagian dirangkum, disunting, dan disajikan di bawah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Pebruari 1999 : Insiden terjadi di Terminal Mardika. Seorang penumpang angkot turun dari mobil dengan tidak mau membayar ongkos. Supir dan kernet menagihnya tetapi tetap tidak mau membayar bahkan penumpang tersebut lari. Di saat melarikan diri orang yang melihatnya berteriak 'Copet-copet!' kemudian dikejar massa. Pada saat itu aparat keamanan yang bertugas di pasar mengeluarkan tembakan. Massa semakin panik ditambah lagi Patroli Helikopter juga mengeluarkan tembakan. Tidak berapa lama kemudian, terjadi pengejaran warga Islam di kantor-kantor pemerintah yang berada di wilayah pemukiman Kristen, seperti di Kanwil Depsos Karang Panjang dan Dinas Pertaninan Tanaman Pangan Dati I Maluku di Tanah Tinggi. Pegawai beragama Islam bahkan ada yang diparang di halaman kantornya (Depsos). Tiga karyawan Depkes dicegat ketika pulang melewati SMP Negri I, yang beragama Islam diancam dan ditikam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.00 WIT : Enam orang pejabat yang akan menghadiri pertemuan dengan lima Menteri di kantor Gubernur Maluku, di Ambon, terjebak barikade dan diancam dengan kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Bugis dibacok di Gang Singa, Belakang Soya, hingga meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMEA Negri I Ambon di Karang Panjang diserang oleh para pemuda dari Pondok Paty. Empat kendaraan roda dua dibakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Pebruari 1999 : Pagi hari, di Karang Tagepe, Kuda Mati, terjadi perusakan atas empat rumah warga Muslim. Rumah-rumah warga Muslim yang belum dibakar atau dirusak akan diratakan dengan tanah. Para pengungsi dari Karang Tagepe berada di dalam tenda-tenda di lingkungan transmisi RCTI/SCTV Gunung Nona. Mobil dan kendaraan roda dua dibakar. Rumah-rumah telah dibakar atau dirusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makar Kristen di Kairatu dan Pembantaian di Desa Waraloki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 14.00 WIT : Diadakan jamuan makan 'Patita Damai' warga Kairatu, Rumberu dan Rumaitu di satu pihak dan masyarakat Muslim Kairatu. Ternyata ada rencana jahat pihak Kristen. Mereka datang dengan persenjataan lengkap seperti panah, dan tombak, sehingga suasana pesta itu bukan dijadikan wahana Perdamaian melainkan justru berubah menjadi ajang pertempuran. Dalam insiden itu 4 orang warga Muslim terkena panah. Pertikaian meluas menjadi pembakaran pasar, dan rumah-rumah warga Muslim di sekitar Masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Pebruari 1999 : Pukul 05.30 WIT warga Desa Waraloki yang sedang melaksanakan Shalat Shubuh diserang oleh massa Kristen dari Desa Kamariang, Sariawang (orang gunung) dan juga warga Kristem lainnya, dengan formasi penyerangan berbentuk huruf L. Dalam insiden itu 7 orang warga Muslim Waraholi terbunuh, salah satunya adalah gadis cilik berumur delapan tahun. Menurut saksi, gadis cilik ini dianiaya lebih dahulu sebelum dibunuh. Satu jam kemudian penyerang dipukul mundur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 07.00 WIT : Terjadi penyerangan kedua yang tidak dicegah oleh aparat keamanan yang dipimpin oleh Letda Sitorus. Perusuh dilepas dan akhirnya lari ke gunung. Warga yang melihat keadaan tersebut berkata agar pelaku perusuh ditembak, tetapi oknum aparat mengatakan bahwa pelurunya telah habis. Dalam insiden itu 52 rumah hancur dan kebanyakan korban adalah orang Buton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.30 WIT : Kota Kairatu kembali diserang oleh massa Kristen yang datang dari kampung-kampung yang berada di pegunungan, sehingga 40 rumah terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Pebruari 1999 : Pagi hari, kerusuhan kembali terjadi di Kairatu, berupa pembakaran di Kairatu. Masyarakat Desa Pelauw (mayoritas Muslim) bergerak maju menuju Kairatu untuk mengevakuasi masyarakat Muslim. Pada malam harinya, rumah-rumah dan masjid dilempari batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan juga terjadi di Dusun Alinong. Sejumlah massa Kristen Kuda Mati menyerang warga Muslim Dusun Alinong. Jalan menuju Karang Tagepe di Kuda Mati dibarikade dengan batang-batang kayu. Sejumlah 25 keluarga minta tolong untuk dievaluasi. Imam Masjid Al-Muqaram Kampung Karang Tagepe (Kuda Mati) dengan istrinya ditemukan meninggal oleh polisi di ruang tamu rumahnya. Tubuhnya terlilit kabel listrik telanjang. Pada pukul 10.00 WIT massa Kristen Kamariang menyerang lagi, tetapi berhasil dihalau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Batu Merah Diguncang Bom &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Pebruari 1999 : Pukul 08.00 WIT pertama kalinya Desa Batu Merah dilempari dengan bom-bom rakitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Pebruari 1999 : Tertangkap 6 orang warga Kristen asal Maluku Tenggara yang melecehkan Islam dengan menghujat Rasulullah dan menulis 'Yesus Maju Terus' pada rumah warga Muslim di simpang tiga Air Besar STAIN-Ahuru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian Muslim di Pulau Haruku, Maluku Tengah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Pebruari 1999 : Di Pulau Haruku, Maluku Tengah, warga Kariu yang beragama Kristen dibantu beberapa orang aparat membantai warga Muslim Pelauw. Dilaporkan 15 warga Muslim terbunuh dan 43 lainnya luka berat akibat terkena tembakan dan granat. Tercatat, empat anggota Polisi terlibat dalam aksi penyerangan itu. Mereka adalah Serka Loupatty, Serta Titir Loloby, Serda Hendrik Nandatu dan Latumahina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketegangan Terjadi Lagi di Passo &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Pebruari 1999 : Pagi hari terjadi lagi ketegangan di Passo. Awalnya sebuah mobil truk dari Hitu menuju Ambon yang dilempari batu. Penghuni Kristen di kiri kanan jalan keluar sambil membawa parang dan panah. Kaca mobil dipecah dan aparat keamanan yang berada di tempat kejadian tidak bereaksi. Menurut keterangan korban, ada barikadi di jalan mulai di Negeri Lama sampai dengan pasar, menggunakan batu, drum, dan batang pohon. Tiap mobil yang lewat penumpangnya ditanyai. Dua orang warga Hitu yang menumpang mobil lain ditahan karena membawa senjata tajam, sementara massa Kristen yang berkumpul di situ - dengan membawa berbagai senjata tajam - dibiarkan begitu saja oleh aparat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam kemudian, ada sebuah mobil Kijang menuju Hitu ditumpangi warga Muslim. Pengemudinya dipanah oleh warga Kristen Desa Passo, mobil dilempari. Para penyerang tidak diamankan oleh aparat keamanan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambon Terus Bergolak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Pebruari 1999 : Ambon kembali diguncang bom. Peledakan itu terjadi pada hari Kamis (18/2), pukul 1.00 WIT, dini hari. Smentara itu pemerintah melaporkan ada 81 berkas kasus kerusuhan Ambon yang siap disidangkan dengan menjerat 192 tersangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Pebruari 1999 : Terjadi bentrokan berdarah antara warga Muslim dan warga Kristen. Peristiwa ini menyusul aksi pembakaran 15 rumah warga Muslim di Batu Merah Dalam, Ambon dan satu buah Masjid di Ihamahu, Maluku Tengah. Sedikitnya 9 orang terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Pebruari : Puluhan bom dilemparkan ke perkampungan Muslim di Batu Merah Dalam, Kodya Ambon. Puluhan rumah musnah terbakar. Dilaporkan 15 orang terbunuh, 13 orang tidak diketahui nasibnya dan 34 orang luka-luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikabarkan banyak murid sekolah yang dipulangkan, terutama di Galunggung Batu Merah, Kapaha dan sekitarnya. Seorang ibu hamil berjilbab yang pulang dari pasar ketika melewati Gereja Bethabara, Batu Merah Dalam diejek sekelompok orang, tetapi tidak dihiraukan. Ia sempat ditendang. Ini terjadi pada pukul 09.00 WIT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tengah hari, terjadi kerusuhan di Desa Batu Merah Bawah dengan pelemparan beberapa bom rakitan dari arah Batu Merah Atas. Terjadi juga pembakaran warga Muslim di Dusun Rinjani (Desa Batu Merah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir Pebruari 1999 banyak terjadi insiden di berbagai tempat. Serang menyerang ini dilakukan dengan lemparan batu, lemparan bom, pemanahan, pencegatan, pemukulan, pembacokan, perusakan, penjarahan dan pembakaran rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah Sholat Shubuh Ahuru Dibantai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Maret 1999 : Sejumlah massa membantai warga Muslim Ahuru, Kodya Ambon, yang tengah melaksanakan Shalat Shubuh berjama'ah di Masjid Al-Huda. Sembilan orang terbunuh. Dua orang bocah, Mansyur (7) dan Parman (1.5) lolos dari serangan brutal ini. Aparat Polisi diduga terlibat dalam aksi penyerangan ini. Dilaporkan pula bahwa di kawasan Kopertis, Kodya Ambon, juga terjadi penyerangan yang diikuti pembakaran sebuah Masjid. 1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Passo Bergolak Lagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Maret 1999 : Terjadi kerusuhan lagi di Passo. Lewat tengah hari, sebuah Mikrolet dari Tulehu yang dikawal 3 orang Polisi dihadang massa di tikungan Jalan Baru Passo. Penumpangnya ditanya, agamanya Kristen atau Islam. Pak Sopir diseret keluar, lalu lehernya dibacok. Para penumpangnya juga diseret keluar, dibawa ke rumah warga setempat, alu diinterogasi. Mereka yang mengaku beragama Kristen diminta beribadah menurut cara Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tengah malam, dilaporkan ada kebakaran di dekat Masjid Jabal Tsur, Benteng Atas. Diterima kabar lain kemudian bahwa yang terbakar adalah satu rumah warga Muslim dan empat rumah warga Kristen. Keadaan dapat dikendalikan aparat keamanan. Masjid Jabal Tsur sejak petang hingga Shubuh menjadi sasaran pelemparan. Esok paginya, sekitar pukul 05.00 WIT, masjid itu dilempari bom, tetapi tidak menimbulkan korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menyulut Ambon, Sinansari ecip, hal 97, Konspirasi Politik RMS Kristen, Rustam Kastor, hal 185. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tragedi Ambon, hal. 50, Yayasan Al-Mukminun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN 1-3 : BELUM HABIS AMBON, TERBITLAH TUAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum habis tangis di Ambon, kerusuhan merembet ke kota Tual, Maluku Tenggara, pada akhir Maret 1999. Menurut informasi dari Posko Umat Islam Al-Huriyah 45, kerusuhan itu berawal pada hari Sabtu (27/3). Peristiwa-peristiwa provokasi terjadi di Maluku Tenggara, setelah kerusuhan Dobo (yang juga termasuk Maluku Tenggara). Kerusuhan dipicu oleh sejumlah tulisan yang isinya menghujat Nabi Muhammad SAW, yang terlihat di tembok rumah milik Abdullah Koedubun, salah seorang PNS pada Kantor Bupati Maluku Tenggara.1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kronologi tragedi berdarah di Tual, Maluku Tenggara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Maret 1999 : Beberapa pemuda Muslim dipimpin Abdullah Koedubun, yang tergabung dalam Persatuan Pemuda Muslim Kota Tual (PPMKT) melakukan unjuk rasa di halaman kantor Polisi Maluku Tenggara. Mereka menyampaikan protes atas pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 16.00 WIT, seorang warga Kristen bernama Ulis Karmomyanan menyebar berita bohong bahwa rumah ibunya di bakar pihak Muslim. Dengan cepat berkembang bahwa umat Kristen Desa Taar dan Un akan menyerang ummat Islam kota Tual. Ketegangan pun tak dapat dihindarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 20.00 WIT, datang segerombolan warga Kristen Desa Taar ke wilayah Wearhid yang mayoritas beragama Islam. Meski jarak antara Desa Taar dengan Desa Wearhir sekitar 2 km, sekitar 5.000 orang telah siap melakukan penyerangan ke desa-desa Muslim di Tual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa Kristen Desa Taar, melakukan penyerbuan dengan lemparan batu ke arah rumah-rumah penduduk Muslim. Beberapa rumah dikabarkan rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Maret 1999 : Sejak pukul 4.00 WIT, sekitar 500 massa Kristen bergerak dari pos pengamanan bersama, yang dikuasainya, menuju rumah Said Rewarin. Merela melempari dan merusak rumah Said sambil berteriak, 'Hidup Jesus', 'Bunuh saudara Karim Renwarin dan adik-adiknya!'. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Pihak Muslim yang mendengar kegaduhan langsung berkumpul dan menghalau massa Kristen sambil berterian 'Allahu Akbar!'. Bentrok fisik pun tidak dapat terelakkan. Akhirnya, massa Kristen berhasil dipukul mundur hingga ke pos pengamanan bersama. Beberapa rumah dilaporkan terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31 Maret 1999 : Penyerangan massa Kristen terhadap permukiman Muslim di Desa Wearhir kembali terjadi. Bentrok fisik kembali terjadi dengan beberapa korban jatuh dari kedua belah pihak. Hingga siang hari, pihak Muslim berhasil menghalau massa Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 15.00-24.00 WIT, situasi mulai mereda. Tidak terjadi pertikaian lagi antara dua belah pihak. Berapa Pastor Katholik berupaya berunding dengan pihak Muslim, dimana mereka meminta agar tempat ibadah orang Katholik tidak diserang, sebab mereka tidak memihak kelompok Kristen. Pihak Muslim menerima permohonan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 April 1999 : Pukul 05.00 WIT Shubuh, terdengar beberapa rentetan tembakan peringatan dari pihak keamanan. Dua jam kemudian terdengar lagi rentetan tembakan yang lebih lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 07.30 WIT, seorang pemuda Muslim bernama Syarif (17) pelajar kelas III SMA di Lodarel Tual, terkena panah besi. Panah tersebut menancam di dada kirinya, lebih kurang 10 cm. Syarif akhirnya terwas. Selain Syarif, jatuh pula korban dari pihak Muslim, yaitu Abdul Ghani Tamber (36), yang dikenal sebagai pimpinan perang, dan Muhammad Taher Penboran (35). Mereka terbunuh akibat tembakan di dekat Gereja Ston, dari laras senjata oknum Polisi bernama Anton dan Miru dari Angkatan Darat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00 WIT, terjadi lagi pembakaran rumah-rumah milik warga Muslim, oleh massa Kristen, di komplek kuburan Cina dan belakang PLN lama. Pihak Muslim segera melakukan serangan balasan tersebut. Beberapa aparat keamanan yang bertugas melakukan penembakan terhadap kaum Muslimin, yang mengakibatkan 3 orang terbunuh, sementara beberapa orang luka berat dan ringan. Tidak kurang 70 rumah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang sama, terjadi perusakan yang disertai pembakaran rumah-rumah warga Muslim oleh massa Kristen, di komplek belakang Dragun Lama, Kelurahan Ohoijang RT 04/02, yang dipimpin oleh Buce Raharna, PNS Statistik Maluku Tenggara. Seorang pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tual, melihat peristiwa tersebut. Buce Rahanra juga berusaha memotong lengan seorang ibu bernama Salija Wattimena, namun atas izin Allah, parang orang kafir itu tidak mampu melukai korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum'at 2 April 1999 : Terjadi penyerangan dari desa-desa Kristen di Kliwat, Sather, Soindat, dan Weduar terhadap desa Larat yang Muslim, di Kecamatan Key Besar. Akibat serangan ini, umat Islam di desa tersebut memutuskan untuk tidak melaksanakan shalat Jum'at, namun pelaksanaannya diganti dengan sholat Dzuhur berjama'ah di masjid Ar-Rahman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, telah terjadi perjanjian damai antara Umat Katholik dengan ummat Islam. Pagi harinya ummat Islam melakukan penjagaan di Gereja Katholik untuk pengamanan ibadah Paskah, dan massa Kristen berhasil dihalau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 13.00 WIT : Umat Katholik ganti menjaga umat Islam yang tengah melaksanakan Sholat Dzuhur berjama'ah di Masjid Ar-Rahman Desa Larat, Tual. Ketika ummat Islam baru saja selesai menunaikan shalat Dzuhur berjama'ah, sekelompok massa Kristen tiba-tiba datang menyerang dan melemparkan bom ke dalam Masjid. Jama'ah di dalam Masjid mereka bantai. Seketika itu juga jatuh korban sembilan orang Muslim, termasuk imam Masjid Ar-Rahman H. AH. Rahanyamtel. Seorang jama'ah Masjid bernama Kabir Rahayaan dibantai, tumbuhnya dipotong-potong kemudian dibungkus dengan sajadah dan hambal (karpet). Bungkusan mayat itu lantas diletakkan di bawah mimbar masjid dan disiram minyak, lalu dibakar. Menurut seorang saksi mata, serangan pihak Kristen tampak terorganisir rapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 April 1999 : Massa Kristen dari desa Ohoiet, Ngifut, Ohoirenan, melakukan penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Muslim di Ohoiwait. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang sama, sekitar pukul 05.00 WIT juga tejadi penyerangan disertai pembakaran rumah-rumah milik Muslim di Kecamatan Key Besar, antara lain Desa Sungai, Ngafan, dan Wafol. Sejumlah rumah hangus terbakar, sementara korban luka-luka teridentifikasi sebanyak 3 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat serangan-serangan itu, sekitar seribu orang warga Muslim dari berbagai desa, dan 400 orang dari Desa Larat mengungsi. Mereka diangkut oleh kapal Perang yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa Kristen kembali melakukan serangan tahap kedua, hari itu, di desa Larat. Para perusuh Kristen membakar tidak kurang seratus rumah warga Muslim, sebuah sekolah, sebuah Puskesmas, dan sebuah Masjid. Suasana di Key Besar sangat mencekam. Menurut seorang ketua Posko Satgas MUI Tual, seluruh kecamatan telah menjadi puing, banyak rumah penduduk dibakar secara keji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 April 1999 : Serangan demi serangan masih berkelanjutan. Sekitar pukul 20.00 WIT, Kantor Bupati Tual dibakar. Demikian pula sejumlah rumah milik Muslim dibakar oleh para perusuh Kristen. Setelah merusak rumah-rumah itu, mereka melakukan penjarahan besar-besaran, mengangkut segala harta benda yang ada. Setelah itu baru rumah-rumah tersebut dibakar. 2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posko Ummat Al-Huriyah 45, Tual, melaporkan pada Palima KODAM TRIKORA, bahwa beberapa desa Katholik di Kecamatan Key Besar : Desa Watsin dan Desa Bombai, telah ikut aktif melakukan penyerangan, pembakaran dan pembunuhan terhadap umat Islam di pesisir Utara Barat, Kecamatan Key Besar. Perbuatan keji ini bertentangan dengan pernyataan sikap Gereja Katholik yang ditandatangani Wakil Uskup Paroki Key Aru di Tual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tersebut juga memuat keterlibatan aparat kepolisian Maluku Tenggara dalam memerangi ummat Islam. Para anggota polisi yang beragama Kristen menyebar ke pinggiran kota Tual dengan menyamar sebagai preman dan dipersenjatai untuk melakukan penembakan terhadap Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan itu juga memuat nama-nama aparat keamanan yang terlibat, yakni : Serda Buce Buluroy (Provost Polres Maluku Tenggara, Serma (Pol) Buce Yambornias, Peltu (Polwan), Ati Titaley, Sema (Pol) Natur Sarkol, Serka (Brimob) Frans Naraha, Serda Miru (anggota Kodim 1503 Maluku Tenggara), dan Serda (Pol) Febby Helyanan. Posko Umat Al-Huriyah 45-Tual, Kabupaten Maluku Tenggara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pun desa-desa Islam yang dibakar, di Maluku Tenggara, menurut laporan tersebut adalah sbb :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No        Nama Desa                                        Kecamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1            Desa Fas                                           Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2            Desa Wer Frawav                             Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3            Desa Wer Ker                                   Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4            Desa Wer Ohoinam                           Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5            Desa Wearmaf (Kampung Baru)        Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6            Desa Nerong Lama                            Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7            Desa Nerong Baru                             Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8            Desa Larat                                         Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9            Desa Elralang                                     Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10          Desa Sungai                                       Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11        Desa Ngafan                                        Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12        Desa Wafol                                          Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13        Desa Langgiar Baru                              Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14        Desa Fer Raja                                      Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15        Desa Uwat                                           Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16        Desa Ngan                                           Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17        Desa Ohiwait                                       Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18        Desa Mataholat                                    Key Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19        Desa Ohibadar                                     Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20         Desa Madwat                                     Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21        Desa Warbal                                        Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22        Desa Ohoirenan                                   Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23        Desa Ohoiren                                      Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24        Desa Ohoira                                        Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25        Desa Letvuan                                       Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26        Desa Debut Islaml                                Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27        Desa Tarwa pulau                                Key Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Posko Umat Al-Huriyah 45-Tual, Kabupaten Maluku Tenggara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 April 1999 : Kerusuhan berlanjut terus di kepulauan Key Besar dan Key Kecil, sedikitnya enam orang terbunuh, akibat serangan senjata tajam dan peluru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan dari Tim Medis Universitas Indonesia yang berada di Tual, menyebutkan bahwa keadaan hari itu masih dalam status quo. Keadaan sangat mencekam, aparat keamanan sangat kurang jumlahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporkan pula bahwa para korban dari pihak Muslim yang jatuh tidak bisa dirawat di Rumah Sakit, sebab Rumah Sakit berada dalam penguasaan pihak Kristen. Akhirnya, para korban Muslim di rawat di Masjid bersama-sama dengan para pengungsi yang ditampung di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Majalah Sabili, no. 20/VI/21 April 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Majalah Sabili, no. 20/VI/21 April 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGIAN 1-4 : AMBON JILID DUA, DAN TRAGEDI POKA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Ambon berdarah 'jilid dua' adalah nama yang diberikan oleh kalangan Muslim untuk membedakan, bahwa setelah tragedi berdarah pertama pada tanggal 19 Januari 1999 di kota Ambon, dan kebiadaban massa Kristen di Tual Maluku Tenggara, terjadi 'masa tenang' menjelang Pemilihan Umum 7 Juni 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sumber menyebutkan bahwa kerusuhan Ambon 'jilid dua' adalah kerusuhan yang terjadi di Poka, 200 km Timur Laut kota, tanggal 23 Juli 1999. Akan tetapi, Brigjen (Purn) Rustam Kastor, mencatat beberapa peristiwa yang terjadi pada 'masa tenang' Pemilu, medio Mei-Juli 1999, di Kodya Ambon dan sekitarnya. Menurut pendapat kami, rentetan peristiwa-peristiwa yang dicatat oleh Rustam Kastor ini, lebih tepat disebut sebagai kerusuhan Ambon 'jilid dua'. Ada pun kronologisnya kami rangkum sebagai berikut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Mei 1999 : Terjadi pembantaian terhadap dua orang warga Muslim di desa Passo ketika mereka tengah berkendaraan menuju ke Ambon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Mei 1999 : Terjadi penyerangan terhadap rumah-rumah penduduk warga Muslim di dusun Tawiri oleh massa Kristen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Mei 1999 : Empat orang penumpang bus (warga Muslim) tewas dibantai di desa Waai oleh massa Kristen yang sengaja menghadang bus tersebut. Bus tersebut tidak dibakar, tetapi para penumpangnya dikejar massa Kristen, beberapa di antaranya berhasil lolos dari amukan massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Mei 1999 : Terjadi pembakaran 8 rumah warga Muslim di Batu Merah oleh masa Kristen mardika. Pembakaran ini terjadi akibat pemuda Kristen kampung Mardika merebut obor Pattimura yang dibawa pemuda Islam dari Desa Batu Merah menuju lapangan Merdeka. Di perbatasan Desa Batu Merah, sehingga menimbulkan konflik yang nyaris menimbulkan kerusuhan. Upacara obor Pattimura itu bertepatan dengan peresmian KODAMXVI/PTM oleh Kasad Jendral Subagyo HS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juli 1999 : Pembakaran sekitar 300 pohon cengkih milik desa Siri-Sori Islam (Pulau Saparua) oleh massa Kristen desa Ulath yang berkelanjutan dengan perkelahian massal yang menimbulkan korban jiwa di pihak Muslim termasuk aparat Kepolisian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Juli 1999 : Masjid Al-Ikhlas kota Saparua, dan beberapa rumah penduduk Muslim dibakar perusuh Kristen.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan di Poka, Juli-Agustus 1999 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dari Posko Umat Islam Masjid Al-Muhajirin Tihu dan PKPU menyebutkan bahwa kerusuhan di Poka berkobar pada tanggal 23 Juli 1999, menyusul pemukulan dan pendudukan rumah-rumah warga Muslim di sana. Tiga buah Masjid, yakni An-Nashr, Al-Ikhlash dan, Al-Muhajirin, jadi sasaran kelompok Kristen. Aparat keamanan dari Brimob, memihak kelompok ikat kepala merah (Kristen), dengan aktif menembakkan senjatanya. Bantuan dari tempat-tempat lain berdatangan, terutama dari tempat-tempat konsentrasi warga Kristen. Berikut kronologisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 Juli 1999 : Pukul 17.15 WIT terjadi pemukulan terhadap tiga mahasiswa Islam di depan perumahan Departemen Poka. Masalah ini tidak terselesaikan, karena korban tidak berani melapor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 Juli 1999 : Terjadi lagi pemukulan terhadap dua mahasiswa Islam di depan Gereja Perumnas Poka. Hal ini dilaporkan pada aparat keamanan, namun penyelesaian laporan tersebut tidak digubris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Juli 1999 : Secara terang-terangan diadakan mobilisasi massa dari Wailela, Poka, Rumah Tiga oleh pihak merah (Kristen) untuk menempati rumah-rumah penduduk di Perumnas Poka, blok I-V. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Juli 1999 : Ketika awal Maghrib, mulai terjadi pelemparan terhadap rumah Muslim di Perumahan Poka blok I-V tersebut, kemudian disambut oleh pemuda-pemuda Muslim di sana. Terjadlilah baku lempar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Juli 1999 : Terjadi mobilisasi bantuan pihak merah dari berbagai tempat dan menyerang Perumnas dan BTN Poka. Terjadi pembakaran dan penghangcuran rumah-rumah Muslim. Tiga lokasi yang menjadi sasaran adalah Masjid An-Nashar Poka, Masjid Al-Ikhlash Poka, dan Masjid Al-Muhajirin Perumnas Poka. Lima orang terbunuh, empat di antaranya ditembak aparat, tepat di depan Puskesmas Rumah Tiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drama Perkosaan Warga Muslim Wailiha &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dusun Wailiha, arah utara kota Ambon, desa Batu Gong kecamatan Teluk Ambon Baguala Kodya Ambon yang berdampingan dengan kampung Hutumuri (kampung Kristen) terjadi pembantaian dan pemerkosaan yang sungguh tak mengenal rasa perikemanusiaan. Massa Kristen menyerang perkampungan Muslim yang terdiri dari dusun Kisar, Kampung Pisang dan dusun Wailiha yang terletak di Desa Batu Gong. Warga masyarakat khususnya dusun Wailiha awalnya sudah mendengar khabar tentang peristiwa yang terjadi di desa Poka (Perumnas, Wailela, Rumahtiga dan sekitarnya) bahkan pula yang terjadi di kota Ambon. Walhasil kejadian inipun merembek pada kampung Kisar (tetangga Dusun Wailiha) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.30 WIT, Kampung Kisar habis terbakar oleh kekejian kaum Kristen. Melihat kejadian ini, warga Wailiha bersebelahan dengan kampung Kisar terutama laki-laki sudah siap untuk menghadang pasukan Kristen dan sebagian lagi mengungsi. Jalan-jalan diblokade dan mobil yang dipakai untuk mengambil warga Wailiha dilempari sehingga mobil tersebut tidak berani lagi mengevakuasi warga. Bunyi tembakan dari pihak Kristen makin mendekat sehingga membuat benteng pertahanan Warga Wailiha menjadi Lumpuh dan mundur menyelamatkan diri ke Pabrik Pengalengan Ikan, Batu Gong. Melihat tidak ada lagi Pertahanan dari warga Wailiha membuat pihak Kristen Hutumuri dan beberapa kampung Kristen di sekitarnya leluasa dan membabi buta membakar habis rumah-rumah warga. Dua buah masjid yakni Masjid Nurul Ilmi dan Masjid Babussalam pun ikut dibakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat warga Wailiha menyelamatkan diri ke pabrik Pengalengan Ikan dan yang lain nekad untuk berenang ke pantai kampung Tial (perkampugan Islam), 200 massa Kristen pun mengikutinya kearah pabrik, diikuti dengan pembakaran, pemboman, penembakan dan pelemparan mess (asrama) pabrik, sehingga mess pabrik pun terbakar. Setelah mess terbakar mereka pun diperintahkan keluar, namun warga Wailiha ini tidak berani keluar karena melihat pihak Kristen melengkapi dirinya dengan senjata modern, pistol, parang, tombak, basoka, bom dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang-ulang kali para perusuh Kristen mengatakan 'Perempuan-perempaun keluar dan angkat tangan'. Demi kesalamatan jiwanya merekapun menurutinya. Kemudian mereka disuruh berbaris untuk menuju Desa Hutumuri. Di tengah perjalanan, sebagian dari mereka mengatakan 'pilih perempuan-perempuan cantik', kemudian yang cantik-cantik dipisahkan dan diperintahkan segera mengeluarkan uang-uang yang dimilikinya. Sementara laki-laki yang masih bersembunyi di mess yang lain disuruh keluar. Dengan terpaksa mereka pun ikut keluar. Dihadapan keluarga, istri dan anaknya mereka dibantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing Pak Risman (satpam perusahaan) korban dibacok dan dicincang, Pak La Ata ditembak, dicincang hingga isi perutnya keluar, Pak La Uta, dipotong dan cincang oleh teman kerjanya sendiri di perusahaan, seorang anak kecil, anak dari Ibu Wa Emi kepalanya di belah dengan Kapak, anak-anak kecil yang lain diinjak-injak, Pak La Nahiyah dipanah dari kiri tembus kekanan mayatnya dibuang dan di temukan dipantai Passo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak gadis yang bernama Suryani, 25 tahun, disuruh telanjang dengan membuka baju dan celananya, namun karena tidak diturutinya membuat mereka marah dan menyiksa serta memotong rambut dan lehernya sehingga gadis ini penuh dengan luka-luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ibu yang bernama Wa Rahima (42 tahun) ditelanjangi di depan suaminya. Suaminya diancam akan dibunuh apabila berteriak atau berbicara. Seorang gadis lagi yang bernama Nurdia (17 tahun, siswa SMP Kelas III) sudah dibuka celananya dengan cara paksa dan - maaf - buah dadanya sudah dipegang siap untuk dipotong. Menurut pengakuan salah satu korban, ada sepasang suami istri diculik dan di bawa ke Hutumari, dan tidak diketahui nasibnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara seorang Ibu bernama Dewi (bukan nama sebenarnya) yang sudah punya tiga anak, pegawai Pertanian diperkosa beramai-ramai sekitar 20 orang, setelah itu mereka dengan kejamnya melukai alat kemaluannya dengan alat tajam. Korban sementara di RS AL Halong dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Dari informasi saksi, sebenarnya Ibu tersebut mau bergabung dengan warga Wailiha lainnya di mess Pabrik, namun ditengah perjalanan beliau sudah dianiaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 07.00 WIT, pertolongan Allah pun datang lewat bunyi tembakan aparat, membuat para perusuh Kristen lari tunggang langgang, menyelamatkan diri. Akhirnya warga Muslim segera diungsikan ke Asrama Halong dengan penuh penderitaan lahir batin, tanpa baju, uang dan materi lain yang mendukung hidup mereka lagi. 1) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Juli 1999 : Terjadi perlawan sengit, para mahasiswa Islam terjun membantu menghalau serangan-serangan pihak Kristen, namun pihak keamanan Brimob bertindak makin tidak adil. Sertu Erald Pattiwael dengan entengnya menembak sdr. Jamarah, hingga tewas, sementara Ade Buton luka berat akibat peluru menembus lututnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambon, 26 Juli 1999 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Dusun Wailiha di Batu Gong diserang pihak Kristen pada dinihari. Empat orang Muslim terbunuh dan sedikitnya dua puluh orang luka berat dan lima puluh luka ringan. Korban yang meninggal dan luka-luka di evakuasi ke RS Angkatan Laut Halong. Dilaporkan pula bahwa seorang wanita diculik dan tidak diketahui nasibnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Lateri dan Latta, dinihari, ummat Islam diserang massa Kristen, Dua orang terbunuh ditembak Brimob, yakni sdr. La Ali dan La Ane serta yang satu lagi tertembak di bagian paha. Saat itu wanita dan anak-anak melarikan diri, bersembunyi di Halong Atas yang kemudian berhasi dievakuasi ke Dusun Kebun Cengkeh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Juli 1999 : Desa Waihitu dan Tanah Lapang Kecil diserang pihak Kristen dari berbagai penjuru, akibatnya kedua desa tersebut luluh lantak. Para penghuni kedua desa itu melarikan diri berenang ke laut. Mereka kemudian mendapatkan pertolongan dan dievakuasi ke dermaga Yos Sudarso, Ambon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dusun Telaga Pange dan Keranjang terjadi penembakan oleh aparat Brimob, menewaskan dua orang yang teridentifiaksi sebagai Lampone dan Wa Haya (wanita). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiadaban di Desa Latta, Kodya Ambon  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Juli 1999 : Kondisi pertikaian Ambon yang melebar diberbagai tempat, juga merembet ke dusun Latta, sekitar 12 km dari pusat kota Ambon. Massa Kristen warga desa Lateri (bersebelahan dengan dusun Latta) menyerang Latta pada hari Rabu jam 04.00 dini hari. Dalam peristiwa Latta itu, sebagaimana dilaporkan oleh salah satu sumber, bahwa 1 orang terluka. Keberingasan kaum kristen ini tidak berhenti disini. Sumber yang keluarganya juga bertempat tinggal di Latta ini juga menceritakan bahwa setelah pihak Kristen menghancurkan beberapa rumah warga muslim Latta, dengan biadabnya mereka memperkosa dua orang wanita muslimah Latta. Jumlah warga yang memperkosa ini setelah dilaporkan dan dikonfirmasi balik oleh sumber tadi, banyaknya pelaku belum teridentifikasi. Setelah muslimah Latta ini diperkosa, 2 Muslimah lainnya dibantai dengan dipotong-potong hingga tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Rabu, jam 10.00 warga Kristen gabungan desa Hutumuri dan desa Passo menyerang dusun Wailiha (mayoritas berasal dari Buton). Anak-anak dan perempuan dusun ini sebelumnya telah diungsikan, sementara yang bertahan adalah hanya para pemuda yang bertahan. Dilaporkan bahwa 15 orang dibantai oleh pihak Kristen. 2) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi Semakin Mencekam di Poka dan Kodya Ambon  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Juli 1999 : Terjadi lagi penembakan oleh aparat Brimob, saat terjadi pertikaian antara pasukan putih dan merah (Kristen), di Perumnas Poka. Empat dilaporkan orang terbunuh. Mereka adalah Majid Amed, Hussein Ollong, Ali Ulat dan Kadir Rehalat. Sementara di Kota Ambon, seorang bernama Syamsul B. Rahayaan terbunuh ditempak aparat dari kesatuan Brimob. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 Juli 1999 : Pihak Kristen kembali menyerang, kali ini ke desa Iha. Akibat serangan dari segala penjuru itu, dua orang dilaporkan terbunuh. Kondisi sementara terkendali dengan adanya bantuan pasukan yang datang dari Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Agustus 1999 : Pukul 15.00 WIT, massa Kristen kembali membakar rumah-rumah Muslim di perbatasan antara perumahan penduduk Hative Kecil dengan rumah penduduk Kristen di Aster, yang telah ditinggalkan penghuninya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Agustus 1999 : Pukul 09:20 WIT di Waihaong, beberapa warga Muslim berhasil menangkap seorang penyusup, di sekitar tempat pengungsian THR Waihaong Penyusup Kristen ini dihakimi hingga babak belur. Nasib serupa juga dialami seorang warga beragama Kristen yang ditangkap di depan kantor DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku, di Asoabali. Sekitar pukul 11.00 WIT, seorang warga Kristen ditemukan tewas di lantai Gedung Ambon Plaza, salah satu pertokoan termegah di Ambon. Diduga warga Kristen itu tewas akibat kemarahan warga Muslim akibat Rubiyanto, warga Muslim nelayan, yang sebelumnya dibantai dengan keji di depan toko Citra. 3) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan KONTRAS, sejak pecahnya pertikaian di Poka, tanggal 15 Juli hingga 5 Agustus 1999, tercatat 1.349 orang korban meninggal, ratusan lainnya luka-luka, dan 4 orang hilang. Sekitar 800 rumah dibakar habis, juga kira-kira 200 ruko habis dibakar. Kurang lebih 100.000 warga mengungsi. 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Laporan Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Laporan Tim Investigasi Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Laporan Posko Umat Islam Masjid Muhajirin Tihu, Laporan Pos Keadilan Peduli Umat Ambon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Majalah Sabili, no. 4/VII/25 Agustus 1999, dan Sinansari ecip, Menyulut Ambon, 208, Mizan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-1591855361096852984?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/1591855361096852984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/jangan-lupakan-ambon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1591855361096852984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1591855361096852984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/jangan-lupakan-ambon.html' title='JANGAN LUPAKAN AMBON'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4831677478018412710</id><published>2011-07-21T02:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T02:05:27.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>The Shift : Jalan Menuju Kemerdekaan Ekonomi</title><content type='html'>DALAM perjalanan ke Jogja dan Solo menemui sejumlah pengusaha muda di Jogja, mahasiswa-mahasiswa teknik industri UNS di Solo dan berkunjung ke pendiri Ma'had Tahfizhul Qur'an Isy Karima – dr. Tunjung S. Soeharso – saya ditemani sebuah buku dengan judul “The Shift: The Future of Work Is Already Here” (HarperCollins Publisher, London 2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa relevansi tiga kunjungan tersebut dengan isi buku ini ?. Saya seperti melihat aplikasi yang nyata dari isi buku yang di tulis oleh Lynda Gratton – seorang professor dalam bidang management practice – yang pernah dinobatkan sebagai salah satu dari ‘top 20 business thinkers of the world’ oleh the Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Lynda tersebut, ada tiga perubahan besar yang akan merubah cara-cara orang bekerja di masa depan yang kini sudah mulai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang unggul adalah yang bisa mendahului jamannya dalam beradaptasi terhadap perubahan-perubahan tersebut. Sebaliknya orang-orang yang gagal atau menjadi korban adalah mereka yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan. Tiga perubahan besar tersebut adalah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama;  From Shallow Generalist To Serial Master&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila selama beberapa dasawarsa terakhir orang-orang kebanyakan dengan pengetahuan yang luas namun tidak dalam sudah dapat survive atau bahkan unggul, kedepannya tidak lagi bisa demikian. Kompetisi akan semakin tajam, dan pengetahuan standar sudah menjadi milik publik yang bisa dikuasai oleh siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dunia internet sekarang – Anda sudah dapat menguasai ilmu dalam segala bidang hanya dalam beberapa menit – namun orang lain juga bisa menguasai ilmu yang sama seperti yang Anda kuasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk bisa survive dan unggul di masa yang akan datang, yang  dibutuhkan adalah keahlian yang mendalam dalam sejumlah bidang. Keahlian yang akumulatif yang akan memerlukan waktu bagi orang lain untuk mengejarnya, dan juga integrasi dari sejumlah bidang – untuk memperkecil peluang orang lain dapat mengkombinasikan bidang-bidang yang sama persis dengan yang Anda dalami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; From Isolated Competitor To Innovative Connector&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang apapun yang Anda terjuni – saat ini hampir pasti Anda akan jumpai pesaing Anda. Anda dan pesaing Anda akan bekerja habis-habisan untuk saling mengungguli satu sama lain – tetapi siapa yang nantinya akan diuntungkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinannya bukan Anda dan juga bukan pesaing Anda, oleh karenanya mengapa tidak bersinergi saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti diuntungkan di masa depan adalah pihak-pihak yang secara innovative bisa menggabungkan kekuatan-kekuatan Anda dan juga kekuatan-kekuatan yang ada di luar diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga; From Voracious Consumer To Impassioned Producer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kebanyakan di dunia yang di dominasi oleh masyarakat pekerja, mereka adalah sasaran empuk bagi pemasar-pemasar produk consumers seperti aneka makanan, handphone dan pulsanya , mobil/motor, barang-barang elektronik, computer, kosmetik dan berbagai produk konsumer lainnya baik yang memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder bahkan tersier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk apa saja seolah laku dijual di masyarakat yang rakus (voracious) untuk embeli dan membeli lagi. Lantas siapa yang akan unggul di masyarakat seperti ini? Mereka adalah orang yang dengan penuh semangat berapi-api untuk terus menghasilkan produk-produk unggulan di masyarakat tersebut (Impassioned Producer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sekarang kita lihat aplikasi tiga perubahan ini dari dua hari perjalanan saya di Solo dan Jogja tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Solo saya ceramah dalam suatu seminar yang audience rata-rata adalah mahasiswa teknik industri. Dari diskusi saya dengan mereka – saya jumpai belum banyak perubahan dalam pola pikir mahasiswa sekarang dengan pola pikir mahasiswa tiga puluh tahun lalu – ketika saya menjadi mahasiswa. Rata-rata masih juga berorientasi mencari kerja, padahal jaman telah berubah – persaingan di lapangan kerja menjadi semakin sulit. Maka melalui ceramah tersebut saya mencoba mempengaruhi mereka agar berubah pola pikir-nya, bukan lagi mencari kerja tetapi membangun semangat untuk menciptakan lapangan kerjanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Solo pula  saya menemukan contoh nyata dari seorang yang merepresentasikan Serial Master dalam istilah Prof. Linda penulis buku tersebut di atas  –seorang dokter yang sangat terkenal dibidangnya dengan rumah sakitnya sendiri yang selalu penuh pasien, tetapi dia juga seorang pendidik yang sangat unggul – di bidang yang sama sekali berbeda dengan profesinya. Ma'had Tahfizhul Qur'an Isy Karima yang didirikan bersama dengan para ustad mitranya – menjadi tempat idola bagi para calon penghafal al-Qur’an yang juga unggul dalam ilmu pengetahuan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jogjakarta saya berdiskusi intensif sampai larut malam – seolah waktu tidak cukup - dengan puluhan pengusaha muda yang luar biasa kreatifnya. Mereka adalah para impassioned producer muda yang telah menghasilkan sejumlah produk-produk unggulan yang pasarnya sudah melanglang buana. Ada producer air terapi yang beromset milyaran Rupiah per minggu, ada producer kue-kue berbasis ketela 100% yang siap bersaing dengan kue dari terigu, ada producer burger jamur yang bervisi menduniakan species baru di dunia burger ini - dan berbagai produk kreatif lain yang tidak kalah unggulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu – bertemu dengan mereka ini hati menjadi sejuk, tidak ada nuansa persaingan di antara mereka. Mungkin ini juga sebagai hasil dari karya agung seorang Innovative Connector yang mampu menyatukan seluruh resources tersebut – menjadi sebuah kekuatan ekonomi umat yang insyaAllah akan banyak berpengaruh kedepan. Innovative Connector dari Jogja ini saya jumpai ada pada diri Mas Fani Rahman - seorang penerbit muda yang bermarkas di lingkungan Masjid Jogokariyan, melalui beliau inilah saya dipertemukan dengan kekuatan ekonomi umat masa depan tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Professor Lynda menteorikannya, sesungguhnya sebagian dari umat yang unggul di kita telah mulai melakukan perubahan-perubahan tersebut. Dengan perubahan-perubahan ini, sungguh saya berharap apa yang dilakukan oleh H Samanhudi – yang hampir seabad lalu merintis perjalanan menuju kemerdekaan fisik Indonesia melalui  Sarekat Dagang Islam-nya, dapat diikuti oleh temen-temen pengusaha muda Jogjakarta yang kini mulai akrab bersinergi sata sama lain tersebut – yaitu merintis jalan menuju kemerdekaan ekonomi yang sangat dibutuhkan oleh umat saat ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4831677478018412710?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4831677478018412710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/shift-jalan-menuju-kemerdekaan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4831677478018412710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4831677478018412710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/shift-jalan-menuju-kemerdekaan-ekonomi.html' title='The Shift : Jalan Menuju Kemerdekaan Ekonomi'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-1623624993228424018</id><published>2011-07-21T01:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-21T01:51:47.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>A New You: Quantum Resign</title><content type='html'>SEKITAR sepuluh tahun lalu ketika berada di puncak karir saya yang lama, ruang kantor saya yang mewah di puncak gedung dengan bentuk bangunan yang unique di Kuningan – Jakarta – tidak membuat saya bisa menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamar mandi di ruang kerja saya – hanya pernah saya pakai sekali dalam enam tahun jabatan, demikian pula ruang gym di atasnya – hanya pernah saya tengok sekali.&lt;br /&gt;Tiga golf membership yang menjadi fasiitas direksi – tidak satupun pernah saya pakai – akhirnya saya kembalikan ke perusahaan setelah dua tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? Karena setelah 15 tahun di industri yang sama, pekerjaan itu menjadi semacam rutinitas yang membosankan – di level apapun. Saat itu yang ada di benak saya hanya satu, yaitu bagaimana bisa berubah...!.&lt;br /&gt;Perasaan ingin berubah semacam ini bisa juga melanda diri Anda saat ini dalam bidang pekerjaan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah bisnis terkemuka dunia – Fortune – edisi pekan lalu juga mengulas fenomena ini, fenomena orang-orang yang berubah drastis dalam karirnya. Maka bila Anda termasuk orang-orang yang ingin membuat perubahan drastis dalam karir Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut langkah-langkahnya menurut Fortune – yang tidak jauh berbeda dengan yang saya parktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Get Online For Real&lt;br /&gt;Re-invention karir Anda di jaman ini, hampir pasti akan memerlukan wawasan atau bahkan penguasaan teknologi. Apakah Anda ingin bergerak di bidang pertanian, peternakan ataupun e-commerce ; penguasaan teknologi menjadi mutlak. Bila dalam latar belakang pekerjaan Anda atau pendidikan Anda sebelumnya belum bersentuhan dengan teknologi, jangan kawatir karena kini begitu mudahnya belajar menguasai teknologi informasi ini – anak-anak Anda-pun barangkali bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Start From The Scratch &lt;br /&gt;Dalam dunia yang sangat volatile ini, banyak goncangan terjadi di dunia usaha tetapi juga banyak sekali peluang baru muncul. Bila Anda bersedia meng-explorasi peluang-peluang baru tersebut dari nol – maka inilah peluang bagi Anda tersebut – peluang untuk menjad a new you. Diri Anda dengan karir yang sangat berbeda dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Learn By Doing&lt;br /&gt;Tidak ada pelajaran yang lebih efektif dari melakukannya secara langsung. Enaknya mencoba sesuatu yang baru itu adalah belum ada standar-nya yang harus begini atau begitu; Anda bisa mencobanya dan kemudian terus memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Share The Wealth&lt;br /&gt;Di dunia Anda yang lama, kemungkinan besarnya competitive advantage adalah milik sekelompok orang dan merekalah yang menikmatinya sendiri. Di dunia yang Anda akan bangun kali ini environment-nya sudah berbeda, berbagi adalah karakter inovasi business yang sukses di era wikinomics ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cut Back Fast&lt;br /&gt;Di dunia Anda yang lama, sukses dalam karir kemungkinan identik dengan fasitlitas mobil yang wah, kantor mewah dengan berbagai fasilitasnya dlsb. Di dunia yang baru ini, orang tidak peduli dengan mobil dan kantor. Apresiasi akan diberikan terhadap orang-orang yang banyak karya dan prestasinya, prestasi membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, berbagi kemakmuran tidak hanya untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prioritize Your Passions&lt;br /&gt;Setelah sekian tahun berkarya dalam satu bidang, pertama kalinya Anda keluar dari dunia Anda yang lama ke dunia yang baru akan membuat Anda seperti mau meledak. Ingin berbuat ini itu, membangun ini itu dlsb.dlsb. Prioritaskan berdasarkan mana yang paling mungkin Anda lakukan, paling besar peluang berhasilnya, paling sesuai dengan sumber daya yang Anda miliki dlsb.&lt;br /&gt;Selain enam hal yang perlu dilakukan menurut Fortune tersebut diatas, saya juga melakukan hal lain yaitu membangun dunia pergaulan yang baru sambil mengurangi pergaulan dengan dunia saya yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ini perlu? Utamanya di awal-awal usaha ketika kita ber-jibaku membangun segala sesuatunya dari nol – banyak sekali godaan dari pergaulan yang lama yang akan menarik kita kembali ke dunia yang lama. Bila ini terjadi, kita tidak akan bisa berubah kecuali sudah terpaksa – ketika dunia yang lama-pun sudah tidak memerlukan kita lagi.&lt;br /&gt;Maka bila Anda ingin menjadikan diri Anda diri yang baru, a new you?, kerjakan PR Anda dan bersiap-siaplah untuk berubah !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-1623624993228424018?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/1623624993228424018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/new-you-quantum-resign.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1623624993228424018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1623624993228424018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/new-you-quantum-resign.html' title='A New You: Quantum Resign'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-2016890225008924161</id><published>2011-07-20T21:03:00.000-07:00</published><updated>2011-07-20T21:06:31.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>FILSAFAT ISLAM: MENGHAPUS KERAGUAN</title><content type='html'>Ketika ditanya apa itu filsafat, seorang mahasiswa menjawab singkat: filsafat itu mencari kebenaran. Dengan cara berpikir dan bertanya terus-menerus.Tentang segala hal: dari persoalan gajah sampai persoalan semut, dari soal hukum dan politik hingga soal moral dan metafisika,dari soal galaksi sampai soal bakteri. Kalau begitu, berarti filsafat itu ada dimana-mana. Memang benar, filsafat ada di Barat dan di Timur. Ada filsafat Yunani, filsafat India, filsafat Cina, filsafat Kristen, dan juga filsafat Islam. Inilah makna filsafat sebagai kearifan (sophia) dan pengetahuan (sapientia) yang dicapai manusia dengan akal pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Istilah&lt;br /&gt;Dalam tradisi intelektual Islam, kita temukan tiga istilah yang umum untuk filsafat. Pertama, istilah hikmah,yang tampaknya sengaja dipakaiagar terkesan bahwa filsafat itu bukan barang asing, akan tetapi berasal dari dan bermuara pada al-Qur’an. Al-‘Amiri, misalnya, menulis bahwa hikmah berasal dari Allah, dan diantara manusia yang pertama dianugrahi hikmah oleh Allah ialah Luqman al-Hakim. Disebutnya ketujuh filsuf Yunani kuno itu sebagai ahli hikmah (al-hukama’ as-sab‘ah)–yakni Thales, Solon, Pittacus, Bias, Cleobulus, Myson dan Chilon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula al-Kindi, yang menerangkan bahwa ‘falsafah’ itu artinya hubb al-hikmah (cinta pada kearifan). Sementara Ibn Sina menyatakan bahwa: hikmah adalah kesempurnaan jiwa manusia tatkala berhasil menangkap makna segala sesuatu dan mampu menyatakan kebenaran dengan pikiran dan perbuatannya sebatas kemampuannya sebagai manusia (istikmal an-nafs al-insaniyyah bi tashawwur al-umur wa t-tashdiq bi l-haqa’iq an-nazhariyyah wa l-‘amaliyyah ‘ala qadri thaqat al-insan). Siapa berhasil menggapai ‘hikmah’ sedemikian makaiatelah mendapat anugerah kebaikan berlimpah, ujar Ibn Sina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah barang tentu tidak semua orang setuju dengan istilah ini. Imam al-Ghazali termasuk yang menentangnya. Menurut beliau, lafaz ‘hikmah’ telah dikorupsi untuk kepentingan filsuf, karena ‘hikmah’ yang dimaksud dalam kitab suci al-Qur’an itu bukan filsafat, melainkan Syari‘at Islam yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua adalah istilah falsafah, yang diserap ke dalam kosakata Arab melalui terjemahan karya-karya Yunani kuno. Definisinya diberikan oleh al-Kindi: filsafat adalah ilmu yang mempelajari hakikat segala sesuatu sebatas kemampuan manusia. Filsafat teoritis mencari kebenaran, manakala filsafat praktis mengarahkan pelakunya agar ikut kebenaran. Berfilsafat itu berusaha meniru perilaku Tuhan. Filsafat merupakan usaha manusia mengenal dirinya. Demikian tulis al-Kindi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok  cendekiawan bernama‘Ikhwan as-Shafa’ menambahkan: ‘Filsafat itu berangkat darirasaingin tahu. Adapun puncaknya adalah berkata dan berbuat sesuai dengan apa yang anda tahu (al-falsafah awwaluha mahabbatul-‘ulum ... wa akhiruha al-qawl wal-‘amal  bi-ma yuwafiqul-‘ilm)’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, istilah ‘ulum al-awa’il yang artinya ‘ilmu-ilmu orang zaman dulu’. Yaitu ilmu-ilmu yang berasal dari peradaban kuno pra-Islam seperti India, Persia, Yunani dan Romawi. Termasuk diantaranya ilmu logika, matematika, astronomi, fisika, biologi, kedokteran, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Perspektif&lt;br /&gt;Terdapat beberapa pandangan mengenai matriks filsafat Islam. Pandangan pertamadipegang oleh mayoritas orientalis. Filsafat Islam adalah kelanjutan dari filsafat Yunani kuno: ‘It is Greek philosophy in Arabic garb’, demikian kata Renan, Gutas, dan Adamsonyang  lebih suka menyebutnya sebagai ‘filsafat [berbahasa] Arab’ (Arabic Philosophy).Dibalik pandangan ini terselip rasisme intelektual bahwa filsafat itu murni produk Yunani dan karenanya kaum Muslim sekadar mengambil danmemelihara untuk diwariskan kepada generasi sesudah mereka. Memang, dalam literatur sejarah filsafat dunia, peran dan kedudukan filsafat Islam seringkali dimarginalkan dan direduksi, atau bahkan diabaikan sama sekali. Mulai dari Hegel sampai Coplestone dan Russell, filsafat Islam hanya dibahas sambil lalu,sebagai “jembatan peradaban” (Kulturvermittler)dari Zaman Kegelapan ke Zaman Pencerahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan kedua menganggap filsafat Islam itu reaksi terhadap doktrin-doktrin agama lain yang telah berkembang pada masa lalu. Para pemikir Muslim dituduh telah mencomot dan terpengaruh oleh tradisiYahudi-Kristen. Pendapat ini diwakili Rahib Maimonides: “Ketahuilah olehmu bahwa semua yang dilontarkan oleh orang Islam dari golongan Mu‘tazilah maupun Asy‘ariyah mengenai masalah-masalah ini berasas pada sejumlah proposisi-proposisi yang diambil dari buku-buku orang Yunani dan Syria yang ditulis untuk menyanggah para filosof dan mematahkan argumen-argumen mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sudut pandang tersebut di atas dikritik tajam antara lain oleh Seyyed Hossein Nasr. Orientalis yang menganut perspektif Greco-Arabic biasanya mengkaji filsafat Islam sebagai barang purbakala atau artifak museum, sehingga pendekatannya melulu historis dan filologis. Di mata orientalis semisal Van den Bergh, Walzer dan Gutas, filsafat Islam itu ibarat sesosok mummi yang hidup antara abad ke-9 hingga ke-12 Masehi. Akibatnya, lanjut Nasr, para orientalis itu tidak tahu dan tak peduli akan fakta filsafat Islam sebagai kegiatan intelektual yang terus hidup dari dahulu sampai sekarang: Islamic philosophy has remained a major intellectual activity and a living intelllectual tradition within the citadel of Islam to this day, di pusat-pusat keilmuan di Dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah perspektif revisionis yang memandang filsafat Islam itu lahir dari kegiatan intelektual selama berabad-abad semenjak kurun pertama Islam. Bukankah perbincangan tentang kemahakuasaan dan keadilan Tuhan,tentang hakikat kebebasan dan tanggung-jawab manusia merupakan cikal bakal tumbuhnya filsafat? Munculnya kelompok  Khawarij, Syi‘ah,Mu‘tazilah dan lain-lain,yang melontarkan pelbagai argumen rasional disamping merujuk kepada ayat-ayat al-Qur’an jelas sekali mendorong berkembangnya pemikiran filsafat dalam Islam. Contohnya sepucuk surat dari al-Hasan al-Basri kepada Khalifah perihal qadha dan qadar, dimana beliau menangkis argumen kaum fatalis maupun argumen rasionalis sekular. Perdebatan seru segera menyusul di abad-abad berikutnya seputar kedudukan logika, masalah atom, ruang hampa, masa, dan yang tak terhingga dalam hubungannya dengan kewujudan Tuhan serta keazalian dan keabadian alam semesta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan revisionis ini diwakili antara lain oleh M.M. Sharif, Oliver Leaman, dan Alparslan Açıkgenç. Filsafat Islam tidak bermula dengan al-Kindi dan berhenti dengan kematian Ibnu Rusyd. Sebagai produk dialektika unsur-unsur internal Umat Islam itu sendiri, bangunan filsafat Islam dapat ditemukan fondasinya dalam kitab suci al-Qur’an yang menduduki posisi sentral dalam kehidupan spiritual-intelektual kaum Muslim. Bagi Oliver Leaman,filsafat Islam adalah nama generik keseluruhan pemikiran yang lahir dan berkembang dalam lingkup peradaban Islam, terlepas apakah mereka yang punya andil berbangsa Arab ataupun non-Arab, Muslim ataupun non-Muslim, hidup di Timur Tengah ataupun bukan,berbahasa Arab, Parsi, Ibrani, Turki, ataupun Melayu sebagai mediumnya, sejak zaman dulu sampai sekarang ini. Leaman mencermati adanya cara pandang Islami yang membingkai itu semua (framed within the language of Islam, within the cultural context of Islamic society). Artinya, filsafat Islam itu luas dan kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corak Filsafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Oliver Leaman, filsafat Islam itu sangat filosofis dalam arti logis- analitis,terus hidup dan penuh gejolak, tidak sekadar melanjutkan tradisi sebelumnya, akan tetapi juga memperlihatkan terobosan-terobosan kreatif dalam menjawab persoalan-persoalan klasik maupun modern: MuchIslamic philosophy, like much philosophy of any kind, is just the accretion of new technical representaions of existing issues .... new traditions of thinking about problems and resolving difficult conceptual issues(Lihat: History of Islamic Philosophy, London: Routledge, 1996, hlm. 1-10).    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan serupa diutarakan oleh pakar-pakar filsafat dari Mesir seperti Ibrahim Madkour, Musthafa ‘Abdur Raziq, dan Syekh ‘Abdul Halim Mahmud. Filsafat Islam itu ‘Islami’ dari empat segi: pertama, dari sisi masalah-masalah yang dibahas; kedua, dari aspek konteks sosio-kulturalnya; ketiga, dari sudut faktor-faktor pemicu serta tujuan-tujuannya; dan keempat, dari kenyataan bahwa para pelakunya hidup di bawah naungan kekuasaan Islam (Lihat: I. Madkour, al-Falsafah al-Islamiyyah: Manhaj wa tathbiquhu, hlm.19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika ditelusuri dan diteliti karya-karyanya, para filsuf Muslim bukan semata-mata membeo atau sekadar mereproduksi apa yang mereka pelajari dari ahli pikir Yunani kuno. Mereka tidak pasif-reseptif, tidak menerima bulat-bulat atau menelan mentah-mentah tanpa resistensi dan sikap kritis. Sebaliknya, para pemikir Muslim semisal Ibn Sina, al-Baghdadi dan ar-Razi mengupas dan mengurai, melakukan analisis dan elaborasi, menjelaskan dan menyanggah, melontarkan kritik, memodifikasi dan menyaring, mengukuhkan dan menambahkan, memperkenalkan konsep-konsep baru, atau menyuntikkan makna baru pada istilah-istilah yang sudah ada, dan menawarkan solusi-solusi baru untuk persoalan-persoalan perennial dalam filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berhasil menelurkan sintesis cemerlang dan membangun sistem pemikiran tersendiri, para filsuf Muslim terutama berhasil mengakomodasi khazanah keilmuan Yunani kuno dalam kerangka pandangan hidup (Weltanschauung) Islam. Dengan kata lain, mereka berupaya mengislamkannya. Maka yang terjadi adalah islamisasi filsafat secara negatif (pengenyahan unsur-unsur kufur) dan positif (pemasukan unsur-unsur Islami). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KontroversiFilsafat Islam &lt;br /&gt;Kendati termasuk bagian dari tradisi intelektual Islam, tidak sedikit yang antipati terhadap filsafat –bukan (i) sebagai sikap mental, proses nalar dan kearifan, melainkan filsafat (ii) sebagai ‘barang impor’ yang mengandung unsur-unsur atheisme, sekularisme, relativisme, pluralisme, danliberalisme. Filsafat dalam pengertian kedua (ii) inilah yang ditolak oleh para ulama Muslim, yaitu filsafat yang menggiring pelakunya kepada sikap anti-Tuhan dan anti-agama, mendewakanakal, melecehkanNabi, dansebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di abad kelima Hijriyah, Imam al-Ghazali melepaskan pukulan keras terhadap filsafat dalam karyanya Tahafut al-Falasifah, dimana beliau menganggap kufur tiga doktrin filsafat: pertama, keyakinan filosof bahwa alam ini kekal; kedua, pernyataan mereka bahwa Tuhan tidak mengetahui perkara-perkara detil; dan ketiga, pengingkaran mereka terhadap kebangkitan jasad di hari qiyamat. Fatwa yang begitu keras melarang pengajaran filsafat juga dikeluarkan oleh Ibn as-Sholah: ‘Filsafat adalah pangkal kebodohan dan penyelewengan, kebingungan dan kesesatan. Siapa yang berfilsafat, maka butalah hatinya akan keutamaan Syari‘ah suci yang ditopang dalil-dalil dan bukti-bukti yang jelas. Siapa mempelajarinya akan bersama kehinaan, tertutup dari kebenaran, dan terpedaya oleh setan.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun filsafat dalam pengertian pertama, dengan tujuan ganda membenarkan yang benar (ihqaq al-haqq) dan membatalkan yang batil (ibthal al-bathil) secara rasional, persuasif dan elegan, maka bisa dikategorikan fardu kifayah. Seperti rasa ingin tahu Nabi Ibrahim yang mendorongnya bertanya bagaimana Allah menghidupkan orang mati. Allah balik bertanya, “Apakah engkau belum percaya?” Nabi Ibrahim menjawab, “Aku percaya, akan tetapi[akubertanya] supaya hatiku tentram (mantap).” Jadi, filsafat itu untuk mengokohkan kebenaran sekaligus menghapus keraguan. (Tulisan Syamsudin Arif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-2016890225008924161?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/2016890225008924161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/filsafat-islam-menghapus-keraguan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2016890225008924161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2016890225008924161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/filsafat-islam-menghapus-keraguan.html' title='FILSAFAT ISLAM: MENGHAPUS KERAGUAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-6865732855627134040</id><published>2011-07-12T21:09:00.001-07:00</published><updated>2011-07-12T21:09:41.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>SUKARNYA MERUBAH INFORMATION DISPENCER</title><content type='html'>Mungki terlalu lama kita ini diperlakukan secara behavioristik di tempat yang bernama kelas. Pola stimulus respons itu, meski tidak selamanya keliru, amatlah membekas dalam diri kita. Gampangnya sudah menjadi automatic. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan lama menerima informasi, atau dicekoki informasi itu sedikit banyak memola benak-pikir dan olah tindakan kita sehari-hari. Bahkan lebih dari itu, membentuk cara kita memandang terhadap sesuatu. Luar biasa kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan berat menggubah sebuah sekolah dengan paradigma baru, menurut saya adalah di titik ini. Di paradigma berpikir guru yang akan menerapkan ide-ide pilar sekolah yang sedang saya bangun bersama istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik kritis pertama adalah di pilar adab. Selama ini yang terjadi, adab yang mestinya implemented dalam seluruh aktivitas sehari-hari di sekolah, faktanya telah menjadi materi pelajaran yang sangat tebal dan berorientasi hapalan. Ujian adab adalah ujian hapalan. Sekian hadis, begitulah biasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’dib di sekolah yang ingin saya bangun adalah paradigma baru yang sangat menantang. Kegersangan konsep dan praktik ta’dib di sekolah coba kuisi dengan kurikulum khusus yang bernama ta’dib adabul mufrad (sesuai nama referensinya) dengan kurikulum habituasi yang belum pernah ada di sekolah-sekolah pada umumnya. Life and implementable curriculum yang diterapkan secara kritis, peka dan dialogis. Tidak sederhana kan? Keterbatasan referensi hidup dalam masalah penerapan konsep karakter dengan Islamic-based ini akan sangat membingungkan secara praktis di dunia pendidikan. Teori dan praktik konsep ini ke depan akan sangat mahal ketika berhasil diterapkan di sekolah baru kami itu. Mimpiku, bisa untuk ongkos naik haji seluruh anak istriku. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengubah pola pendidikan behavioristik dominan ke konstruktivistik dominan adalah isu lama yang “tidak selesai-selesai” dipraktikkan di dunia persekolahan. Dalam forum training guru, ketika saya bertanya kepada mereka, yo manthuk-manthuk paham. Tapi ketika diterapkan langsung di lapangan, sudah dua hari, kepala sekolahku melaporkan kalau praktik gurunya masih konvensional. Aku tersenyum dan sudah kutebak. Lack of theory para guru itulah penimbul “tragedi” ini. Sabar kataku, kita harus terus mengawal hingga guru-guru itu paham baik teori maupun praktik. Amat sangat menantang titik kritis kedua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih ada satu titik kritis lagi di konsep sekolah yang saya bangun dan terapkan itu. Pada pilar leadership lifeskillnya. Sekolah dengan pilar leadership lifeskill ini pun bukan konsep baru. Isu ini sudah lama digugah agar diterapkan dalam dunia persekolahan. Namun sekali lagi, keindahan konsep ini kandas dalam praktiknya karena hanya diperlakukan sebagai pemanis dagangan. Bukan sebagai salah satu pilar yang mendasari konsep dan praktik pendidikan di sekolah. Akibatnya, lagi-lagi menjadi mata pelajaran yang awalnya menyenangkan, namun lambat laun bahkan dilupakan dan ditiadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada sekolah Montessori yang menggunakan secara radikal konsep-konsep Maria Montessori, maka sekolah yang saya bangun ini secara epistemologik radikal menerapkan Konstruktivisme Jean Piaget dan Lev Vigotsky dalam metodologi pengembangan kognitif maupun leadership anak. Ini pun konsep yang sangat menantang. Saya sudah pesan kepada para guru di training bahwa mereka harus menguasi wacana dan hasil-hasil penelitian dari konsep ini. Kalau tidak, maka secara metodologik akan miss-conception. Berat nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepada istri saya yang menjabat sebagai kepala sekolah itu, setiap malam kita harus berdialog membahas tiap detail perkembangan, terutama perkembangan guru. Hasilnya akan digunakan sebagai basis pembuat keputusan untuk mengolah sosok guru yang telah direkrut itu. Diolah sepanjang waktu tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas berat kepala sekolah adalah merubah gaya information dispencer (pencekok informasi) menjadi seorang pembangun pengetahuan murid-muridnya. Ini mudah ditulis, tapi la hawla wala quwwata illa billah, super menantang. Dalam training saya sudah memberikan “hints” untuk melihat, apakah yang dilakukan oleh guru dalam interaksi edukatif itu tepat atau keliru, bahkan benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal kami sudah bersepakat, bahwa sekolah yang kita bangun adalah merupakan salah satu bagian dari masalah pendidikan di Indonesia. Sudah sepakat sejak awal bahwa kurikulum sekolah yang akan kita disain adalah kurikulum yang sarat praktik, bukan sarat materi. Seperti apa wujudnya, dalam benak mimpi kami, semua itu sangat jelas. Tantangan utamanya adalah, memperjelasnya dalam praktik nyata pendidikan. Pendidikan yang berbasis alam, pendidikan yang kampusnya seluas semesta, pendidikan yang tidak memiliki kelas kecuali hanya untuk “berteduh” saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memudahkan mimpi-mimpi kami. Membuat di setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas, ada berdiri satu sekolah yang menerapkan konsep kami. Allahumma yassir wala tu’assir. Wallahu a’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-6865732855627134040?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/6865732855627134040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/sukarnya-merubah-information-dispencer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6865732855627134040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6865732855627134040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/07/sukarnya-merubah-information-dispencer.html' title='SUKARNYA MERUBAH INFORMATION DISPENCER'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-6849343278057263910</id><published>2011-06-23T21:12:00.001-07:00</published><updated>2011-06-23T21:12:49.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>KONSEP TA'DIB</title><content type='html'>AWAL pendidikan Islam bermula dari tempat yang sangat sederhana, yaitu serambi masjid yang disebut al-Suffah. Namun, walaupun hanya dari serambi masjid, tetapi mampu menghasilkan ilmu-ilmu keislaman yang bisa dirasakan sampai dengan sekarang. Tidak hanya itu, dari serambi masjid ini pula mampu mencetak ulama-ulama yang sangat dalam keilmuannya dimana pengaruhnya sangat besar sekali bagi peradaban Islam, bahkan juga mampu mempengaruhi peradaban-peradaban lain. Sudah barang tentu, “pendidikan” menjadi syarat utama dalam membangun sebuah peradaban yang besar. Oleh sebab itu, pendidikan merupakan tema yang tidak pernah sepi dan selalu manarik perhatian banyak kalangan. Sehingga,tarik-ulur konsep yang ideal pun selalu mewarnai dalam sejarah perjalanan pendidikan. Begitu pun yang terjadi dalam dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sungguh disayangkan bahwa dalam perkembangannya, kondisi sebagaimana diawal pendidikan Islam terdahulu sudah kurang terasa lagi dari institusi pendidikan Islam yang ada sekarang. Sebagaimana sebuah obor, maka obor tersebut sudah hampir padam. Agar obor tersebut tidak padam dan terus menyala, maka pendidikan Islam seperti yang telah diwariskan oleh ulama-ulama terdahulu harus dihidupkan kembali. Di sinilah tulisan ini hadir untuk mengeksplor konsep pendidikan Islam yang akan dikhususkan pada konsep ta’dib yang ditawarkan oleh Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga istilah yang umum digunakan dalam pendidikan Islam yaitu at-tarbiyah, al-ta'lim dan at-ta'dib. Umumnya, istilah pendikan Islam banyak menggunakan at Tarbiyah. Padahal menurut Naquib Al Attas, pengertian ta’dib lebih tepat dipakai untuk pendidikan Islam daripada ta’lim atau tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta’dib merupakan mashdar dari addaba yang secara konsisten bermakna mendidik. Ada tiga derivasi dari kata addaba, yakni adiib, ta’dib, muaddib. Seorang guru yang mengajarkan etika dan kepribadian disebut juga mu’addib. Setidaknya. Seorang pendidik (muaddib), adalah orang yang mengajarkan etika, kesopanan, pengembangan diri atau suatu ilmu agar anak didiknya terhindar dari kesalahan ilmu, menjadi manusia yang sempurna (insan kamil) sebagaimana dicontohkan dalam pribadi Rasulullah SAW. Cara mendidiknya perlu dengan menggunakan cara-cara yang benar sesuai kaidah. Karena itu ta’dib berbeda dengan mengajarkan biasa sebagai mana umumnya mengajarkan siswa di sekolah yang hanya dominan mengejar akademis dan nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini menjadi penting untuk meluruskan kembali identitas dari konsep-konsep pendidikan Islam yang secara langsung maupun tidak langsung telah terhegemoni oleh pendidikan negara-negara sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengembalikan prioritas utama pendidikan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan al-Sunnah merupakan asas dalam pendidikan Islam. Sehingga, bisa dipahami bahwa tujuan dari pendidikan Islam adalah untuk mentauhidkan diri kepada Allah. Artinya, mentauhidkan diri kepada Allah adalah prioritas utama dalam pendidikan Islam selain dari tujuan keilmuan (IPTEK, keahlian, keterampilan dan profesionalisme), membentuk manusia untuk menjadi khalifah, pembentukan akhlak yang mulia, membentuk insan Islami bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat, serta mempersiapkan manusia bagi kehidupan di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, arah dan tujuan, muatan materi, metode, dan evaluasi peserta didik dan guru harus disusun sedemikan rupa agar tidak menyimpang dari landasan akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertauhid kepada Allah sebagai prioritas utama dalam pendidikan Islam secara tidak langsung juga berarti pendidikan Islam juga bertujuan mencari keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, peningkatan individu-individu yang kuat pada setiap peserta didik diperoleh melalui ridha Allah. Jadi tidak benar jika dalam pendidikan individu peserta didik diletakkan pada posisi kedua setelah kebutuhan sosial-politik masyarakat. Al-Attas menjelaskan, bahwa penekanan terhadap individu bukan hanya sesuatu yang prinsipil, melainkan juga strategi yang jitu pada masa sekarang. (baca Aims and Objevtives) Di sinilah letak keunikan dari pendidikan Islam yang tidak dimiliki oleh sistem pendidikan selain Islam, dimana pendidikan yang dilakukan berpusat pada pencarian ridha Allah melalui peningkatan kualitas individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan betapa bahayanya jika pendidikan dilihat sebagai ladang investasi baik dalam kehidupan sosial masyarakat maupun negara. Sudah bisa dipastikan bahwa dunia pendidikan akan melahirkan patologi psiko-sosial, terutama dikalangan peserta didik dan orang tua, yang terkenal dengan sebutan “penyakit diploma” (diploma disease), yaitu usaha dalam meraih suatu gelar pendidikan bukan karena kepentingan pendidikan itu sendiri, melainkan karena nilai-nilai ekonomi dan sosial. (baca Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut, Al-Attas melanjutkan dalam karnyanya yang lain, dikarenakan pendidikan menurut Islam adalah untuk menciptakan manusia yang baik, bukan untuk menghasilkan warga negara dan pekerja yang baik. Hal ini sangat ditentukan oleh tujuan mencari ilmu itu sendiri. Sebab semua ilmu datang dari Allah Swt, maka ilmu merangkumi iman dan kepercayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam maksud yang sama bahwa ilmu tidak bebas nilai. Oleh karena itu, Al-Attas menegaskan bahwa tujuan menuntut ilmu adalah penanaman kebaikan atau keadilan dalam diri manusia sebagai manusia dan diri-pribadi, dan bukannya sekadar manusia sebagai warga negara atau bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat. Inilah nilai manusia sebagai manusia sejati, sebagai penduduk dalam kota-dirinya (self’s city), sebagai warga negara dalam kerajaan mikrokosmiknya sendiri, sebagai ruh. Inilah yang perlu ditekankan, manusia bukan sekadar suatu diri jasmani yang nilainya diukur dalam pengertian pragmatis atau utilitarian yang melihat kegunaannya bagi negara, masyarakat dan dunia. (baca: Islam and Secularism).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semangat yang sama, Muhammad ‘Abduh juga mengkritik dengan tajam pragmatisme yang terjadi dalam pendidikan yang secara khusus ia tujukan pada sistem pendidikan Mesir. Inti dari semuanya adalah bahwa prioritas utama dalam pendidikan Islam adalah membentuk orang menjadi terpelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al-Attas, orang terpelajar adalah orang “baik”. Pertanyaannya kemudian, apakah sesederhana itu pendidikan Islam? Apakah pendidikan Islam hanya membentuk orang hanya sekadar menjadi “baik”? Apa sebenarnya “baik” yang dimaksud Al-Attas di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Ideal pendidikan Islam secara sistematis telah disampaikan Al-Attas dalam sebuah Konferensi Dunia Pertama mengenai Pendidikan Islam di Makkah pada awal tahun 1977. Pada Konferensi tersebut, Al-Attas menjadi salah seorang pembicara utama dan mengetuai komite yang membahas cita-cita dan tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan ini, Al-Attas mengajukan agar definisi pendidikan Islam diganti menjadi penanaman adab dan istilah pendidikan Islam menjadi ta’dib. Konsep ta’dib ini disampaikan kembali oleh Al-Attas pada Konferensi Dunia Kedua mengenai Pendidikan Islam yang diselenggarakan di Islamabad, pada 1980.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya apa yang menjadi alasan Al-Attas terus-menerus memperjuangkan konsep ta’dib sebagai pengganti dari Pendidikan Islam? Itu tidak lain, karena menurut Al-Attas, jika benar-benar dipahami dan dijelaskan dengan baik, konsep ta’dib adalah konsep yang paling tepat untuk pendidikan Islam, bukannya tarbiyah ataupun ta’lim. Sebab, Al-Attas melanjutkan, bahwa struktur kata ta’dib sudah mencakup unsur-unsur ilmu (‘ilm), instruksi (ta’lim), dan pembinaan yang baik (tarbiyah). Sehingga tidak perlu lagi dikatakan bahwa konsep pendidikan Islam adalah sebagaimana terdapat dalam tiga serangkai konsep tarbiyah-ta’lim-ta’dib. (baca The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam karya yang sama, Al-Attas juga menegaskan bahwa istilah “pendidikan” yang digunakan sekarang ini, secara normal, bersifat fisik dan material serta berwatak kuantitatif. Hal tersebut lebih disebabkan oleh konsep bawaan yang termuat dalam istilah tersebut berhubungan dengan pertumbuhan dan kematangan material dan fisik saja. Esensi sejati proses pendidikan telah diatur menuju pencapaian tujuan yang berhubungan dengan intelek atau ‘aql yang ada hanya pada diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah kemudian, dengan konsep ta’dib-nya, Al-Attas menjelaskan bahwa orang terpelajar adalah orang baik. “Baik” yang dimaksudkan di sini adalah adab dalam pengertian yang menyeluruh, “yang meliputi kehidupan spiritual dan material seseorang, yang berusaha menanamkan kualitas kebaikan yang diterimanya.” Oleh karena itu, orang yang benar-benar terpelajar menurut perspektif Islam didefinisikan Al-Attas sebagai orang yang beradab. (baca: Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Naquib Al-Attas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, pendidikan, menurut Al-Attas adalah “penyemaian dan penanaman adab dalam diri seseorang—ini disebut dengan ta’dib.” (baca: Aims and Objectives). Sebagaimana al-Qur’an menegaskan bahwa contoh ideal bagi orang yang beradab adalan Nabi Muhammad Saw., yang oleh kebanyakan sarjana Muslim disebut sebagai Manusia Sempurna atau Manusia Universal (al-insan al-kulliyy). Perkataan adab sendiri memiliki arti yang sangat luas dan mendalam. Selain itu, Al-Attas melanjutkan, ide yang dikandung dalam perkataan ini sudah diislamisasikan dari konteks yang dikenal pada masa sebelum Islam dengan cara menambah elemen-elemen spiritual dan intelektual pada dataran semantiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berdasarkan arti perkataan adab yang telah diislamisasikan itu dan berangkat dari analisis semantisnya, Al-Attas mengajukan definisinya mengenai adab:&lt;br /&gt;Adab adalah pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasanya ilmu dan segala sesuatu yang ada terdiri dari hierarki yang sesuai dengan kategori-kategori dan tingkatan-tingkatannya, dan bahwa seseorang itu memiliki tempatnya masing-masing dalam kaitannya dengan realitas, kapasitas, potensi fisik, intelektual, dan spiritualnya. (baca: The Semantics of Adab) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Attas, sekali lagi menegaskan bahwa pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang sebenarnya tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. Dalam proses pembelajaran, siswa akan mendemonstrasikan tingkat pemahaman terhadap materi secara berbeda-beda, atau lebih tepatnya pemahaman terhadap makna pembelajaran itu. Hal ini karena ‘ilm dan hikmah yang merupakan dua komponen utama dalam konsepsi adab benar-benar merupakan anugerah Allah Swt. (baca: Filsafat dan Praktik Pendidikan Islam, Syed M. Naquib Al-Attas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegasnya, bahwa adab mensyaratkan ilmu pengetahuan dan metode mengetahui yang benar. Dari sinilah kemudian, pendidikan Islam memainkan peranannya serta tanggung jawabnya di dunia dan tujuan akhirnya di akhirat. Dari sini tampak sangat jelas dalam mata hati kita bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta’dib. Dari sinilah kemudian, menurut Al-Attas, konsep ideal pendidikan Islam adalah ta’dib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Epilog&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, mentauhidkan diri kepada Allah adalah prioritas utama dalam pendidikan Islam. Hal tersebut tidak lain diperoleh melalui ridha Allah. Dengan mengajukan konsep ta’dib sebagai pengganti dari pendidikan Islam diharapkan agar peserta didik tidak hanya memperoleh intelek dan ‘aql saja. Tetapi lebih dari itu semua, yaitu peserta didik benar-benar mampu menjadi orang yang terpejalar, dan orang yang beradab. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin Hasan&lt;br /&gt;Penulis adalah Mahasiswa pada Program Pasca Sarjana di Universitas Darussalam Gontor Ponorogo Fakultas Ushuluddin, Jurusan Ilmu Akidah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-6849343278057263910?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/6849343278057263910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/06/konsep-tadib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6849343278057263910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6849343278057263910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/06/konsep-tadib.html' title='KONSEP TA&apos;DIB'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5193270784941864442</id><published>2011-06-23T21:09:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T21:10:35.796-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>MULIANYA MENJADI IBU</title><content type='html'>Ibu adalah sekolah&lt;br /&gt;Jika engkau mempersiapkannya&lt;br /&gt;Berarti engkau mempersiapkan generasi berketurunan baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJADI ibu adalah kodrat setiap wanita, tetapi pilihan untuk menekuni diri sebagai ibu rumah tangga bukanlah tugas yang mudah. Di tengah kepungan budaya Barat dan penjajahan media, kaum wanita hari ini telah meninggalkan identitas mulianya sebagai ‘benteng ummat’. Sebagian mereka menyibukkan diri dengan urusan-urusan kecil yang remeh, pernak-pernik perhiasan dan persaingan gaya hidup modern yang menjauhkan mereka dari keutamaan individu dan sosial. Seorang ibu dengan tampilan ‘wah’ yang bergelut mengejar materi dan status sosialnya akan lebih disegani dibandingkan ibu rumah tangga sederhana yang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di zaman ini membutuhkan ketahanan yang luar biasa. Sebagai muslim, bekal ilmu dan keduniaan yang dikaruniai Allah Swt seharusnya meyakinkan mereka akan kebenaran petunjuk Allah yang menegaskan prinsip kesetaraan (gender equality), bahwa kaum ibu bermitra sejajar dengan kaum laki-laki, dalam posisi yang sangat istimewa. Yaitu sebagai pendidik generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan diri dan keluarganya. Mendidik diri dan keluarganya untuk selalu memahami dan mengikuti bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Inilah investasi besar yang sering diremehkan oleh para ‘penikmat dunia’.&lt;br /&gt;Pesan Istimewa untuk Para Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pesan istimewa Allah Swt kepada kaum wanita diabadikan dalam ayat berikut; “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta’atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. 33:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kemajuan di zaman ini banyak diilhami oleh ayat diatas. Allah Swt menghendaki kaum wanita agar berperilaku lemah lembut, pemalu dan penuh kasih sayang kepada orang-orang di sekitarnya, tidak melakukan ucapan dan tindakan yang menimbulkan godaaan yang akan menjatuhkan martabat kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, kehalusan budi dan tingkah laku wanita adalah salah satu pilar utama kehidupan. Ibu-ibu yang shalih akan mendidik anak-anaknya untuk menjadi shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kaum ibu dahulu mampu membangun karakter pribadinya dan melakukan berbagai aktifitas keilmuan dibalik “tembok sunyi “ yang dapat menjaga sifat dan  rasa malu. Itulah kehendak Allah atas kaum wanita. Karakter dan psikis wanita tersebut selaras dengan kondisi fisik yang diciptakan  Allah Swt dalam bentuk yang berbeda dari kondisi yang dimiliki kaum laki-laki. Tubuh wanita diciptakan dalam bentuk yang sesuai benar dengan tugas keibuan, sebagaimana dengan jiwanya yang disiapkan untuk menjadi rumah tangga dan ratu keluarga. Secara umum, organ tubuh wanita, baik yang terlihat maupun yang tidak tersembunyi, otot-otot dan tulang-tulangnya serta sebagian besar fungsi organiknya hingga tingkat yang sangat jauh, berbeda dengan organ tubuh kaum laki-laki yang menjadi pasangannya. Perbedaan dalam struktur dan organ tubuh ini tidak lah sia-sia, sebab tidak ada satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pun benda, baik dalam tubuh manusia maupun yang ada di seluruh jagat raya ini yang tidak mempunyai hikmah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah Mulia Kaum Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perbedaan struktur tubuh tersebut, kaum wanita memiliki perasaan dan emosi yang lebih sensitif. Abbas Mahmud al-‘Aqqad mengatakan. “Adalah sesuatu yang alami jika kaum wanita memiliki kondisi emosional yang khusus yang berbeda dengan kondisi yang dimiliki kaum laki-laki”. Keharusan melayani anak yang dilahirkannya tidak terbatas dengan memberi makan dan menyusui. Akan tetapi, dia harus selalu memiliki hubungan emosional yang menuntut banyak hal yang saling melengkapi antara apa yang ada pada dirinya dengan yang ada pada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman dirinya dalam suatu masalah harus berhadapan dengan pemahaman suaminya yang mungkin saja berbeda. Bahkan, antara tingkat emosinya dengan emosi suaminya harus benar-benar terjaga keseimbangannya. Seorang ibu yang mulia akan memahami betul saat gembira dan sedihnya anak-anak. Demikian halnya sang ibu akan mengajarkan dengan suka ria tentang bagaimana menunjukkan rasa cinta, simpati  dan benci kepada orang lain dengan cara-cara yang baik dan bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat mendasar dalam fungsi pengasahan dan bimbingan terhadap anak-anak ini merupakan salah satu dari sekian banyak sumber kelembutan kewanitaan yang menyebabkan kaum wanita lebih sensitif dalam merespon perasaan. Sebaliknya, apa yang tampak mudah bagi kaum laki-laki bisa menjadi sulit bagi kaum wanita, misalnya dalam menggunakan rasio, menyusun pendapat dan mengerahkan kemauan. Itulah fitrah kaum ibu yang sesungguhnya mulia tetapi seringkali dipandang kelemahan yang memperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah Paham Memandang Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam banyak ayat yang tersebar di dalam  al-Qur’an, Allah Swt telah meletakkan kedudukan kaum wanita pada tempat tertinggi dalam sepanjang sejarah kemanusiaan dan akan terus demikian hingga akhir zaman. Sayangnya, ayat-ayat Allah yang dikuatkan dengan hadits Rasulullah Saw itu seringkali disalah-tafsirkan, termasuk oleh para ulama kita sendiri. Syeikh Muhammad al-Ghazali dalam buku Qadhaya al-Mar`ah  bayna at-Taqalid ar-Rakidah wa al-Wafidah, dengan yakin mengatakan; “Fatwa  terkenal di kalangan kaum muslimin yang kemudian diambil alih oleh musuh-musuh Islam adalah tuduhan bahwa Islam telah mendirikan dinding pembatas yang tinggi antara laki-laki dan perempuan, sehingga keduanya tidak dapat saling melihat satu sama lain. Bahkan sekadar memandang pun hukumnya haram”.  Kita juga pernah dikejutkan dengan ucapan seorang khatib yang mengatakan, “wanita tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali pergi ke rumah suaminya (sesudah menikah) dan ke kuburan (untuk dikuburkan)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, fatwa dan khutbah tersebut lahir dari pemahaman dan tafsiran terhadap ayat-ayat Allah dan hadits Nabi Saw yang patut ditinjau ulang. Karena memang, ada masalah dalam fenemona umat Islam berkenaan dengan kemurniaan dan kedalaman riwayat-riwayat hadits yang diterapkan. Diakui, terdapat ulama yang menyebutkan riwayat-riwayat yang tidak sahih dan para ahli fiqh yang tidak memperhatikan perubahan hakikat Islam dan perkembangan zaman. Seperti hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah Ra bahwa wanita tidak boleh melihat laki-laki dan juga tidak boleh dilihat laki-laki, sebagaimana hadits Nabi Saw yang melarang sebagian istri Nabi melihat Abdullah ibn Ummi Maktum. Dalam peristiwa yang lain, Ummi Hamid; istri Abu Hamid as-Sa’di pernah menyampaikan perasaan senang hatinya karena bisa shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw. Namun, ternyata Rasulullah justru menginginkannya untuk shalat di rumah. Bahkan, semakin sempit tempat, jauh dan sunyi, maka semakin baiklah shalat di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik terhadap Monopoli Tafsiran Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua riwayat tersebut merupakan hadits yang tidak sama dengan hadits yang ditulis para ulama hadits yang otoritatif, karena hadits-hadits tersebut nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan Al-Qur`an dan as-Sunnah. Hadits-hadits semisal itu telah membelenggu kaum wanita dan menyudutkan kedudukan mereka sebagai golongan terbelakang. Lebih dari itu, kedudukan wanita yang demikian rendah itu akan mempengaruhi buruknya sistem keluarga, struktur masyarakat dan prinsip perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merespon hal itu, Ibnu Huzaimah melakukan uji ulang dan kritik atas tafsiran hadits-hadits tersebut dengan membuat bab yang menyebutkan masalah “Shalatnya Seorang Wanita di Rumahnya Lebih Baik daripada Shalatnya di Masjid Rasulullah Saw” dan sabda Nabi Saw “Shalat di Masjidku ini Lebih Baik daripada Seribu Kali Shalat di Masjid-Masjid Lain”. Pertanyaan yang segera muncul, adalah jika ungkapan tersebut benar, mengapa Nabi Saw membiarkan wanita-wanita menghadiri shalat berjamaah bersamanya sepanjang sepuluh tahun, dari fajar hingga isya’. Mengapa mereka tidak dinasihati agar tetap tinggal di rumah-rumah mereka sebagia ganti dari ancaman yang batil itu? Mengapa beliau mempercepat shalat fajar dengan membaca dua surat pendek ketika mendengar tangisan anak kecil bersama ibunya sehingga tidak mengganggu hatinya? Mengapa beliau bersabda, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid-masjid Allah Swt?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pula para Khulafaur Rasyidin menetapkan barisan-barisan wanita di masjid-masjid setelah wafatnya Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, Ibnu Huzaimah  ingin menenteramkan dirinya dan hati kawan-kawannya ketika mendustakan hadits-hadits yang melarang wanita shalat di masjid-masjid dan menyebutnya sebagai kebatilan. Para ulama Musthalah Hadits berkata, “Sebuah hadits dianggap ganjil (syadz) jika kebenarannya ditentang oleh hadits yang lebih shahih. Apabila hadits yang menentangnya tidak dipercaya, bahkan lemah, maka hadits tersebut ditinggalkan atau bernilai munkar (tertolak)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim tidak disebutkan hal-hal yang mengarah pada larangan bagi kaum wanita untuk shalat di masjid-masjid. Hadits-hadits tersebut semuanya ditolak. Lalu, bagaimana jika hadits lemah berlawanan dengan Sunnah yang mutawatir dan dikenal? Hadits tersebut harus ditinggalkan sejak awal.&lt;br /&gt;Agaknya, benarlah prediksi Nabi Saw bahwa telah datang masanya ketika hadits-hadits shahih terkebur oleh egosime keagamaan yang didominasi oleh kelompok-kelompok fanatik yang tidak tahu kecuali riwayat-riwayat yang ditinggalkan dan munkar. Monopoli tafsiran agama mereka seringkali menyakitkan sesama Muslim lainnya dengan tuduhan-tuduhan bid’ah dan kesesatan beragama yang harus ditumpas habis. Jalan dakwah ini seringkali melupakan kewajiban menjaga ukhuwwah diantara ummat Islam yang seharusya menjadi prioritas setiap da’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Membebaskan Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati lebih dalam, Islam tidak pernah menghalangi kemajuan kaum wanita. Sebaliknya, dari hasil kajian hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa Islam memberi ruang kebebasan bagi kaum hawa dengan batasan-batasan yang justru menjaga kehormatannya. Larangan terhadap kaum wanita untuk pergi ke masjid bisa diterima ketika mereka berhias secara berlebihan (tabarruj). Dan mencegah wanita dari perbuatan tercela harus dilakukan dengan merealisasikan wasiat Rasulullah Saw yang menyatakan bahwa mereka (kaum wanita) boleh keluar dengan mengenakan baju biasa, atau dengan penampilan sederhana, tidak memakai wangi-wangian dan bergaya. Sedangkan mengeluarkan hukum tentang larangan pergi ke masjid-masjid bagi wanita jelas merupakan cara yang tidak ada kaitannya dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika seorang wanita telah melaksanakan tugas-tugas domestik di rumahnya, suami tidak berhak melarangnya untuk pergi ke masjid, sebagaimana dijelaskan dalam hadits, “Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah perhgi ke masjid-masjid-Nya”. Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan beliau yang telah menjadikan satu pintu dari pintu-pintu masjid khusus untuk kaum wanita dan beliau menempatkan wanita-wanita dalam jamaah pada barisan paling belakang dalam masjid. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga mereka ketika ruku’ dan sujud. Dan beliau mencela laki-laki yang mendekati barisan kaum wanita dan juga mencela wanita yang mendekati barisan kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan seorang wanita muslim juga tidak akan terganggu karena posisinya sebagai ibu rumah tangga. Ketika Islam mewajibkan suami untuk memberi nafkah keluarganya, maka pada hakikatnya dia memberi ganti kepada kaum wanita untuk kekosongan waktunya, untuk berkiprah demi kebaikan rumah tangganya, membesarkan anak-anaknya dan mencurahkan segenap perhatiannya dalam menunaikan tugas-tugas alamiahnya. “Wanita cantik yang melupakan perhiasannya dan menyibukkan  diri dengan mengasuh anak-anaknya sehingga parasnya berubah adalah wanita yang harus mendapat penghargaan dan kedudukan tinggi”. Ungkapan tersebut boleh jadi benar, tetapi penerapannya sangat ditentukan oleh kondisi masing-masing rumah tangga dan prioritas kemaslahatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting dari itu semua, sebuah keluarga harus mempertahankan tiga hal yang menjadi pilar kebahagiaannya yaitu ketenangan, cinta dan sikap yang saling menyayangi. Kasih sayang bukanlah sejenis perhatian dalam bentuk benda, tetapi merupakan sumber bagi kehangatan yang terus mengalir, sedangkan darahnya adalah akhlak dan tingkah laku yang mulia. Ketika rumah tangga berdiri kukuh di atas kedamaian dan ketenteraman, cinta yang terbalas, dan kasih sayang yang hangat , maka perkawinan menjadi anugerah yang mulia dan harta yang penuh berkah. Ia akan mampu mengatasi berbagai rintangan dan lahirnya keturunan-keturunan yang baik. Dan, keputusan untuk menikmati kemuliaan menjadi ibu rumah tangga adalah langkah penting untuk mewujudkan itu semua.* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaifurrokhman Mahfudz, Lc. M.Sh&lt;br /&gt;Penulis adalah Sekjen Andalusia Islamic Centre &amp; Dosen STEI Tazkia Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5193270784941864442?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5193270784941864442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/06/mulianya-menjadi-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5193270784941864442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5193270784941864442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/06/mulianya-menjadi-ibu.html' title='MULIANYA MENJADI IBU'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-748950569050495020</id><published>2011-04-17T18:34:00.000-07:00</published><updated>2011-04-17T18:47:15.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>USTADZ ABU BAKAR BA'ASYIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka_Tokoh/Baasyir-di-balik-sel.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 355px; height: 235px;" src="http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/Azka_Tokoh/Baasyir-di-balik-sel.jpg&amp;h=235&amp;w=355&amp;zc=1" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aku ini adalah salah satu santri terbaikmu&lt;br /&gt;Walau tak pernah bertemu wajah&lt;br /&gt;Hingga aku lulus dari pesantrenmu yang sederhana itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu benar, guru-guruku dan bilikmu yang sederhana itu&lt;br /&gt;Ketika orang bergelimang harta,&lt;br /&gt;Para guru yang ikhlash itu hanya digaji Rp.5000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan uang sakuku nyantri selama sebulan&lt;br /&gt;Tidak di Assalam tidak di Ngruki&lt;br /&gt;Bapakku tidak memberikan perubahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi engkau digambarkan seorang trilyuner&lt;br /&gt;Pendana segala teror dan kekerasan&lt;br /&gt;Di tengah hidupmu yang super sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dengan kata-katamu yang tajam&lt;br /&gt;Melebihi pedang Damaskus sekalipun&lt;br /&gt;Lalu engkau dibuang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu aku sudah tahu&lt;br /&gt;Bapak-bapakku, kakek-kakekku, Pakde Paklekku&lt;br /&gt;Adalah para pejuang yang terusir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena mengacungkan jari telunjuk&lt;br /&gt;Ketika shalat karena bersaksi&lt;br /&gt;Bahwa tiada yang patut ditunduki dan dipatuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa Ilaaha Illallah&lt;br /&gt;Karena kalimat itu ingin dipancangkan&lt;br /&gt;Orang-orang beriman dibakar, digoreng, digodhog, dicincang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat yakin kalau dirimu sangat yakin&lt;br /&gt;Bahwa para nabi pun terbunuh dibunuh&lt;br /&gt;Oleh satu kalimat nafyu itsbat itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tertanam jauh di lubuk hatiku&lt;br /&gt;Bahwa hanya ada satu kata perjuangan&lt;br /&gt;Tiada kamus menyerah dalam menegakkan agama Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal ujian mendatangiku&lt;br /&gt;Ujian yang selalu bersamamu&lt;br /&gt;Ustadzku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah itu memang lebih kejam dari pembunuhan&lt;br /&gt;Aku berdoa untukmu, semoga kesyahidan atau kemuliaan hidup&lt;br /&gt;Menjadi milikmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-748950569050495020?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/748950569050495020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/ustadz-abu-bakar-baasyir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/748950569050495020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/748950569050495020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/ustadz-abu-bakar-baasyir.html' title='USTADZ ABU BAKAR BA&apos;ASYIR'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8139125920935635340</id><published>2011-04-15T20:22:00.000-07:00</published><updated>2011-04-15T20:26:38.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>UNTUK KESEKIAN KALINYA: GHAZWUL FIKRI LEWAT FILM TANDATANYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://insistnet.com/images/stories/film-tanda-tanya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 300px;" src="http://insistnet.com/images/stories/film-tanda-tanya.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soal akidah, di antara Tauhid Mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya ialah kemenangan syirik.” &lt;br /&gt;(Prof. Hamka, dalam Tafsir al-Azhar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERLU digarisbawahi, saat menonton film “?” (Tanda Tanya) pada tayangan perdana, 6 April 2011 lalu, saya adalah seorang Muslim. Saat memberikan komentar dan memberikan catatan kritis ini, saya juga tetap Muslim, dan saya menggunakan perspektif Islam dalam menganalisis film “?”. Sebagai Muslim, saya telah berikrar: "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan syahadat Islam itu, saya bersaksi, saya mengakui, bahwa Tuhan saya adalah Allah. Tuhan saya bukan Yahweh, bukan Yesus, bukan Syiwa. Tuhan saya Satu. Tuhan saya tidak beranak dan tidak diperanakkan. Saya mengenal nama dan sifat Allah bukan dari budaya, bukan dari hasil konsensus, tapi dari al-Quran yang saya yakini sebagai wahyu dari Allah kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu, sejak dulu, dan sampai kiamat, saya dan semua orang Muslim memanggil Tuhan dengan nama yang sama, Allah, yang jelas-jelas berasal dari wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Muslim, saya yakin, bahwa Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah sebagai nabi terakhir. Sebagaimana para nabi sebelumnya – seperti Nabi Musa dan Nabi Isa a.s. – inti ajaran Nabi Muhammad saw adalah Tauhid, yaitu mensatukan Allah. Nabi Muhammad saw diutus untuk seluruh manusia (QS 34:28), bukan hanya untuk bangsa atau kurun tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya, kebenaran Islam, bukan hanya berlaku untuk orang Islam, tetapi berlaku untuk semua manusia.  Syariat Nabi Muhammad saw saat ini adalah satu-satunya syariat yang sah untuk seluruh manusia. Cara beribadah kepada Allah – satu-satunya – yang sah hanyalah dengan syariat Nabi Muhammad saw. Jalan yang sah menuju Tuhan hanyalah jalan yang dibawa Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal saya tidak bisa menerima satu logika, yang menyatakan, bahwa Allah telah menurunkan Nabi-Nya yang terakhir, dan kemudian Allah SWT membebaskan manusia untuk memanggil nama-Nya dengan nama apa pun, sesuai dengan selera manusia. Juga, tidak masuk di akal saya, pendapat yang menyatakan, bahwa Allah SWT membebaskan manusia untuk menyembah-Nya dengan cara apa pun, sesuai dengan kreativitas akal dan hasrat nafsu manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin, sesuai QS 3:19 dan 3:85, bahwa Allah hanya menurunkan satu agama untuk seluruh Nabi-Nya, yakni agama yang mengajarkan Tauhid (QS 16:36). Jika satu agama tidak mengajarkan Tauhid, pasti bukan agama yang diturunkan Allah untuk para Nabinya; dan pasti merupakan agama budaya (cultural religion). &lt;br /&gt;Itu keyakinan saya sebagai Muslim. Dan itu konsekuensi logis dari syahadat yang saya ikrarkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, Rika, seorang istri yang kecewa terhadap suami. Rika memutuskan pindah agama, dari Islam menjadi Katolik. Ia berujar, bahwa kepindahan agamanya bukan berarti mengkhianati Tuhan. Meskipun Katolik, Rika sangat toleran. Anaknya , – masih kecil, bernama Abi –dibiarkannya tetap Muslim. Bahkan, ia mengantarjemput anaknya ke masjid, belajar mengaji al-Quran. Di bulan puasa, dia temani dan dia ajar Abi berdoa makan sahur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Film “?” (Tanda Tanya), Rika ditampilkan sebagai sosok ideal: murtad dari Islam, tapi toleran dan suka kerukunan. Pada segmen lain, secara verbatim Rika mengatakan,  BAHWA agama-agama ibarat jalan setapak yang berbeda-beda tetapi menuju tujuan yang sama, yaitu Tuhan.  Kata Rika mengutip ungkapan sebuah buku,  “… semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke  arah yang sama; mencari satu hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya, kemurtadan Rika tidak direstui ibunya. Anaknya yang Muslim pun  awalnya menggugat. Tapi, di ujung film, Rika sudah diterima sebagai “orang murtad” dari Islam. Bahkan, ada juga yang memujinya telah mengambil langkah besar dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dan sosok Rika cukup mendominasi alur cerita dalam film “?” garapan Hanung Bramantyo ini.  Rika tidak dipersoalkan kemurtadannya.  Padahal, dalam pandangan Islam, murtad adalah kesalahan besar.  Saat duduk di bangku SMP, saya sudah menamatkan satu Kitab berjudul Sullamut Tawfiq karya Syaikh Abdullah bin Husain bin Thahir bin Muhammad bin Hasyim. Kitab ini termasuk yang mendapatkan perhatian serius dari Imam Nawawi al-Bantani, sehingga beliau memberikan syarah atas kitab yang biasanya dipasangkan dengan Kitab Safinatun Najah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab inilah, sebenarnya umat Islam diingatkan agar menjaga Islamnya dari hal-hal yang membatalkannya, yakni murtad (riddah). Dijelaskan juga dalam kitab ini, bahwa ada tiga jenis riddah,  yaitu murtad dengan I’tiqad, murtad dengan lisan, dan murtad dengan perbuatan. Contoh murtad dari segi I’tiqad, misalnya, ragu-ragu terhadap wujud Allah, atau ragu terhadap kenabian Muhammad saw, atau ragu terhadap al-Quran, atau ragu terhadap Hari Akhir, sorga, neraka, pahala, siksa, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kemurtadan ini senantiasa mendapatkan perhatian serius dari setiap Muslim, sebab ini sudah menyangkut aspek yang sangat mendasar dalam pandangan Islam, yaitu masalah iman. Dalam pandangan Islam, murtad (batalnya keimanan) seseorang, bukanlah hal yang kecil. Jika iman batal, maka hilanglah pondasi keislamannya. Banyak ayat al-Quran yang menyebutkan bahaya dan resiko pemurtadan bagi seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS 2:217).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu Dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.” (QS 24:39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, riddah/kemurtadan adalah masalah besar dalam pandangan Islam. Entahlah dimata kaum Pluralis! Tindakan murtad bukan untuk dipertontonkan dan dibangga-banggakan! Dalam perspektif Islam, patutkah seorang bangga dengan kekafirannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menyorot sosok Rika dalam film “?”. Rika pindah agama, dari Islam menjadi Katolik. Dalam konsepsi Islam, Rika bisa dikatakan telah melakukan dosa syirik, karena mengakui Yesus sebagai Tuhan atau salah satu Oknum dalam Trinitas. Padahal, dalam al-Quran Nabi Isa a.s. jelas-jelas menegaskan dirinya sebagai  Rasul Allah. Nabi Isa adalah manusia, dan bukan Tuhan, atau anak Tuhan.  Ini pandangan Islam. Tentu, ini bukan pandangan Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Islam, menurunkan derajat al-Khaliq ke derajat makhluk adalah tindakan tidak beradab. Begitu juga sebaliknya, menaikkan derajat makhluk ke derajat al-Khaliq juga tidak beradab. Itu musyrik namanya. Seorang presiden saja tidak mau disamakan dengan rakyat biasa. Jika lewat, dia minta diistimewakan. Kita diminta minggir. Binatang juga dibeda-bedakan tempat atau  kandangnya. Adab -- dalam konsepsi Islam -- mewajibkan seorang Muslim meletakkan segala sesuatu sesuai dengan harkat dan martabat yang sebenarnya, sesuai ketentuan Allah. Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah. Tugasnya menyampaikan kepada Bani Israel, siapa Tuhan yang sebenarnya, dan bagaimana cara menyembah-Nya. Nabi Isa a.s. melanjutkan syariat Nabi Musa a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuduh Allah mempunyai anak – menurut al-Quran – adalah sebuah kesalahan yang sangat serius. “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu dan bumi terbelah dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menuduh Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.” (QS 19: 88-91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memandang keimanan sebagai hal terpenting dan mendasar dalam kehidupan. Iman akan dibawa mati. Iman lebih dari soal suku, bangsa, bahkan hubungan darah. Iman bukan “baju”, yang bisa ditukar dan dilepas kapan saja si empunya suka.  Iman juga tidak patut diperjualbelikan: ditukar dengan godaan-godaan duniawi. Ada perbedaan prinsip antara mukmin dan kafir.  “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.” (QS 98:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mempertahankan iman, Nabi Ibrahim a.s. rela berpisah dengan ayah dan kaumnya. Melihat tradisi penyembahan berhala pada keluarga dan kaumnya, Ibrahim a.s. tidak berpikir sebagai seorang Pluralis yang menyatakan, bahwa semua agama  menyembah Tuhan yang sama, dan punya tujuan yang sama. Tapi, Nabi Ibrahim berdiri kokoh pada prinsip Tauhid, mengajak kaumnya untuk meningalkan tradisi syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala ini sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaum engkau dalam kesesatan yang nyata.” (QS 6:74).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikan negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS 14:35-36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibrahim bukanlah Yahudi atau Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang hanif dan Muslim, dan dia bukanlah orang musyrik.” (QS 3:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, dalam setiap shalat, kaum Muslim membacakan doa untuk Nabi Muhammad saw dan sekaligus dirangkaikan dengan doa untuk Nabi Ibrahim a.s. Itu tentu karena kegigihan Nabi Ibrahim dalam menegakkan ajaran Tauhid dan bukan karena Nabi Ibrahim seorang musyrik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebagai Muslim, saya tentu boleh merasa heran, dan penuh Tanda Tanya, mengapa dalam film “?” -- yang diproduksi dan digarap seorang yang beragama Islam --  soal ganti agama, soal keluar dari Islam,  soal pergantian mukmin menjadi kafir, dianggap perkara kecil dan remeh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, para pemikir ateis, seperti Karl Marx, Friedrich Nietzsche, Sigmund Freud, Jean Paul Sartre dan sejenisnya, terkenal dengan gagasan-gagasan yang memandang agama dan Tuhan sudah tidak diperlukan lagi di era zaman modern ini.  Mereka beramai-ramai mempermainkan Tuhan. Jean-Paul Sartre (1905-1980) menyatakan: “even if God existed, it will still necessary to reject him, since the idea of God negates our freedom.” (Karem Armstrong, History of God, 1993). Thomas J. Altizer,   dalam “The Gospel of Christian Atheism” (1966) menyatakan: “Only by accepting and even willing the death of God in our experience can we be liberated from slavery…” (Karen Armstrong, History of God)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friedrich Nietzsche, dalam karyanya, Also Sprach Zarathustra, mengungkap gagasan bahwa “Tuhan sudah mati”. Karena Tuhan sudah mati, dan tidak diperlukan lagi, Nietzsche berpendapat, “Kepercayaan adalah musuh yang lebih berbahaya bagi kebenaran, dibanding kebohongam.”  Nietzsche ingin bebas dari segala aturan moral, ingin bebas dari Tuhan. Ujungnya, pada 25 Agustus 1900, ia mati setelah menderita kelainan jiwa dan penyakit kelamin. (Lihat, B.E. Matindas, Meruntuhkan Benteng Ateisme Modern, 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika direnungkan secara serius,  Pluralisme Agama sejatinya bisa begitu dekat dengan ateisme. Ketika orang menyatakan, “semua agama benar”, sejatinya bersemayam juga satu ide  dalam dirinya, bahwa “semua agama salah”.  Sebab, “Tuhan” (God), yang dipersepsikan kaum Pluralis adalah Tuhan yang abstrak. Tuhan kaum Pluralis adalah Tuhan dalam angan-angan, yang boleh diberi nama siapa saja, diberi sifat apa saja, dan cara menyembahnya pun  boleh suka-suka. Kapan suka disembah, kapan-kapan tidak suka, bisa diganti dengan Tuhan lain. Cara menyembah Tuhan, menurut mereka, juga sesuka selera manusia. Bosan dengan cara satu, bisa diganti dengan cara lain. Sebab, dalam konsep mereka, tidak ada satu cara yang pasti benar dalam ibadah, sesuai petunjuk seorang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan dalam Islam mengharamkan babi. Pada saat yang sama, Tuhan dalam agama Kristen menghalalkan babi.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan,  dalam agama Bhairawa Tantra,  memerintahkan agar menyembelih wanita dan darahnya kemudian diminum bersama-sama. Tuhan dalam agama Children of God menganjurkan seks bebas, sebagai wujud rasa kasih sayang antar-sesama manusia.  Kini, di daratan Amerika dan Eropa bermunculan gereja-gereja nudis. Baik pendeta maupun jemaatnya, semuanya telanjang bulat saat melakukan kebaktian.  Jika semua jenis “Tuhan” itu diangga sama saja, maka “Tuhan” yang mana yang disembah kaum Pluralis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, saat  seorang yang mengaku Pluralis  berkata, “Semua agama menyembah Tuhan yang sama”,  maka secara hakiki, dia telah berdiri di luar Islam.  Sebab, dia tidak lagi menuhankan Allah.  “Tuhan”, baginya, bisa siapa saja, berupa apa saja, dan berwujud apa saja. Bisa disebut Yehweh, bisa Allah, bisa Yesus, bisa Brahmin, dan bisa juga Iblis!  Yang penting dikatakan “Tuhan”, yang penting God!  Padahal, seorang Muslim sudah mengikrarkan syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun menyebut Tuhan mereka dengan “Allah”, tetapi  kaum Quraisy ketika itu dikatakan sebagai “musyrik”,  sebab mereka menyekutukan Allah dengan Tuhan-tuhan lain.  Allah hanyalah salah satu dari Tuhan-tuhan mereka; bukan Tuhan satu-satunya. Sebutan bisa sama, yakni “Allah”, tetapi konsepnya  berbeda-beda.  Sebagian  besar kaum Kristen di Indonesia menyebut juga Tuhan mereka dengan sebutan “Allah”, tetapi konsepnya berbeda dengan “Allah” dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan aliran  “Darmogandul” di Tanah Jawa, yang mengartikan Allah dengan “ala” (bahasa Jawa, artinya jelek). Dalam salah satu  bait Pangkur-nya, Kitab Darmogandul,  menyatakan: “Akan tetapi bangsa Islam, jika diperlakukan dengan baik, mereka membalas jahat. Ini adalah sesuai dengan zikir mereka. Mereka menyebut nama Allah, memang Ala (jahat) hati orang Islam. Mereka halus dalam lahirnya saja, dalam hakekatnya mereka itu terasa pahit dan masin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Tuhan yang mana yang disembah kaum Pluralis?  Jika Tuhan apa pun sama saja, lalu apa artinya Tuhan bagi mereka?  Ujung-ujungnya bisa jadi: Tuhan tidak penting! Sebab, dalam pandangan kaum ini, Tuhan yang sejati (Allah), atau manusia, atau setan dianggap sama saja. Semua bisa menjadi Tuhan dan dituhankan. Ujung-ujungnya, Tuhan dianggap tidak penting. Bandingkan dengan sosok Sigmund Freud, psikolog dan salah satu perintis ateisme modern, yang berteori bahwa “Bertuhan, hanyalah wujud gejala penyakit jiwa infantilisme (penyakit kekanak-kanakan). (B.E. Matindas, ibid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakjelasan posisi teologis kaum Pluralis Agama, digambarkan oleh Dr. Stevri Lumintang, seorang pendeta Kristen di Malang,  dalam bukunya, Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicatat dalam ilustrasi sampul buku ini, bahwa Teologi Abu-Abu adalah posisi teologi kaum pluralis ; bahwa teologi ini sedang meracuni, baik agama Kristen, maupun semua agama, dengan cara mencabut dan membuang semua unsur-unsur absolut yang diklaim oleh masing-masing agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan dalam buku ini: ‘’Inti Teologi Abu-Abu (Pluralisme) merupakan penyangkalan terhadap intisari atau jatidiri semua agama yang ada. Karena, perjuangan mereka membangun Teologi Abu-Abu atau teologi agama-agama, harus dimulai dari usaha untuk menghancurkan batu sandungan yang menghalangi perwujudan teologi mereka. Batu sandungan utama yang harus mereka hancurkan atau paling tidak yang harus digulingkan ialah klaim kabsolutan dan kefinalitas(an) kebenaran yang ada di masing-masing agama.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok lain yang secara dominan ditampilkan dalam   Film “?” adalah seorang bernama Surya. Ia  seorang laki-laki Muslim, berprofesi sebagai aktor figuran.  Dia berteman dengan Rika. Karena miskin, ia terusir dari rumah kosnya. Lihatlah, dalam film ini, Ibu Kos yang “bakhil” itu ditampilkan dalam sosok berjilbab, dan mengajari anak Rika agar membaca buku-buku Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surya  memuji-muji Rika telah melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Mereka berkawan akrab. Surya ditampilkan sebagai sosok yang polos, kocak dan naif.  Untuk uang, dan mungkin untuk mempertontonkan fenomena “kerukunan umat beragama”,  Surya menerima tawaran Rika agar berperan sebagai Yesus. Ia rela beradegan – seolah-olah -- dipaku di tiang salib di sebuah Gereja Katolik saat perayaan Paskah. Pada kali lain, ia berperan sebagai Santa Claus. Sebagian jemaat Gereja sempat memprotes sosok Yesus diperankan seorang Muslim. Terjadi perdebatan. Muncul Pastor yang menyetujui penunjukan Surya sebagai tokoh Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Rika, tampaknya sosok Surya ditampilkan sebagai representasi fenomena toleransi dan “kerukunan”.   Setelah merelakan dirinya berperan sebagai Yesus, Surya kembali ke masjid membaca surat al-Ikhlas, sebuah surat dalam al-Quran yang menegaskan kemurnian Tauhid. “Katakan, Allah itu satu. Allah tempat meminta. Allah tidak beranak dan diperanakkan. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya.” Allah itu satu! Allah tidak punya anak!  Ini gambaran dalam Film “?” karya Hanung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, surat al-Ikhlas seperti mengoreksi doktrin pokok dalam agama Kristen, yang dirumuskan sekitar 300 tahun sebelumnya, di Konsili Nicea (325 M), sebagaimana disebutkan dalam Nicene Creed:  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami percaya pada satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta segala yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dan pada satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah, Putra Tunggal yang dikandung dari Allah, yang berasal dari hakikat Bapa, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah Benar, dilahirkan tetapi tidak diciptakan, sehakikat dengan Bapa…” (Norman P. Tanner, Konsili-konsili Gereja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, al-Quran sudah menjelaskan: “Dan ingatlah ketika Isa Ibn Maryam berkata, wahai Bani Israil sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan apa yang ada padaku, yaitu Taurat, dan menyampaikan kabar gembira akan datangnya seorang Rasul yang bernama Ahmad (Muhammad).” (QS 61:6). Dalam al-Quran, ada cerita Lukmanul Hakim yang menesehati anaknya: “Syirik adalah kezaliman besar.” (QS 31:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratus tahun, sejak kelahirannya, Islam membuktikan sebagai agama yang sangat toleran. Sejak awal, Islam mengakui dan menghargai perbedaan, tanpa harus kehilangan keyakinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Nabi Muhammad s.a.w. diutus, di wilayah Timur  Tengah, sudah eksis pemeluk Yahudi, Kristen, dan kaum musyrik Arab. Nabi Muhammad  s.a.w. mengajak mereka untuk memeluk Islam, mengakui Allah satu-satunya Tuhan dan dirinya adalah utusan Allah.  Nabi tidak menyatakan, “Semua agama sama-sama jalan yang sah menuju Tuhan!”   Bahkan, ada perintah al-Quran dalam surat al-Kafirun (109): “Katakan, hai orang-orang kafir, aku tidak menyembah apa yang kamu sembah! Dan tidak pula kamu menyembah apa yang aku sembah! Dan aku bukanlah penyembah sebagaimana kamu menyembah! Dan kamu bukanlah pula penyembah sebagaimana aku menyembah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tafsirnya, Al-Azhar, Prof. Hamka menjelaskan, asbabun nuzul surat al-Kafirun ini berkaitan dengan tawaran damai empat tokoh kafir Quraisy yang resah dengan dakwah Tauhid Nabi Muhammad saw. Mereka adalah al-Walid bin al-Mughirah, al-Ash bin Wail, al-Aswad bin al-Muthalib dan Umaiyah bin Khalaf. Mereka mengajukan usulan: “Ya Muhammad! Mari kita berdamai. Kami bersedia menyembah apa yang engkau sembah, tetapi engkau pun hendaknya bersedia pula menyembah yang kami sembah….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buya Hamka mencatat:  “Soal akidah, di antara Tauhid Mengesakan Allah, sekali-kali tidaklah dapat dikompromikan atau dicampur-adukkan dengan syirik. Tauhid kalau telah didamaikan dengan syirik, artinya ialah kemenangan syirik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Buya Hamka menjelaskan: “Surat ini memberi pedoman yang tegas bagi kita pengikut Nabi Muhammad bahwasanya akidah tidaklah dapat diperdamaikan. Tauhid dan syirik tak dapat dipertemukan. Kalau yang haq hendak dipersatukan dengan yang batil, maka yang batil jualah yang menang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah paparan Buya Hamka, ulama terkenal dan salah satu Pahlawan Nasional di Indonesia.  Kita bisa menyimpulkan, jika ada yang menyatakan, bahwa  “semua agama adalah jalan kebenaran”,  saat itu dikepalanya telah hilang  konsep iman dan kufur, konsep tauhid dan syirik. Baginya, tiada  penting lagi, apakah seorang bertauhid atau musyrik; tak perlu dipersoalkan makan babi atau ayam, minum khamr  atau jus kurma; tidak penting lagi berjilbab atau telanjang;  tiada beda antara nikah atau zina; yang penting – katanya – adalah mengasihi sesama manusia.  Saat itu, sejatinya, agama-agama sudah tidak ada; sudah diganti dengan SATU AGAMA: “agama global”, “agama universal”, “agama kemanusiaan”, atau “agama cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan global antar-sesama tanpa memandang agama menjadi misi terpenting dari kelompok lintas-agama semacam Theosofi dan Freemason.  Ketua Theosofische Vereeniging Hindia Belanda, D. Van Hinloopen Labberton pada majalah Teosofi bulan Desember 1912 menulis:  "Kemajuan manusia itu dengan atau tidak dengan agama? Saya kira bila beragama tanpa alasan, dan bila beragama tidak dengan pengetahuan agama yang sejati, mustahil bisa maju batinnya. Tidak usah peduli agama apa yang dianutnya. Sebab yang disebut agama itu sifatnya: cinta pada sesama, ringan memberi pertolongan, dan sopan budinya. Jadi yang disebut agama yang sejati itu bukannya perkara lahir, tetapi perkara dalam hati, batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah yang dituju oleh Film “?” Jangan menuduh! Silakan dicermati dan direnungkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada sosok lain yang diidolakan dalam film “?”. Namanya, Menuk.  Dia seorang muslimah, berjilbab pula.  Menuk bekerja di sebuah retoran China.  Bermacam makanan dijual di sana, termasuk  babi.  Dengan mencolok kepala babi ditampilkan. Kata si empunya restoran, bahan babi dan bahan lain dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuk diterima bekerja dengan baik di restoran ini.  Ia diberi kebebasan ibadah. Dalam salah satu segmen, ditayangkan Menuk sedang shalat, disampingnya Nyonya pemilik restoran juga sedang bersembahyang sesuai dengan agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dari pemunculan sosok Menuk ini cukup jelas:  inilah contoh toleransi! Muslimah berjilbab rela bekerja di sebuah restoran yang menjual babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, di akhir cerita, anak pemilik restoran bersedia memeluk Islam. Ini tentu baik, dalam perspektif  Islam. Tetapi, apakah perlu harus melalui proses bekerja di sebuah restoran yang menjual babi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan baik tidak boleh menghalalkan segala cara. Tujuan memberi nafkah keluarga adalah baik. Tetapi, cara yang ditempuh pun harus baik. Banyak muslimah yang gigih membantu ekonomi keluarganya dengan bekerja keras dalam berbagai bidang profesi, dan juga toleran dengan yang lain. Tapi, apakah Menuk sosok Muslimah yang ideal untuk ditampilkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, Film “?” karya Hanung Bramantyo ini membawa pesan besar yang terlalu jelas: agama apa saja, sebenarnya sama saja! Agama-agama dipandang sebagai jalan setapak menuju Tuhan yang sama.  Juga, agama-agama dianggap barang remeh; laksana baju, agama boleh ditukar dan -- kalau perlu -- dibuang kapan saja!  Katanya, demi kerukunan, demi toleransi, dan demi perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirul kalam, di era globalisasi dan kebebasan informasi, saat kemusyrikan dan kemurtadan ditampilkan dalam wujud  yang menawan dan menghibur,  ada baiknya kita merenungkan satu ayat al-Quran: "Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan setan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lainnya perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu." (QS 6:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: “Bersegaralah mengerjakan amal shalih, (sebab) akan datang banyak fitnah laksana malam yang gelap gulita. Pada pagi hari, seseorang berada dalam keadaan mukmin, tetapi sore harinya menjadi kafir. (Atau) sore harinya dia mukmin, pagi harinya menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan harta-benda dunia.” (HR Muslim). Wallahu a’lam bil-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Tulisan Dr. Adian Husaini, INSISTNET.COM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8139125920935635340?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8139125920935635340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/untuk-kesekian-kalinya-ghazwul-fikri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8139125920935635340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8139125920935635340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/untuk-kesekian-kalinya-ghazwul-fikri.html' title='UNTUK KESEKIAN KALINYA: GHAZWUL FIKRI LEWAT FILM TANDATANYA'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3227476968251625599</id><published>2011-04-10T20:55:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T20:56:24.885-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PERBAIKI CARA KITA BERKOMUNIKASI</title><content type='html'>Berkomunikasi adalah hal yang sangat penting bagi setiap kesuksesan. Pertanyaannya, apa elemen-elemen kesuksesan berkomunikasi itu? Setidaknya ada 5 elemen penting dalam manajemen komunikasi: Complete, Concise, Consideration, Clarity, dan Courtesy.&lt;br /&gt;Complete. Sebaiknya dalam berkomunikasi kita selalu mampu menyuguhkan gagasan secara lengkap dan koheren; tidak parsial atau sepotong-potong. Elemen ini mengindikasikan bahwa kesempurnaan komunikasi yang kita bangun hanya bisa dicapai jika kita menyampaikannya dengan lengkap, dan tidak sepotong-potong. Mari kita ingat, berapa kali kita mengalami mis-komunikasi hanya gara-gara kita tidak menyampaikan informasi kepada rekan kerja atau kepada bos, dengan lengkap.&lt;br /&gt;Concise. Ringkas dan padat. Tidak bertele-tele. Kita harus selalu bisa menyampaikan esensi gagasan dengan ringkas namun padat. Audiens senang karena dengan demikian mereka mudah mencernanya, dan tidak bosan mendengar kalimat yang bertele-tele. Kita sama. Kita akan senang kalau mendengar orang lain menyampaikan gagasannya dengan ringkas dan jelas. Sayang, dimana-mana kita melihat orang acap melupakan elemen penting ini. Banyak orang bicara dengan boros, tidak efisien, mengulang-ulang, bertele-tele, dan membosankan lagi. &lt;br /&gt;Consideration. Consideration means that you prepare every message with the recipient in mind and try to put yourself in his or her place. Ketahui apa yang ada dibenak audience. Apa yang mereka butuhkan, dan apa yang mereka dambakan. Ketika kita membangun komunikasi, kita semestinya selalu berusaha memahami apa kebutuhan orang lain – dan bukan melulu minta dipahami. Selalu membangun empati pada apa yang dirasakan oleh mitra bicara kita dan mau mendengarkan isi hati orang lain.&lt;br /&gt;Clarity. Demonstrasikan kata dan rajut kalimat dengan penuh presisi. Artikulasikan gagasan kita dengan jelas dan mengalir. Sebisa mungkin ekspresikan setiap jejak gagasan dan keinginan kita dengan penuh kejelasan. Dengan itu, sebuah relasi yang produktif mungkin bisa kita pahat dengan penuh keberhasilan.&lt;br /&gt;Courtesy. Santun. Persuasif. Menumbuhkan respek. Tawarkan gagasan dengan santun dan elegan. Susun alunan kalimat yang membasahi bibir kita dengan persuasif dan penuh respek. Selalu berbicara dengan santun (tidak kasar), persuasif (tidak memaksa), dan menumbuhkan respek (dan bukan merendahkan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3227476968251625599?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3227476968251625599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/perbaiki-cara-kita-berkomunikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3227476968251625599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3227476968251625599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/perbaiki-cara-kita-berkomunikasi.html' title='PERBAIKI CARA KITA BERKOMUNIKASI'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-7836262008265351375</id><published>2011-04-10T20:35:00.000-07:00</published><updated>2011-04-10T20:36:16.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>MENAJAMKAN KECERDASAN SOSIAL MELALUI "SPACE"</title><content type='html'>Kecerdasan sosial (atau social intelligence) kini tampaknya kian menduduki peran yang amat penting ketika kita hendak membangun sebuah relasi yang produktif nan harmonis. Relasi kita dengan kerabat, dengan tetangga, dengan rekan kerja atau juga dengan atasan mungkin bisa berjalan dengan lebih asyik kalau saja kita mampu mendemonstrasikan sejumlah elemen penting dalam kecerdasan sosial.&lt;br /&gt;Secara garis besar, Albrecht menyebut adanya lima elemen kunci yang bisa mengasah kecerdasan sosial kita, yang ia singkat menjadi kata SPACE. &lt;br /&gt;Kata S merujuk pada kata situational awareness (kesadaran situasional). Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang lain. Orang yang tanpa rasa dosa mengeluarkan gas di lift yang penuh sesak itu pastilah bukan tipe orang yang paham akan makna kesadaran situasional. Demikian juga orang yang merokok di ruang ber AC, di BUS ekonomi yang penuh sesak atau yang merokok di ruang terbuka dan menghembuskan asap secara serampangan pada semua orang disekitarnya.&lt;br /&gt;Elemen yang kedua adalah presense (atau kemampuan membawa diri). Bagaimana etika penampilan Anda, tutur kata dan sapa yang Anda bentangkan, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya. Anda mungkin bisa mengingat siapa rekan atau atasan Anda yang memiliki kualitas presense yang baik dan mana yang buruk.&lt;br /&gt;Elemen yang ketiga adalah authenticity (autensitas) atau sinyal dari perilaku kita yang akan membuat orang lain menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya (trusted), jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan sejumput ketulusan. Elemen ini amat penting sebab hanya dengan aspek inilah kita bisa membentangkan berjejak relasi yang mulia nan bermartabat.&lt;br /&gt;Elemen yang keempat adalah clarity (kejelasan). Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita dibekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide kita secara renyah nan persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Acap kita memiliki gagasan yang baik, namun gagal mengkomunikasikannya secara cantik sehingga atasan atau rekan kerja kita ndak berhasil diyakinkan. Kecerdasan sosial yang produktif barangkali memang hanya akan bisa dibangun dengan indah manakala kita mampu mengartikulasikan segenap pemikiran kita dengan penuh kejernihan dan kebeningan.&lt;br /&gt;Elemen yang terakhir adalah empathy (atau empati). Aspek ini merujuk pada sejauh mana kita bisa berempati pada pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana kita memiliki ketrampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain. Kita barangkali akan bisa merajut sebuah jalinan relasi yang guyub dan meaningful kalau saja kita semua selalu dibekali dengan rasa empati yang kuat  terhadap sesama rekan kita.&lt;br /&gt;Demikianlah lima elemen kunci yang menurut Karl Albrecht merupakan aspek penting yang layak diperhatikan untuk bisa menenun bingkai kecerdasan emosional secara optimal. Tentu saja kita harus selalu menyempurnakan diri dalam kelima dimensi penting ini, supaya kita semua juga bisa menjadi pribadi-pribadi yang cerdas secara sosial.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-7836262008265351375?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/7836262008265351375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/menajamkan-kecerdasan-sosial-melalui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7836262008265351375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7836262008265351375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/menajamkan-kecerdasan-sosial-melalui.html' title='MENAJAMKAN KECERDASAN SOSIAL MELALUI &quot;SPACE&quot;'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3139737324892448941</id><published>2011-04-07T01:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T01:48:58.472-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>REPUBLIK TAWURAN: FAILED STATE, INDONESIA</title><content type='html'>Agaknya Indonesia sekarang tergolong failed state, negara gagal. Apa pula itu? Think-tank (tangki pemikir) dari Amerika Serikat, Fund for Peace, setiap tahun sejak 2005 menyusun dan mempublikasikan daftar negara gagal (Failed States Index).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Failed States, menurut lembaga itu, memiliki 12 kriteria menyangkut masalah politik, ekonomi, dan sosial. Tapi yang terpenting: pemerintah pusat begitu lemah sehingga tak memiliki kontrol yang efektif atas teritorialnya, pelayanan publik terbengkalai, tindak kriminal dan korupsi menyebar luas, terjadi pengungsian atau perpindahan penduduk tanpa dikehendaki, dan perekonomian merosot tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kriteria seperti itu, Fund for Peace memasukkan Indonesia dalam skala warning (peringatan) atau persisnya di peringkat 61. Artinya, masih ada 60 negara lebih jelek dari Indonesia, walau yang lebih bagus jauh lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya posisi Indonesia tertolong karena perekonomiannya sekarang tak sedang merosot tajam, seperti dimaksudkan dalam kriteria. Peringkat pertama sebagai negara gagal adalah Somalia, disusul Chad, Sudan, Zimbabwe, Congo, Afghanistan, dan Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis terkenal, profesor bahasa dan filsafat dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Noam Chomsky, pada 2006 menulis buku berjudul Failed States, mengungkap kesewenang-wenangan negara super-power Amerika Serikat, terutama ketika menyerbu Afghanistan dan Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai alasan dipakai negara adi-daya itu untuk campur tangan ke negara lain. Belakangan, setelah serangan teroris 11 September 2001, yang dianggap mengancam keamanan Amerika Serikat adalah negara gagal (failed states). Dalam konsep ini termasuk negara seperti Iraq yang diduga mengancam Amerika Serikat dengan senjata pemusnah massal (kelak terbukti tak pernah ada) dan terorisme internasional (yang sesungguhnya tumbuh sebagai akibat pendudukan pasukan Amerika atas negeri itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam interpretasi yang lebih ketat, failed states diidentifikasikan dengan kegagalan memberikan keamanan bagi penduduknya, kegagalan menjamin hak-hak di dalam dan luar negeri atau memelihara berfungsinya institusi demokrasi (Noam Chomsky dalam Failed States, The Abuse Of Power And The Assault On Democracy. Hamish Hamilton, Great Britain, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya semua yang dimaksudkan sudah terjadi di negeri ini. Presiden SBY hanya bisa berpidato atau berwacana bahwa negara tak boleh kalah oleh kekerasan. Tapi perkelahian dua kelompok pemuda di Jalan Ampera Jakarta Selatan, 29 September lalu, menunjukkan pemerintah gagal memberikan keamanan kepada penduduk. Bahwa terbukti dengan konkret preman amat berkuasa di negara ini. Ada yang mengatakan Indonesia sekarang dalam kondisi darurat preman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya, hari itu dua kelompok pemuda terlibat tembak-menembak di jalan raya dengan menggunakan sejumlah pistol, tawuran dengan pedang, tombak, parang, kapak dan pentungan, tak ketinggalan hujan batu. Peristiwa itu terjadi di siang bolong, disaksikan polisi dan wartawan dengan kameranya, dan disiarkan televisi ke seluruh negeri. Tubuh-tubuh yang tergeletak di tengah jalan terluka parah dengan darah berceceran jadi sasaran empuk kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi? Ratusan polisi ada di tempat itu. Tapi mereka tak mampu mencegah orang berkejaran dengan pedang dan golok terhunus, bahkan menembak-nembakkan pistol. Adegan-adegan yang terjadi di siang bolong itu sungguh belum pernah terjadi di dunia mana pun. Agaknya itu hanya bisa ditemukan dalam imajinasi para penulis skenario Hollywood untuk film wildwest yang dibintangi John Wayne atau semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang geng dan kartel narkoba di Meksiko atau Colombia memang mengerikan dengan korban amat besar. Tapi perang dan tembak-menembak itu tak terjadi di siang bolong secara terbuka disaksikan kamera wartawan televisi dan polisi, sebagaimana terjadi di Jalan Ampera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya polisi tak mampu mencegah perkelahian karena jumlah personal dan persenjataannya tak memadai. Dari sini muncul tuduhan bahwa intelijen polisi kebobolan dalam meramalkan apa yang akan terjadi di Jalan Ampera, di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sementara menunggu bantuan polisi, korban pun berjatuhan, bergelimpangan dan berdarah-darah, bergeletakan di jalan raya. Tercatat pada hari itu tiga orang meninggal dunia, 12 orang terluka, 3 di antaranya polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertempuran’’ di Jalan Ampera itu merupakan ekor perseteruan dua kelompok pemuda di klub malam Blowfish, Plaza City Senayan, Jakarta, 3 April lalu, yang konon disebabkan perebutan lahan pengamanan. Akibatnya, seorang pemuda meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka. Peristiwa ini menyebabkan 4 pemuda diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tawuran besar tadi meletus pada sidang pengadilan kedua, ketika dua kelompok yang bertikai saling mengerahkan anggotanya ke pengadilan. Mestinya apa yang terjadi sudah bisa diantisipasi polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang Koruptif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sesungguhnya ‘’pertempuran’’ Jalan Ampera hanya salah satu yang paling seru. Di mana-mana selama ini peristiwa sejenis banyak terjadi. Hampir bersamaan, misalnya, di Tarakan, Kalimantan Timur, ada ‘’perang’’ antar-kelompok masyarakat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawuran dimulai 27 September lalu oleh peristiwa sepele dan baru berakhir dua hari kemudian melalui perdamaian dua kelompok, dihadiri Gubernur Kaltim dan para pejabat daerah lainnya. Peristiwa ini menyebabkan 5 nyawa melayang, sejumlah lainnya luka-luka, beberapa rumah dibakar, dan sekitar 30.000 warga mengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 4 Oktober lalu, gerombolan massa menyerbu dan melemparkan batu ke kantor polisi sektor (Polsek) Bandar Udara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Polisi mencoba menghalau demonstran dengan melepas tembakan. Itu mengakibatkan salah seorang penyerbu tewas dan lima temannya ditangkap polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, 31 Agustus lalu, di Buol, Sulawesi Tengah, 4 penduduk meninggal dunia, puluhan luka-luka setelah terjadi bentrokan dengan polisi setempat. Massa menyerbu kantor polisi karena marah atas tewasnya seorang tukang ojek di rumah tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanjung Priok, April lalu, meletus kerusuhan Koja ketika Satpol PP akan menggusur makam Mbah Priok di areal seluas 5,4 hektar milik PT Pelindo. Penduduk setempat mempertahankan makam itu yang mereka anggap keramat. Maka terjadilah tawuran antara ratusan Satpol PP dengan rakyat. Akibatnya 3 anggota Satpol PP terbunuh, ratusan luka-luka, termasuk 20-an anggota Polri. Puluhan mobil dibakar dan beberapa kantor dijarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi peristiwa mirip terjadi di pelbagai pelosok Tanah Air, terutama kerusuhan sebagai akibat ketidak-puasan atas hasil pemilihan umum kepala daerah (Pilkada). Bahkan perkelahian massal sering terjadi dalam konser musik atau pertandingan sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa semua ini terjadi? Ada banyak jawaban. Salah satu di antaranya karena hukum tak berjalan. Memang di mana-mana ada kantor polisi, kejaksaan, dan pengadilan. Tapi orang tahu bahwa kebanyakan polisi, jaksa, dan hakim, bisa dibayar. Artinya, keadilan sulit ditegakkan. Akhirnya, orang cendrung main hakim sendiri, sementara aparat hukum dan pemerintahan kehilangan wibawa. Pada saat itulah kantor polisi pun sering menjadi sasaran pelampiasan kemarahan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagalnya penegakan hukum mengancam sistem demokrasi liberal yang diterapkan di negeri ini sejak Reformasi 1998. Karena memang di mana pun sistem demokrasi hanya bisa berjalan bila hukum ditegakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran kalau Pilkada yang berlangsung di daerah selalu diikuti aksi pembagian uang kepada para pemilih. Penelitian yang dilakukan Political Research Institute for Democracy (Pride) Jakarta di Mojokerto Mei lalu, menunjukkan politik uang memang terjadi dalam Pilkada. Malah dalam penelitian lebih 60% responden menyatakan memilih calon atau kandidat yang memberikan uang kontan kepada pemilih. Program muluk-muluk tak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila penelitian itu sahih, maka sistem demokrasi yang dibangga-banggakan Presiden SBY selama ini tak ada artinya. Dan lebih parah lagi, sistem pemilihan yang mahal dan korup ini menyebabkan korupsi bertambah subur di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak? Untuk maju dalam pencalonan Bupati sekarang dibutuhkan dana untuk partai politik dan kampanye mencapai Rp 10 milyar. Untuk gubernur jumlah tadi jadi berlipat-lipat, bisa mencapai ratusan milyar rupiah. Semua itu tentu jumlah yang terlalu besar yang tak mungkin bisa dibayar dari gaji yang diterima para calon bila kelak terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang: bila terpilih bagaimana caranya bupati, gubernur, bahkan seorang presiden, mengembalikan dana kampanye yang telah dikeluarkan? Apalagi semua ini terjadi ketika hukum tak tegak dengan benar. Inilah persoalan terbesar bangsa pada saat ini: sistem politik yang kita gunakan sesungguhnya koruptif. Itu sebabnya perilaku korupsi tambah meluas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Samuel P. Huntington, ahli ilmu politik dari Harvard University yang amat terkenal dengan teori benturan antar-peradaban (clash of civilization) itu, sejak tahun 1989 telah mengeluarkan pendapat bahwa demokratisasi berhubungan dengan kemakmuran. Di negeri dengan pendapatan rakyatnya rendah, sistem demokrasi selalu terancam untuk kembali menjadi otoritarian. Kelemahan sistem itu terutama karena sulitnya pengambilan keputusan dilakukan (Samuel P.Huntington, The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century, University of Oklahoma Press, 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti thesis ini, berarti sistem demokrasi di Indonesia sebagai negara berpenghasilan rendah dengan begitu banyak penduduknya hidup dalam kemiskinan, selalu terancam untuk kembali ke sistem otoritarian. Berbagai kerusuhan yang terus terjadi di sekeliling kita sekarang mengakibatkan semakin banyak rakyat yang kehilangan kepercayaan bahwa sistem demokrasi bisa menjadikan kita lebih makmur. Kenyataannya Indonesia malah menjadi failed state.&lt;br /&gt;(Sumber: Hidayatullah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3139737324892448941?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3139737324892448941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/republik-tawuran-failed-state-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3139737324892448941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3139737324892448941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/republik-tawuran-failed-state-indonesia.html' title='REPUBLIK TAWURAN: FAILED STATE, INDONESIA'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-7395284316587029065</id><published>2011-04-07T01:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T01:46:24.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>JAVANESE HERITAGE: TRUE FACT!</title><content type='html'>Tinulis sajroning Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hantepana dadya laku ban hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miwah wanguning kadhatun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakna kalawan taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wit kang mangkana sira jeneng geguru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu habudaya Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali panuntun agama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-7395284316587029065?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/7395284316587029065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/javanese-heritage-true-fact.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7395284316587029065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7395284316587029065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/javanese-heritage-true-fact.html' title='JAVANESE HERITAGE: TRUE FACT!'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8244212932369435718</id><published>2011-04-05T18:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T18:51:28.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>Mendahulukan Kewajiban</title><content type='html'>"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS an-Nahl [16]: 97).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT di atas menggambarkan secara jelas bahwa Islam adalah ajaran yang mengutamakan dan mendahulukan pelaksanaan dan pemenuhan kewajiban. Barulah kemudian menerima dan mendapatkan haknya sebagai balasan dari amal perbuatannya tersebut. Dan, bukan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang melaksanakan kewajiban, cepat atau lambat, baik langsung maupun tidak langsung, pasti akan mendapatkan haknya. Tetapi, tidak setiap orang yang menuntut hak dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik. Allah SWT berfirman dalam ayat yang lain, yaitu QS an-Najm [53] ayat 39, "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya."&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sebagai contoh, sebuah rumah tangga akan menjadi keluarga yang bahagia manakala pasangan suami istri melaksanakan kewajibannya masing-masing dengan baik dan bukan saling menuntut hak. Alquran surah an-Nisa [4] ayat 34 menggambarkan bahwa kewajiban suami dan istri itu ada dua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kewajiban suami adalah mendidik, membimbing, mengayomi istri serta anaknya (qowwaamun), dan mencari nafkah untuk kepentingan keluarganya. Sedangkan kewajiban istri yang pertama adalah tunduk dan patuh kepada suaminya atas dasar kepatuhan dan ketundukan pada Allah SWT. Kewajiban kedua, menjaga diri dan kehormatannya serta kehormatan keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin pun memiliki kewajiban untuk berlaku adil dan berpihak kepada masyarakat dan rakyatnya sehingga masyarakat terlindungi dan tersejahterakan dengan baik. Bukan sebaliknya, hidup dengan fasilitas yang berlebih-lebihan, tetapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kepemimpinan para khalifah setelah wafatnya Rasulullah SAW dan juga Khalifah Umar bin Abdul Azis, mencerminkan bahwa mereka adalah pemimpin yang melaksanakan kewajiban secara maksimal. Mereka sama sekali tidak pernah menuntut haknya sehingga rakyatnya sangat tunduk dan patuh serta merasa bahagia dengan kepemimpinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah keinginan yang kuat dari setiap orang untuk mendapatkan jabatan, upaya menyadarkan pada tugas dan tanggung jawab jauh lebih penting daripada membicarakan fasilitas-fasilitas tertentu, yang kadang kala tidak berkaitan secara langsung dengan pelaksanaan kewajibannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, ini semuanya akan mencerahkan masyarakat bahwa jabatan itu hakikatnya adalah pemenuhan kewajiban dan bukannya penuntutan atau pemberian fasilitas semata-mata. Wallahu a'lam.  (Tulisan KH Didin Hafidzuddin, Sumber: Republika)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8244212932369435718?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8244212932369435718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/mendahulukan-kewajiban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8244212932369435718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8244212932369435718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/04/mendahulukan-kewajiban.html' title='Mendahulukan Kewajiban'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-6417667932102486719</id><published>2011-03-29T19:19:00.000-07:00</published><updated>2011-03-29T19:20:00.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PRIBADI 10M ala ARYA DIPONEGORO</title><content type='html'>1. MUDA – Tak harus berusia MUDA, namun bersemangat MUDA.&lt;br /&gt;2. MILITAN – Bersemangat layaknya pejuang, maju terus pantang mundur.&lt;br /&gt;3. MENIKAH – Menyempurnakan agama agar agamanya tidak lagi setengah, enaknya juga tak lagi setengah.&lt;br /&gt;4. MAPAN – Mapan agamanya, mapan keluarganya, mapan pendapatannya, mapan pendiriannya.&lt;br /&gt;5. MAJU – Beraksi saat ini untuk masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;6. MAKMUR – Kaya, sejahtera, semua kebutuhan terpenuhi.&lt;br /&gt;7. MASTER – Menguasai satu ilmu dgn baik drpd menguasai banyak ilmu dgn rata-rata.&lt;br /&gt;8. MANFAAT – Menyebarkan manfaat baik berupa sedekah, ilmu, doa!&lt;br /&gt;9. MILYARDER – Beraset Milyaran!&lt;br /&gt;10. MULIA – Action langitan alias memiliki ibadah yang baik.&lt;br /&gt;Masing-masing M yang ada sudah tertanam dalam diri Anda. Sekarang saatnya meng-OPTIMASI! Dream it, Design it, Do it!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-6417667932102486719?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/6417667932102486719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/pribadi-10m-ala-arya-diponegoro.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6417667932102486719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6417667932102486719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/pribadi-10m-ala-arya-diponegoro.html' title='PRIBADI 10M ala ARYA DIPONEGORO'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-1251783465542172666</id><published>2011-03-08T22:13:00.001-08:00</published><updated>2011-03-08T22:13:59.709-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>SUFYAN ATSAURI: 10 Orang Zalim Yang Kejam</title><content type='html'>1. Seseorang yang berdoa untuk dirinya sendiri dan tidak mendoakan untuk anak-anaknya dan kaum mukmin.&lt;br /&gt;2. Seseorang yang pandai membaca Al-Quran tetapi setiap hari tidak membaca seratus ayat Al-Quran (secara bertertib)&lt;br /&gt;3. Seseorang yang masuk masjid lalu keluar tanpa sembahyang dua rakaat di dalamnya.&lt;br /&gt;4. Seseorang yang berjalan melalui kuburan kemudian tidak memberi salam dan mendoakan ahli kubur.&lt;br /&gt;5. Seseorang yang sampai di sesuatu kota pada hari Jumat kemudian tidak turut serta sembahyang berjamaah.&lt;br /&gt;6. Seseorang yang daerahnya didatangi oleh seorang alim, tiba-tiba tidak mau belajar apa-apa darinya.&lt;br /&gt;7. Dua orang yang bertemu di perjalanan dan masing-masing tidak menanyakan nama kawannya itu.&lt;br /&gt;8. Seseorang yang diundang ke jamuan atau majlis tetapi tiba-tiba tidak menghadirinya.&lt;br /&gt;9. Pemuda yang tidak mempunyai apa-apa kerja tetapi tidak mau belajar ilmu dan kesopanan.&lt;br /&gt;10. Seseorang yang kenyang sedang dia tahu bahwa tetangganya lapar, tetapi tidak diberi daripada makanannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana dhalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-1251783465542172666?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/1251783465542172666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/sufyan-atsauri-10-orang-zalim-yang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1251783465542172666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1251783465542172666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/sufyan-atsauri-10-orang-zalim-yang.html' title='SUFYAN ATSAURI: 10 Orang Zalim Yang Kejam'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-1101444967867776767</id><published>2011-03-06T19:01:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T20:30:26.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PATUTKAH KITA MENERIMA BAKTI DARI ANAK</title><content type='html'>Sudah banyak kita mendengar perbincangan tentang kewajiban dan hak anak berbakti kepada kita orangtua. Namun perlu dicatat bahwa berbakti kepada orangtua tidak akan diperoleh kecuali dengan terlebih dahulu memberi perhatian kepada anak-anak kita, memberi pendidikan yang baik, dan mempersiapkan mereka menjadi manusia yang berkepribadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kaidah yang musti kita pahami sebagai orangtua, semakin baik dan lurus, semakin berminat mereka menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak sesama manusia. Dan yang paling utama adalah berbakti kepada kita, orangtua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kita dengan anak adalah hubungan timbal balik, responsif dan saling menopang. Setiap kali ada mereka merasakan perhatian kita, kasih sayang dan jerih payah demi untuk anak, maka mereka juga akan semakin berbakti, tulus dan terdorong untuk memberikan hak-haknya atas kita. Namun sebaliknya, jika mereka merasakan kekeringan kasih sayang, kurang perhatian, sibuk di luar rumah, tidak peduli dengan pendidikan mereka, maka hubungan yang akan tercipta kemudian adalah menjadi kaku dan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih menyangkut sosok ibu, ketika ia mengabaikan dan tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya menyerahkan bulat-bulat urusan itu kepada pembantu dan sekolah, sementara ia hanya memantau dari jauh dan menghabiskan waktunya di luar rumah, maka ia TIDAK PATUT mengharap kelak akan mendapatkan bakti dari anaknya. Dan tidak perlu heran apabila yang didapat kemudian adalah kedurhakaan dari anak dan kurang, bahkan tidak diperhatikan hak kita sebagai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu digarisbawahi oleh kita adalah, seseorang itu memetik apa yang ia tanam. Ada pepatah yang patut kita renungkan, “Si yatim bukanlah anak yang kedua orangtuanya berakhir dari derita hidup dengan meninggal dunia, dan meninggalkannya hidup merana. Melainkan, si yatim yang sebenarnya adalah anak yang masih mempunyai ibu tetapi menelantarkannya, atau seorang ayah yang selalu sibuk bekerja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kewajiban syari’ah kita kepada mereka yang utama adalah memberi perhatian, berusaha keras memelihara, mendidik, dan membimbingnya dengan baik. Anak adalah tanaman dan buah tanaman kita. Ibarat seorang petani, apabila ia peduli dengan tanamannya, melindunginya dari hama yang merusak dan membinasakannya, maka kelak ia akan memetik buah yang baik dan hasil panen yang bermanfaat dengan izin Allah. Dan jelas akibatnya.... anak sendiri menderita, dan kita juga menderita, bahkan membuat masyarakat di sekelilingnya ikut merasakan susahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak kita dilahirkan suci, yakni bertauhid dan memiliki fitrah yang dapat menerima kebaikan. Ibarat adonan roti yang dibentuk sekehendak kita. Juga seperti cermin yang bersih, dapat dilukis apa saja di atasnya. Jika dibentuk dengan kebaikan sejak kecil dan dididik dengan fitrah, maka kepribadian yang terbentuk adalah kepribadian yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, fitrah ini mengalami penyimpangan disebabkan oleh pengabaian dan salah pendidikan. Sebuah ungkapan bijak mengatakan, “Remaja tumbuh di sekeliling kita, dengan pertumbuhan yang dibentuk melalui pembiasaan yang dilakukan ayahnya”.&lt;br /&gt;“Hari orang-orang yang beriman, janganlah mengkhianati Allah dan Rasul dan jangan mengkhianati amanat kalian sedangkan kalian mengetahui. Ketahuilah bahwa harta benda kalian dan anak-anak kalian tidak lain adalah suatu cobaan. Sedangkan di sisi Allah ada pahala yang besar.” (8:27-28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, janganlah kita mengkhianati amanat. Anak kita adalah cobaan bagi kita. Maksudnya, merupakan penyebab untuk mempesonakan kita dan sekaligus ujian bagi kita. Mereka itu seperti nikmat Allah yang lain. Permasalahannya adalah, apakah nikmat itu membawa kita pada ketaatan dan ketakwaan kepada Allah, atau sebaliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mensyukuri nikmat anak adalah dengan bekerja keras untuk mendidik dan memeliharannya dengan sebaik-baiknya. Jika ini kita laksanakan, maka kita PATUT berharap akan memetik buah dan pahalanya. Kita akan PATUT mengalami ketenangan atas anak-anaknya bilamana ia telah mengorbankan waktu, tenaga, dan perhatian dalam membina dan mendidik mereka. Kita juga PATUT mengharap karunia dari Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut disadari bahwa keshalihan anak adalah simpanan dan kebaikan bagi orangtuanya di dunia dan akhirat. Di dunia, anak akan berterima kasih, berbakti, dan berbuat baik serta mendoakan kita selagi masih hidup maupun setelah kita meninggal dunia. Sedangkan di akhirat, kita diangkat kedudukannya dan ditambah derajatnya sebagaimana dalam QS.13:23 dan 52:21, hidup bersama dalam Surga ‘Adn bersama orang-orang yang dicintai: kita dan mereka yang layak masuk surga orang beriman, agara pandangan mata menjadi sejuk sehingga derajat yang rendah diangkat ke derajat yang tinggi, sebagai pemberian karunia dari Allah tanpa mengurangi derajat orang-orang yang berderajat tinggi dari derajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita menjadi seorang bapak atau ibu yang sebenar-benarnya. Semakin mulia kebaikan yang akan kita peroleh, maka akan semakin mendaki berliku jalan yang akan kita lalui. Maka, berbekallah. Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. Wallahu a’lam. (Ba’da shubuh. Disarikan dari tulisan Syekh Abdul Aziz Fauzan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-1101444967867776767?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/1101444967867776767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/anak-itu-amanat-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1101444967867776767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1101444967867776767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/anak-itu-amanat-kita.html' title='PATUTKAH KITA MENERIMA BAKTI DARI ANAK'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-2979361286357707241</id><published>2011-03-03T22:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T23:00:50.295-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Milyarder'/><title type='text'>MENJADI KARYAWAN ATAU USAHAWAN?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.tdwclub.com/wp-content/uploads/2011/02/tips-menjadi-karyawan-teladan.jpg"&gt;&lt;img class="aligncenter size-full wp-image-8430" title="tips menjadi karyawan teladan" src="http://www.tdwclub.com/wp-content/uploads/2011/02/tips-menjadi-karyawan-teladan.jpg" alt="tips menjadi karyawan teladan" width="300" height="300"  /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jika Anda ingin menjadi&lt;a title="5 Cara Menjadi Karyawan Yang Dahsyat di Dunia Kerja" href="http://www.tdwclub.com/life/5-cara-menjadi-karyawan-yang-dahsyat-di-dunia-kerja/" target="_blank"&gt; &lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a title="5 Cara Menjadi Karyawan Yang Dahsyat di Dunia Kerja" href="http://www.tdwclub.com/life/5-cara-menjadi-karyawan-yang-dahsyat-di-dunia-kerja/" target="_blank"&gt;“the best staff of the month” &lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;memang sekarang ini peran wanita karir di dunia kerja semakin berkembang pesat dan mereka lebih besar mempunyai kesempatan untuk mendapatkan karir yang cemerlang. Namun mereka tetap saja seorang wanita yang selalu dianggap lemah oleh kaum pria, sehingga ini menghambat, tapi saya punya 5 cara sukses agar Anda sukses dalam karir didunia kerja, sbb:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Ikut berpartisipasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;Jika Anda ingin berkarir dan dikenal oleh jajaran dewan direksi. Jangan ragu untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek penting perusahaan. Jika Anda aktif dalam pekerjaan, maka Anda akan lebih dikenal dan dipandang oleh rekan kerja lainnya. Sehingga kesempatan Anda untuk ikut proyek lainnya semakin besar, karena mereka sudah mengenal Anda dan mengetahui kinerja Anda.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Pantang menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;Kegagalan serta kemunduran prestasi dalam dunia kerja banyak Anda dan saya alami, namun semua itu merupakan hal yang wajar karena dunia selalu berputar ada saatnya Anda dibawah dan diatas. Maka jangan pernah putus asa karena hal itu. Jadikan kegagalan sebagai tantangan untuk kesuksesan dan terus gali potensi diri. Karena tidak ada kata gagal yang ada hanya sukses atau belajar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Amati, tiruh, modifikasi dari senior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;Pilihlah seorang expert di bidang kerja Anda yang bisa dijadikan contoh dan Anda tiru dia. Cari tahu tentang tantangan untuk mencapai keberhasilan dari pengalaman mereka, dengan begitu Anda akan mendapatkan pencerahan dan pembelajaraan darinya. Karena mereka sudah mengalami apa yang Anda akan alami sehingga Anda bisa meniruh solusinya saat menemui masalah yang sama dengannya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Berpendapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;Berani mengutarakan suatu ide atau kritik untuk kantor yang lebih baik dan sukses. Jangan takut Anda tidak didengar oleh semua rekan saat rapat akbar perusahaan. Memang jika Anda baru karyawan dan masih muda tidak berpengalaman, banyak yang memandang setengah mata. Untuk itu caranya Anda berikan pendapat Anda, berikan contoh kasus yang pernah ada, Anda berikan jalan keluarnya, serta Anda berikan alasannya, dan apa untungnya untuk perusahaan jika pendapat Anda dipraktekan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Percaya diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;Anda harus merasa nyaman dengan diri Anda sendiri dan terus mengembangkan keahlian Anda, dengan memiliki sikap percaya dirir, Anda akan lebih siap untuk menerima tantangan kerja. Sehingga membuat kesan pemimpin yang tegas dalam diri walau Anda seorang wanita sekalipun&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br class="spacer_" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;AKPC_IDS += "8428,";&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Artikel &lt;a href="http://www.tdwclub.com/life/5-cara-menjadi-karyawan-yang-dahsyat-di-dunia-kerja/"&gt;5 Cara Menjadi Karyawan Yang Dahsyat di Dunia Kerja&lt;/a&gt; ini dipersembahkan oleh &lt;a href="http://www.TDWClub.com" title="TDWClub"&gt;TDWClub.com&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-2979361286357707241?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/2979361286357707241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/menjadi-karyawan-atau-usahawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2979361286357707241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2979361286357707241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/menjadi-karyawan-atau-usahawan.html' title='MENJADI KARYAWAN ATAU USAHAWAN?'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-354441961326788845</id><published>2011-03-03T00:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-03T00:30:11.987-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Milyarder'/><title type='text'>HARAMNYA MENIMBUN BARANG DAGANGAN</title><content type='html'>Harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang akhir tahun. Lonjakan harga itu juga termasuk pada beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat mengeluhkan melambungnya harga itu. Pengamat bahkan menduga terjadi penimbunan oleh pedagang. Tujuannya tentu untuk mengeruk keuntungan berlimpah. Bagaimana Islam merespons penimbunan barang dagangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Al-Qaradhawi dalam Fatwa Fatwa Kontemporer, menegaskan, jangan menimbun barang dagangan ketika masyarakat sangat membutuhkannya, dengan tujuan memperoleh laba berlimpah. Sebab, itu merupakan perbuatan yang haram. Larangan ini mencakup semua barang dagangan. Tak hanya bahan-bahan pokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengutip hadis Rasulullah men dukung argumennya. "Tidak akan menimbun kecuali orang yang berbuat dosa," demikian hadis yang diriwayatkan Muslim dan Abu Daud. Predikat khathi'un atau orang yang berbuat dosa, jangan dianggap perkara sepele. Allah SWT menyebut Fir'aun dan Hamman serta tentaranya dengan sebutan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qashash ayat 8, Allah mengatakan bahwa sesungguhnya Fir'aun dan Hamman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. Pandangan yang sama juga disampaikan Sayyid Sabiq yang tertuang dalam bukunya Fiqih Sunnah. Ia beralasan, menimbun dilandasi sifat tamak dan akhlak rendah serta merugikan kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah melalui hadis yang diriwayatkan Ahmad Hakim, Ibnu Abi Syaibah, dan Al-Bazzaz, mengungkapkan, orang yang menimbun barang pangan selama 40 hari maka telah lepas dari Allah dan Allah telah berlepas dari orang tersebut.&lt;br /&gt;Julukan bagi penimbun selain orang berdosa adalah sejelek-jeleknya orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kitabnya, Jami, Razin menggambarkan perkataan Rasulullah mengenai para penimbun barang. Sejelek-jelek hamba adalah penimbun barang. Jika mereka mendengar barang maka tak akan senang. Sebaliknya, saat harga barang menjadi mahal maka kegembiraan menyelimuti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sayyid Sabiq, sejumlah ahli fikih menetapkan batasan kapan penimbunan barang dinyatakan haram. Ada sejumlah kategori, yaitu pertama, barang yang ditimbun lebih dari yang dibutuhkan untuk kebutuhan setahun penuh.&lt;br /&gt;Seseorang diizinkan menimbun nafkah pangan bagi diri dan keluarganya selama satu tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemilik barang yang ditimbun menunggu terjadinya kenaikan harga barang. Maka itu, ia menjual barang tersebut dengan harga lebih tinggi. Ia mendapatkan keuntungan sangat tinggi.&lt;br /&gt;Dan ketiga, penimbunan dilakukan pada saat masyarakat sangat membutuhkan barang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, makanan, pakaian, dan barang lain yang sangat dibutuhkan. Menurut Sayyid Sabiq, jika barang-barang yang ada pada para pedagang itu tak dibutuhkan masyarakat maka bukan dianggap sebagai penimbunan. Dengan alasan, tak membuat kesulitan bagi publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang juga diingatkan untuk menyempurnakan takaran barang yang dijualnya. "Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil." Demikian Allah SWT menyatakan dalam Al-An'am ayat 152. Di surah lainnya, yaitu Al-Israa ayat 35, dan surah Al-Muthaffifin [83] ayat 1-3, juga menegaskan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat tersebut, para pedagang dituntut untuk menyempurnakan takaran dan menimbang dengan neraca yang benar. Hal itulah yang lebih utama dan lebih baik akibatnya. Allah pun melarang para pedagang mempermainkan dan berbuat curang ketika menakar dan menimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menganjurkan pedagang melebihkan jumlah timbangan. Suwaid bin Qais, dalam riwayatnya mengatakan, ia dan Makhrafah Al-Abadi pernah mendatangkan beberapa pakaian dari tanah Hajar ke Makkah. Rasulullah melintas dan keduanya menawarkan sebuah celana. Rasulullah pun membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, ada seseorang yang sedang menimbang barang, kemudian Muhammad SAW mengatakan, "Timbanglah dan lebihkan." Hadis ini diriwayatkan oleh Turmuzi, An Nasai, dan Ibnu Majah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Republika)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-354441961326788845?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/354441961326788845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/haramnya-menimbun-barang-dagangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/354441961326788845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/354441961326788845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/haramnya-menimbun-barang-dagangan.html' title='HARAMNYA MENIMBUN BARANG DAGANGAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-440048767699915146</id><published>2011-03-02T17:58:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T17:59:40.146-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Milyarder'/><title type='text'>GUNAKAN FAKTOR KALI</title><content type='html'>Yang dimaksud faktor kali adalah sesuatu hal yang sekali kita sentuh akan berefek mutliplier. Entah itu yayasan, entah itu orang, entah itu perusahaaan, entah itu negara, entah itu teknologi, entah itu mass media yang sekali kita sentuh, akan membuat nilai tambah kita mendadak membuat efek multiplier kepada banyak orang sekaligus seketika.&lt;br /&gt;Contoh orang yang kaya, ia mempunyai nilai tambah dan ia menggunakan faktor kali. Orang biasa mempunyai nilai tambah, tapi ia lupa faktor kali.&lt;br /&gt;Contohnya ada orang yang mempunyai bengkel, ia membuat bengkelnya sedemikian bagusnya. Servis bagus, cepat, bersih, dan murah. Itu adalah nilai tambah yang luar biasa, akibatnya bengkelnya ramai. Tapi ia lupa faktor kali, ketika begitu banyak pelanggan datang, ia tidak bisa menangani dengan baik karena ia mempunyai kapasitas tertentu. Bisakah ia kaya? Tentu, ia bisa kaya. Namun seberapa kaya? Kaya sekali? Tidak.&lt;br /&gt;Para milyarder menggunakan nilai tambah dan faktor kali&lt;br /&gt;Misalnya bengkel tadi, ia menggunakan karyawan tambahan, ia memperluas bengkelnya, ia menggunakan teknologi sehingga ia bisa melayani dengan amat sangat cepat dan lebih baik, kemudian ia juga membuka cabang, kemudian ia menjual franchise, itu adalah faktor kali.&lt;br /&gt;Dan faktor kali berikutnya ketika franchisenya jaya dan omzetnya begitu besarnya, kemudian ia go public, sehingga banyak orang mendapatkan keuntungan/nilai tambah dari saham perusahaannya.&lt;br /&gt;Itulah faktor kali akibatnya ia menjadi sangat kaya, lebih kaya dibandingkan dengan satu orang yang mempunyai bengkel satu.&lt;br /&gt;Namun harus hati-hati, orang yang celaka di dalam hidupnya adalah mereka yang tidak mempunyai nilai tambah dan faktor kali. Mereka sehari-hari bekerja dan terus bekerja dengan biasa saja, yang fungsi mereka bisa digantikan dengan orang lain, otomatis ia tidak mempunyai nilai tambah, karena ia tidak mempunyai nilai tambah, karena bisa digantikan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Ketika ia bisa digantikan dengan mudah oleh siapa pun dalam pekerjaannya, misalnya seperti membukakan pintu dan dia hanya bisa membukakan pintu saja, pekerjaan ini bisa digantikan oleh siapa pun yang masih hidup dan normal.&lt;br /&gt;Jadi ia tidak mempunyai nilai tambah, dan kemudian ia tidak mempunyai faktor kali, karena ia hanya melayani satu orang, atau satu perusahaan saja. Akibatnya, hidupnya akan biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;Lalu, sang pembawa bencana adalah orang yang lupa nilai tambah dan sibuk mengalikan. Seperti orang yang membeli satu perusahaan dan kemudian ia merekayasa keuangan perusahana itu, kemudian sahamnya digoreng naik dan dijual kepada banyak orang, seolah-olah orang lain mempunyai nilai tambah dan mendapatkan nilai tambah dari perusahaan tadi.&lt;br /&gt;Tetapi ternyata dalam beberapa saat perusahaannya menjadi kolap, bahkan kosong karena ia jual lagi sahamnya dan ia mendapat uang yang banyak. Benar ia bisa kaya dengan cara seperti itu, tapi orang ini adalah pembawa bencana, bukan seorang milyarder yang mencerahkan.&lt;br /&gt;Orang-orang yang sangat kaya mempunyai nilai tambah, dan ia kalikan sedemikian rupa sehingga orang banyak bisa merasakan nilai tambah tersebut. Bagaimana dengan kita? Apakah kita bermental milyarder? Atau kita bermimpi-mimpi menjadi kaya, namun mental kita tetap miskin.&lt;br /&gt;Apa nilai tambah kita? Dengan apa nilai tambah itu kita kalikan? Sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-440048767699915146?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/440048767699915146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/gunakan-faktor-kali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/440048767699915146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/440048767699915146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/03/gunakan-faktor-kali.html' title='GUNAKAN FAKTOR KALI'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-7454495486292513235</id><published>2011-02-28T18:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-28T20:37:07.657-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Milyarder'/><title type='text'>SELALU MEMPUNYAI NILAI TAMBAH</title><content type='html'>Seperti seekor lebah pada waktu dia mencari madu, tanpa disadari ketika ia sampai di bunga, dan kemudian bunga tadi diambil madunya, lebah tadi menyebarkan serbuk sari dari bunga-bunga tadi, yang membuat bunga-bunga tadi menjadi buah.&lt;br /&gt;Demikian juga orang yang mencerahkan, tujuan utamanya persis seperti lebah yaitu mencari sari madunya. Efek sampingnya ternyata ia membuat kebun bunga yang begitu indahnya.&lt;br /&gt;Orang yang kaya juga mau mencari kekayaan, tujuannya adalah mencari uang. Dalam waktu mencari uang, ternyata ia mencerahkan dan membuat dunia ini menjadi lebih baik, membuat orang lain menjadi bersemangat, membuat orang lain jadi lebih kaya, membuat orang lain hidupnya jadi lebih indah, lebih sehat, lebih bahagia.&lt;br /&gt;Orang kaya yang mencerahkan selalu mempunyai nilai tambah&lt;br /&gt;Apa maksudnya nilai tambah? Ketika Anda hidup, hidup adalah nilai tambah. Ketika semua orang hidup, hidup adalah nilai standar. Demikian juga ketika kita jujur, jujur adalah nilai tambah. Tetapi ketika semua orang jujur, jujur adalah nilai standar.&lt;br /&gt;Dalam hidup kita harus mempunyai nilai tambah dibanding orang lain. Kita harus membuat nilai tambah dari sesuatu hal yang tidak ada menjadi ada. Rasulullah adalah contoh pada masanya sedemikian sehingga era jahiliyah berubah total menjadi era penuh hidayah, hingga urusan keluar masuk kamar kecil ada kesuksesan dan kegagalannya. Demikianlah beliau membuat dari tidak ada menjadi ada.&lt;br /&gt;Nah, orang-orang yang kaya tahu bahwa ia mempunyai nilai tambah dalam hidup ini: ia membuat servis yang bagus dalam bengkelnya, membuat harga lebih murah sedemikian sehingga orang mendapatkan keuntungan saat datang ke tempat dia, atau rumah makan dengan rasa yang enak, bergizi dan lezat.&lt;br /&gt;Apapun di dalam hidup ini, kita harus membuat nilai tambah. Dan ketika ada nilai tambah, kita akan menjadi kaya.&lt;br /&gt;Seperti definisi uang itu sendiri, uang adalah alat tukar nilai tambah. Ketika kita mau dapatkan uang yang banyak, kita harus selalu bertanya, “Apa nilai tambah kita?”&lt;br /&gt;Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih banyak dari orang lain, maka uang akan mengejar kita.&lt;br /&gt;Contoh, ketika Tung Desem Waringin meluncurkan buku Financial Revolution, ia membuat nilai tambah. Ia membuat buku tersebut dengan nilai tambah, selain materinya bagus, juga ada CD audio tambahan yang tidak ada di buku yang lain di seluruh dunia. Dua CD audio tersebut berisi materi financial revolution dan sales magic. Ternyata orang pada berebut.&lt;br /&gt;Sebenarnya CD au dio tersebut bisa dijual tersendiri, tapi tidak dilakukan Tung Desem. Ia menambahkan secara gratis dalam bukunya, dan hal itu membuat bukunya menjadi best seller rekor Muri. Mendadak, bukunya laku 10.511 di hari pertama secara eceran.&lt;br /&gt;Kembali lagi, apabila kita ingin kaya, selalulah bertanya, “Apa nilai tambah saya?” Bagi kita tentunya, kaya itu bukan hanya kaya materi, tapi sebagaimana sabda Nabi SAW, "Kaya itu adalah kaya hati". Mari kita buat nilai tambah untuk dunia dan akhirat kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-7454495486292513235?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/7454495486292513235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/selalu-mempunyai-nilai-tambah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7454495486292513235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7454495486292513235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/selalu-mempunyai-nilai-tambah.html' title='SELALU MEMPUNYAI NILAI TAMBAH'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-2801291268441599923</id><published>2011-02-26T00:21:00.001-08:00</published><updated>2011-02-26T00:21:45.061-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratih Handayani'/><title type='text'>KEKERASAN/AGRESIF</title><content type='html'>Pagi ini sudah ada tiga anak yang menangis karena perbuatan satu anak yang memang sudah terkenal sebagai trouble maker di kelas tersebut. Beberapa guru juga mengeluhkan karena sikap si anak yang tidak pernah patuh dan selalu membuat ribut ketika pelajaran. Anak yang memang terkenal dengan trouble maker tersebut emmang sering membuat temannya terluka seperti sering memukul, menggigit dan menendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Kekerasan atau agresif sering dilakukan oleh anak-anak yang mempunyai sifat temperamental yanga belum bisa mengontrol kestabilan emosinya biasanya bisa dilampiaskan dengan memukul, menjambak, menendang atau menggigit serta masih banyak lainnya yang sifatnya bisa menyakiti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab:&lt;br /&gt; Lingkungan sosial budaya dan keluarga&lt;br /&gt; Broken home&lt;br /&gt; Merasa “lebih” dari temannya&lt;br /&gt; Pola asuh atau model orang tua&lt;br /&gt; Aktualisasi diri yang salah&lt;br /&gt; Mengalami gangguan emosi dan perilaku&lt;br /&gt; Modelling&lt;br /&gt; Pengaruh media (TV)&lt;br /&gt; Iseng/coba-coba&lt;br /&gt; Bentuk kompensasi dari kekurangan diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi:&lt;br /&gt; Pemilihan lingkungan yang tepat&lt;br /&gt; Perbaiki kualitas hubungan/komunikasi keluarga&lt;br /&gt; Pemberian contoh atau model figur yang baik terutama orangtua&lt;br /&gt; Tinjau kembali penanaman pola asuh yang sudah diterapkan&lt;br /&gt; Ikutkan anak dalam ekstrakurikuler/kursus yang mampu menyalurkan bakat dan minatnya&lt;br /&gt; Bimbingan atau nasehat yang berhubungan dengan emosi&lt;br /&gt; Selektif dalam menggunakan media&lt;br /&gt; Bangun dan bentuk karakteristik pada anak&lt;br /&gt; Pemberian reward dan punishment atas perilakunya&lt;br /&gt; Ajak diskusi tentang dampak positif dan negatif dari perilakunya&lt;br /&gt; Konsultasi dengan pakar: doketer, psikolog, psikiater atau dengan terapi khusus&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-2801291268441599923?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/2801291268441599923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/kekerasanagresif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2801291268441599923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2801291268441599923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/kekerasanagresif.html' title='KEKERASAN/AGRESIF'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3642902567237562841</id><published>2011-02-23T23:07:00.001-08:00</published><updated>2011-02-23T23:07:37.951-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratih Handayani'/><title type='text'>PORNOGRAFI/PORNOAKSI</title><content type='html'>“Bu guru-bu guru si Fulan membawa gambar tidak sopan!”, teriak beberapa anak dari bangku belakang, yang akhirnya membuat ribut suasana di dalam kelas ketika sedang jam pelajaran berlangsung. Tetapi dengan sangat bijak, bu guru menenangkan kondisi kelas kemudian memberikan tugas setelah itu barulah menghampiri si Fulan untuk menyelesaikan permasalahan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Pornografi ataupun pornoaksi bisa terjadi pada semua orang baik itu orang dewasa ataupun anak-anak, yang pengungkapannya juga berbeda-beda pula. Bisa dengan hanya mengoleksi gambar-gambar porno, sering mengumpat, sering coba-coba dan sering melihat film porno serta masih banyak lagi yanga kegiatan tersebut bisa memuaskan si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab:&lt;br /&gt; Lingkungan rumah yang kurang kondusif/broken home&lt;br /&gt; Pola asuh orang tua&lt;br /&gt; Kondisi sosial ekonomi orang tua&lt;br /&gt; Kurangnya seleksi dalam pemilihan media&lt;br /&gt; Bentuk kompensasi untuk mencari perhatian orang di sekitarnya&lt;br /&gt; Kurangnya informasi/wawasan tentang peran diri, pendidikan seks dini&lt;br /&gt; Rasa ingin tahu tinggi dan coba-coba&lt;br /&gt; Mengoleksi barang-barang atau gambar porno&lt;br /&gt; Kurangnya kedisiplinan pembuatan kegiatan positif dalam kegiatan sehari-hari&lt;br /&gt; Kesulitan sosialisasi/aktualisasi diri&lt;br /&gt; Iseng pengaruh teman sebaya&lt;br /&gt; Mengalami/menderita kelainan seks (fisik atau psikis)&lt;br /&gt; Gaya hidup hedonis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi:&lt;br /&gt; Perbaiki kualitas hubungan/komunikasi keluarga&lt;br /&gt; Adanya pendampingan, pengawasan orangtua ketika anak menonton TV, film, baca majalah, dan lainnya&lt;br /&gt; Memberi banyak kegiatan positif&lt;br /&gt; Sexual education dini&lt;br /&gt; Pemberian terapi dan konsulitasi dengan ahli&lt;br /&gt; Pemantauan dan pemilihan teman sebaya yang tepat&lt;br /&gt; Pemilihan kualitas lingkungan hidup dan perbaikan gaya hidup yang sehat&lt;br /&gt; Merubah bentuk pola asuh orangtua yang kurang tepat&lt;br /&gt; Memberi perhatian positif&lt;br /&gt; Memantau tempat aktivitas anak&lt;br /&gt; Memberikan bimbingan spiritual/konsep keagamaan&lt;br /&gt; Sering diikutkan dalam pelatihan, seminar dan lomba&lt;br /&gt; Dibuatkan jadwal kegiatan sehari-hari&lt;br /&gt; Memberikan dampak positif dan negatif pornografi&lt;br /&gt; Adanya reward dan punishment&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3642902567237562841?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3642902567237562841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/pornografipornoaksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3642902567237562841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3642902567237562841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/pornografipornoaksi.html' title='PORNOGRAFI/PORNOAKSI'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8421811308297002391</id><published>2011-02-23T20:29:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T20:31:05.211-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PERPECAHAN ITU KENISCAYAAN</title><content type='html'>Kata salafi kerap dianggap sebagai kata sakti untuk mengobati perpecahan umat. Tapi sayang, mereka yang gemar menyandang gelar salafi ternyata manusia yang paling berpotensi tafarruq alias berpecah-belah. Ada perbedaan sedikit saja, akan menjadi persoalan besar yang menggegerkan. Tahdzir (hujatan) mudah sekali diobral untuk menghasilkan efek: jika semua orang bisa dibongkar aibnya, maka pendengar secara otomatis akan menganggap saya yang paling benar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi menghujat ini pada gilirannya menular kepada murid-murid para ustadz salafi. Seolah dengan memiliki ilmu menghujat (tahdzir) akan membuat kualitas keimanan seseorang makin mantap. Bahkan bukan hanya memiliki ilmu tersebut, tapi lebih jauh menghayatinya sampai mendarah-daging. Kualitas keimanan penganut “salafi” ditentukan oleh kualitas dan kuantitas hujatan yang mampu ia obral !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut fakta-fakta yang akan membuat Anda makin paham apa itu salafi dan apa isi kepalanya. Supaya Anda tidak perlu sakit hati jika mendengar mereka sedang menghujat, karena memang tahdzir (menghujat) adalah salah satu bentuk “ibadah” penganut “salafi-murjiah” modern !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukaddimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Najih Irbad bin Sariyah, Rasulullah saw bersabda: “Dan siapa diantara kalian yang (kelak) masih hidup, maka ia akan banyak menyaksikan banyak perselisihan. Maka berpegang teguhlah kalian kepada sunnahku dan sunnah Khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Serta jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan, karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bida’ah adalah sesat”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema tentang salaf dan salafi barangkali sudah terlalu sering dibahas. Secara ringkas, Salaf adalah manhaj yang telah ditempuh oleh generasi terbaik umat ini; sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in. Adapun salafi adalah sosok yang senantiasa berusaha untuk meniti jejak langkah mereka baik dalam masalah akidah, ibadah maupun mu’amalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Auza’i menyebutkan lima hal yang senantiasa melekat pada diri sahabat Nabi saw dan kalangan tab’in; senantiasa bersama dengan al jama’ah (Ahli Sunnah Wal Jama’ah), mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca Al Qur’an dan berjihad di jalan Allah” . [ 1 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disebutkan Imam Auzai’ merupakan sebagian contoh yang dilakukan kalangan salaf. Maka salafi adalah sosok yang berusaha meniti jejak langkah mereka siapa saja orangnya. Dan jika ada yang mengklaim dirinya salafi tapi jauh dari kelima hal tersebut maka label salafi tidak ada artinya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafi bukanlah sosok yang hanya mendengar perkataan dari ustadz atau kelompoknya saja dengan meremehkan kalangan yang lain. Salafi bukanlah sosok yang mengatakan Lebih baik mati dalam keadaan bodoh dari pada ngaji dengan ust. Fulan. Mereka berdalih, dalam rangka merealisaiskan pernyataan para ulama hadits terdahulu dalam memberlakukan kaidah jarh dan ta’dil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bakr Abu Zaid [2] –rahimahullah- dalam bukunya Tashnif An Naas Baina ad Dzan Wal Yaqin telah mencium gelagat tersebut. Beliau menyatakan: “Terkadang dia menempuh cara yang dilakukan oleh sebagian ahli hadits terhadap para perawi yang lemah, – dan alangkah berbeda kedua jalan itu…semua itu adalah perbuatan syetan. Dan dari sinilah jiwanya merasa senang dengan pandangan para pengkritik itu. Yaitu ketika mereka berhasil memalingkan perhatian dari apa-apa yang seharusnya diperhatikan, lalu orang-orang sibuk saling mencela antar sesamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga Sifat Salafi Ekstrim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diri kelompok salafi –meski tidak semuanya- terdapat tiga sifat ekstrim; sifat Khawarij, Murjiah dan Rafidhah. Khawarij dalam arti bersikap arogan, kasar, memusuhi, memblacklist, membid’ahkan setiap da’i, aktifis atau ustadz yang bukan dari kalangannya atau yang berbeda dengannya meski mengklaim sesama salafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka Murjiah dalam arti lembut, lunak, menolong, membantu, mencintai, siap menjadi garda terdepan dan memberikan loyalitas kepada orang-orang yang anti dengan syariat Islam atau musuh Islam. Padahal Syaikh Bakr Abu Zaid dengan mengutip perkataan Ibn Al Qayyim berkata: “Bid’ah yang paling besar adalah menanggalkan Al Kitab dan Sunnah Rasul-Nya dan membuat hukum baru yang menyelisihi keduanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga bersikap Rafidhah dalam arti menolak semua kelompok dan mengklaim hanya kelompoknya yang benar dan selamat adapaun yang lainnya adalah kelompok yang akan binasa dan neraka tempatnya. Hal ini seperti yang terjadi di Mu’tamar Ahli Sunnah di Texas Amerika; Salim Hilali, Ali Hasan Al Halabi dan Usamah Al Qushi dalam obrolannya menyatakan Jama’ah Tabligh dan Jam’iyyah Syar’iyyah merupakan kelompok yang akan masuk neraka. Yang kemudian mereka ditegur oleh Syaikh Muhammad Hassan dan Syaikh Shafwat Nuruddin rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan kelompok-kelompok yang ada adalah hizbiyah dan yang tidak hizbiyah hanyalah kelompoknya. Namun ternyata kalangan seperti ini jauh lebih berhizbiyah dari pada kalangan lainnya. Ini namanya ‘Maling Teriak Maling’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpecahan Salafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ustadz senior salafi ketika ditanya dalam salah satu siaran radio islami, kenapa kalangan salafi berbeda-beda? Ustadz tersebut hanya menjawab perbedaan yang terjadi hanyalah perbedaan dalam masalah furu’ bukan masalah prinsifil. Benarkah apa yang dikatakan sang ustadz? Atau hanya sekedar menutupi agar para muridnya tidak tahu hakikat yang sebenarnya, bahwa memang telah terjadi perpecahan yang cukup dahsyat sehingga antara yang satu dengan yang lain saling membid’ahkan? Kalau memang perbedaan itu bukan dalam masalah prinsif kenapa tabdi’, tajrih dan tahdzir harus terjadi? Bukankah dalam masalah ijtihadi tidak boleh saling menghujat dan tidak boleh menancapkan bendera al Wala dan al Baro di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits tersebut –hadits Irbad bin Sariyah- Rasulullah saw telah mengabarkan kepada kita, bahwa umat ini akan mengalami perselisihan dan perpecahan. Tidak luput dari hadits tersebut adalah kelompok yang menamakan dirinya salafi yang kini sudah berkeping-keping menjadi beberapa kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis sulit rasanya untuk memastikan kapan awal perpecahan itu terjadi. Hanya saja Syaikh Bakr Abu Zaid paling tidak delapan belas tahun yang lalu beliau telah merasakan adanya perpecahan dalam tubuh salafi. Beliau menyatakan: “Sepanjang yang saya ketahui, perpecahan yang terjadi dalam barisan Ahli Sunnah ini merupakan musibah yang pertama kali terjadi, dimana orang menisbatkan dirinya kepada mereka (Ahli Sunnah) justru mencela Ahli Sunnah. Dan memposisikan dirinya sebagi tentara untuk menyerang dan menebar kekacauan dan memadamkan semangat mereka, menghadang di jalan dakwah mereka dan melepaskan tali kendali lisan untuk mencela kehormatan para da’i dan membuat rintangan di jalan dakwah mereka dengan fanatisme buta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Syaikh Bakr dalam bukunya tersebut sebenarnya ditujukan kepada siapa saja yang hobinya menggolong-golongkan manusia, tanpa menunjuk hidung seseorang. Sehingga dalam hal ini Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali merasa tersinggung dan membantah buku tersebut dengan judul Al Hadd Al Fashil Bainal Haqq Wal Bathil yang kemudian bukunya (Syaikh Rabi’) dibantah lagi oleh Syaikh Abu Abdillah An Najdi dengan judul ‘Nadzarat Salafiyyah Fii Aaraa As Syaikh Rabi’ Al Madkhali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi perseteruan antara Syaikh Rabi’ dan Syaikh Abdurrahman bin Abdul Khaliq. Sehingga pada tahun 1997 kalangan salafiyah Kuwait meminta pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz tentang sikap Syaikh Rabi yang kasar dan arogan. Maka Syaikh menyatakan dalam fatwanya: “Adapun Syaikh Rabi’ aku akan menulis surat untuknya dan akan aku nasehati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini perseteruan antar tokoh salafi seperti Syaikh Rabi’ dengan Syaikh Ali Hasan Al Halabi, Syaikh Abul Hasan Al Ma’ribi, Syaikh Usamah Al Qushi, Syaikh Falih Al Harbi [ 3 ] dan lain-lain semakin membara bagaikan api yang sulit dipadamkan. Padahal sebelumnya mereka sangat memuliakan Syaikh Rabi’ dan menganggapnya sebagai imam Ahli Sunnah dan imam Jarh Wa Ta’dil pada masa ini. Tidak bisa dipungkiri imbasnya adalah apa yang terjadi di sana terjadi juga di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafiyah Murjiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan salafi jelas tidak menerima istilah ini dan menuduh kalangan yang melabelinya dengan sebutan khawarij, ikhwani, quthbi, sururi dan lain-lain. Di sini perlu dicatat bahwa justru yang menyebut salafi dengan label tersebut datang dari sosok yang telah lama berinteraksi dengan Syaikh Albani dan pernah terjerumus dalam faham Murjiah, yaitu Syaikh Abu Malik Muhammad Ibrahim Syaqrah dalam bukunya Aina Taqa’ Laa Ilaaha Illallah Fii Diin Al Murjiah Al Judud. Beliau menyebutnya dengan As Salafiyyah Al Murji’ah, Firqah As Salafiyah Al Murjiah, As Salafiyah Al Murji’ah Al Jadidah dan ungkapan-ungkapan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengakui kekeliruannya dalam masalah iman yang terjerumus kepada faham Murji’ah maka beliau bertaubat dan sebagai bentuk keseriusan taubatnya beliau menulis dua buku Aina Taqa’ Laa Ilaaha Illallah Fii Diin Al Murjiah Al Judud (Dimana Letak (kalimat) Laa Ilaaha Illallah Dalam Agama Murjiah Kontemporer), A Akhta’a An Nabiyyun Wa Ashaba Al Atsariyyun (Apakah Para Nabi Yang Salah dan Kalangan Atsariyun (Salafiyun) Yang Benar?), dan beliau memberi pengantar kitab Haqiqah Al Iman ‘Inda As Syaikh Al Albani (Hakikat Iman Menurut Syaikh Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Al Halabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia Syaikh Ali Hasan Al Halabi bagaikan qadhi (hakim), yang memegang keputusan dan kendali. Bahkan dianggap sebagai imam jarh dan ta’dil. Jika ada seorang syaikh yang datang ke Indonesia maka ia akan dimintai fatwa dan pendapatnya tentang sosok syaikh tersebut. Jika Ali Hasan mengatakan bahwa syaikh tersebut sururi atau label lainnya maka pengikutnya yang ada di Indonesia akan manut dan langsung mem-pending seluruh jadwal syaikh tersebut. Ali Hasan di kalangan mayoritas salafi Indonesia mempunyai kedudukan yang tinggi. Jika ada yang mengkritik atau mencelanya maka sama artinya dengan mencela Syaikh Albani. Kenapa kalangan salafi Indonesia lebih mengidolakan Ali Hasan yang tidak sedikit para ulama menyatakan dia adalah orang yang sesat dan menyesatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini penulis perlu menjelaskan secara ringkas siapa Syaikh Ali Hasan dan tentunya hal ini pun berdasarkan fakta dan data yang dikemukakan oleh kalangan yang tahu perisis tentang Syaikh Ali Hasan sehingga kita tidak terjebak dalam kultus individu dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komisi Fatwa Kerajaan Arab Saudi dalam fatwa pengharaman dua kitab Ali Hasan Fitnah At Takfir dan Shaihah Nadzir menggambarkan sosok Ali Hasan dengan: madzhabnya dalam masalah iman adalah madzhab Murji’ah yang bid’ah dan bathil, menyeleweng dalam menukil perkataan Ibn Katsir dan Syaikh Muhammad Ibrahim, dusta atas nama Syaikhul Islam Ibn Taimiyah, menafsirkan pendapat ulama tidak sebagaimana yang mereka maksudkan, meremehkan masalah tidak berhukum dengan hukum Allah, hendaknya ia mencabut pendapat-pendapat ini, hendaknya ia bertaqwa kepada Allah pada dirinya yaitu dengan kembali kepada kebenaran, hendaknya bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu syar’i kepada ulama yang keilmuannya terpercaya dan akidahnya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Hasan adalah sosok yang ngeyel sehingga ia pun membantah fatwa Komisi Fatwa dengan Al Ajwibah Al Mutalaimah ‘An Fatwa Lajnah Daimah. Bantahannya tersebut dibantah lagi oleh Syaikh Muhammad Ad Dausari yang diberi pengantar oleh beberapa ulama senior namun Ali Hasan tetap ngeyel dan membantah buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syaikh Muhammad Ibrahim Syaqrah. Beliau pernah menjadi penengah dalam debat Ali Hasan dan DR. Abu Ruhayyim [4] yang kemudian beliau membenarkan dan memuji apa yang disampaikan DR. Abu Ruhayyim. Dalam kasus ini Ali Hasan tidak amanah dalam menukil pendapat ulama. Sampai-sampai Syaikh Syaqrah marah dan mengatakan; kalau bukan kamu maka akan saya potong tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya ‘Aina Taqa’ Laa Ilaaha Illallah Fi Dien Al Murjiah Al Judud, Syaikh merujuk dan memuji buku yang ditulis Syaikh Muhammad Ad Dausari. Hal ini sangat berbeda dengan Ali Hasan yang justru mencela dan membantahnya. Bahkan dalam bukunya, Syaikh Syaqrah menyebut Ali Hasan sebagai ‘Embrio Salafiyah Murji’ah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan salafi banyak yang merujuk kepada pembelaan Syaikh Husain Alu Syaikh salah seorang ulama Madinah yang menyebut Ali Hasan dengan saudara senior. Harusnya merekapun membaca apa yang ditulis putra Syaikh Muhammad Syaqrah yaitu Ashim bin Muhammad Syaqrah yang menulis bantahan ‘Ar Rudud Al Ilmiyah As Saniyyah yang ditujukan kepada Ali Hasan dan pendukungnya, termasuk Syaikh Husain. Diantara salah satu pernyataannya; Bagiamana bisa dikatakan saudara senior? Dari sisi usia jelas Ali Hasan lebih muda dari Syaikh Husain. Dan jika dilihat dari sisi keilmuan jelas orang-orang yang duduk di komisi Fatwa jauh lebih senior dari pada Ali Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalinya Syaikh Muhammad Syaqrah kepada faham Ahli Sunnah dalam masalah iman diakui juga oleh Abu Muhammad Al Maqdisi dalam Tabshir Al Uqala Bi Talbisat At Tajahhum Wal Irja’ dan Syaikh Abu Bashir. Bahkan Abu Bahsir menulis artikel dengan judul Li As Syaikh Muhammad Syaqrah ‘Alayya Dain (Aku Mempunyai Utang Kepada Syaikh Muhammad Syaqrah). Ketika Abu Bashir meminta maaf atas kata-katanya yang kasar –dalam buku-bukunya terdahulu- maka Syaikh Syaqrah mengatakan: “Ya Abu Bashir, anda tidak perlu meminta maaf. Kalian berada dalam jalan yang haq dan benar. Apa yang telah anda tulis, (dan yang ditulis oleh) Abu Muhammad Al Maqdisi dan Abu Qatadah adalah benar dan haq. Maka aku katakan kepada manusia: sesungguhnya anda, Abu Muhammad Al Maqdisi dan Abu Qatadah adalah haq dan benar maka tidak perlu meminta maaf. Orang yang benar tidak layak meminta maaf atas perkara yang ia berada di atasnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam buku saku Ma’a Syaikhina Nashir As Sunnah Wa Ad Dien Fi Syuhur Hayatihi Al Akhirah, Ali Hasan menyebutkan; Ketika Syaikh (Albani) dikubur aku memang jauh darinya, namun aku adalah sosok yang paling akhir berbicara dengan Syaikh. Abdullatif, salah seorang putra Syaikh Albani menyatakan bahwa yang paling terakhir berbicara dengannya selain keluarga dan kerabatnya adalah salah seorang ikhwah dari Bahrain. Ini menunjukan kebohongan Ali Hasan sang qadhi dan Ahli Jarh dan Ta’dil salafi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ali Hasan adalah sosok yang suka melakukan plagiat dan mencuri karya orang lain yang kemudian dinisbatkan kepada dirinya. Syaikh ‘Awadhallah pernah mengeluhkan permasalahan ini kepada Syaikh Bakr Abu Zaid. Bahkan Abdul Aziz bin Faishal membuat artikel dengan judul Al Farq Baina Al Muhaqqiq Wa As Sariq (Perbedaan Antara Muhaqqiq Dan Pencuri) kemudian menyebutkan beberapa bukti di antaranya Ali Hasan mencuri hasil tahqiq Al Thanahi dan Az Zawi dalam kitab An Nihayah karya Ibn Atsir dan mayoritas dari karya-karyanya banyak membela dirinya dengan berlindung di balik nama besar Syaikh Albani. Padahal Ali Hasan tidak pernah duduk lama-lama belajar dengan Syaikh Albani hal ini dikarenakan Syaikh juga sibuk dengan tahqiq, takhrij dan ta’liq. Dengan Syaikh Albani, Ali Hasan hanya tuntas membaca kitab kecil Nukhbah Al Fikr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Syaikh Bakr Abu Zaid dalam bukunya Dar’ul Fitnah ‘an Ahli Sunnah (Menepis Fitnah Yang menimpa Ahli Sunnah) secara tidak langsung menyindir Ali Hasan. Beliau menyebutkan diantara dampak negatif faham murjiah adalah meremehkan urusan shalat dan pemberlakuan syari’at Allah untuk mengadili manusia. Bahkan mereka membantu orang yang berhukum kepada thaghut padahal Allah telah memerintahkan untuk mengkufurinya. Jelas dalam dua buku Ali Hasan; Fitnah At Takfir dan Shaihah Nadzir dia meremeh kedua masalah tersebut dan menyatakan bahwa orang yang sibuk dengan masalah penegakan hukum Allah adalah mirip dengan Rafidhah. Jelas ini sebuah kekeliruan dan keseatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Asy-Syaikh Rabi’ al Madkhali ditanya tentang ‘Ali Al-Halaby, maka Asy-Syaikh menjawab: “Saya akan jelaskan kepada kalian keadaan ‘Ali Al-Halaby. Selama sepuluh tahun kami bersabar atas dia dan apa yang dimunculkan dari fitnahnya, sedang dia memperkuat fitnah tersebut dan berusaha untuk memecah belah dan membuat musykilah, diantaranya: Dia memberi kata pengantar pada kitabnya Murad Syukri yang mana padanya ada aqidah murji’ah dan istidlal (pendalilan) dengan ucapan ahlu bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Albani termasuk yang menyatakan bahwa kata As Salafi yang kemudian diikuti dengan Al Atsari adalah kalimat yang berat. Jika orang yang melabel dirinya dengan kata-kata itu mengetahui maknanya maka ia akan berlepas diri dengan menanggalkannya. Hal ini diamini oleh murid seniornya Syaikh Muhammad Syaqrah. Bahwa kata As Salafi jauh lebih berat dan fitnahnya jauh lebih dahsyat dari pada kata Al Atsari maka sebaiknya tidak menggunakan label tersebut karena akan melahirkan fanatisme, kesombongan dan meremehkan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpecahan dalam tubuh salafi, saling membid’ahkan dan adanya klaim kebenaran rupanya telah disinggung oleh Syaikh Al Utsaimin rahimahullah. Hal ini penulis tuturkan agar kalangan salafi introspeksi dan melakukan evaluasi diri serta menyadari bahwa telah ada kekeliruan juga dalam diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengomentari hadits di atas yaitu hadits ke 28 dalam Syarh Al Arbain An Nawawiyah yang bersumber dari Irbad bin Sariyah beliau (Syaikh Al Utsaimin) berkata: “Dan tidak diragukan lagi bahwa madzhab Umat Islam harus bermadzhab salaf bukan beravilial kepada hizb (kelompok) tertentu yang menamakan dirinya dengan ‘SALAFIYYUN’. Yang menjadi keharusan bagi Umat Islam adalah bermadzhab dengan madzhab As Salaf As Shalih bukan berhizbiyah dengan nama ‘SALAFIYUN’. Di sana ada yang namanya Thariqah As Salaf (cara/metode salaf) dan ada juga yang namanya kelompok ‘SALAFIYUN’. Dan yang dituntut adalah mengikuti salaf (bukan beravilial kepada kelompok salafi). Meski demikian, ikhwah Salafiyun merupakan kelompok yang paling dekat dengan kebenaran. Hanya saja permasalahan mereka adalah sama dengan kelompok-kelompok yang lainya; saling menyesatkan satu sama lain, saling membid’ahkan dan saling memfasikkan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam bis shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hatim, Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah Wal Jama’ah karya Al Lalikai. Bahkan dalam masalah jihad Rasulullah saw telah menjadikan sebagai bentuk tamasya umatnya. Seorang lelaki meminta izin kepada Rasulullah saw untuk bertamasya. Maka beliau bersabda: “Tamasya umatku adalah jihad di jalan Allah”. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anggota Komisi Fatwa Kerajaan Arab Saudi dan kitabnya ditulis sejak delapan belas tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1413H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dosen Universitas Islam Madinah dan Direktur Ma’had Ilmi. Dulunya merupakan teman dekat Syaikh Rabi’ namun akhir-akhir ini beliau kembali kapada jalan yang benar dalam memahami masalah iman dan mengkritik tajam apa yang ditulis Ali Hasan Al Halabi dan Syaikh Rabi yang keduanya terjerumus kepada paham murji’ah. Dalam masalah ini Syaikh Falih mendapat pujian dari Prof. DR. Abdullah bin Abdurrahman Al Jarbu’ ketua Jurusan Akidah Universitas Islam Madinah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Isteri Syaikh Albani memilihkan calon Isteri untuknya dan Syaikh Albani yang menyampaikan nasehat dalam pernikahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: elhakimi.wordpress.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8421811308297002391?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8421811308297002391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/perpecahan-itu-keniscayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8421811308297002391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8421811308297002391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/perpecahan-itu-keniscayaan.html' title='PERPECAHAN ITU KENISCAYAAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3324345242062692059</id><published>2011-02-23T17:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-23T17:04:18.472-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratih Handayani'/><title type='text'>MELAMUN</title><content type='html'>“Dor! Melamun lagi ya?” Terapi kejut yang dilakukan Ibu Guru kepada si Fulan. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh si Fulan baik itu ketika di jam pelajaran ataupun ketika waktu istirahat.&lt;br /&gt;Ketika Ibu Guru mengkomunikasikan hal ini kepada orangtua si Fulan, maka hal yang sama pun terjadi ketika Ananda di rumah. “Ananda sekarang lebih sering melamun daripada melakukan aktifitas.” Begitu informasi yang diberikan oleh orangtua kepada Ibu gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Jika anak-anak sering terlihat diam tanpa aktivitas atau pun kegiatan, selain itu pandangan matanya kosong serta asyik dengan alam pikirannya sendiri, maka apabila kita mengetahuinya sebaiknya segera kita menegur karena kegiatan melamun tersebut dapat merusak pikiran si anak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab:&lt;br /&gt;1. Keluarga broken home&lt;br /&gt;2. Daya imaginasi tinggi&lt;br /&gt;3. Sulit bersosialisasi dengan teman sebaya&lt;br /&gt;4. Sulit untuk mengaktualisasikan diri/bingung mau berbuat apa&lt;br /&gt;5. Tidak adanya schedule yang baik dalam kegiatan sehari-harinya&lt;br /&gt;6. Malas atau tidak semangat untuk bergerak, hanya sebagai tipe pengamat atau pendengar&lt;br /&gt;7. Lingkungan dan gaya hidup yang kurang sehat&lt;br /&gt;8. Hobby atau kebiasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan kualitas komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari dengan siapa pun, sering diajak ngobrol atau curah hati&lt;br /&gt;2. Beri kegiatan positif dan penuh tantangan&lt;br /&gt;3. Membuat kegiatan sehari-hari disertai tujuan&lt;br /&gt;4. Adanya pemberian tes bakat dan minat&lt;br /&gt;5. Memberi penjelasan dampak dari melamun&lt;br /&gt;6. Memperbaiki kualitas pemilihan lingkungan dan gaya hidup&lt;br /&gt;7. Berikan pelatihan tentang motivasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3324345242062692059?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3324345242062692059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/melamun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3324345242062692059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3324345242062692059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/melamun.html' title='MELAMUN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8649023064879945996</id><published>2011-02-22T17:36:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T17:37:06.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ratih Handayani'/><title type='text'>MALAS BELAJAR</title><content type='html'>Di tengah hiruk pikuk kegiatan siswa di kelas dua, ada satu anak yang dari adi hanya diam tanpa aktifitas, kepala diletakkan di atas meja, terlihat menguap berkali-kali. Lebih menyedihkan lagi, buku si anak masih bersih tanpa coretan apa pun di dalamnya.&lt;br /&gt;“Fulan, tolong buku paketnya dibuka dan dikerjakan, OK!”, perintah dari gurunya. &lt;br /&gt;Sudah berkali-kali sang guru menghampiri si anak dan memberikan instruksi tetapi sampai bel pulang tak satu pun pekerjaan yang dia selesaikan&lt;br /&gt;Pengertian:&lt;br /&gt;Anak-anak memang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, tetapi kita harus bisa membedakan mana anak yang memang memiliki gaya belajar dengan anak yang malas belajar. &lt;br /&gt;Dari gambaran anak di atas sudah terlihat jika si anak memang mengalami malas belajar karena sebenarnya si anak mampu untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya. Tetapi anak lebih senang dengan tiduran di meja sehingga kemampuan yang dimiliki si anak tidak tereksplor dengan maksimal&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menyebabkan si anak mempunyai sifat malas dalam belajar di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Kurang motivasi dari individu baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik:&lt;br /&gt;a. Faktor lingkungan alami, sosial dan budaya&lt;br /&gt;b. Kurikulum, program, guru, sarana dan prasarana&lt;br /&gt;c. Kondisi fisiologis panca indera&lt;br /&gt;d. Kondisi psikologis berupa minta, bakat, kecerdasan, motivasi, kemampuan kognitif&lt;br /&gt;2. Konsep diri superioritas (merasa diri sudah cukup bahkan lebih)&lt;br /&gt;3. Munculnya rasa atau memang tidak mampu dan mengalami kesulitan dalam belajar&lt;br /&gt;4. Pola asuh orangtua yang permisif&lt;br /&gt;5. Latar belakang status sosial ekonomi orangtua:&lt;br /&gt;a. Pendidikan orangtua, semakin tinggi maka semakin baik pola aspirasinya terhadap pendidikan anak&lt;br /&gt;b. Kekayaan dan penghasilan, semakin tinggi maka pengaruh terhadap pemberian fasilitas belajar semakin baik&lt;br /&gt;c. Pekerjaan orangtua, semakin baik dan tinggi nilainya maka berpengaruh terhadap cara pandang masa depan anak&lt;br /&gt;6. Media mania, waktu habis untuk menonton TV, PS, baca komik dan sebagainya yang tidak terkait dengan kegiatan belajar&lt;br /&gt;7. Kurangnya keteraturan dalam dailiy activity&lt;br /&gt;Solusi:&lt;br /&gt;1. Pemberian motivasi&lt;br /&gt;2. Membuat daily activity sehingga setiap hari anak/waktu selalu ada kegiatan yang dikerjakan secara terarah&lt;br /&gt;3. Kegiatan belajar dan mengajar variasi dan menantang&lt;br /&gt;4. Yang dilakukan guru/orangtua:&lt;br /&gt;a. Memberikan angka, memberi harapan realistis&lt;br /&gt;b. Hadiah&lt;br /&gt;c. Kompetitif&lt;br /&gt;d. Menumbuhkan kesadaran anak tentang arti penting demi masa depannya&lt;br /&gt;e. Mengetahui hasil&lt;br /&gt;f. Memberi uang&lt;br /&gt;g. Pujian dan hukuman&lt;br /&gt;h. Tumbuhkan hasrat dan minat anak&lt;br /&gt;i. Tunjukkan tujuan yang diakui anak&lt;br /&gt;5. Penyediaan lingkungan belajar yang menyenangkan dan kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai&lt;br /&gt;6. Pemberian bimbingan belajar&lt;br /&gt;7. Orangtua aktif mendampingi belajar anak ketika di rumah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8649023064879945996?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8649023064879945996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/malas-belajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8649023064879945996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8649023064879945996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/malas-belajar.html' title='MALAS BELAJAR'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5072548957205196396</id><published>2011-02-21T20:49:00.000-08:00</published><updated>2011-02-21T20:50:00.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>ISO 9001:2008</title><content type='html'>KEBIJAKAN MUTU&lt;br /&gt;LINGKUNGAN DAN SAFETY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA adalah perusahaan jasa kontraktor nasional mencakup bidang pekerjaan sipil dan arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA memiliki komitmen kuat untuk senantiasa memberikan dan meningkatkan kepuasan pelanggan/ stakeholder melalui produk bermutu tinggi dan pelayanan terbaik yang dilandasi dengan tingkat keamanan tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 ditujukan untuk perbaikan mutu produk dan pelayanan berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA menerapkan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2004 yang difokuskan pada pengurangan dan pencegahan pencemaran udara, air, dan tanah, serta pengurangan pemakaian sumber energi yang memiliki aspek lingkungan signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja OHSAS 18001:2007 yang difokuskan pada pengurangan dan pencegahan kecelakaan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA memiliki komitmen dalam pemenuhan dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku dimana PT. BINA AGUNG AGUNG DAMAR BUANA melakukan kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• PT. BINA AGUNG DAMAR BUANA melaksanakan perbaikan berkesinambungan di setiap aspek organisasi yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan/stakholder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Direktur, General Manager dan seluruh staf bertekad menerapkan dan terus bekerjasama untuk mencapai tujuan kebijakan mutu, lingkungan dan safety ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                         &lt;br /&gt;Purwokerto, 1 Desember 2011&lt;br /&gt; Direktur/General Manager&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5072548957205196396?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5072548957205196396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/iso-90012008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5072548957205196396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5072548957205196396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/iso-90012008.html' title='ISO 9001:2008'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4249574993991117908</id><published>2011-02-15T22:30:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T22:31:40.530-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PEMBUKTIAN TERBALIK</title><content type='html'>Tak hentinya masyara kat dibuat kecewa oleh karut-marutnya aspek penegakan hukum. Kasus terkini adalah `pelesiran' orang mirip Gayus Tambunan ke sejumlah negara.&lt;br /&gt;Meski berstatus tahanan dan sedang menjalani proses persidangan, mantan pegawai Ditjen Pajak itu leluasa bepergian ke luar negeri, setelah ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pun bereaksi keras dengan terungkapnya skandal ini. Para pengamat menilai, kasus tersebut merupakan tamparan bagi penegak hukum. Di sisi lain, hal tersebut menegaskan bahwa perlu kerja keras luar biasa untuk sampai pada perwujudan cita-cita menjadikan hukum sebagai panglima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia masih berkutat dengan aneka masalah sosial. Mulai dari korupsi, ketidakadilan, kriminalitas, pornografi, dan banyak lagi. Tidak ada cara lain untuk menuntaskannya, selain harus menegakkan hukum secara adil dan tegas. Para ulama turut memberikan perhatian serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, tegaknya hukum sangat terkait sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Sebagai kelompok terbesar, umat Islam juga punya tanggung jawab berpartisipasi menghadirkan ketertiban dan ketenteraman. Terkait hal ini, Musyawarah Nasional VIII Majelis Ulama Indoensia (MUI) pada Juli 2010 lalu juga membahas penegakan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal utama yang menjadi sorotan MUI soal penegakan hukum adalah tindak pidana korupsi. MUI mengaku prihatin praktik korupsi masih marak terjadi. Lembaga ini menilai, perlu ditempuh langkah terobosan dalam menegakkan hukum agar efektif menangani masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, dalam salah satu fatwa hasil keputusan musyawarah itu, MUI memandang sudah saatnya negara ini menerapkan asas pembuktian terbalik. Menurut fatwa ini, pada kasus hukum tertentu, seperti penguasaan kekayaan seseorang yang diduga tidak sah, dimungkinkan penerapan asas pembuktian terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini jika ditemukan indikasi atau amarat al-hukm tindak pidana sehingga pembuktian atas ketidakbenaran tuduhan dibebankan kepada terdakwa. MUI memandang, pada dasarnya, seseorang terbebas dari dakwaan perbuatan salah sampai adanya pengakuan atau bukti-bukti lain yang menunjukkan orang itu memang bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, fikih Islam menganut asas praduga tak bersalah dalam hukum. "Kewajiban pembuktian dibebankan kepada penyidik dan penuntut, sedangkan sumpah bagi orang yang mengingkarinya," demikian fatwa MUI. Dengan pertimbangan ini, MUI mengusulkan revisi terhadap beberapa ketentuan perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan itu dianggap penting demi tegaknya kemaslahatan umum dan mencegah maraknya tindak pidana akibat kesulitan pembuktian material. Para penegak hukum diharapkan dapat menangani dan mengadili perkara korupsi sekalipun hanya dengan menggunakan pendekatan pembuktian terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan Nahdlatul Ulama mendukung penuh penindakan terhadap pelaku korupsi atau para pelanggar hukum lainnya. Pada salah satu fatwa yang dihasilkan dalam Munas NU tanggal 17-20 November 1997 disebutkan, merupakan kewajiban rakyat, melalui wakil-wakilnya, khususnya para ulama untuk melakukan pengawasan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai timbul penyelewengan atau berbagai pola penyalahgunaan hukum, yang merugikan rakyat dan melawan tuntunan kemaslahatan serta keadilan bersama. NU meminta kepada pemerintah agar terus berupaya melakukan pemberdayaan dan perlindung an hak-hak rakyat yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasarnya adalah surah An-Nisa ayat 58, "Sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak dan apabila kalian memerintah maka memerintahlah berdasarkan dengan keadilan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewenang pemerintah Ulama berpengaruh, Syekh Sholih bin Fauzan bin Abdillah al Fauzan, turut memberi arahan dan fatwa.&lt;br /&gt;Menurut dia, kondisi aman dan damai, ataupun hadirnya kesejahteraan, hanya diperoleh apabila hukum benar-benar ditegakkan. Namun, tokoh yang pernah menjadi anggota Komite Fiqh Rabithah Alam Islamy, Makkah, itu mengingatkan, kewenangan menegakkan hukum berada di tangan pemerintah. Bukan hak setiap orang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang per orang dapat ikut campur dalam proses penegakan hukum, Syekh Sholih khawatir tindakan tersebut menimbulkan kekacauan, kerusakan, perpecahan, mengobarkan api balas dendam, fitnah, dan malapetaka. Ia menyampaikan hadis Rasulullah, memperkuat pandangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saling memaafkanlah di antara kalian dalam hal hukuman pidana, karena jika (masalah yang mengakibatkan) hukuman pidana telah sampai (diangkat) ke pemerintah, laknat Allah bagi orang yang meminta keringanan dan yang diberi keringanan," demikian hadis yang diriwayatkan oleh AnNasa'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Sholih juga menegaskan, penegakan hukum merupakan tugas dan wewenang pemerintah. Hal itu bahkan tertera dalam ajaran Islam. Namun, tidak boleh menerapkan hukuman secara semena-mena. Setelah terbukti secara syar'i di pengadilan syariat, barulah pelaku tindak pidana dapat dijatuhi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, menjadi tugas dan wewenang pemerintah untuk menegakkan hukum. Namun, apabila kaum Muslim tidak mempunyai pemerintah (yang menerapkan hukum syariat), sambung dia, cukup dengan beramar ma'ruf dan nahi mungkar serta berdakwah kepada jalan Allah SWT, serta membina dialog yang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, sangat tidak dibenarkan bagi individu-individu untuk bertindak main hakim sendiri sebab bisa mendatangkan masalah yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, papar Syekh Sholih, di antara kaidah syariat yang disepakati kalangan ulama, adalah mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mendatangkan kemaslahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.republika.co.id)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4249574993991117908?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4249574993991117908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/pembuktian-terbalik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4249574993991117908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4249574993991117908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/pembuktian-terbalik.html' title='PEMBUKTIAN TERBALIK'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4630472334880078658</id><published>2011-02-01T19:55:00.000-08:00</published><updated>2011-02-04T18:20:47.545-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>NASIB GURU EDAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1175.snc4/154776_166207150077667_100000651485273_379154_3092486_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 220px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1175.snc4/154776_166207150077667_100000651485273_379154_3092486_n.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Begini nasib bernama guru&lt;br /&gt;Pada awalnya &lt;br /&gt;Gemar membaca&lt;br /&gt;Soal dan kurikulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati senang kalau mendapat tunjangan&lt;br /&gt;Oo …&lt;br /&gt;Hati senang kalau mendapat bagian&lt;br /&gt;Oo …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini nasib akhirnya guru&lt;br /&gt;Bermimpi-mimpi&lt;br /&gt;Membeli sedan&lt;br /&gt;Padahal gajinya pas-pasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamer sedan padahal barang kreditan&lt;br /&gt;Oo …&lt;br /&gt;Maksa kredit niatnya gagah-gagahan&lt;br /&gt;Oo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu nasib bernama guru&lt;br /&gt;Pada akhirnya&lt;br /&gt;Murid kleleran&lt;br /&gt;Bertingkah jadi tak karuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na’udzubillah min dzalik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4630472334880078658?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4630472334880078658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/nasib-guru-edan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4630472334880078658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4630472334880078658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/02/nasib-guru-edan.html' title='NASIB GURU EDAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5985575360827364628</id><published>2011-01-27T22:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T00:07:40.643-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>HARGA RUMAH AKAN NAIK 10-20%</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/20/1959383p.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 205px;" src="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/01/20/1959383p.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Laju inflasi dan BI Rate diprediksi akan naik sehingga mendorong kenaikan harga barang bangunan dan suku bunga kredit perbankan. Harga rumah diperkirakan akan naik berkisar 10-20 persen. Namun minat konsumen terhadap rumah tapak (landed house) mewah tetap tinggi. “Permintaan perumahan mewah akan tetap bagus di tahun ini, semisal di Jakarta dan Serpong. Secara umum, pasar kawasan hunian memang akan semakin meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Direktur Capital Markets di Jones Lang LaSalle, Vivin Harsanto, di Jakarta, Rabu (26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vivin mengatakan tahun ini pertumbuhan properti residensial mewah akan meningkat. Permintaan konsumen berkocek tebal terhadap landed house akan membesar karena fundamental perekonomian nasional yang semakin solid. Kepala Riset Cushman &amp; Wakefield Arief Rahardjo mengatakan permintaan perumahan kelas atas seharga sekitar 1 miliar rupiah cenderung berkutat di Jakarta dan Tangerang. Permintaan atas rumah kelas menengah seharga 750 juta sampai 1 miliar rupiah juga akan meningkat di Bekasi, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe rumah yang paling diminati, kata Arief, sekitar satu miliar rupiah. Rumah seharga itu paling banyak diburu di Jakarta. Vivin mengatakan perumahan di selatan Jakarta masih paling tinggi peminatnya karena kawasan ini masih asri, akses jalan tol baik, serta ditunjang fasilitas papan atas, misalnya sekolah internasional, pusat perbelanjaan, atau rumah sakit. Sinyalemen ini tecermin dari aksi sejumlah pengembang meluncurkan kluster perumahan mewah di Jakarta. Bintang Mahameru (BM), pengembang Green Andara Residences, meluncurkan unit terbarunya kluster Elvera, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Green Andara berdiri di atas lahan seluas 22 hektare bekas lahan Wisma Schlumberger di Pondok Labu. Lahan berkontur landai yang sarat pepohonan menjadi nilai jual yang ditawarkan BM ke konsumen. Adat Prawira Bima, Manajer Perencanaan, Pengembangan, dan Estate BM mengatakan kluster Elvera tersedia 92 unit dengan kisaran harga 1,6 – 2,8 miliar rupiah per unit. “Tipenya 220/128 dan 240/144,” kata Adat. Sesaat diluncurkan, Adat mengklaim berhasil menjual sembilan unit Elvera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kluster ini melengkapi dua kluster mewah yang sebelumnya sudah diluncurkan, Alva dan Orlanda. Jumlah total rumah di permukiman ini sebanyak 340 unit. Green Andara menyediakan lahan terbuka hijau sebanyak enam hektare. “Karena kawasan Pondok Labu masih asri, peminatnya sangat tinggi dan fasilitas pendukung sudah terlebih dahulu tersedia. Ini menjadi selling point kami,” papar Adat. Tangerang juga dinilai potensial bagi para pengembang untuk menjual rumah mewah karena aksesibilitas yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran jalur Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) menuju Serpong semakin memudahkan akses ke Tangerang. Pekan lalu, PT Modernland Realty Tbk mulai memasarkan hunian mewah The Golf Residence di Kota Modern. Sebanyak 123 unit rumah di sana dipasarkan dengan harga berkisar dari 1 – 2 miliar rupiah. The Golf Residences menempati lahan seluas 4,5 hektare. Pengembang memasarkan hunian mewah ini dalam dua tahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk tahap pertama kami targetkan dapat terjual sebanyak 62 unit saja, sedangkan sisanya pada tahap berikutnya,” sebut Chief Marketing Offi cer PT Modernland Realty Tbk Andy K Natanael dalam rilisnya, Sabtu (22/1). Andy mengatakan hunian ini menawarkan panorama padang golf sebagai magnet bagi konsumen. Untuk menunjang kenyamanan penghuni, Modernland memberikan fasilitas berupa jogging track, berbagai sarana olah raga seperti lapangan basket, pusat kebugaran, dan enam taman berukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modernland mengklaim 62 unit rumah mewah di kluster The Golf Residence terjual hingga 85 persen dalam tempo tiga jam. Menurut Andy, proyek tersebut menelan investasi sebesar 150 miliar rupiah dengan harga jual mulai dari 1,5 miliar rupiah per unit. Rencana pengembangan akses jalan tol Kunciran- Bandara Soekarno Hatta akan mendongkrak penjualan properti di kawasan Serpong, Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek tol sepanjang 14 kilometer itu akan dimulai tahun ini dan diperkirakan rampung akhir 2012. Pintu masuk dan keluar tol yang akan melewati kawasan Kunciran, Cipondoh, Benda, hingga bandara Soekarno Hatta itu salah satunya akan berada dalam kawasan Modern Extention, Kota Modern. “Hal ini tentu saja akan membuat nilai investasi properti di Kota Modern menjadi sangat tinggi. Itu memperkuat konsep township yang kami kembangkan sehingga menjadikan proyek ini sebagai kota di dalam kota,” ungkap Andy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Kawasan Direktur Ben Hokk Property Nurul Yaqin mengatakan peminat hunian mewah kebanyakan berasal adalah kalangan muda yang tak ingin jauh dari tempat tinggal mereka sebelumnya. Mereka ini, lanjut Nurul, adalah konsumen yang orang tuanya memiliki rumah berukuran luas dan berhalaman asri. Seiring perjalanan waktu, kata dia, biaya perawatan rumah lama mereka semakin besar sehingga menjadi beban ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, mereka beralih mencari rumah yang ukurannya lebih kecil dari rumah orang tuanya. Lokasi yang mereka inginkan tentu yang prestisius. “Mereka yang bertempat tinggal di Jakarta Selatan, misalnya, ingin mencari perumahan mewah di seperti Pondok Labu, Pondok Indah, atau Cilandak. Jadi pengembang menggarap pasar yang berbasis komunitas,” kata Nurul. Ia mengilustrasikan warga Jakarta Utara tak ingin jauhjauh memilih rumah baru mereka. Pilihannya jatuh ke kawasan Pluit, Kelapa Gading, dan Sunter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan masyarakat Jakarta Selatan yang menginginkan rumah elite di Cilandak atau Pondok Indah. Vivin Harsanto mengatakan pengembang menekankan sentuhan emosional yang dijual kepada konsumen. “Permintaan berasal dari komunitas orang kaya setempat,” kata Vivin. Kondisi ini diamini oleh Adat Prawira. Dia mengatakan konsumen yang membeli rumah mewah di Green Andara kebanyakan warga sekitar Jakarta Selatan, yakni sekitar 70-80 persen dari 340 unit yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping faktor psikologis, peningkatan perumahan mewah juga ditopang datadata ekonomi. Contohnya saja rencana ekspansi perusahaan asing yang hendak menanamkan investasinya di dalam negeri. Dengan demikian, pekerja asing dari perusahaan asing tersebut membutuhkan perumahan elite. “Komunitas ekspatriat memang kami bidik sebagai pasar potensial,” kata Adat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5985575360827364628?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5985575360827364628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/harga-rumah-akan-naik-10-20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5985575360827364628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5985575360827364628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/harga-rumah-akan-naik-10-20.html' title='HARGA RUMAH AKAN NAIK 10-20%'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8399464013787980727</id><published>2011-01-23T22:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-28T00:11:05.313-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>MISKINNYA KONSEP KEMISKINAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=525103995415&amp;id=6e18811ea9ce39ff162f9f83030f8e0b&amp;url=http://matanews.com/wp-content/uploads/potret-kemiskinan-papua1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=525103995415&amp;id=6e18811ea9ce39ff162f9f83030f8e0b&amp;url=http://matanews.com/wp-content/uploads/potret-kemiskinan-papua1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan pun, mempersoalkan kemiskinan selalu menjadi isu menarik dan tidak ada habisnya dibicarakan. Mengapa? Persoalan kemiskinan sangat erat kaitannya dengan model produksi dan pemilikan. Sejauh model produksi dan pemilikan mengikuti prinsip ideologi kapitalis, maka model produksi ini akan menghasilkan kesenjangan antara orang-orang yang dapat menghimpun sejumlah besar kekayaan dan orang-orang yang tidak dapat menghimpun sejumlah besar kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, ada orang-orang yang memiliki daya beli terhadap barang barang industri yang cukup dan bahkan berlebih, tapi ada pula orang-orang yang tidak memilikinya. Inilah yang kemudian menjadi kriteria antara kaya di satu pihak dan yang tidak memiliki daya beli di lain pihak, yang disebut miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun argumentasinya, tujuan akhir pembangunan di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah menciptakan masyarakat maju yang dapat memenuhi kebutuhan. Artinya, daya beli merupakan faktor penting yang perlu ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecukupan kebutuhan itulah yang sementara ini menjadi ukuran tentang well being atau sejahtera. Perkara kecukupan pemenuhan kebutuhan itu dicapai melalui jalan ketidakadilan, menindas, merampas, korupsi, dan cara lain sejenisnya. Ini tidak ditangani secara serius yang diperhitungkan dalam pencapaian kesejahteraan dan penanganan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu legitimasi pembangunan itu dilakukan karena banyaknya masyarakat miskin. Jika masyarakat miskin tidak ada lagi, masih perlukah pembangunan itu dilakukan? Itulah sebabnya, kemiskinan tidak pernah berakhir. Sebab, dengan berakhirnya kemiskinan, maka berakhirlah pembangunan. Selama dunia mengikuti model produksi kapitalis, kemiskinan tidak akan pernah berakhir. Sebab, dalam model produksi ini, tidak pernah ada sebuah negara yang semua warga negaranya kaya atau miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun di negara maju, perbedaan kaya dan miskin selalu tampak. Persoalannya, bagaimana masyarakat secara keseluruhan menyelesaikan warganya yang tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara maju, masyarakatlah yang menyelesaikan persoalan kemiskinan warganya dengan cara negara mengorganisasinya melalui sejumlah pajak yang diberlakukan terhadap warga negaranya. Sebagian dari pajak itu dialokasikan untuk mengatasi warganya yang tidak mampu berkembang. Indonesia mengikuti prinsip ini. Namun, bedanya, persoalan kemiskinan diselesaikan dengan cara memperbesar utang luar negeri, sedangkan kewajiban pajak bagi orang kaya bisa dimanipulasi. Simak saja kasus Gayus Tambunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, secara sosiologis, pembangunan di Indonesia mengikuti ideologi kapitalis. Pembangunan harus mendorong kemampuan daya beli masyarakat untuk mengakses produk industri manufaktur impor karena produk dalam negeri tidak ada. Juga untuk mengakses industri pendidikan dan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep kemiskinan didefinisikan dengan ketidakmampuan seseorang memenuhi kebutuhan dasar (sandang, pangan, dan papan), ditambah dengan pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan itu menunjuk kondisi masyarakat atau komunitas yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, sedangkan orang yang tidak mampu memenuhinya disebut orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, dengan konsep tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) menentukan 14 indikator pencapaian hidup seseorang, yang dilihat dari kondisi rumah, kemampuan daya beli, sanitasi dan kesehatan, lapangan pekerjaan, sampai pendidikan. Ini semua indikator fisik, di mana kemiskinan hanya dilihat berdasarkan keberadaan barang-barang serta akses terhadap barang yang seharusnya dibutuhkan. Kriteria ini adalah perkembangan logika secara linier untuk merumuskan keberadaan orang miskin dan bukan berpikir alternatif untuk mengonseptualkan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Negeri kaya tetapi miskin'', ungkapan ini banyak disuarakan dalam masyarakat kita, tapi tidak ditangkap sebagai tanda untuk merumuskan alternatif konsep kemiskinan. Masyarakat hanya bisa memperoleh hak untuk menanam dan memetik hasil produksi di atas tanah tanpa memperoleh hak menikmati semua sumber alam di tempat mereka tinggal di sebuah wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konseptualisasi kemiskinan bisa dirumuskan secara baru, yakni masyarakat memiliki hak untuk menikmati segala sumber alam yang ada di wilayahnya. Masyarakat yang tinggal di sebuah wilayah yang memiliki sumber alam seperti tambang juga memiliki hak untuk menikmati hasilnya dan mendistribusikan hasil itu demi kepentingan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi selama ini, masyarakat di wilayah itu tetap miskin, kekayaan dinikmati para investor asing dan para politikus nasional serta lokal. Konsep kemiskinan seharusnya juga dilihat secara holistik, termasuk sumber alam yang tersedia di dalamnya. Meskipun sekarang masih ada masyarakat yang hidupnya sederhana, sesungguhnya mereka tidak miskin, sebab sumber alam yang ada di wilayahnya bisa membuat mereka makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep kemiskinan tidak dilihat secara individu, tapi dilihat berdasarkan wilayah, sumber alam yang tersedia, dan kreativitas anggota masyarakat yang ada di dalamnya. Perkara pola kerja, teknologi, dan cara hidup mereka yang masih sederhana itu menjadi tugas pembangunan yang dilakukan negara untuk memajukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, masih banyak indikator yang perlu dipikirkan untuk merumuskan kembali konsep kemiskinan. Kreativitas, misalnya. Jika masih memiliki kreativiatas kerja, mereka tidak bisa disebut miskin. Kalau konsep ini dipakai, di Indonesia tidak ada orang miskin karena umumnya mereka melakukan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, tak perlu utang untuk menyelesaikan kemiskinan. Keadilan, hak, dan kedaulatan ini merupakan sisi lain yang harus diperhitungkan dalam konseptualisasi kemiskinan. Ini memang sulit dihitung secara kuantitatif, tidak seperti indikator BPS yang bersifat fisik. Inilah yang disebut miskin konsep kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Kemiskinan yang diselesaikan dengan cara berutang hanya mengikuti keinginan para pemberi utang, yakni meningkatkan daya beli masyarakat agar dapat membeli produk industri mereka. Pada akhirnya, dalam istilah Bung Karno, bangsa ini hanya menjadi antek negara kapitalis maju. Kemiskinan menjadi barang dagangan mereka melalui Bank Dunia untuk menawarkan kredit bagi pengentasan kemiskinan. Sebut saja, dalam kurun waktu pembangunan 16 tahun terakhir, IDT sampai PNPM didanai dengan utang dari Bank Dunia. Akan selesaikah kemiskinan dengan program pembangunan ini? Kita tunggu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susetiawan&lt;br /&gt;Ketua Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM, staf peneliti pada Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM.&lt;br /&gt;[Kolom, Gatra Nomor 11 Beredar Kamis, 20 Januari 2011]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8399464013787980727?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8399464013787980727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/miskinnya-konsep-kemiskinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8399464013787980727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8399464013787980727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/miskinnya-konsep-kemiskinan.html' title='MISKINNYA KONSEP KEMISKINAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3815771749128746279</id><published>2011-01-12T19:20:00.000-08:00</published><updated>2011-01-12T19:21:48.208-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>MEMELIHARA KOMITMEN DAN PRESTASI</title><content type='html'>Pasang surut kehidupan adalah sebuah dinamika, romantika yang bagi sebagian orang semakin memperkuat jati dirinya. Namun ada pula sebaliknya, menjadikan sebagian orang putus asa, nglokro, stress, dan pesimistik—sebuah pilihan sikap yang sangat dikecam oleh agama kita, Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri pernah bekerja bersama orang-orang yang sangat antusias, selalu berpikir ke depan, dengan visi misi yang sangat mulia. Dan saya adalah hasil didikan dari gemblengan orang-orang tersebut. Yah, semua tahu, saya adalah seorang guru di sebuah lembaga pendidikan Islam di Purwokerto, tepatnya al-Irsyad al-Islamiyyah. Namun, jangan lupa. Bersamaan itu pula ada orang-orang yang kandas, kalah dan/atau dipaksa kalah karena tidak mampu melakukan adaptasi kultural-profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kondisi iman, yang bisa naik dan bisa turun, begitulah sebuah komitmen. Satu kata ini bisa hadir kepada diri kita dengan beragam pendekatan: terpaksa karena dipaksa, terpaksa mengikuti keadaan, kesadaran yang lahir dari pribadi maupun yang lahir akibat dari sebuah kesadaran kolektif yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh pengalaman saya, komitmen yang langgeng tidak hadir dari sebuah pemaksaan. Namun berasal dari sebuah upaya terus-menerus yang itu beroperasi di dataran konseptual, ditanamkan dalam dunia bawah sadar secara perlahan-lahan. Komitmen muncul dari kesadaran dan kepahaman terhadap sebuah etos, visi besar dan mulia yang ingin dicapai. Dus, komitmen sangatlah spiritual. Kecuali komitmen-komitmen yang dibangun atas nama materi, namun menurut saya itu tidak akan langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang ingin memelihara komitmen di tempat masing-masing, terutama kepada para leader/manager, buatlah semacam “garis juang” yang bisa dipahami oleh semua orang. Mungkin awalnya Anda akan ditertawakan. No way, itu tantangan Anda untuk membuktikan. Kata kuncinya adalah buatlah garis juang itu bersifat spiritual, dan buatlah garis juang itu mudah dan bisa dipahami oleh rekan-rekan Anda. Sebagai misal, katakanlah sering-sering bahwa lembaga Anda itu ingin menjadi lembaga terbaik dalam segala hal kepada rekan-rekan Anda. Lalu tanamkan ke benak mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang terbaik Anda. Yakinkan mereka dan yakinkan diri Anda bahwa Anda memang tidak sedang berbohong mengatakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun janganlah kita lupa. Bahwa komitmen tanpa dibangun sinergi dengan kompetensi, skill/keterampilan adalah hal yang mustahil. Bersamaan dengan pencanangan untuk mencapai suatu visi, kita harus berinvestasi dalam bentuk pelayanan (service). Kalau rekan-rekan Anda belum sesuai dengan harapan Anda, keluarkanlah anggaran (bisa besar bisa kecil tergantung kebutuhan) untuk mendidik mereka. Beri mereka buku-buku, beri mereka pelatihan-pelatihan terbaik, beri mereka pendidikan terbaik, beri mereka fasilitas yang baik, beri mereka “instrumen” yang akan memacu rekan-rekan Anda untuk selalu terus belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda seorang leader/manager, selalulah bertanya, “Layanan apa yang sudah saya berikan kepada anggota saya?” Seorang pemimpin atau seorang manager tugas pokok dan utamanya adalah melayani anak buah. Titik. Jangan pernah Anda minta “dilayani”. Memberilah, niscaya mereka akan memberi tanpa Anda minta. Percayalah dengan hal yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita belajar kepada Rasulullah, adalah wajar jika loyalitas para sahabat beliau itu menggegerkan dunia. Kata Syekh Anwar Al-Awlaki, sebuah loyalitas yang melebihi loyalitas kepada raja-raja. Mengapa? Karena yang ditawarkan dan diberikan oleh Nabi kita yang suci mulia itu adalah sebuah jalan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Bukankah ini visi yang sangat spiritual?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, kita harus membuat sebuah analisis kebutuhan. Hitunglah berapa kegiatan yang diperlukan dan berapa waktu yang diperlukan. Dan jangan tergesa-gesa mendapatkan hasil. Susunlah program secara bertahap dan bertujuan. Pasanglah target yang tinggi. Dan never give up. Saran saya, kalau Anda seorang pimpinan/manager, belajarlah kepada Rasulullah SAW dalam “melayani” para “sahabatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus, komitmen tidak muncul secara tiba-tiba, tapi harus dibangun secara terus menerus tanpa henti. Gunakan seluruh modalitas untuk membangun itu. Komitmen juga tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh kompetensi yang baik dalam mengejar apa yang ingin dikejar. Didiklah rekan-rekan Anda dengan didikan yang terbaik. Kalau Anda tidak mampu, gunakan orang-orang yang terbaik untuk mendidik rekan-rekan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir pertanyaan saya, sudahkah Anda ajari diri Anda sendiri untuk selalu berkomitmen? Sudahkah Anda ajari rekan-rekan Anda untuk apa berkomitmen? Sudahkah Anda ajari rekan-rekan Anda bagaimana berkomitmen? Tidak ada jalan lain kecuali, jadilah contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3815771749128746279?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3815771749128746279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/memelihara-komitmen-dan-prestasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3815771749128746279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3815771749128746279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/memelihara-komitmen-dan-prestasi.html' title='MEMELIHARA KOMITMEN DAN PRESTASI'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-1898467727095371844</id><published>2011-01-11T00:38:00.001-08:00</published><updated>2011-01-11T00:40:18.157-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>MERENCANAKAN PEMBANGUNAN RUMAH</title><content type='html'>Sebelum membangun anda perlu membuat perencanaan supaya biayanya terkontrol. Proses membangun rumah baru atau renovasi membutuhkan biaya tidak sedikit. Untuk itu anda perlu merencanakannya dengan matang. Caranya dengan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB adalah total anggaran biaya, termasuk upah tukang dan peralatan, yang dibutuhkan untuk pembangunan sebuah proyek konstruksi baik berupa rumah maupun bangunan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  RAB memuat uraian pekerjaan yang disusun menurut jenis pekerjaan dalam gambar kerja. Jadi, harus ada gambar kerja berupa detail desain bangunan sebagai dasar menyusun RAB. RAB akan memberi panduan yang jelas dan akurat kepada tukang di lapangan sekaligus mengontrol pengeluaran. RAB juga menjadi ukuran mutu bangunan berdasarkan spesifikasi material yang dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Spesifikasi bahan bangunan itu tertera rinci di RAB. Pilihan terpulang pada pemilik bangunan. “Pastikan semua spek bangunan tertulis dengan merek yang jelas dalam RAB. Kalau tidak bisa menjadi celah bagi kontraktor nakal untuk mengganti-ganti mutu bahan,” kata Ivan Darmanto, arsitek yang bekerja di sebuah perusahaan konstruksi dan real estate di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sebaiknya Anda meminta pembuatan RAB kepada arsitek atau kontraktor berpengalaman. Penyusunan RAB idealnya berbarengan dengan proses mendesain. Jadi, sejak awal penciptaan desain sudah disesuaikan dengan kisaran bujetnya. Dengan adanya RAB kemungkinan penghitungan biaya pembangunan meleset dari perencanaan awal paling banyak 10 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis harga satuan&lt;br /&gt;  Komponen penting dalam menyusun RAB adalah harga satuan yang menganalisa harga upah tukang, harga material dan alat yang dibutuhkan untuk setiap satuan pekerjaan. Tersedia rumus standar untuk mendapatkan analisis harga satuan (AHS) tersebut. Menurut Ivan, harga satuan bisa jadi berbeda-beda pada setiap pemborong tergantung pengalaman. Misalnya, dengan mutu dan merek material yang sama, satu kontraktor bisa menawarkan harga yang lebih murah dibanding kontraktor lain. Tentu saja harga material sangat memengaruhi harga satuan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Hasil perhitungan harga satuan itu kemudian dikalikan dengan volume per item pekerjaan, kemudian dijumlahkan seluruhnya dalam RAB. Turunan dari RAB adalah pembuatan bill of quantity (BQ) yang menunjukkan daftar seluruh material dan jumlahnya yang harus tersedia untuk pembangunan. Daftar ini membantu pengontrolan pembelian material. Lazimnya RAB memiliki masa berlaku maksimal enam bulan. Artinya, jika ingin digunakan setelah itu harus diadakan revisi karena kemungkinan terjadi fluktuasi harga material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang dihitung?&lt;br /&gt;   RAB untuk membangun rumah baru mencakup penghitungan seluruh biaya yang dibutuhkan mulai dari proses awal persiapan tanah hingga finisihing bangunan. Terdiri dari pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan instalasi listrik dan instalasi air, pekerjaan luar (lansekap) dan pekerjaan interior jika diperlukan. Setiap rincian pekerjaan berbeda-beda satuannya, ada yang dihitung per bulan, per unit, per meter atau borongan langsung (lump sump).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Pada prinsipnya pembuatan RAB untuk berbagai proyek konstruksi sama saja.  Mulai dari pembangunan rumah sederhana satu lantai hingga masjid, sekolah sampai ruko dengan ketinggian lebih dari dua lantai. Namun, RAB juga sangat tergantung desain bangunan. Jadi, selain memuat uraian satuan pekerjaan standar, bisa saja ada pekerjaan khusus sesuai desain yang juga perlu dirinci dalam RAB. Misalnya, pembuatan railing, pagar, elemen ukiran dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sederhananya RAB terdiri dari tabel yang memuat uraian pekerjaan, satuan, volume, harga satuan dan total harga. Total harga adalah hasil kali dari volume dan harga satuan. Total harga setiap jenis pekerjaan dijumlahkan menjadi sub total. Dari penjumlahan seluruh sub total diperoleh total harga bangunan. Pengelompokkan jenis pekerjaan dan sub total biayanya bertujuan mempermudah termin pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kadang kala ada saja satuan pekerjaan yang luput dari penghitungan di RAB. Untuk menghindari konflik dengan kontraktor, sebaiknya disepakati sejak awal kalau ada yang kurang kedua pihak mengacu pada RAB atau gambar kerja. “Jika berpatokan pada gambar, kemungkinan tambahan pekerjaan yang ada di gambar tapi tidak tercantum di RAB dapat dihitung ulang. Namun, kalau hanya mengacu pada RAB berarti menjadi tanggung jawab kontraktor jika ada yang terlewat dihitung,” jelas Ivan. Halimatussadiyah&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borongan atau Cost and Fee&lt;br /&gt;    Pelaksanaan pembangunan oleh kontraktor atau tukang bangunan bisa dilakukan dalam dua sistem: borongan atau cost and fee. Anda bisa memilih salah satu. Dalam sistem borongan pemilik cukup menyiapkan dana dan menerima hasil jadi dari kontraktor. Umumnya penghitungan RAB mengacu pada sistem borongan. Rincian harga material, volume pekerjaan dan ongkos jasa tukang sudah dihitung di dalamnya. Jasa tukang tidak lagi diperhitungkan per hari atau per minggu, tapi dimasukkan per satuan pekerjaan. Ketentuan harga dan termin pembayaran telah disepakati bersama antara pemilik dan kontraktor. “Jangan terjebak dengan tukang atau kontraktor yang menawarkan harga pembangunan per meter persegi tanpa mengetahui rincian spesifikasi material dan harga satuannya,” kata Ivan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sedangkan pada sistem cost and fee umumnya pemilik yang melakukan penyediaan material, kemudian menyewa jasa tukang/kontraktor untuk pembangunan. Sistem pembayaran tukang bisa harian atau mingguan tergantung kesepakatan dengan kepala tukang (mandor). Penghitungan RAB di sini hanya menganalisa harga material dikalikan volume kerja, tanpa ongkos tukang karena dibayarkan terpisah. (Pada edisi berikutnya diuraikan rincian tahapan pekerjaan berikut contoh RAB rumah dua lantai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Satuan Pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan pekerjaan dalam RAB bisa terdiri dari 13 – 16 tahap atau jenis tergantung kesepakatan. Boleh jadi ada tahapan pekerjaan seperti pemasangan pompa air dan instalasi listrik utama, yang tidak diorder kepada pemborong atau tidak masuk RAB tapi dilakukan sendiri oleh pemilik rumah. Tapi, secara umum satuan pekerjaan yang diuraikan dan dihitung dalam RAB bisa dikelompokan sebagai berikut (sebagian dikutip dari www.strukturrumah.com):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Persiapan&lt;br /&gt;  Meliputi pengukuran, pembuatan gudang/bedeng, bowplank, pembersihan lokasi, dan persiapan listrik+air. Dihitung dengan satuan lump sump (ls). Sedangkan biaya keamanan dan penggunaan listrik atau air selama pembangunan berlangsung dihitung per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Tanah&lt;br /&gt;  Terdiri dari penggalian dan pengurugan. Menggali tanah untuk keperluan pembuatan pondasi, pemasangan pipa dan lain-lain. Satuan hitungnya per meter kubik (m3). Sedangkan pekerjaan mengurug dapat berupa pemadatan dengan material seperti puing pada lantai bangunan yang juga dihitung per m3. Ada lagi yang dinamakan pekerjaan urugan kembali, yakni proses mengurug bekas galian pondasi yang sudah terpasang. Satuan hitungnya juga m3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Pondasi&lt;br /&gt;  Pekerjaan ini tergantung jenis pondasi yang digunakan dan peruntukkannya: untuk rumah satu lantai atau dua lantai dan seterusnya. Misalnya, menggunakan pondasi pasangan batu kali biayanya dihitung per m3. Perbedaan volume pondasi untuk rumah dua lantai dengan satu lantai berkisar antara 20 - 25 persen. Terdapat juga pembuatan lantai kerja yang terletak di bawah pondasi dengan ketebalan 5-10 cm. Jika diperlukan pembentukan tanah pada tipe kaveling yang berundak (split), ini harus ditambahkan pada uraian pekerjaan dan dihitung dengan satuan ls.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Beton&lt;br /&gt;  Bagian pekerjaan ini terdiri dari pembuatan sloof (balok pondasi) di atas pondasi, pembuatan kolom (tiang) dan balok (beton bertulang horizontal yang menghubungkan kolom-kolom). Material yang digunakan berupa besi beton sebagai tulangan dan begel (ring pengikat tulangan) serta adukan beton dengan standarisasi yang telah ditentukan. Semuanya dihitung dengan satuan meter lari (m’).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Dinding&lt;br /&gt;  Pekerjaan dinding terdiri dari pembuatan pasangan bata, plesteran, acian dan sponengan/tali air. Satuan hitungnya per meter persegi (m2) kecuali tali air yang dihitung per m’. Cara menghitung luas pasangan bata adalah dengan mengukur keliling dinding dikalikan tinggi dinding, dikurangi luas daun jendela, daun pintu, dan lubang ventilasi jika ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Atap&lt;br /&gt;  Pembuatan rangka atap dengan kuda-kuda dari kayu biasanya dihitung per m2, begitu pula dari baja ringan karena umumnya sudah dijual lengkap berikut ongkos pasang. Pekerjaan tambahannya adalah pemasangan nok genteng yang dihitung per m’. Pemasangan penangkal petir juga dihitung per m’. Sedangkan pemasangan genteng dihitung per m2. Pasang talang termasuk ke dalam pekerjaan atap. Bahan talang bermacam-macam ada yang dari beton, seng, atau PVC. Masing-masing memiliki satuan berbeda yang dapat dihitung per m’, m2 atau m3. Begitu juga pemasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela&lt;br /&gt;  Pembuatan kusen dapat dihitung per m3 atau satuan unit yang sudah jadi. Kalau dibuat khusus harga per unit daun pintu dan jendela tergantung bahan yang digunakan. Ongkos pasang dihitung langsung ke dalam harga per unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Plafon&lt;br /&gt;  Plafon bermacam-macam jenis bahannya seperti kayu, eternit, asbes plat, plywood, gipsum dan lain-lain. Perhitungan volume pekerjaan adalah luas berdasarkan satuan m2. Ongkos pemasangan sudah termasuk dalam harga satuan. Hitungan rangka plafon bisa terpisah atau dimasukkan langsung ke dalam harga pemasangan plafon. Ada tambahan pekerjaan lain, misalnya pemasangan list plafon. Satuannya per m’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Lantai dan Keramik&lt;br /&gt;Pekerjaan ini mencakup pembuatan beton lantai atau floor/plesteran lantai dengan ketebalan 5-10 cm. Sebelum lantai diplester diberi urugan pasir setebal 5-10 cm. Untuk perhitungan volume lantai beton memakai ukuran m3. Pemasangan keramik lantai dan dinding dihitung per m2. Untuk tambahan keramik pada step tangga (nosing) per m’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Sanitasi&lt;br /&gt;Pemasangan kloset, kran air, floor drain, bathtub hingga sink dapur termasuk dalam pekerjaan sanitasi. Satuannya dihitung per buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Instalasi Air&lt;br /&gt;Pemasangan pipa-pipa air untuk instalasi air bersih dan air kotor dihitung dengan satuan m’. Perlengkapan seperti bak kontrol dihitung per buah. Sedangkan septic tank dihitung dengan satuan unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Pengecatan&lt;br /&gt;Pekerjaan pengecatan dinding dan plafon dihitung dengan luas per m2. Kecuali pengecatan lisplank dihitung per m’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan Instalasi listrik&lt;br /&gt;Volume pekerjaan instalasi listrik dihitung dengan satuan titik. Seperti titik lampu, saklar, stop kontak termasuk instalasi titik telepon. Kecuali box panel, MCB dan kabel dihitung dengan satuan unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain-Lain&lt;br /&gt;Pekerjaan tambahan dapat diuraikan pada judul lain-lain dalam RAB seperti pembuatan railing tangga, pagar, teralis, pembersihan proyek dan lain-lain.(HE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Strukturrumah.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-1898467727095371844?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/1898467727095371844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/merencanakan-pembangunan-rumah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1898467727095371844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/1898467727095371844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/merencanakan-pembangunan-rumah.html' title='MERENCANAKAN PEMBANGUNAN RUMAH'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-3396504190568159475</id><published>2011-01-10T20:02:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T20:03:55.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>PERMASALAHAN KONSUMEN SEPUTAR JUAL BELI RUMAH</title><content type='html'>Untuk mendapatkan hunian yang tepat Anda harus melihat sekian banyak rumah sebelum memilih satu di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Guna meminimalisir kemungkinan serah terima rumah meleset, beli rumah di perumahan yang memiliki legalitas lengkap. Lihat ke lokasi, apakah proses pematangan tanahnya sudah berjalan. Cek secara berkala progress pembangunan rumah. Sesuaikan pembayaran dengan progress. Pembelian tunai hanya layak untuk rumah siap huni.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Khusus apartemen sebaiknya beli yang sudah jadi. Baik juga bila developernya anggota asosiasi seperti REI dan Apersi. Jadi, kalau ada masalah bisa minta bantuan asosiasi untuk mendisiplinkan anggotanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pastikan jadwal serah terima rumah tercantum dalam perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dan AJB. Sudah mulai ada developer yang berani menerakan jadwal serah terima dalam tanggal, bukan hanya bulan. Jangan menerima saja klausul dalam PPJB karena sering menempatkan konsumen dalam posisi lemah. Misalnya, bila terlambat mencicil didenda satu permil per hari. Sebaliknya, kalau serah terima rumah telat, developer hanya dikenai pinalti terbatas. Bila hak dan kewajiban para pihak tidak seimbang, jangan ragu meminta developer memperbaikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pastikan Anda meneken PPJB dengan developer atau pihak lain yang dikuasakan developer. Sebaiknya proses PPJB juga dilakukan di hadapan notaris/PPAT yang Anda pilih atau dari developer. Minta draft PPJB sebelum membayar uang muka. Tak perlu khawatir transaksi batal karena kecerewetan Anda. Masih banyak pilihan rumah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Spesifikasi bangunan tidak sesuai janji&lt;br /&gt;Dalam brosur developer hanya menyebutkan spesifikasi material secara umum. Tapi, kini sudah ada beberapa yang berani mencantumkan merek dalam PPJB. Bila memungkinkan beli rumah di perumahan seperti itu. Kalau tidak, minta developer menyebutkan spesifikasi material itu dalam PPJB atau AJB. Cek pembangunan rumah untuk memastikan spesifikasi bangunannya memang sesuai janji. Bila melenceng sejak awal Anda bisa mengoreksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bangunan tidak rapi&lt;br /&gt;Problem ini terkait kualitas pemborong yang dipakai developer, dan kita belum memiliki sistem pemeringkatan kontraktor. Karena itu yang bisa dilakukan, melihat finishing rumah contoh, rumah yang sudah jadi, atau rumah di proyek developer sebelumnya (kalau ada). Kiat lain dengan mencek proses pembangunan rumah, sehingga Anda tahu kualitas pengerjaannya dan bisa segera mengoreksi bila ada yang tidak memuaskan. Kalau kualitas rumah tetap tidak sesuai janji, jangan mau meneken berita acara serah terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pembangunan tidak sesuai konsep awal&lt;br /&gt;Pengembangan perumahan memiliki master plan (rencana induk) dan site plan (rencana tapak yang lebih detail). Tapi, master plan dan site plan hanya informasi peruntukan lahan: permukiman, fasilitas termasuk ruang terbuka, prasarana dan utilitas seperti jalan, selokan, dan jaringan listrik. Konsep pengembangan perumahan tidak tergambar di master plan. Developer bisa membangun dengan konsep apapun sepanjang tidak menyalahi master plan dan site plan. Mungkin ada fasilitas yang wajib disediakan seperti sekolah, klinik, dan rumah ibadah. Tapi, boleh jadi developer hanya wajib menyediakan lahan. Sementara fasilitas seperti mal atau club house bersifat opsional. Karena itu kalau developer berkoar akan mengembangkan rumah taman bergaya klasik dilengkapi club house, tak ada yang bisa Anda pegang kecuali komitmennya. Yang diperjanjikan dalam PPJB dan AJB hanya rumah. Upaya yang bisa dilakukan agar janji itu dipenuhi, adalah dengan membeli di perumahan yang dikembangkan developer dengan reputasi cukup baik. Selebihanya lebih baik berkonsentrasi memastikan posisi rumah: jauh dari gardu listrik, tidak di bawah saluran listrik tegangan tinggi, tidak akan tergusur jalan tol, dan lain-lain. Untuk itu cek langsung ke lokasi karena semua itu tidak tergambar di master plan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ukuran kaveling tidak sesuai sertifikat&lt;br /&gt;Kasus ini biasanya terjadi pada kaveling sudut (hook) atau di pinggir blok yang memiliki sisa tanah. Untuk menangkalnya, lihat denah kaveling hasil pengukuran kantor pertanahan. Tanyakan juga sistem developer menghitung luas bangunannya. Kalau kurang yakin, minta diukur ulang. Kekurangan hingga lima persen masih bisa ditoleransi. Pastikan ukuran kaveling resmi tercantum dalam PPJB dan AJB termasuk posisinya di site plan. Untuk itu tambahkan klausul sanksi bagi developer bila saat serah terima, luas kaveling tidak sesuai AJB. Lakukan transaksi di hadapan notaris/PPAT. Sebaiknya beli rumah dengan fasilitas KPR karena bank akan ikut memastikan luas kaveling dan bangunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kaveling dipindahkan tanpa persetujuan konsumen&lt;br /&gt;Masalah ini bisa diantisipasi dengan meminta developer menambahkan klausul pemindahan posisi kaveling dalam PPJB. Untuk itu di PPJB pastikan posisi kaveling Anda sesuai site plan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Komplain tidak ditanggapi selama masa garansi&lt;br /&gt;Ini juga bisa diatur dalam PPJB. Sampaikan komplain secara lisan dan tertulis, dan pastikan developer menerimanya. Bila tidak ditanggapi, tak ada salahnya menulis surat di koran, meminta bantuan asosiasi developer, atau bahkan membawa kasusnya ke badan penyelesaian sengketa konsumen (BPSK) atau YLKI. Problem juga bisa diminimalisir dengan mencek proses pembangunan, agar Anda mengetahui sejak dini potensi masalah pada rumah dan segera meminta developer mengatasinya. Cek secara seksama kondisi rumah sebelum serah terima, termasuk kondisi utilitasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Pengelolaan lingkungan tidak memuaskan&lt;br /&gt;Selama masa pengembangan, pengelolaan lingkungan biasanya ditangani estate management yang dibentuk developer, didukung estate regulation berikut iuran pengelolaan (IPL)-nya. Anda bisa melihat kualitas pengelolaan dan estate regulation itu saat membeli rumah.Bila kurang sreg Anda bisa mencari rumah lain, atau meneruskan transaksi dan bersama penghuni lain membentuk perhimpunan untuk mendesakkan perbaikan. Dalam hal ini harus jelas standar pengelolaan lingkungan yang diinginkan, karena akan berujung pada nilai iuran yang harus dibayar. Selain itu dengan standar yang jelas, puas atau tidak puas lebih terang ukurannya. Yang repot sering di sebuah perumahan baru sedikit yang mendiami rumahnya, sehingga banyak pemilik menunggak iuran yang berdampak pada pengelolaan lingkungan. Karena itu upayakan membeli rumah di perumahan yang banyak dihuni dan bukan sekedar ajang investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Banyak rumah beralih fungsi&lt;br /&gt;Masalah ini juga efektif diatasi bila ada persatuan warga. Pasalnya, developer pun kesulitan mencegahnya karena rumah sudah menjadi milik penghuni. Sebaiknya ada kesepakatan warga untuk tidak mengubah peruntukan rumah, karena bukan hanya melanggar tapi juga mengganggu penghuni lain. Bila ada yang bandel, selain kepada developer, sampaikan juga keluhan ke pemerintah setempat yang berwenang meluruskannya. Hal serupa juga perlu dilakukan terhadap perubahan bentuk rumah. Baik juga meminta developer mengatur tegas soal alih fungsi dan renovasi rumah itu dalam estate regulation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Fasilitas tidak direalisasikan&lt;br /&gt;Masalah ini sudah dibahas di bagian ketujuh. Yang bisa Anda tanyakan hanya fasilitas yang wajib disediakan sesuai dengan master plan, dan mengadukan ke pemerintah setempat bila developer tidak merealisasikannya. Fasilitas selebihnya tergantung komitmen developer yang sulit dituntut secara hukum bila tidak dibangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Perumahan terendam banjir&lt;br /&gt;Lazimnya setiap perumahan sudah memperhitungkan potensi banjir. Kontrol terhadap kemungkinan itu berada di tangan pemda yang menerbitkan izin. Biasanya patokan yang dipakai adalah peil (ukuran ketinggian) banjir setempat. Jadi, tanyakan kepada developer peil banjir itu. Tanya juga warga di sekitar perumahan mengenai kondisi kawasan, apakah tergenang saat hujan lebat atau tidak. Lihat posisi perumahan terhadap aliran sungai, apakah cukup dekat dan cukup tinggi, dan apakah air bisa dilepas dengan leluasa ke sungai dan selokan. Perumahan mestinya dilengkapi drainase memadai dan areal resapan seperti ruang terbuka dan sumur resapan yang terpelihara cukup baik. Dalam sebagian kasus banjir lebih disebabkan oleh buruknya pengelolaan kota dan rusaknya area resapan air di hulu. Tapi, baik juga menyimpan brosur berisi janji-janji developer sampai rumah selesai dibangun dan dihuni. Jadi, bila perumahan kebanjiran ada bahan untuk menuntut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Developer tidak membangun rumah&lt;br /&gt;Problem ini terjadi kalau membeli rumah di perumahan yang tidak jelas legalitasnya. Karena itu saat membeli yang pertama dicek adalah legalitasnya. Supaya lebih aman beli dengan KPR karena bank akan ikut menelisik legalitas dan reputasi developer. Bisa saja legalitas lengkap tapi konsep perumahan terlalu muluk sehingga pengembangannya macet. Pegangan Anda hanya track record developer, dengan menelusuri proyek-proyek sebelumnya dan animo konsumen terhadap proyek-proyek itu. Kalau cukup diminati berarti developernya relatif terpercaya. Melelahkan, memang proses mencari rumah. Jangan heran dalam dunia real estate dikenal rumus: melihat 100 rumah, menawar 10 unit, menghitung harga tiga di antaranya, sebelum memutuskan membeli satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Permohonan KPR&lt;br /&gt;Bisa jadi permohonan KPR Anda (katakanlah di Bank A) ditolak hanya karena bank yang Anda pilih itu bukan bank yang memberikan kredit konstruksi (misalnya Bank B) di perumahan yang hendak Anda beli. Hal ini jamak dalam dunia perbankan karena kredit konstruksi memakai agunan sertifikat induk perumahan. &lt;br /&gt;Sepanjang developer membayar kredit konstruksi ke Bank B lancar sebetulnya tidak jadi soal. Bank B tinggal menyerahkan sertifikat yang sudah dipecah, dan sebagai gantinya menerima dana sebesar KPR yang diminta konsumen dari Bank A yang bertindak sebagai penyalur KPR. Yang jadi masalah jika pembayaran kredit konstruksinya bermasalah, pasti developer akan menemui kesulitan dalam mengurus pemecahan sertifikat. &lt;br /&gt;Bank penyalur KPR lazimnya tidak mau mengambil risiko dan menolak permohonan KPR Anda. Ini menjelaskan kenapa di sejumlah perumahan developer membatasi pilihan KPR di bank tertentu. Dalam hal ini yang bisa Anda lakukan adalah mencari perumahan yang kredit konstruksinya tidak bermasalah, perumahan yang sertifikatnya sudah dipecah, atau perumahan yang kredit konstruksi dan KPR-nya dari bank yang sama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;17. Bunga KPR naik, cicilan meningkat&lt;br /&gt;Umumnya bank penyalur KPR saat ini menerapkan sistem bunga efektif floating (mengambang). Sistem bunga ini sensitif terhadap perubahan bunga pasar. Bila bunga pasar naik, bunga KPR ikut naik sehingga cicilan bulan berikutnya juga meningkat.&lt;br /&gt;Ada beberapa kiat untuk mengatasinya. Misalnya, mengajukan KPR dengan angsuran kurang dari 1/3 penghasilan. Jadi, kalau gaji Rp5 juta, ambil KPR dengan cicilan maksimal Rp1,5 juta/bulan. Dengan demikian bila ada kenaikan bunga, penghasilan Anda masih memungkinkan menutup peningkatan cicilan.&lt;br /&gt;Anda juga bisa mengambil program bunga fixed beberapa tahun yang sekarang banyak ditawarkan bank. Dengan bunga fixed cicilan KPR tidak berubah selama, katakanlah 2 – 3 tahun. Saat bunga fixed berakhir, gaji Anda boleh jadi sudah mampu menutup kenaikan cicilan. &lt;br /&gt;Atau, mengambil KPR dari bank dengan sistem bunga anuitas yang relatif lebih stabil (berubah setiap tahun bila bunga pasar berubah). Kalau masih was-was juga, cari bank yang menyalurkan KPR dengan bunga flat atau KPR bank syariah yang cicilannya tetap selama masa KPR. Hanya periode KPR dengan sistem bunga ini lebih pendek (kurang dari 10 tahun). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. KPR lunas, sertifikat rumah belum diserahkan&lt;br /&gt;Tanah perumahan yang dikembangkan developer umumnya berasal dari banyak pemilik. Karena itu statusnya juga beraneka. Ada yang baru girik, ada yang sudah HGB (SHGB) dan hak milik (SHM), ada yang bahkan tidak dilengkapi dokumen. Setelah dibeli semua tanah itu disertifikatkan atas nama developer dengan status HGB. Inilah yang disebut sertifikat induk. &lt;br /&gt;Saat tanah dikaveling-kaveling dan dipasarkan berikut bangunan, sertifikat induk itu dipecah atas nama konsumen, juga dengan status HGB. Dalam praktik SHGB bersama dokumen lain seperti IMB dan akta jual beli (AJB), diterima bank dari developer dalam 12 bulan sejak konsumen melunasi bea balik nama (BBN). Jadi, bila Anda mengambil KPR berjangka dua tahun, bank bisa langsung menyerahkan sertifikat begitu kredit lunas. &lt;br /&gt;Tapi, ada saja masalah yang membuat sertifikat belum bisa dipecah dan diserahkan developer ke bank. Misalnya, konflik antarpemegang saham di perusahaan developer yang membuat pemecahan sertifikat terbengkalai. Atau untuk menghemat biaya, pengurusan sertifikat dilakukan sekaligus setelah satu tahap pengembangan selesai melalui oknum kantor pertanahan dan bukan notaris/PPAT.&lt;br /&gt;Sebelum rampung si oknum dimutasi ke bagian lain, sehingga data-data dan dokumen konsumen yang sudah diserahkan developer berceceran. Akibatnya, pengurusan harus diulang melalui oknum pejabat yang baru. Pemecahan sertifikat pun tertunda. &lt;br /&gt;Sama dengan kasus penolakan KPR, pemecahan sertifikat juga bisa terkendala karena kredit konstruksi bermasalah, sementara konsumen menerima KPR dari bank yang berbeda dengan bank penyalur kredit konstruksi. Akibatnya, developer tidak bisa memproses pemecahan sertifikat karena sertifikat induk sudah diagunkan di bank penyalur kredit konstruksi. &lt;br /&gt;Bahkan, yang paling ekstrim pemecahan sertifikat tidak bisa dilakukan karena legalitas tanah bermasalah, atau developer belum mengantungi surat izin peruntukan penggunaan tanah (SIPPT) dan IMB. &lt;br /&gt;Agar tidak mengalami masalah ini, sebaiknya beli rumah di perumahan yang kredit konstruksinya tidak bermasalah, atau yang kredit konstruksi dan KPR-nya dari bank yang sama, karena pemecahan sertifikatnya lebih mudah. Anda bisa menanyakannya ke bank penyalur KPR.&lt;br /&gt;Pastikan perumahan sudah memiliki legalitas komplit: izin penguasaan lahan (izin lokasi), sertifikat induk berstatus HGB atas nama developer, master plan dan site plan yang sudah disahkan pemerintah setempat, SIPPT, IMB, dan izin penggunaan bangunan (IPB) khusus untuk apartemen atau bangunan tinggi. Minta developer menunjukkan copy-nya. &lt;br /&gt;Ada bank yang demi mengejar target, sertifikat induk belum jadi sudah mau meneken akad kredit. Akibatnya proses pemecahan sertifikat berlarut-larut. Sebaiknya transaksi rumah dilakukan dengan notaris/PPAT yang dipakai developer saat membebaskan tanah karena dia mengetahui riwayat tanah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Serah terima rumah meleset&lt;br /&gt;Masalah ini terbilang paling banyak diadukan konsumen ke YLKI. Banyak faktor yang menyebabkannya. Misalnya, jumlah rumah yang laku belum mencapai skala yang cukup ekonomis untuk dibangun, sehingga developer menunda konstruksi. Ini banyak terjadi pada apartemen yang pengembangannya harus sekali jadi dan butuh modal besar. &lt;br /&gt;Bisa juga serah terima rumah meleset karena developer gagal mendapat kredit konstruksi. Akibatnya proses pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur perumahan tersendat dan rumah belum bisa dibangun. Atau legalitas masih dalam proses, tapi developer sudah memasarkan rumah. Begitu proses perizinan bermasalah, pembangunan rumah pun tertunda. &lt;br /&gt;Yang paling blunder, developer salah mengalkulasi biaya pengembangan dan menjualnya terlalu murah untuk ukuran lokasinya, sehingga kesulitan meneruskan pembangunan sesuai janji. Kasus teranyar terjadi pada sebuah apartemen di bilangan Semanggi, Jakarta Selatan. (Sumber: HousingEstate)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-3396504190568159475?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/3396504190568159475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/permasalahan-konsumen-seputar-jual-beli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3396504190568159475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/3396504190568159475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/permasalahan-konsumen-seputar-jual-beli.html' title='PERMASALAHAN KONSUMEN SEPUTAR JUAL BELI RUMAH'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8261890856572323762</id><published>2011-01-05T23:38:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T23:42:24.702-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>TANDA-TANDA PERCERAIAN</title><content type='html'>Apapun alasannya, perceraian adalah keputusan halal yang paling dibenci oleh Allah. Pasalnya, efek dari keputusan tersebut adalah sangat multidimensional. Semakin kompleks ketika ada anak-anak buah dari cinta kasih suami istri. Dan, dari banyak kajian, anak-anak itulah yang selalu menjadi korban. Berikut ini tanda-tanda yang harus diwaspadai oleh siapa pun yang membina keluarga. Mudah-mudahan kita dapat membina hubungan dengan istri kita hingga kematian. Namun, kalau memang harus menempuh jalan itu karena tidak ada jalan lain, mudah-mudahan itu adalah hal terbaik kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perceraian itu pahit. Perceraian itu mengejutkan. Terutama untuk pihak yang tak mengerti kenapa tiba-tiba pasangannya mengajukan proses ini. Kadang pasangan yang akhirnya memutuskan untuk bercerai tidak sadar bahwa, lampu kuning perceraian sudah menyala sejak berbulan-bulan lalu, atau bahkan bertahun-tahun lalu. Namun sebenarnya ada beberapa sebab umum terjadinya perceraian -- yang sebagian nyata terlihat sebagian lagi selamanya jadi misteri. Berikut 10 diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salah manajemen keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan jadi masalah jika ketika masalah itu terjadi, ada pihak yang tak mau bertanggungjawab akan kesulitan itu. Penggunakan kartu kredit melewati batas, kredit-kredit dan pembelian barang-barang yang tidak perlu, bisa jadi sumber ketegangan yang tak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kecanduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari narkoba, alkohol hingga judi bisa jadi sumber ketegangan dalam rumah tangga. Kecanduan bisa menjauhkan suami atau istri dari pasangannya, mengakibatkan kesulitan keuangan hingga akumulasi masalah yang berujung pada perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masalah emosional dan psikologis yang tak tertangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bisa berubah. Suami atau istri yang tadinya lembut, penuh cinta dan perhatian bisa berubah menjadi kejam, kasar dan pemarah, saat periode bulan madu telah berakhir. Ini biasanya adalah akibat masalah psikologis di masa kecil yang belum terselesaikan saat memasuki jenjang pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kegagalan komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang ada suami atau istri yang menuntut terlalu banyak pada pasangannya. Berharap pasangannya memahami dan memenuhi kebutuhan mau mereka tanpa harus bicara. Padahal untuk kesuksesan sebuah perkawinan, komunikasi yang efektif adalah kunci penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketidaksetiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bisa jadi perselingkuhan cuma buah dari masalah lain, namun perilaku membagi cinta, pikiran dan tubuh dengan pihak ketiga bisa menjadi bom dalam perkawinan. Setelah berbulan-bulan, bertahun-tahun kemudian, setelah banyak konseling, permohonan maaf, penebusan lewat jalan spiritual, banyak pasangan akhirnya menyerah oleh konsekuensi dari ketidaksetiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perubahan penampilan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia modern lewat berbagai iklan komersial mengajarkan tentang bagaimana orang seharusnya berpenampilan ideal : muda, canggih, kaya, seksi, langsing berkulit putih. Bila tak disadari pasangan, ini bisa mengguncang perkawinan juga. Terutama jika tak disadari pasangan. Perempuan misalnya, pada umumnya akan bertambah berat badan setelah melahirkan. Penampilan priapun bisa berubah seiring bertambah usia. Waspadalah jika salah satu pihak mulai terlalu rewel akan hal-hal yang bersifat fisik seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Perbedaan keyakinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dengan orang yang berbeda keyakinan bisa berisiko. Masalah bisa muncul jika salah satu pihak tidak cukup punya toleransi. Mengajak pasangan untuk berpindah keyakinan tak selalu jadi jalan keluar, malah bisa memperuncing masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kurangnya kontak fisik dan seksual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali terjadi dengan bertambahnya usia perkawinan, hubungan seksual juga jadi semakin jarang dilakukan. Alasan bisa dicari, kelelahan, jam kerja yang padat, gangguan dari anak-anak. Tanpa terapi keluarga yang tepat, hal ini bisa jadi sumber ketegangan dan kemarahan dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kurangnya pemenuhan profesional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar jika sebagai seorang lajang punya harapan pencapaian profesional tertentu. Tapi ketika memasuki pernikahan, perbedaan tujuan dalam hidup bisa jadi persoalan. Misalnya ketika suami lebih termotivasi untuk mencari uang, sementara sang istri lebih suka menjadi pemenuhan emosional lewat kegiatan sosial. Ketidaksepahaman ini seringkali menjadi sumber masalah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ketidakhadiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab perceraian paling umum adalah ketidakhadiran pasangan. Mulai dari harus terpisah karena pekerjaan atau hadir secara fisik tapi tak peduli secara emosional. Intinya jika salah satu pihak mulai sering merasa kesepian, bisa jadi kata cerai akan tercetus dari mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Tempointeraktif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8261890856572323762?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8261890856572323762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/tanda-tanda-perceraian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8261890856572323762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8261890856572323762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2011/01/tanda-tanda-perceraian.html' title='TANDA-TANDA PERCERAIAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-2338766634858555879</id><published>2010-12-31T18:49:00.000-08:00</published><updated>2010-12-31T18:50:40.841-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>TAHUN BARU 2011: HINDARI DOSA KECIL DAN DOSA BESAR</title><content type='html'>Kemarin aku diminta mengisi diskusi tentang khurafat perayaan tahun baru, begitu kira-kira permintaan panitia. Aku selanjutnya menyanggupi….&lt;br /&gt;Aku buka dunia di depan mejaku, kulihat seluruh peta dunia terkait dengan apa yang manusia lakukan di detik-detik akhir tahun, di setiap akhir tahun dari waktu-ke-waktu….&lt;br /&gt;Ada titik kesamaan ternyata….mulai dari kembang api, makan-makan, berisik suara terompet, hingga yang memaknai dengan mitos-mitos keberuntungan dan kesialan.&lt;br /&gt;Contoh di Spanyol, ada kebiasaan minum 12 arak. Keduabelas arak itu dibagikan. Lalu bagi mereka yang mendapatkan rasa manis, maka itu artinya hoki, dan yang mendapatkan rasa asam, maka berarti kekurangberuntungan.&lt;br /&gt;Di Jepang lain lagi. Katanya, dengan lebih khusyu’ melalui pemukulan lonceng biara sekian kali yang itu memiliki makna spiritual mengusir petaka dan roh jahat. &lt;br /&gt;Bahkan di sebuah negara di Eropa, mereka gunakan pergantian tahun itu dengan mencium mesra pasangannya. Gak tahu pasangan itu apa maksudnya, pokoknya aksi, maaf, sosor-sosorana di tempat umum itu lumrah saja. Meluapkan kegembiraan dan kebahagiaan, katanya.&lt;br /&gt;Lalu tanyaku, persoalannya ada dimana? Bagaimana pandangan dunia seorang muslim memahami hal ini? Boleh atau tidak ekspresi-ekspresi seperti itu. Mari kita tinjau dahulu lewat perspektif kesejarahan.&lt;br /&gt;Yang paling unik dan paling kompleks dalam masalah perayaan tahun baru adalah sejarah Tionghoa. Sampai 15 hari mereka merayakannya, dari mulai Guo Nian hingga Cap Go Meh sebagai penutupnya. Kita mungkin pernah mendengar istilah Gong Xi Fa Cai, sebuah doa agar mendapatkan kemakmuran yang selanjutnya diadopsi oleh peradaban barat dengan ucapan Happy New Year.&lt;br /&gt;Perayaan tahun baru bagi budaya tionghoa adalah way of life yang dibangun sangat lama oleh sebuah mitos yang selanjutnya menjadi budaya dan peradaban hingga sekarang.&lt;br /&gt;Dikisahkan dahulu kala, demikian mitos mereka, setiap 11 bulan atau setahun sekali muncul sosok raksasa yang suka memakan manusia. Singkat cerita, orang-orang selanjutnya paham bahwa sosok raksasa ini takut dengan suara berisik dan warna merah. Lalu, dibuatlah apa yang dinamakan sekarang mercon dan kembang api untuk mengusir sosok raksasa yang mendatangkan pagebluk tersebut. &lt;br /&gt;Warna merah juga digunakan, sehingga kita bisa melihat bahwa acara-acara perayaan yang terjadi sekarang memang didominasi warna merah menyala. Maknanya adalah warna merah dipercaya mampu meredam roh jahat dan malapetaka. Kalau Anda sedikit belajar fengshui, kita bisa paham, bahwa warna merah adalah warna yang bisa meredam gelombang yin (dingin) yang berasal dari roh jahat dan kuburan.&lt;br /&gt;Kelimabelas hari perayaan tahun baru tersebut syarat dengan symbol dan tuah—positif dan negatif. Ada pantangan dan anjuran amalan yang harus dan tidak harus dilakukan dalam hari-hari tersebut. Misalnya pantang makan daging di hari pertama, pantang memberi angpao yang mengandung unsur angka 4 karena angka itu berarti kematian, dan dianjurkan menggunakan angka 8 karena angka tersebut diyakini sebagai angka kekayaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Singkatnya, dari mulai makanan dalam bentuk ikan, hingga permen/manisan, mercon dan kembang api adalah sarat dengan symbol dan nilai yang berujung pada menolak kesialan dan mengundang keberuntungan. Believe or not.&lt;br /&gt;Pertanyaan kita adalah, apakah symbol dan kepercayaan seperti itu tidak ada di masyarakat kita, terutama masyarakat jawa? Jawabannya jelas ada. Kita juga punya khazanah pagebluk dan bagaimana laku dan pantang yang harus dilakukan. Contoh, adanya itung-itungan dino dalam melakukan hajatan, larung ini larung itu, mendhem kepala kerbau, rebutan air kendi kraton, percaya suara burung hantu menandakan akan ada kematian, burung prenjak berarti akan datang tamu/keberuntungan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Demikian mitos-mitos yang seringkali terjadi di masyarakat kita, masyarakat yang konon katanya masyarakat modern. Atau malah sebenarnya sangat kuno!&lt;br /&gt;Hari ini hari hoki, tanggal 1 bulan 1 tahun 11. Atau Oktober lalu, tanggal 10 bulan 10 tahun 10. Kalau ada bayi yang lahir di hari tersebut akan hoki. Sehingga ada kasus yang memaksa hoki tersebut. Karena ingin bayinya lahir di hari, tanggal, bulan, dan tahun yang hoki, maka si ibu rela dioperasi cesar.&lt;br /&gt;Kebodohan itu ternyata tidak hilang seiring dengan kemajuan teknologi yang menggila. Hari ini pun masih banyak yang percaya dukun, percaya paranormal, percaya zodiac, percaya ramalan, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Bagi seorang muslim, jelas hal tersebut adalah kemusyrikan yang sangat berbahaya. Nabi SAW sampai menegaskan bahwa yang meramal dan minta diramal bukanlah dari golongannya, yang mengurungkan niat karena ramalan sungguh telah mensyirikkan Allah, dan sebagainya. Sehingga definisi tathoyyur adalah melakukan atau mengurungkan niat karena ramalan. Seperti karena melihat tanda tertentu, lalu ia berkeyakinan tertentu, lalu melakukan atau mengurungkan apa yang akan dilakukannya.&lt;br /&gt;Demikian pula, nasib baik atau kesialan itu adalah berasal dari Allah, sehingga tugas seorang muslim adalah bertawakkal, menyerahkan semua hasil kepada Allah. Oleh sebab itu menjadi lugas dan wajar kalau pesimisme adalah sesuatu yang terlarang dalam Islam, karena itu dekat dengan kesyirikan yang menghilangkan tawakkal.&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Semua hari adalah baik dan sebaik-baik hari adalah hari Jum’at. Kita mempercayai hal tersebut karena memang berhujjah dengan dalil yang nyata. Adalah terlarang kita meyakini kaitan waktu dengan nasib—pembolehan atau pelarangan melakukan sesuatu, tanpa ada kejelasan argumentasi normative dari Allah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;Perayaan tahun baru secara umum dilakukan dengan kegiatan yang sia-sia. Maka wajar jika Republika menggagas konsep Dzikir Nasional sebagai alternative mengisi pergantian tahun dengan kegiatan yang bermakna.&lt;br /&gt;Pesta kembang api lahir dari budaya mitos yang menodai ketauhidan. Sehingga sangat tidak pantas dilakukan oleh setiap muslim manapun. Hari raya bagi seorang muslim adalah hari bersyukur, beristighfar, bertasbih, berhamdalah, dan bertakbir. Menangis tersimpuh dihadapan wajah-Nya Yang Maha Agung atas segala nikmat yang telah dikaruniakan, dan berminta ampun atas segala salah dan keliru yang telah dilakukan sekaligus berdoa agar diberi kebaikan, diperbaiki urusan dunia akhirat-Nya. Itulah esensi perayaan hari raya dalam Islam yang berbeda secara diametral dengan perayaan hari raya manapun di dunia.&lt;br /&gt;Maka, jangan isi hari-hari kita dengan kesia-siaan karena waktu yang kita miliki sangatlah sedikit, sedangkan tanggung jawab dan amanat yang kita terima ini sangat banyak. &lt;br /&gt;Maka, jangan sampai aqidah kita ternodai oleh perilaku kesyirikan –pesimisme, mengundi nasib, meminta ramalan, meramalkan, dan sebagainya. Karena itu semua akan merusak keimanan kita. &lt;br /&gt;Nabi SAW mengajari kita selalu berdoa, Allahumma La Khaira Illa Khairuka, Wa La Thaira Illa Thairuka, Wa La Ilaha Ghairuka. Inilah doa apabila kita ditimpa rasa pesimis dan was-was akan nasib yang akan kita alami. Kebaikan itu berasal dari Allah, demikian pula kesialan. Wallahu a’lam bish showab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-2338766634858555879?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/2338766634858555879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/tahun-baru-2011-hindari-dosa-kecil-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2338766634858555879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2338766634858555879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/tahun-baru-2011-hindari-dosa-kecil-dan.html' title='TAHUN BARU 2011: HINDARI DOSA KECIL DAN DOSA BESAR'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4124712575955049381</id><published>2010-12-29T18:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T18:59:59.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>AGAR ANDA CEPAT DIPROMOSIKAN DAN DINAIKKAN GAJI</title><content type='html'>Jika Anda saat menjadi seoang karyawan, berikut akan saya sampaikan beberapa cara jitu agar Anda cepat naik gaji dan cepat dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. Saya menulis pedoman ini dari perspektif seorang pimpinan usaha. Saya memiliki beberapa usaha dengan karyawan cukup banyak karyawan. Saya sering menaikkan gaji dan mempromosikan karyawan dengan pertimbangan-pertimbangan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda menerapkan cara-cara ini saya sangat yakin gaji Anda akan cepat naik dan Anda akan dipromosikan untuk jabatan yang lebih tinggi. Dan sebaliknya, jika Anda tidak menerapkannya, karir Anda akan terancam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya untuk menaikkan gaji dan mempromosikan orang antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Semangat Bekerja&lt;br /&gt;Saat merekrut tenaga kerja, seorang pimpinan akan melihat seberapa semangat dia dalam bekerja. Masalah skill (keahlian) biasanya dinomor duakan. Skill memang penting dalam dunia kerja. Tetapi skill yang tidak dibarengi dengan semangat dalam bekerja, tidak akan menghasilkan prestasi&lt;br /&gt;Karena itu, bersemangatlah dalam bekerja. Dan tunjukkan semangat Anda kepada pimpinan. Pasti pimpinan Anda akan senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disiplin&lt;br /&gt;Disiplin adalah modal dasar seorang karyawan. Seorang pimpinan perusahaan merekrut Anda tujuannya adalah untuk membeli waktu dan energy Anda agar bisnisnya semakin berkembang. Jika Anda tidak disiplin dalam bekerja, pimpinan Anda pasti akan pikir-pikir. Jangankan menambah gaji atau mempromosikan, yang ada dalam benaknya hanya bagaimana memecat Anda&lt;br /&gt;Disiplin adalah standart dasar seorang karyawan sukses. Datanglah sebelum jam kerja dimulai. Pulanglah setelah jam kerja usai. Jangan ‘bolos’ kerja atau sering tidak masuk. Semua perbuatan Anda ada akibatnya bagi diri Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jujur&lt;br /&gt;Kejujuran dimanapun sangat penting, apalagi di tempat kerja. Lindungi harta benda perusahaan Anda. Anda akan sangat dihargai pimpinan Anda jika kejujuran melekat dalam keseharian Anda. Bos Anda akan sangat senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpikir seperti CEO&lt;br /&gt;Berpikirlah seperti seorang CEO atau pimpinan perusahaan. Apa yang dipikirkan mereka ? Seorang pimpinan perusahaan sehari-hari memikirkan antara lain :&lt;br /&gt;   -Bagaimana omset dan profit perusahaan meningkat&lt;br /&gt;   -Bagaimana semua karyawan bisa bekerja maksimal&lt;br /&gt;   -Bagaimana sebuah sistim bisnis menjadi lebih efisien&lt;br /&gt;   -Bagaimana cara meminimalkan komplain&lt;br /&gt;   -Bagaimana cara perusahaan cepat bertumbuh&lt;br /&gt;   -Dan sebagainya&lt;br /&gt;Jika Anda berpikir seperti pimpinan perusahaan, niscaya Anda akan lebih berkembang dan kreatif dan sejalan dengan keinginan pimpinan. Karena itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan pimpinan perusahaan saat ini. Tanyakan kepadanya, dan bantu ia untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mempunyai nilai tambah (value added)&lt;br /&gt;Pertanyaan penting yang harus Anda renungi setiap saat adalah “Apakah pekerjaan yang saya lakukan saat ini bisa digantikan orang lain ?”&lt;br /&gt;Jika jawabannya “YA”, maka pekerjaan yang Anda lakukan selama ini memiliki standart “BIASA”. Dan Anda sewaktu-waktu bisa dipecat oleh bos Anda. Karena Anda tidak memiliki nilai tambah dibandingkan dengan yang lain.&lt;br /&gt;Jika pekerjaan yang Anda lakukan saat ini TIDAK dapat digantikan oleh orang lain, berarti Anda mempunyai nilai tambah. Kalau Anda mempunyai nilai tambah, pimpinan Anda akan saying sekali dengan Anda. Pimpinan Anda akan kesulitan mencari pengganti Anda. Dan pasti gaji Anda akan naik dan dipromosikan&lt;br /&gt;Lakukan pekerjaan Anda saat ini dengan lebih baik lagi yang tidak semua orang, selain Anda, bisa melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berprestasi dan dilakukan berulang-ulang&lt;br /&gt;Berprestasi dalam pekerjaan maksudnya adalah Anda melakukan pekerjaan Anda melebihi dari apa yang menjadi tuntutan perusahaan. Anda melakukan pekerjaan lebih dari yang menjadi standart perusahaan. Dan Anda melakukannya terus menerus. Sehingga Anda dilingkungan kerja dikenal sebagai karyawan yang sangat baik.&lt;br /&gt;Misalnya, Anda saat ini adalah manager keuangan yang dituntut oleh pimpinan Anda untuk melaporkan keuangan di akhir bulan. Sebagai karyawan yang berprestasi, Anda tidak hanya melaporkan keuangan bulanan. Berikan juga laporan-laporan lain yang memudahkan pimpinan untuk membangun strategi bisnis Walaupun hal tersebut tidak diminta oleh pimpinan. Dan lakukan hal itu terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memiliki sikap yang baik&lt;br /&gt;Sikap-sikap dan akhlaq yang baik harus dimiliki seorang karyawan sukses. Ingat selalu, skill yang tinggi tidak ada harganya di hadapan pimpinan perusahaan, jika tidak dibarengi dengan sikap (attitude) yang baik. Jagalah semangat Anda, jangan menyalahkan orang lain, jangan lari dari tanggung jawab, jangan cari-cari alasan atas kesalahan yang Anda lakukan dan bersikaplah profesional. Mudah-mudahan bermanfaat (Sumber: www.alarif.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4124712575955049381?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4124712575955049381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/agar-anda-cepat-dipromosikan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4124712575955049381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4124712575955049381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/agar-anda-cepat-dipromosikan-dan.html' title='AGAR ANDA CEPAT DIPROMOSIKAN DAN DINAIKKAN GAJI'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-837787540472988627</id><published>2010-12-28T18:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T18:57:05.738-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>SUDAH MALING THAGHUT LAGI!</title><content type='html'>JAKARTA - Pengakuan istri Abu Tholut bahwa personel Densus 88 merampas uang sebesar Rp5 juta dan satu unit ponsel miliknya saat penggerebekan di Kudus, Jawa Tengah, Jumat 10 Desember lalu harus mendapat perhatian serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila informasi ini dibiarkan terus bergulir tanpa ada tindak lanjut dari polisi, maka bisa menodai prestasi Densus 88 dalam memberantas teroris dan citra kepolisian pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan sampai keberhasilan polisi dirusak aksi-aksi tak bertanggungjawab,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane kepada okezone, Sabtu (18/12/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Propam Mabes Polri harus melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap personel Densus 88 yang ikut dalam penggerebekan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pro aktif, menurut Neta, wajib dilakukan para petinggi Polri dalam merespons infomasi ini. Sebab publik akan bertanya-tanya mengenai kebenaran informasi tersebut. Di satu sisi massyarakat memang mendukung upaya Polri memberantas teroris, namun bila metode yang dilakukan polisi tidak tepat, maka simpati publik bisa berbalik arah. “Bila benar ini sangat memalukan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik bungsu Abu Tholut, Asma Kusniati, pada Rabu 15 Desember lalu menyatakan Densus 88 mengambil uang milik istri Abu Tholut, saat penangkapan pada Jumat 10 Desember lalu, berjumlah Rp5 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Densus juga mengambil Ponsel istrinya dan uang Rp5 juta. Tapi tidak ada dalam televisi barang bukti itu saat rilis. Sangat disayangkan tindakan Densus yang mengambil uang Rp5 juta dari rumah,” ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusniati menjelaskan, uang tersebut diambil langsung dari lemari istri Abu Tholut saat personel Densus 88 melakukan penggerebekan. Dikatakannya, uang tersbeut tak ada kaitan dengan sangkaan teroris terhadap Abu Tholut, melainkan uang hasil penjualan sapi.(ful)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-837787540472988627?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/837787540472988627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/sudah-maling-thaghut-lagi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/837787540472988627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/837787540472988627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/sudah-maling-thaghut-lagi.html' title='SUDAH MALING THAGHUT LAGI!'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8967339741521142150</id><published>2010-12-27T23:41:00.001-08:00</published><updated>2010-12-27T23:41:42.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>UNTUK MEREKA YANG RAGU DAN SALAH MELETAKKAN TOLERANSI</title><content type='html'>Pada 12 November 2010 lalu, Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI),  mengeluarkan PESAN NATAL BERSAMA, yang mengangkat tema: “Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia.”  ((bdk. Yoh. 1:9).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian Pesan Natal Bersama itu bisa kita simak sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada saat ini kita semua sedang berada di dalam suasana merayakan kedatangan Dia, yang mengatakan: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Dalam merenungkan peristiwa ini, rasul Yohanes dengan tepat mengungkapkan: “Terang yang sesungguhnya itu sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Lih. Yoh.1:9-11). Suasana yang sama juga meliputi perayaan Natal kita yang terjalin dan dikemas untuk merenungkan harapan itu dengan tema: “Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, dikatakan dalam Pesan tersebut: &lt;br /&gt;“Terang yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus yang menjelma menjadi manusia, sudah datang ke dalam dunia. Walaupun banyak orang menolak Terang itu, namun Terang yang sesung-guhnya ini membawa pengharapan sejati bagi umat manusia.”… &lt;br /&gt;“Natal adalah tindakan nyata Allah untuk mempersatukan kembali di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya (Lih. Ef. 1:10). Semua yang dilihat-Nya baik adanya itu (Lih. Kej. 1:10), yang telah dirusakkan dan diceraiberaikan oleh kejahatan manusia, menemukan dirinya di dalam Terang itu. Oleh karena itu, dengan menyambut dan merayakan Natal sebaik-baiknya, kita menerima kembali, ─ dan demikian juga menyatukan diri kita dengan ─ karya penyelamatan Allah yang baik bagi semua orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak Pesan Natal Bersama PGI dan KWI tersebut, jelaslah bahwa Peringatan Natal adalah peringatan keagamaan bagi kaum Kristen. Natal bukan sekedar perayaan sosial dan budaya.  Kaum Kristen meyakini Yesus Kristus sebagai Tuhan yang menjelma menjadi manusia, suatu keyakinan yang secara diametral bertentangan dengan keyakinan kaum Muslim.  &lt;br /&gt;Dalam dokumen Konstitusi Dogmatik tentang Gereja (Lumen Gentium, 14) yang disahkan pada 21 November 1964, dalam Konsili Vatikan II, di Roma, disebutkan:   ”Karena satu-satunya Perantara dan jalan keselamatan adalah Kristus, yang hadir di antara kita di dalam Tubuhnya yaitu Gereja... Oleh karenanya tidak dapat diselamatkan orang-orang itu, yang walaupun tahu bahwa Gereja Katolik didirikan oleh Allah dengan perantaraan Yesus Kristus, sebagai sesuatu yang diperlukan, toh tidak mau masuk ke dalamnya atau tidak mau bertahan di dalamnya.” (Terjemah oleh Dr. J. Riberu, Dokpen MAWI, 1983). &lt;br /&gt;Sementara itu, dalam Islam, kepercayaan bahwa Yesus adalah Tuhan atau anak Tuhan dipandang sebagai satu kekeliruan yang amat sangat serius -- satu kepercayaan yang dikritik keras oleh al-Quran. (QS 5:72-73, 157; 19:89-91, dsb). Sebab, Isa a.s. adalah Nabi, utusan Allah, bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan. Dalam surat Maryam disebutkan, memberikan sifat bahwa Allah punya anak, adalah satu “Kejahatan besar” (syaian iddan). Dan Allah berfirman dalam al-Quran (Terj.): “Hampir-hampir  langit runtuh dan bumi terbelah serta gunung-gunung hancur. Bahwasanya mereka mengklaim bahwa al-Rahman itu mempunyai anak.” (QS 19:90-91). &lt;br /&gt;Karena itu, Prof. Hamka menyebut tradisi mencampur-campurkan Perayaan Hari Besar Agama Bersama bukan menyuburkan kerukunan umat beragama atau membangun toleransi, tetapi justru menyuburkan kemunafikan. Di akhir tahun 1960-an, Hamka menulis tentang usulan perlunya diadakan perayaan Natal dan Idul Fithri bersama, karena waktunya berdekatan: &lt;br /&gt;“Si orang Islam diharuskan dengan penuh khusyu’ bahwa Tuhan Allah beranak, dan Yesus Kristus ialah Allah. Sebagaimana tadi orang-orang Kristen disuruh mendengar tentang Nabi Muhammad saw dengan tenang, padahal mereka diajarkan oleh pendetanya bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi, melainkan penjahat. Dan al-Quran bukanlah kitab suci melainkan buku karangan Muhammad saja. Kedua belah pihak,  baik orang Kristen yang disuruh tafakur mendengarkan al-Quran, atau orang Islam yang disuruh mendengarkan bahwa Tuhan Allah itu ialah satu ditambah dua sama dengan satu, semuanya disuruh mendengarkan hal-hal yang tidak mereka percayai dan tidak dapat mereka terima… Pada hakekatnya mereka itu tidak ada yang toleransi. Mereka kedua belah pihak hanya menekan perasaan, mendengarkan ucapan-ucapan yang dimuntahkan oleh telinga mereka. Jiwa, raga, hati, sanubari, dan otak, tidak bisa menerima. Kalau keterangan orang Islam bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman, penutup sekalian Rasul. Jiwa raga orang Kristen akan mengatakan bahwa keterangan orang Islam ini harus ditolak, sebab kalau diterima kita tidak Kristen lagi.  Dalam hal kepercayaan tidak ada toleransi. Sementara sang pastor dan pendeta menerangkan bahwa dosa waris Nabi Adam, ditebus oleh Yesus Kristus di atas kayu palang, dan manusia ini dilahirkan dalam dosa, dan jalan selamat hanya percaya dan cinta dalam Yesus.” &lt;br /&gt;Demikian kutipan tulisan Prof. Hamka yang ia beri judul: “Toleransi, Sekulerisme, atau Sinkretisme.” (Lihat, buku Hamka, Dari Hati ke Hati,  (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2002). &lt;br /&gt;Saat terjadi benturan dengan pemerintah dalam soal fatwa “Haram Mengikuti Perayaan Natal Bersama”,  Hamka menulis kolom berjudul ”Bisakah Suatu Fatwa Dicabut?”  di rubrik “Dari Hati ke Hati” Majalah Panji Masyarakat No 324 tahun 1981. Baiklah kita kutip kembali sebagian isi tulisan Hamka tersebut: &lt;br /&gt;Bolehkah orang Islam bersama orang Kristen merayakan Hari Natal? Demi kerukunan hidup beragama? Dan tentu ada orang yang ingin bertanya: Bolehkah orang Kristen-demi kerukunan hidup beragama merayakan pula hari Raya ’Idul Fitri dan Idul ’Adha dengan ummat Islam?&lt;br /&gt;Kalau direnungi lebih dalam, hari Natal bagi orang Kristen ialah memperingati dan memuliakan kelahiran Yesus Kristus yang menurut kepercayaan Kristen Yesus itu adalah Tuhan dan anak Tuhan. Dia adalah SATU dari TIGA TUHAN atau TRINITAS. Bila orang Islam turut sama-sama merayakannya, bukanlah berarti meyakini pula bahwa Yesus itu adalah Tuhan, atau satu dalam yang bertiga, atau tiga oknum dalam satu.&lt;br /&gt;Ketika orang merayakan Natal, dilakukanlah beberapa upacara (rituil) yang di dalam bahasa Islam disebut ibadat. Membakar lilin, memakan roti yang dianggap bahwa ketika itu roti tersebut adalah daging Yesus, dan meminum air yang dianggap sebagai darah Yesus. &lt;br /&gt;Ketika terjadi Munas MUI di Cipayung 1979 utusan MUI dari Ujung Pandang membawa berita bahwa kaum Kristen di sana menjelaskan kepada pengikut-pengikutnya bahwa Peringatan Natal adalah ibadat bagi mereka. Sudah lama hal ini diperbincangkan dalam kalangan kaum Muslimin. Tidak ada orang yang menyadari kehidupan beragama yang tidak meragukan halalnya orang Islam turut bersama orang Kristen menghadiri hari Natal, meskipun tidak ada pula orang Islam yang menolak anjuran kerukunan hidup beragama, dan orang Kristen pun belum pernah pergi bersama ber-Hari Raya ’Idul Fitri dan ’Idul Adha ke tanah lapang atau mesjid. Dengan demikian bukanlah berarti bahwa mereka (orang Kristen) tidak hidup rukun dengan orang Islam.&lt;br /&gt;Sebab itu dapatlah kita fahami bahwa Menteri-menteri Agama sejak Indonesia Merdeka menyuruhkan saja pegawai-pegawai Tinggi yang beragama Kristen menghadiri secara resmi hari-hari peribadatan Kristen, Natalnya, Paskahnya dan lain-lain, pegawai tinggi Katolik untuk menghadiri hari Ibadat Katolik, dan pegawai tinggi Protestant untuk menghadiri hari ibadat Protestant, dan demikian pula dengan pegawai tinggi dari kalangan yang beragama Budha. Dan dengan demikian sekali-kali tidak berkurang rukunnya kita hidup beragama.&lt;br /&gt;Sejak Juli 1975 MUI berdiri dianjurkan kerukunan hidup beragama. Pihak Islam menerima anjuran  itu dengan baik. Tetapi terus terang kita katakan bahwa bagaimana batas-batas kerukunan itu, belum lagi kita perkatakan secara konkrit!&lt;br /&gt;Maka terjadilah di Jawa Timur, adanya larangan dari Kanwil P dan K menyiarkan satu karangan yang menerangkan ’aqidah orang Islam, bahwa Allah itu tidak beranak dan tidak diperanakkan. Arti ayat Lam yalid walam yuulad ini dilarang beredar, dengan alasan bahwa karangan ini berisi satu ayat yang bertentangan dengan kerukunan hidup beragama. &lt;br /&gt;Sekarang keluar FATWA dari ulama-ulama, bukan dari Majelis Ulama saja, melainkan disetujui juga oleh wakil-wakil dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan perkumpulan-perkumpulan Islam lainnya, bahkan juga dari Majelis Da’wah Islam (yang berafiliasi dengan Golkar) dalam pertemuan itu timbul kesatuan pendapat bahwa orang Islam yang turut dalam perayaan Natal itu adalah mencampuradukkan ibadat, menyetujui aqidah Kristen, menyatakan Nabi Isa Almasih ’alaihissalam sebagai Tuhan. &lt;br /&gt;Dan di dalam logika tentunya sudah dapat dipahami, bahwa  hadir di sana ialah menyatakan persetujuan pada ’amalan iu, apatah lagi jika turut pula membakar lilin, sebagai yang mereka bakar, atau makan roti yang menurut `aqidah Kristen jadi daging Yesus, dan air yang diminum menjadi darah Yesus! Maka orang Islam yang menghadirinya itu oleh ayat: (Barangsiapa menyatakan persetujuan dengan mereka, termasuklah dia dalam golongan mereka) (Al-Maidah: 51). &lt;br /&gt;Apakah konklusi hukum dari yang demikian itu, kalau bukan haram? &lt;br /&gt;Maka bertindaklah ”Komisi fatwa, dari Majelis Ulama Indonesia, salah seorang ketua Al Fadhil H.Syukuri Gazali merumuskan pendapat itu dan dapatlah kesimpulan bahwa turut merayakan Hari Hatal adalah Haram!” &lt;br /&gt;Masih lunak. Karena kalau diperhatikan isi ayat Al-Maidah 51 itu, bukan lagi haram, bahkan kafir.&lt;br /&gt;Oleh karena saat ini benar-benar mengenai aqidah, tidaklah soal ini didiamkan. Tanggung jawab sebagai ulama menyebabkan para ulama merasa berdosa kalau hal ini didiamkan saja. Yth Menteri Agama mengetahui hal ini. Beliau meminta supaya hasil fatwa  dikirim kepada beliau untuk menjadi pegangan. Tetapi karena memandang fatwa ini adalah menyinggung tanggung jawab Majelis Ulama seluruhnya, keputusan tersebut dikirim kepada cabang-cabang tingkat I (Propinsi) seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Di sinilah timbul kesalahpahaman diantara Pimpinan Majelis Ulama dengan Yth Menteri Agama. Mengapa fatwa itu telah tersiar luas, padahal mestinya disampaikan kepada Menteri Agama saja....&lt;br /&gt;Penulis teringat ketika Majelis Ulama Indonesia mulai didirikan (Juli 1975) seorang muballigh muda H. Hasyim Adnan bertanya: ”Apa sanksinya kalau pemerintah nanti tidak mau menjalankan suatu keputusan dari Majelis Ulama?&lt;br /&gt;Saya jawab: ”Tidak ada sanksi yang dapat kita pergunakan. Kita sebagai ulama hanya berkewajiban melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kewajiban kita di hadapan Allah hanya menyampaikan dengan jujur apa yang kita yakini. Ulama menerima waris dari Nabi-nabi. Sebab itu kita warisi juga dari Nabi-nabi itu penderitaan dan penghinaan. Sanksi orang yang menolak kebenaran yang kita ketengahkan bukanlah dari kita. Kita ini hanya manusia yang lemah. Yang memegang sanksi adalah Allah Ta’ala sendiri.”  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian cetusan hati dan pikiran Buya Hamka yang tampaknya dituangkan dengan sepenuh hati dalam Majalah yang dipimpinnya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping adanya usaha pencampuradukan Perayaan Hari Besar antar Agama, di Indonesia dan di berbagai belahan dunia juga telah mulai digalakkan upaya doa bersama lintas agama. Terhadap masalah semacam ini, ada baiknya kita simak Keputusan Bahtsul Masail al-Diniyah al-Waqi’iyyah Muktamar XXX  NU di Pondok Pesantren  Lirboyo Kediri, 21-27 Nop. 1999, tentang  “Doa Bersama Antar Umat Beragama”. Berikut ini sebagian kutipan isinya: &lt;br /&gt;• Deskripsi Masalah: Adanya Krisis (moneter, kepercayaan, keimanan) yang melanda bangsa Indonesia dewasa ini, menuntut bangsa Indonesia untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan. Diantara usaha-usaha yang dilakukan adalah mengadakan doa bersama antar berbagai umat beragama (Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Budha).&lt;br /&gt;• Soal: Bagaimana hukum doa bersama antar berbagai umat beragama yang sering dilakukan di Indonesia? &lt;br /&gt;• Jawab: Tidak boleh, kecuali cara dan isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam. &lt;br /&gt;• Dasar Pengambilan: (1) Hasyiyah al-Jamal ‘ala Fathil Wahhab Juz V, hlm. 226: Wa’ibaratuhu: walazimanaa man’uhum idhhaarun minkum baynanaa ka-ismaa’ihim iyyaana qaulahum lillaahi tsaalitsu tsalaatsah. (“Menjadi keharusan kita untuk mencegah mereka menampilkan hal tersebut di kalangan kita, semisal mereka memperdengarkan syiar mereka; Allah adalah trinitas.”) &lt;br /&gt;• Dasar Pengambilan: (2) Hasyiyah al-Jamal Juz II, hlm. 119: Wa’ibaaratuhu: Laa yajuuzu at-ta’miinu ‘alaa du’aail kaafiri li-annahu ghairu maqbuulin liqaulihi Ta’aalaa: Wa maa du’aaul kafiriina illaa fii dhalaalin. (Dan tidak boleh mengamini doa orang kafir karena doanya tidak diterima dengan firman Allah SWT: Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka” (ar-Ra’du: 14). &lt;br /&gt;• Dasar Pengambilan: (3) al-Bujairimi ‘alal Khathib juz IV, hlm. 235: (yang artinya): “Haram mencintai orang kafir, yakni adanya rasa suka dan kecenderungan hati kepadanya. Sedangkan sekedar bergaul secara lahir saja, hukumnya makruh… adapun bergaul dengan mereka untuk mencegah timbulnya sesuatu mudharat yang tidak diinginkan yang mungkin dilakukan oleh mereka, ataupun mengambil sesuatu manfaat dari pergaulan tersebut, maka hukumnya tidak haram.” &lt;br /&gt;• Dasar Pengambilan: (4) Mughnil Muhtaj, Juz I hal. 232, yang juga menegaskan, bahwa haram hukumnya mengamini doa orang-orang kafir, sebab doa orang kafir tidak maqbul. (Wa laa yajuuzu an-yuammina ‘alaa du’aaihim kamaa qaalahu ar-Rauyani li-anna du’aal kaafiri ghairul maqbuuli…)&lt;br /&gt;• (Sumber: buku Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam: Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004), penerbit: Lajtah Ta’lif wan-Nasyr, NU Jatim, cet.ke-3, 2007, hal. 532-534). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Mei 1981, Prof. Dr. Hamka sebagai ketua umum MUI, membuat surat edaran, yang antara lain menyatakan bahwa fatwa “Haram Ikut Merayakan Natal Bersama” :&lt;br /&gt;“dipandang perlu untuk dikeluarkan sebagai tanggung jawab para ulama untuk memberikan pegangan kepada umat Islam dalam kewajiban mereka memelihara kemurnian aqidah Islamiyah, tanpa mengabaikan kerukunan hidup beragama. Dan sebagai Ketua Umum MUI saya menyerukan supaya kita sama-sama menjaga ketenangan, kerukunan hidup beragama dan memelihara kemurnian aqidah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 Mei 1981, sebagai rasa tanggung jawabnya terhadap umat, maka Buya Hamka kemudian meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum MUI. Pada tanggal 23 Mei 1981, Buya Hamka menulis kolom Dari Hati ke-Hati di Majalah Panjimas, No. 325, yang dia beri judul Niat Yang Tulus.  Kata Hamka:   “Meskipun usia sudah 73 tahun, sedikit pun tidak terfikirkan bahwa saya telah melepaskan diri dari beban yang berat, kemudian bersantai-santai menjelang ajal. Husnul khatimah, itulah cita-cita terakhir hidup  di dunia ini.”  (Sumber: Insistnet.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8967339741521142150?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8967339741521142150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/untuk-mereka-yang-ragu-dan-salah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8967339741521142150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8967339741521142150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/untuk-mereka-yang-ragu-dan-salah.html' title='UNTUK MEREKA YANG RAGU DAN SALAH MELETAKKAN TOLERANSI'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8997371478629302544</id><published>2010-12-27T22:47:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T22:48:35.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>KATA ORANG KITA ITU ANTI TOLERANSI BAHKAN TERORIS!</title><content type='html'>Pada 1 Juli 2009, Dr. Marwa El-Sherbini, seorang Muslimah yang sedang hamil tiga bulan dibunuh oleh seorang non-Muslim di Pengadilan Dresden Jerman. Dr. Marwa dibunuh dengan sangat biadab. Ia dihujani tusukan pisau sebanyak 18 kali, dan meninggal di ruang sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Marwa hadir di sidang pengadilan, mengadukan seorang pemuda Jerman bernama Alex W yang menjulukinya sebagai “teroris” karena ia mengenakan jilbab. Pada suatu kesempatan, Alex juga pernah berusaha melepas jilbab Marwa, Muslimah asal Mesir. Di persidangan itulah, Alex justru membunuh Dr. Marwa dengan biadab. Suami Marwa yang berusaha membela istrinya justru terkena tembakan petugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena korbannya Muslim, dan pelakunya warga asli non-Muslim, peristiwa besar itu tidak menjadi isu nasional, apalagi internasional. Tampaknya, kasus itu bukan komoditas berita yang menarik dan laku dijual!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan kasus terlukanya seorang pendeta Kristen HKBP di Ciketing Bekasi, akibat bentrokan dengan massa Muslim. Meskipun terjadi di pelosok kampung, dunia ribut luar biasa. Menlu AS Hilary Clinton sampai ikut berkomentar. Situs berita Kristen www.reformata.com, pada 20 September 2010, menurunkan berita: “Menlu AS Prihatin soal HKBP Ciketing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusul kasus Ciketing tersebut, International Crisis Group (ICG), dalam situsnya, (www.crisisgroup.org) juga membuat gambaran buruk terhadap kondisi toleransi beragama di Indonesia: “Religious tolerance in Indonesia has come under increasing strain in recent years, particularly where hardline Islamists and Christian evangelicals compete for the same ground.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Muslim terbengong-bengong dengan fenomena ketidakdilan informasi yang menimpa mereka. Saat menemani Presiden Barack Obama melihat-lihat Masjid Istiqlal, Prof. KH Ali Musthafa Ya’qub menyampaikan titipan kaum Muslim Washington yang sudah tujuh tahun menunggu izin pendirian Masjid. Padahal, tanah sudah tersedia. Izin sudah diajukan dan belum kunjung keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, yang jadi korban Muslim! Mungkin, oleh berbagai pihak, kasus yang menimpa kaum Muslim dianggap bukan komoditas berita yang menarik dan layak jual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus penyerangan tempat ibadah dan orang-orang Muslim di dunia Barat sangat melimpah datanya. Kebencian terhadap Muslim meningkat setelah peristiwa 11 September 2001. Berbagai laporan menunjukkan terjadinya vandalisme di banyak masjid dan kuburan Muslim hampir di seluruh Eropa. Pelecehan terhadap Islam seperti dilakukan oleh politisi Belanda Geert Wilders, juga tidak menjadi isu internasional tentang pelecehan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 12 Februari 2010, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) menyebarluaskan data perusakan gereja di Indonesia. Kata mereka, hingga awal tahun 2010 telah ada hampir sekitar 1200 buah gereja yang dirusak dan ditutup.  Berita ini tersebar ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fantastis! Ada 1200 gereja dirusak di Indonesia, sebuah negeri Muslim terbesar di dunia! Wajar jika dari ekspose angka itu akan muncul persepsi negatif terhadap Indonesia dan kaum Muslim. Setidaknya, bisa muncul opini, betapa biadab dan tidak tolerannya orang Muslim di Indonesia! Jika kasus satu gereja di Ciketing Bekasi saja sampai ke telinga Hillary Clinton, bagaimana dengan kasus 1.200 perusakan gereja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, tidak ada analisis komprehensif dan jujur mengapa dan jenis kerusakan apa yang dialami gereja-gereja itu. Data Badan Litbang Kementerian Agama menunjukkan, pertumbuhan gereja Protestan di Indonesia pada periode 1977-2004, menunjukkkan angka yang fantastis, yakni  131,38 persen.  Gereja Katolik lebih fantastis, 152 persen. Sedangkan pertumbuhan rumah ibadah umat Islam meningkat 64,22 persen pada periode yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka pertumbuhan gereja di Indonesia yang fantastis itu mestinya juga diekspose oleh lembaga-lembaga Kristen ke dunia internasional, agar laporan mereka lebih berimbang dan fair terhadap kondisi keberagamaan di Indonesia! Itu jika ada keinginan untuk membangun Indonesia sebagai rumah bersama, agar lebih adil, makmur, dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal toleransi beragama, antara opini dan fakta memang bisa jauh berbeda. Umat Islam sudah kenyang dengan rekayasa semacam itu. Dunia Barat bepuluh tahun tertipu oleh opini yang diciptakan kaum Zionis, bahwa negeri Palestina adalah tanah kosong, tanpa penduduk. Bertahun-tahun banyak orang Barat percaya, bahwa Israel adalah “David” sedangkan negara-negara Arab adalah “Goliath”. Kini, banyak yang sudah terbuka matanya, apa yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kali mengikuti perjalanan jurnalistik ke luar negeri, antara tahun 1996-1997, saya melihat bagaimana masalah Islamisasi di Timtim itu kadangkala diangkat oleh wartawan Barat dalam acara jumpa pers dengan pejabat-pejabat pemerintah RI. Mereka termakan oleh kampanye Uskup Belo selama bertahun-tahun bahwa telah terjadi Islamisasi di Timtim yang antara lain difasilitasi oleh ABRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, fakta bicara lain. Yang terjadi di masa integrasi Timtim dengan Indonesia adalah Katolikisasi! Bukan Islamisasi! Hasil penelitian Prof.  Bilver Singh dari Singapore National University, menunjukkan, pada 1972, orang Katolik Timtim hanya berjumlah 187.540 dari jumlah penduduk 674.550 jiwa (27,8 persen). Tahun 1994, jumlah orang Katolik menjadi 722.789 dari 783.086 jumlah penduduk (92,3 persen). Tahun 1994, umat Islam di Timtim hanya 3,1 persen. Jadi dalam tempo 22 tahun di bawah Indonesia, jumlah orang Katolik Timtim meningkat 356,3%. Padahal, Portugis saja, selama 450 tahun menjajah Timtim hanya mampu mengkatolikkan 27,8% orang Timtim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pertambahan penduduk Katolik yang sangat fantastis itu, Thomas Michel, Sekretaris Eksekutif Federasi Konferensi para Uskup Asia yang berpusat di Bangkok, menyatakan, “Gereja Katolik di Timtim berkembang lebih cepat dibanding wilayah lain mana pun di dunia.” (Lihat, Bilveer Singh, Timor Timur, Indonesia dan Dunia, Mitos dan Kenyataan (Jakarta: IPS, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu fakta. Tapi, opini di dunia internasional berbeda. Sejumlah kasus Islamisasi di Timtim diangkat dan dibesar-besarkan sehingga menenggelamkan gambar besar kondisi keagamaan di Timtim saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kepiawaian mencipta opini! Perlu diacungi jempol. Tokoh agama menjalankan fungsinya sebagai juru kampanye, bahwa umatnya tertindas, terancam, dan perlu pertolongan dunia internasional. Dan, kampanye itu menuai hasil yang mengagumkan!  Dunia diminta percaya bahwa kaum Kristen terancam dan tertindas di Indonesia; bahwa tidak ada toleransi, tidak ada kebebasan beragama di negeri Muslim ini. Berbagai LSM di Indonesia sibuk mengumumkan hasil penelitian bahwa kondisi kebebasan beragama di Indonesia sangat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara eksploitasi kasus di luar batas proporsinya ini sangat merugikan citra bangsa. Padahal, lihatlah fakta besarnya! Muslim Indonesia sudah terbiasa dengan keberagaman dalam kehidupan beragama. Umat Muslim terbiasa menerima pejabat-pejebat non-Muslim duduk di posisi-posisi penting kenegaraan. Umat Muslim sangat biasa melihat tayangan-tayangan acara agama lain di stasiun televisi nasional. Hari libur keagamaan pun dibagi secara proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah, berapa gelintir orang Muslim yang diberi kesempatan untuk menjadi pejabat tinggi di negara-negara Barat, sampai saat ini. Tengoklah, apakah kaum Muslim di sana bebas mengumandangkan azan, sebagaimana kaum Kristen di Indonesia bebas membunyikan lonceng gereja. Apa ada hari libur untuk kaum Muslim saat berhari raya, sebagaimana kaum Kristen menikmati libur Natal dan Paskah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengoklah pusat-pusat pembelanjaan dan televisi-televisi Indonesia saat perayaan Natal! Apakah kaum Kristen dihalang-halangi untuk merayakan Natal dan hari besar lainnya? Justru yang terjadi sebaliknya. Di Indonesia, sebuah negeri Muslim, suasana Natal begitu bebas merambah seluruh aspek media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi maraknya ritual Kristen dan Kristenisasi di Indonesia, sungguh suatu “kecerdikan yang luar biasa” dalam bidang teknik pencitraan, bahwa Indonesia dicitrakan sebagai sebuah negeri yang tidak memberikan toleransi beragama kepada minoritas Kristen. Seolah-olah mereka adalah umat yang tertindas dan teraniaya.  Adanya kasus-kasus tertentu diangkat dan dieksploitasi begitu dahsyat sehingga Indonesia dicitrakan sebagai negeri yang tidak ada kebebasan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, adilnya, jika ingin menikmati kecantikan wajah seorang gadis, lihatlah seluruh wajahnya! Jika hanya satu dua jerawat yang diteropong dan dipelototi habis-habisan, maka wajah cantik itu akan hilang dari pandangan mata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim pasti sangat mencintai negeri ini. Muslim pasti mencintai toleransi, kerukunan, dan perdamaian. Hanya saja, tokoh Islam Indonesia M. Natsir, pernah memohon: “…kalaulah ada suatu harta yang kami cintai dari segala-galanya itu ialah agama dan keimanan kami. Itulah yang hendak kami wariskan kepada anak cucu dan keturunan kami. Jangan tuan-tuan coba pula memotong tali warisan ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim perlu terus mengambil hikmah dan pelajaran dari berbagai kasus yang menimpa mereka. Juga, kaum Muslim,  terutama para aktivis dakwah, perlu terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dakwahnya, agar mereka tidak mudah dikelabui dan diperdayakan. Toleransi umat Islam dinegeri ini tidak dihargai, justru umat Islam dicitrakan sebagai umat yang tidak toleran, padahal secara umum, mereka sudah berbuat begitu baik kepada kalangan non-Muslim dalam berbagai bidang kehidupan. (Sumber: Insisnet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8997371478629302544?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8997371478629302544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/kata-orang-kita-itu-anti-toleransi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8997371478629302544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8997371478629302544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/kata-orang-kita-itu-anti-toleransi.html' title='KATA ORANG KITA ITU ANTI TOLERANSI BAHKAN TERORIS!'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4664695389205759642</id><published>2010-12-27T21:48:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T21:51:57.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>JABATAN RASULULLAH SAW</title><content type='html'>oleh Sudarisman Ahmad pada 27 Desember 2010 jam 20:26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengkaji lebih dalam kehidupan Nabi Muhammad saw, akan kita dapati bahwa perilaku beliau tidak semuanya dalam tingkatan yang sama, begitu pula ucapan-ucapan beliau. Imam Al Qarafi dalam Ihkamnya menjabarkan bahwa satu sosok Rasulullah saw menempati 6 posisi yang semestinya difahami, karena salah mengklasifikasikan ucapan atau perilaku beliau di antara 6 posisi tersebut akan salah pula hukum yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: &lt;br /&gt;Allah berfirman: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena, Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya". (Al 'Alaq : 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat yang menjadi awal predikat kenabian Muhammad saw, karena saat diturunkannya, ia adalah perintah untuk beliau semata dan tidak ada hubungannya dengan orang lain, sebagaimana definisi kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Hai orang yang berselimut, bangunlah!, lalu berilah peringatan!, dan Tuhanmu agungkanlah!, dan pakaianmu bersihkanlah!, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak!, dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah". (Al Muddatstsir : 1-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya dengan wahyu ke dua ini, dengannya Allah mengangkat Muhammad saw sebagai Rasul utusanNya. Ada perintah untuk menyampaikan (tabligh) kebenaran kepada orang lain. Pada posisi ini Nabi Muhammad saw berperan sebagai penyambung lidah bagi Allah untuk menyampaikan pesan kepada makhlukNya, sebagaimana perawi yang meyampaikan hadits kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke tiga:&lt;br /&gt;Posisi mufti (yang mengeluarkan fatwa). Rasulullah saw dalam posisi ini menjabarkan secara rinci hukum-hukum Allah melalui ucapan dan perbuatanya. Beliau menerangkan tata cara shalat, penghitungan zakat, jual beli dll. Mayoritas hadits beliau masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke empat:&lt;br /&gt;Terjadi persengketaan tanah antara 2 shahabat anshar, Ummu Salamah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "Kalian mengadukan sengketa kepadaku, sangat mungkin salah satu dari kalian lebih pandai dalam menyampaikan argumennya, maka siapa saja yang aku menangkan dengan hak saudaranya, jangan sekali-kali ia mengambilnya, karena sebenarnya aku telah potongkan baginya bagian dari neraka". (HR. Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, pada beberapa urusan Rasulullah saw berlaku sebagai hakim yang memutuskan perkara dan sengketa. Peran ini -disimpulkan oleh Imam Qarafi- banyak terjadi pada urusan ahwal syakhsiyah (pernikahan, perceraian dan semisalnya), serta persengketaan di bidang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke lima:&lt;br /&gt;Anas ra menceritakan bahwa ada perempuan yang didapati kepalanya di antara dua batu, ia ditanya: "Siapa yang melakukan ini padamu? si fulankah? atau si fulan?" sampai menyebut nama seorang Yahudi, ia pun mengangguk mengiyakan. Dipanggillah orang Yahudi tersebut dan ia mengakui perbuatannya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk memukul kepalanya dengan batu. (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas salah satu contoh Rasulullah saw sebagai imam/pemimpin wilayah,yang memiliki hak untuk menentukan kebijakan umum terkait kemaslahatan rakyat. Urusan kebijakan politik, hukum pidana perdata, perdamaian peperangan dan semisalnya mesti difahami bahwa tidak setiap orang bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke enam:&lt;br /&gt;Thalhah ra bercerita, suatu ketika ia berjalan bersama Rasulullah saw melewati beberapa orang yang sedang memanjat pohon kurma, beliau saw bertanya: "Sedang apa mereka?" "Sedang mengawinkan bunga jantan ke bunga betina" jawab mereka. Rasulullah saw berkata: "Sepertinya hal itu sama sekali tidak dibutuhkan". Mendengar ini mereka tinggalkan proses pengawinan itu, namun hasilnya buah kurmanya menjadi buruk. Berita ini disampaikan kepada Rasulullah saw, beliau pun bersabda: "Jika memang bermanfaat maka biarkan mereka melakukannya, karena tadinya aku hanya mengira-ngira, dan jangan salahkan aku dengan perkiraan itu, kecuali jika aku menyampaikan sesuatu dari Allah maka ambillah karena aku tidak akan berdusta atas nama Allah". (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kesempatan Rasulullah saw bekata, berpendapat atas nama pribadinya selaku manusia, termasuk dalam strategi perang sebagaimana riwayat Hubab bin Mundzir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama' mengklasifikasi pembahasan ini dengan tujuan agar kita umat Muhammad saw dapat menjalani syariah ini dengan tepat. Bab-bab yang terkait dengan kerasulan dan fatwa maka kita wajib mentaatinya ketika telah sampai hukum itu pada keilmuan kita, tanpa harus berhubungan dengan hakim atau imam. Tapi, jika permasalahannya tergolong peradilan dan siyasah 'ammah maka kita tidak diperkenankan mengambil sikap tanpa melibatkan hakim dan imam. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4664695389205759642?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4664695389205759642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/jabatan-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4664695389205759642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4664695389205759642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/jabatan-rasulullah-saw.html' title='JABATAN RASULULLAH SAW'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4977019194143137349</id><published>2010-12-27T01:04:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T01:05:30.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>CUKUPKAH JUMLAH TIM MARKETING SAYA?</title><content type='html'>Sumber: Majalah Marketing&lt;br /&gt;Dengan posisi Anda sebagai manajer, GM, direktur pemasaran, atau CMO, salah satu permintaan yang sering kita dapatkan dari anak buah adalah berhubungan dengan penambahan jumlah tenaga pemasaran atau penjualan. Kepala cabang beralasan bahwa salah satu kesulitan yang dihadapi untuk menaikkan penjualan adalah karena kurangnya tenaga penjual. Bagian promosi menetapkan bahwa aktivitas promosi seperti below the line, tidak banyak dapat dilakukan karena jumlah tim yang tidak memadai. Jadi, kekurangan jumlah tenaga pemasaran dan penjualan seringkali menjadi alasan terbaik kalau angka-angka penjualan tidak menggembirakan.&lt;br /&gt;Lantas, sebagai pimpinan, apa yang menjadi respons Anda? Well, yang paling sering dikatakan—saya duga—adalah, “…coba tim yang sudah ada, perlu dimaksimalkan. Mereka harus bekerja lebih produktif,” atau “…manajemen sudah memutuskan untuk tidak merekrut karyawan baru,” atau juga, “ehm…, coba dihitung berapa kebutuhan tenaga baru. Pokoknya, selama masih bisa meningkatkan penjualan, silakan saja untuk menambah tenaga baru.” Untuk respons yang ketiga ini, manajemen seringkali juga tidak memberikan petunjuk yang lebih jelas.&lt;br /&gt;Lalu, apakah ada konsep atau petunjuk bagi manajemen untuk membuat keputusan mengenai hal ini? Tentu saja! Berbagai aspek kualitatif atau kuantitatif dapat kita gunakan untuk membantu membuat keputusan. Mempunyai jumlah tenaga pemasar dan penjualan yang terlalu sedikit, berarti perusahaan telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penjualan. Kehilangan kesempatan ini, bila kemudian diakumulasikan dalam jangka panjang, bisa membuat kerugian yang lebih besar. Perusahaan menjadi lebih sulit bertumbuh; perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk merebut 1 persen pangsa pasar di kemudian hari; atau perusahaan harus mengeluarkan biaya yang lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang untuk menciptakan loyalitas dan ekuitas merek yang kuat. Perusahaan juga tidak mampu meluncurkan produk atau bisnis baru yang lebih baik dan lebih cepat. Maklum, semua tim yang bekerja, sudah memiliki beban yang besar untuk mengerjakan hal-hal yang rutin.&lt;br /&gt;Kelebihan tenaga pemasar dan penjual tentunya menjadi beban biaya yang langsung mengurangi keuntungan perusahaan. Kelebihan tenaga kerja ini juga membuat produktivitas tim lain menjadi lebih rendah dan mengakibatkan budaya kerja yang tidak produktif. Jadi, dari dua kondisi ekstrim ini, perusahaan pastilah ada pada posisi yang tidak optimal.&lt;br /&gt;Tes Kecukupan&lt;br /&gt;Ada beberapa tes yang dapat digunakan perusahaan untuk melihat jumlah tenaga pemasaran dan penjualan yang optimal. Tes pertama yang paling gampang disebut dengan customer test. Mari kita bayangkan untuk semua perusahaan distributor consumer goods yang biasanya memiliki tim tenaga penjual yang relatif besar. Mereka melayani banyak outlet atau toko-toko ritel di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Kalau kita memiliki tenaga penjualan yang kurang, maka komentar banyak pelanggan kita adalah keluhan bahwa tenaga penjual atau salesman kita sulit diakses. Salesman dipersepsi memberikan perhatian yang kurang dan pelanggan cenderung jarang mendapatkan info dari salesman karena kesibukan mereka yang sangat tinggi. Di sisi lain, apabila perusahaan kita memiliki terlalu banyak tenaga penjualan, maka banyak pelanggan akan cenderung menghindar untuk bertemu. Pelanggan merasa bahwa mereka terlalu banyak berhubungan dengan tenaga penjual kita. Nah, dari kondisi ini, Anda bisa melakukan observasi, manakah yang paling sering dikemukakan oleh para pelanggan Anda.&lt;br /&gt;Tes yang kedua berhubungan dengan motivasi. Biasanya, bila jumlah tenaga penjualan terlalu sedikit, pekerjaan menjadi sangat banyak dan mereka harus bekerja ekstra waktu. Maka, motivasi mereka akan turun. Mereka merasa bahwa tugas yang dibebankan kepada mereka sudah terlalu banyak. Demikian juga, bila jumlah tenaga penjualan terlalu banyak, motivasi pun menurun. Mereka mulai khawatir untuk memikirkan siapa yang akan dimutasi atau dikurangi. Situasi seperti ini pastilah membuat motivasi kerja akan menurun karena adanya ketidakpastian.&lt;br /&gt;Kedua tes di atas relatif sangat kualitatif dan mudah diobservasi. Walaupun demikian, tentunya bukanlah tes yang memiliki validitas yang tinggi. Kedua tes tersebut sangat baik sebagai indikasi awal mengenai kecukupan tenaga pemasaran atau penjualan sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;Tes yang ketiga adalah benchmarking test. Dalam hal ini, kita perlu untuk mencari informasi mengenai jumlah tim yang dimiliki pesaing dan dibandingkan dengan besarnya revenue, atau banyaknya pelanggan yang dilayani. Kalau kita memiliki tenaga penjual sebanyak 100 dan pesaing kita punya 200 tenaga, tetapi penjualan kita hanya 30 persen dari pesaing, ini sudah menjadi indikasi yang kuat bahwa jumlah salesman kita terlalu banyak dibandingkan dengan pesaing. Dalam konteks benchmarking, salah satu pertanyaannya adalah, “Siapa yang menjadi pesaing, yang digunakan sebagai acuan?” Yang harus Anda ambil adalah pemegang pangsa pasar tertinggi. Kalau perusahaan Anda merupakan pemimpin pasar, maka yang dipilih adalah pesaing terdekatnya.&lt;br /&gt;Tes keempat, salah satu yang terbaik adalah yang disebut activity test. Melakukan benchmarking adalah hal yang baik, tetapi bagaimana kalau semua pesaing kita juga tidak optimal? Ini tentunya juga sangat berbahaya untuk membuat keputusan. Maka saya menyarankan, tes keempat ini adalah tes yang wajib dilakukan untuk mendapatkan angka paling optimal dalam hal jumlah tenaga pemasaran dan penjualan kita. Dengan menggunakan tes ini, maka perusahaan harus mulai memikirkan keseluruhan aktivitas yang akan dikerjakan oleh tenaga pemasaran.&lt;br /&gt;Misalkan saja, perusahaan memiliki 10 salesman. Mereka harus melayani sebanyak 1.000 outlet. Kemudian kita bertanya, apakah 10 salesman ini merupakan jumlah yang cukup. Untuk itu, langkah pertama adalah dengan melihat aktivitas apa saja yang harus dilakukan oleh tenaga penjual. Mereka harus menghabiskan waktu untuk masalah administrasi atau persiapan sebelum menemui pelanggan. Mereka juga harus menemui pelanggan dan setiap pelanggan memiliki frekuensi kunjungan yang berbeda-beda, tergantung besar kecilnya order. Salesman juga menghabiskan waktu di jalan. Bisa jadi, mereka juga terlibat dalam pengiriman barang dan aktivitas lain. Intinya, keseluruhan aktivitas ini kemudian diperhitungkan untuk melihat kebutuhan waktu.&lt;br /&gt;Misalnya saja, setiap outlet ternyata membutuhkan waktu sebanyak dua jam per bulan. Ini termasuk keseluruhan aktivitas yang membuat target bisa tercapai. Maka untuk 1.000 outlet, dibutuhkan sebanyak 2.000 jam. Total waktu kerja per salesman per hari adalah tujuh jam efektif. Bila dikalikan 20 hari kerja per bulan, maka diperoleh total waktu adalah 140 jam per bulan. Jadi, idealnya jumlah salesman yang dibutuhkan adalah 2.000 jam/140 jam=14 atau 15 salesman. Kenyataannya, perusahaan hanya memiliki 10 salesman. Dengan melihat angka-angka ini, perusahaan perlu merekrut empat atau lima tenaga salesman baru.&lt;br /&gt;Activity test ini juga merupakan tes terbaik yang digunakan untuk perusahaan B to B, yaitu perusahaan yang pelanggannnya adalah juga perusahaan. Hanya saja, aktivitas penjualan untuk jenis perusahaan ini jauh lebih kompleks, karena selain lama dan panjangnya proses, pelanggan memiliki decision making unit yang minimal terdiri dari decision maker, influencer, dan user. Manajemen perlu untuk membuat selling pipe line mulai dari aktivitas untuk mencari prospek, hingga menjadi pelanggan yang memberikan order.&lt;br /&gt;Kelebihan dari tes keempat ini, manajemen dipaksa untuk memikirkan rencana ke depan. Apakah mereka akan melakukan ekspansi? Apakah akan menambah pelanggan baru? Apakah ada aktivitas tenaga penjual yang perlu ditambah atau malah dikurangi? Apakah selain salesman, ada pihak-pihak lain yang diminta untuk melakukan penjualan? Dengan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, manajer atau direktur penjualan baru akan mampu untuk membuat activity test.&lt;br /&gt;Tes terakhir adalah financial test. Ini merupakan salah satu bentuk evaluasi yang melibatkan bagian keuangan. Menambah tenaga kerja di bidang pemasaran atau penjualan adalah sebuah investasi. Karena merupakan investasi, penambahan tenaga kerja hanya diperbolehkan kalau memang mencapai ROI yang ditetapkan perusahaan. Jadi, bila merekrut salesman baru membutuhkan gaji Rp 2 juta dan biaya-biaya lain sebanyak Rp 3 juta, maka total biaya per penambahan salesman adalah Rp 5 juta. Dengan begitu, angka kontribusi profit tambahan yang harus diperoleh oleh salesman baru tersebut adalah Rp 5 juta per bulan. Bila jumlahnya lebih kecil dari angka ini, berarti perusahaan akan merugi dan lebih baik untuk tidak melakukan penambahan. Kalau perusahaan menetapkan ROI sebesar 20 persen, maka minimal kontribusi profit sebelum dikurangi biaya salesman dari penambahan salesman yang baru adalah Rp 6 juta per bulan. Jadi, minimal harus diperoleh penambahan Rp 1 juta untuk setiap penambahan satu salesman.&lt;br /&gt;Inilah berbagai tes yang dapat dilakukan untuk membantu perusahaan memberikan jawaban atas optimalisasi jumlah tenaga kerja di pemasaran atau di bagian penjualan. Kita bisa melihat bahwa membuat perhitungan untuk tenaga penjualan atau salesman jauh lebih mudah dibandingkan dengan tenaga lain, seperti tenaga promosi yang tidak berhubungan langsung dengan penjualan. Untuk para manajer atau direktur yang membawahi tenaga pemasaran seperti promosi, tes ketiga dan keempat adalah pilihan yang terbaik.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan jumlah tenaga pemasaran di perusahaan Anda? Bagaimana jumlah salesman Anda? Apakah terlalu banyak, atau terlalu sedikit? Mari lakukan berbagai tes di atas. Ini juga untuk menghindari kebiasaan dari anak buah yang selalu mengatakan, “…jumlah tenaga penjualan kita kurang!” Sungguhkah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4977019194143137349?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4977019194143137349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/cukupkah-jumlah-tim-marketing-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4977019194143137349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4977019194143137349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/cukupkah-jumlah-tim-marketing-saya.html' title='CUKUPKAH JUMLAH TIM MARKETING SAYA?'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-9215090705507404839</id><published>2010-12-26T19:01:00.001-08:00</published><updated>2010-12-26T19:03:31.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>HAL-HAL YANG TIDAK TAMPAK DALAM PROSES PENJUALAN</title><content type='html'>Keyakinan Pribadi&lt;br /&gt;Sebelum Anda memahami diri sendiri, sikap dan keyakinan yang berhubungan dengan menjual, sulit bagi Anda menjual pada orang lain. Perasaan Anda dalam melakukan penjualan, apakah Anda senang, antusias, bisa menikmati pekerjaan dan profesi sales ? Keyakinan Anda terhadap produk dan servis yang dijual. Kalau Anda butuh, Anda juga akan membeli produk / servis yang sama. Prospek akan membeli Anda, perasaan dan keyakinan Anda. Sebelum membeli produk / servis Anda. Perasaan dan keyakinan Anda tercermin dari cara Anda membawa diri, menampilkan diri. Cara mempresentasikan produk dan servis Anda. Selling adalah proses mentranfer perasaan dan keyakinan Anda kepada prospek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Prospek&lt;br /&gt;Menjual menjadi lebih mudah bila Anda mampu memahami kebutuhan, keinginan dan harapan prospek. Kesiapan mental dan emosi prospek perlu Anda kenali. Bukan sekedar menjelaskan produk dan servis Anda. Ciptakan suasana yang mendukung sehingga timbul kebutuhan dan keinginan membeli. Susun pertanyaan dan pernyataan yang mengarah pada terwujudnya atmosfer butuh dan ingin. Berikan wawasan, sudut pandang yang tepat terhadap pemenuhan kebutuhannya. Tingkatkan motivasinya membeli dengan memberi informasi yang meyakinkan. &lt;br /&gt;Situasi Dan Kondisi Yang Mendukung. Dalam kontak dengan prospek dan kastemer, situasi dan kondisi sangat mempengaruhi penjualan. Hubungan lewat telpon tidak dapat digunakan untuk bicara mendetail, karena situasi prospek sulit diketahui. Telpon hanya untuk mendapatkan appointment. Dalam pertemuan, situasi lebih terkontrol. Bersikap rileks dan sesuaikan dengan situasi yang ada. Interupsi dari hand phone Anda harus dihindari. Bila prospek sibuk dengan telponnya sebaiknya buat janji untuk kesempatan yang lain. Fokus Anda adalah prospek yang sedang mengikuti presentasi Anda. Perhatikan tanda-tanda ketertarikan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan, sehingga Anda semakin mengontrol situasi. Dengarkan jawaban yang diberikan, minta pendapatnya. Kurangi keterangan dan pembicaraan yang tidak perlu. &lt;br /&gt;Berikan Alasan Membeli Dan Kurangi Resiko. Pada saat presentasi dan bertanya Anda mengubah cara pandang prospek. Prospek melihat nilai dan timbul keinginan memiliki. Pernyataan dan pertanyaan yang berimbang dan positif. Kastemer merasa cukup adil. Keberatan terhadap harga menunjukkan bahwa penerimaan dari pembeli terhadap nilai yang ditawarkan belum cukup memadai dibanding uang yang dibayarkan. Hal lain yang mengurangi minat adalah resiko. Alasan untuk membeli / memiliki menjadi melemah oleh resiko. Ada sesuatu yang salah dari produk dan servis Anda. Mungkin kastemer tidak menyatakannya. Kami tidak tertarik, adalah ungkapan yang biasa dikatakan. Sebagai seorang sales Anda harus menghapus persepsi tentang resiko. Ketika Anda berhasil menghilangkan resiko maka penjualan jadi mulus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peka Terhadap Peluang&lt;br /&gt;Kesempatan selalu muncul. Anda harus meraihnya dengan cepat. Kastemer tidak akan menyatakan "Saya siap untuk membeli". Jangan tunggu, lihat tandanya. Dari nada suara kastemer. Bahasa tubuhnya, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Isyarat pembelian, kadang sangat halus, pada kesempatan yang tak terduga. Berhentilah berbicara. Dengarkan baik-baik keberatannya. Tidak semua pertanyaannya membutuhkan jawaban. Dengarkan, kadang-kadang prospek menjawabnya sendiri. Cuma untuk menenangkan diri, pikiran dan emosinya. Tangkaplah peluang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Percaya Diri&lt;br /&gt;Tanpa percaya diri, informasi dan presentasi Anda kehilangan kekuatan, berkurang nilainya. Keduanya dapat timbul bila Anda tampil yakin. Kastemer bisa menangkap dengan jelas rasa percaya diri Anda. Bahkan pesan Anda tidak tertanggap sebaik kekuatan dan nilai yang Anda tunjukkan. Keyakinan Anda, produk dan servis Anda dapat memenuhi kebutuhan kastemer. Kastemer jadi percaya juga. &lt;br /&gt;Kemenangan Kastemer, Kemenangan Anda Juga. Seringkali sales memaksakan transaksi karena kebutuhannya. Sebaiknya Anda mendorong kastemer mendapatkan kemenangannya dengan memiliki produk dan servis Anda. Kastemer tidak suka membeli untuk kepentingan Anda tapi membeli karena mau memiliki produk dan servis Anda. &lt;br /&gt;Rahasianya Anda memahami dan memiliki kepekaan terhadap hal-hal yang tidak kelihatan dalam proses penjualan, tidak sulit. Hanya wajar dan adil dalam berpikir dan bertindak. Jangan memaksakan kepentingan Anda saja, tapi kepentingan kastemer Anda. Perhatikan ungkapan : Kastemer tidak peduli terhadap apa yang Anda tahu.&lt;br /&gt;Tapi kastemer tahu seberapa besar Anda peduli. Selamat mencoba (Sumber: LUPA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-9215090705507404839?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/9215090705507404839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/hal-hal-yang-tidak-tampak-dalam-proses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/9215090705507404839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/9215090705507404839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/hal-hal-yang-tidak-tampak-dalam-proses.html' title='HAL-HAL YANG TIDAK TAMPAK DALAM PROSES PENJUALAN'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5471843306491905766</id><published>2010-12-23T23:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T23:03:36.087-08:00</updated><title type='text'>BENDA BULAT ITU BERNAMA BOLA</title><content type='html'>Ketika kecil aku sangat menyukai sepak bola, meski sebenarnya gak bisa bermain bagus. Aku lebih cenderung menjadi keeper. Mungkin karena keberanianku meloncat dan menjatuhkan diri, meski pada akhirnya, ketika di usia SMA, tanganku harus pecah dan di bawa ke RSUD Sardjito Yogyakarta karena salah mengantisipasi bola yang memusing. Betul, tanganku pecah namun tidak patah, kata dokter waktu itu. Alhamdulillah ‘ala kulli hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kegemaran bermain dengan bola itu biasa-biasa saja. Maklum, punggungku sudah cedera, alias sempat dioperasi tulang belakangnya akibat terlalu cintaku kepada yang namanya olahraga. Aku memang penggemar dan praktisi olahraga, meski setelah peristiwa operasi tulang punggug itu, kini aku jarang atau bahkan boleh dikatakan tidak lagi melakukan aktivitas olahraga yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu aku mendengar TIMNAS Bola Indonesia menang melawan Philiphina.  Kemenangan yang aku lihat dan dengar dirayakan dengan sangat antusias oleh siapapun, terutama para bola mania. Kalau yang terjadi sebaliknya aku tidak tahu, apakah respons yang muncul positif atau tidak. Tapi, kalau melihat peristiwa sudah-sudah, aku menyimpulkan bahwa itu bukan lagi cinta, soale kalau namanya cinta ya menang bahagia, kalah ya legowo. Bukan eforia bukan pula anarkhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa memang jenis olah raga satu ini. Pagi ini saja aku melihat dan mendengarkan berita, semuanya bertema tiket sepak bola yang disorot dari berbagai perspektif. Ada yang kehabisan tiket, “istana” booking sekiat tiket, ada yang dihajar massa karena dituding sebagai calo, ada yang istighotsah untuk kemenangan TIMNAS, ada yang siap ejek-ejekan lagu kebangsaan, ada surat terbuka terkait dengan bola kepada Presiden SBY, adu komentar di dunia maya yang syarat ocehan saling hujat, hingga klaim pemain. Sampai siang ini pun, beritanya masih sehati….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chauvanistik, aku piker. Atau bahkan lebih daripada itu. Ada yang antri sejak pagi-pagi—bahkan yang diwawancari ibu-ibu, dari jauh lagi, ada yang membayar fotocopy KTP seharga Rp.10.000,- selembar, ada yang sampai mengadakan majlis istighatsah di Jakarta Barat di sebuah pesantren—bahkan santriwatinya dimobilisasi untuk membuat lorong pagar panjang, bercampur aduk dengan yang lain. Na’udzubillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemicunya agaknya cukup kompleks. Maklum, secara politik pun hubungan RI dengan Malaysia terberitakan akhir-akhir ini tidak akur (yang benar, wallahu a’lam). Mungkin ini moment yang tepat untuk melampiaskan kedongkolan “politik” yang terjadi. Tapi, ada juga yang memanfatkan moment untuk mengisi cuber akhir tahun, bagi yang kantongnya tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ini, bola itu bisa “mempersatukan” bangsa Indonesia. Hiruk pikuk politik, bencana-bencana, kasus asusila, kenaikan harga cabe, dan lain-lain seolah sejenak berhenti dari diskusian warung sego kucing hingga forum MGMP guru-guru. &lt;br /&gt;Namun apakah ini benar-benar persatuan? Menurutku koq tidak sama sekali. Apalagi kalo pake kaidah tauhidul kalimah bi kalimah tauhid. Tangeh lamun alias jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bola memang luar biasa. Mampu membangunkan orang untuk “tahajjud”, “qiyamullail” dari anak usia SD hingga kakek-kakek, yang intelek atau pun yang biasa saja. Koq bisa? Kalau bicara penawaran, apa benefitnya?—kenikmatan, perceived value, return of investment. Jawabane pastine beragam tergantung falsafah hidup yang dianut masing-masing. Menurutku, yang paling pas untuk melukiskan kondisi tersebut adalah satu kata yang dinamakan permainan. Hanya pertanyaannya, permainan yang bernilai atau permainan yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih luar biasa lagi adalah, penawaran bola ini mengalahkan penawaran puasa muharram atau shalat shubuh yang dihadiri para malaikat itu. Padahal, gratisnya 100% dan return of investmentnya gak main-main luar biasanya. Koq bisa? Mungkin para dai kita kalah dalam menawarkan “jualannya” kepada ummatnya. Atau strategi marketing mereka belum secanggih marketing revolutionnya Tung Desem Waringin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau memang benar tulisan dalam sebuah buku itu, bahwa bola itu kini sudah berubah menjadi pseudo religion. Soalnya di sana ada “identitas”, pengorbanan, kecintaan, ghirah, komitmen hingga mati, bahkan ritual khusus (ingat di Argentina ada gereja yang menuhankan Diego Maradona? Kalau tidak salah). &lt;br /&gt;Bola memang luar biasa. Sekali lagi. Dulu ketiga masih sregep berorganisasi, ada kegiatan mabit bersama yang paginya ditutup dengan bermain bola bersama. Katanya untuk “lebih” mengikatkan tali persaudaraan dan belajar bekerja secara team. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tidak tahu kalo anak-anak kita semuanya tanpa sadar “harus” punya kaos bola sesuai dengan idolanya masing-masing. Secara ekonomi, bisnis baju dan asesoris bola ini luar biasa menguntungkannya. Beberapa waktu lalu perekonomian Afrika Selatan dikabarkan “membaik” gara-gara menjadi tuan rumah piala dunia bola.&lt;br /&gt;Untuk tidak memanjangkan ide dan kata….kusudahi saja. Mudah-mudahan semua itu tidak menggelincirkan kita dari dzikrullah. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5471843306491905766?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5471843306491905766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/benda-bulat-itu-bernama-bola.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5471843306491905766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5471843306491905766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/12/benda-bulat-itu-bernama-bola.html' title='BENDA BULAT ITU BERNAMA BOLA'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-9052077219731064047</id><published>2010-08-03T19:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T20:00:52.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>LIMA MASALAH UTAMA MENGAPA SALES MANAGER GAGAL</title><content type='html'>Kegagalan akan selalu manusia hadapi di sepanjang perjalanan hidupnya. Namun demikian kegagalan bukanlah kata akhir, melainkan sebuah proses baru menuju kehidupan yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia Sales, kegagalan didominasi oleh kesalahan yang dialami oleh individu itu sendiri yang berakibat pada kinerja tim. Berikut adalah masalah-masalah yang sering dialami oleh para Sales Manager dalam organisasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurang Perhatian Pada Perekrutan Calon Sales Person&lt;br /&gt;Kebanyakan Sales Manager banyak yang tidak mau terlibat dalam perekrutan calon sales person. Mereka biasanya mempercayakan perekrutan ini pada pihak HRD. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik di divisi sales dibutuhkan orang-orang yang punya kriteria khusus. Dan yang seharusnya mengetahui bakat-bakat khusus calon sales person ini adalah Sales Manager. Untuk itu sebenarnya dibutuhkan keterlibatan Sales Manager dalam perekrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kurang Perhatian Pada Sistem dan Proses Penjualan&lt;br /&gt;Banyak Sales Manager yang hanya fokus pada hasil, pendapatan dan target. Tapi apakah mereka pernah mengajarkan pada sales personnya bagaimana cara untuk mendapatkan itu semua? Inilah juga yang menjadi masalah mereka. Seharusnya saat menurunkan sales person ke pasar, para Sales Manager telah membekali mereka dengan jurus-jurus bagaimana cara mengenalkan diri, memberikan kesan positif dan cara membeli (saya kenal, saya percaya, saya respek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kurang Pengetahuan Mengenai Membimbing dan Memonitor Sales Person Untuk Implementasi Proses &amp; Sistem&lt;br /&gt;Masalah Sales Manager tidak berhenti hanya pada tidak perhatian pada sistem dan proses penjualan tapi juga mereka tidak tahu bagaimana harus membimbing dan memonitor anak buah mereka mengenai implementasi proses dan sistem dalam dunia sales. Padahal membimbing dan memonitor adalah hal yang mutlak dilakukan oleh seorang Sales Manager agar menghasilkan anak buah yang cemerlang. Karena jika anak buah cemerlang maka managernya pun bisa dipastikan jauh lebih cemerlang. Dan ini pun akan berdampak pada kerja tim yang sukses dan pencapaian target yang sesuai seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kurangnya Ketrampilan Untuk Menghadapi Segmentasi Pelanggan &lt;br /&gt;Orang-orang yang terlibat dalam dunia penjualan adalah mereka yang paling banyak bertemu dengan orang. Karena itu dibutuhkan sebuah ketrampilan berkomunikasi yang baik. Nah karena sales selalu dikaitkan dengan pencapaian target, para Sales Manager ini terkadang lupa bahwa sales people harus mampu melakukan segmentasi (status sosial, perilaku dan gaya bicara). Ini ada kaitannya dengan mirroring. Bahwa kita harus dapat menyesuaikan diri kita dengan orang yang tengah kita prospek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kurangnya Perhatian Bagaimana Membedakan Suspect dan Prospek&lt;br /&gt;Para Sales Manager seharusnya membekali para sales peoplenya dengan pengetahuan mengenai pembedaan antara Suspek (pelanggan yang kemungkinan membelinya tinggi) dan Prospek (pelanggan yang baru saja ditawari). Ini selayaknya diberitahukan agar anak buah tidak membuang-buang waktu dengan pelanggan yang tidak ada keinginan untuk membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah diatas memang sering ditemui. Namun diharapkan dengan menyadari kesalahan tersebut, belum terlambat untuk memperbaikinya menjadi lebih kreatif, peka dan tanggap akan apa yang dibutuhkan pasar dan kemampuan anak buah kita. (Sumber: Anonim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-9052077219731064047?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/9052077219731064047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/08/lima-masalah-utama-mengapa-sales.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/9052077219731064047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/9052077219731064047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/08/lima-masalah-utama-mengapa-sales.html' title='LIMA MASALAH UTAMA MENGAPA SALES MANAGER GAGAL'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-132633825091188356</id><published>2010-08-03T00:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T01:08:45.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>BERINISIATIF</title><content type='html'>Sudah sebulan ini aku mengamati pola kerja sebuah perusahaan. Lewat pembacaan mata, baca data-data, interview, bertanya, mengikuti rapat dengan general manager, mendengarkan keinginan-keinginan owner, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Agaknya dimana-mana sama saja. Dinamika organisasi berbanding lurus dengan dinamika orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sehingga dapat disimpulkan sementara bahwa kesuksesan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh seberapa “canggih” dinamika yang dibuat oleh orang-orang di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di sekolah, penentu dinamika terbesar dan terdepan adalah seberapa “canggih” guru-gurunya memainkan peran, maka di organisasi bisnis, dinamika paling depan berada di tangan para sales person, pasif ataukah aktif.&lt;br /&gt;Salah satu yang membedakan adalah interaksi manusianya saja. Di sekolah, guru berinteraksi (paling banyak) dengan siswa, sedangkan di dunia bisnis barang, sales berinteraksi dengan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya tidak jauh berbeda, kalau kualitas interaksi guru siswa optimal, maka perolehan belajar juga insya Allah maksimal. Untuk kasus di bisnis barang, kalau kualitas interaksi sales dengan konsumen efektif, maka proses closing akan segera diraih. Agaknya inilah titik krusialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang tidak kreatif (alias pasif) adalah guru yang “penjualannya” tidak akan laku keras. Konsumen akan segera bosan dengan layanan yang tidak prima. Maka, sales yang pasif, tidak berusaha menemukan, menemui prospek akan menyebabkan produk yang ditawarkan mengalami keterlambatan penjualan. Alias capital gainnya tidak cepat diperoleh. Apalagi ditambah dengan layanan konsumen yang tidak “manusiawi”. Maka keputusan closingnya akan buyar bahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang baik akan berdampak pada hasil yang baik. Itu agaknya kaidah yang harus “diugemi” siapapun yang berbisnis, di sekolah atau perusahaan. Maksudnya, jangan berharap hasil yang baik apabila prosesnya tidak baik. Ini dalam pengertian jangka panjang dan bukan teknis instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan sebuah bisnis mirip dengan keuntungan sebuah sekolah. Apabila ia mendapatkan reputasi baik dari konsumen, maka kelangsungan bisnis itu akan berjalan secara kontinum. Ibarat pepatah, manusia meninggalkan nama demikian pun bisnis. Apabila sebuah proses bisnis dipercaya atau layak dipercaya, maka profit yang diperoleh pun akan setia dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan judul di atas. Sederhana saja, kebanyakan kita sangat cepat memahami persoalan. Namun kebanyakan kita tidak cepat dan tidak cerdas dalam mengambil sikap, keputusan. Mengambil sikap dan keputusan itu memerlukan satu kata sederhana yang tidak gampang diimplementasikan, inisiatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berinisiatif artinya aktif, proaktif dan kalau perlu sedikit reaktif. Hati orang jawa yang halus ini seringkali “pekewuh” untuk berinisiatif. Masalahnya adalah, kita ingin sukses atau biasa-biasa saja. Kalau kita ingin sukses, kata ini layak dan perlu dibumikan. Dimana-mana, dimana-mana, dimana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan kurang 2 hari ini aku sangat bergelut dengan kata pendek ini. Menantang memang. Berani menerima tantangan? Siapa takut?!! Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-132633825091188356?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/132633825091188356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/08/berinisiatif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/132633825091188356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/132633825091188356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/08/berinisiatif.html' title='BERINISIATIF'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-6378246447109076124</id><published>2010-07-27T00:15:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T00:38:07.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>MINAT INVESTASI KAVLING?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE6KuZIt63I/AAAAAAAAAdI/KNV_BqHVcfQ/s1600/siteplan+sumampir.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE6KuZIt63I/AAAAAAAAAdI/KNV_BqHVcfQ/s400/siteplan+sumampir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498484724692020082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV ALIGN="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIJUAL KAVLING SIAP BANGUN&lt;br /&gt;DI DUA LOKASI STRATEGIS&lt;br /&gt;DI BANTARSOKA DAN SUMAMPIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANYA 0.5 KM DARI PUSAT KOTA &lt;br /&gt;HANYA 5 MENIT KE FASILITAS DAN KOMERSIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA PER METER Rp. 600.000,- HINGGA Rp. 650.000,-&lt;br /&gt;TERSEDIA UKURAN 90M2 DAN 112M2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEGERA HUBUNGI&lt;br /&gt;HOTLINE: (0281) 640-556, 640-558&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE6JxxRwnLI/AAAAAAAAAdA/-VpnZ86t9Lw/s1600/siteplan+bantarsoka.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 302px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE6JxxRwnLI/AAAAAAAAAdA/-VpnZ86t9Lw/s400/siteplan+bantarsoka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498483683200375986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-6378246447109076124?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/6378246447109076124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/07/minat-investasi-kavling.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6378246447109076124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/6378246447109076124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/07/minat-investasi-kavling.html' title='MINAT INVESTASI KAVLING?'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE6KuZIt63I/AAAAAAAAAdI/KNV_BqHVcfQ/s72-c/siteplan+sumampir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-4982353950847174886</id><published>2010-07-26T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T21:46:22.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>GRIYA SATRIA SUMAMPIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE5iwD379mI/AAAAAAAAAc4/g8wRN2ACmyE/s1600/brosur+sumampir+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE5iwD379mI/AAAAAAAAAc4/g8wRN2ACmyE/s400/brosur+sumampir+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498440772879119970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ONLY 5 MINUTES TO GENERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY AND FAVOURITE SCHOOLS&lt;br /&gt;FRESS WATER FROM SLAMET MOUNTAIN&lt;br /&gt;CLOSE TO MANY FACILITIES&lt;br /&gt;BEST INVESTMENT ASSURANCE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOTLINE : MARKETING OFFICE (0281) 640556&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIMITED EDITION!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-4982353950847174886?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/4982353950847174886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/07/griya-satria-sumampir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4982353950847174886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/4982353950847174886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/07/griya-satria-sumampir.html' title='GRIYA SATRIA SUMAMPIR'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE5iwD379mI/AAAAAAAAAc4/g8wRN2ACmyE/s72-c/brosur+sumampir+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-2084888302333349504</id><published>2010-07-26T00:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T21:31:13.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Property Product'/><title type='text'>HOT NEWS, NEW PRODUCT!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE0_tdx-RbI/AAAAAAAAAco/52rFAKrdu6U/s1600/brosur+basoka+1..jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 283px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE0_tdx-RbI/AAAAAAAAAco/52rFAKrdu6U/s400/brosur+basoka+1..jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498120770410137010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;DIV ALIGN="CENTER"&gt;&lt;br /&gt;JAMINAN INVESTASI DAN LOKASI STRATEGIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOKASI DI BANTARSOKA DAN SUMAMPIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TYPE 36 DAN TYPE 45&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARGA MULAI 110 JT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNGGULAN:&lt;br /&gt;SARANA IBADAH&lt;br /&gt;DEKAT DENGAN KAMPUS UNSOED&lt;br /&gt;HANYA 5 MENIT KE PUSAT PEMERINTAHAN, FASILITAS DAN KOMERSIAL&lt;br /&gt;KEPASTIAN KENAIKAN INVESTASI SETIAP TAHUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUB KANTOR PEMASARAN: 021 640 556&lt;br /&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE1CxrtK6xI/AAAAAAAAAcw/rv1WmFUree4/s1600/brosur+sumampir+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 279px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE1CxrtK6xI/AAAAAAAAAcw/rv1WmFUree4/s400/brosur+sumampir+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498124141402450706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-2084888302333349504?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/2084888302333349504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/07/hot-news-new-product.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2084888302333349504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/2084888302333349504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/07/hot-news-new-product.html' title='HOT NEWS, NEW PRODUCT!'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/TE0_tdx-RbI/AAAAAAAAAco/52rFAKrdu6U/s72-c/brosur+basoka+1..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-7561378093317620605</id><published>2010-06-21T18:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T18:05:39.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>IBN AL-QAYYIM TENTANG AGAMA-AGAMA</title><content type='html'>Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’ad bin Harîz al-Zar’iy al-Dimasqi Abi Abdillah Syamsuddin, lebih dikenal dengan nama Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah putra seorang ‘âlim yang menjadi dewan kurator (al-Qayyim) madrasah Damsyiq di Jauziyyah. Karena itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah. Beliau lahir di desa Zar’i (propinsi Huran) tanggal 7 Shafar 691 H./1292 M. dan wafat pada malam Kamis, 23 Rajab 751 H./1350 M. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepiawaiannya dalam hal ilmu tidak diragukan lagi. Menurut Bakar bin Abdillah Abu Zaid dalam karyanya Ibnu Al-Qayyim al-Jauziyyat Hayâtuhu Atsâruhu Mawâriduhu,  Ibnu Al-Qayyim telah menulis buku sebanyak 96 buku. Di antaranya adalah Kitab Hidâyat al-Hayârâ Fî Ajwibat al-Yahûd Wa al-Nashârâ (Petunjuk bagi orang bingung dalam menjawab kekeliruan orang-orang Yahudi dan Nashrani) yang mengkritik kaum Yahudi, Nashrani, Majusi dan Atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini merupakan salah satu kitab yang direkomendasikan oleh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin (anggota Majelis Fatwa Saudi Arabia) untuk studi ahl al-kitâb di samping kitab Ibn Taimiyyah, Al-Jawâb al-Shahîh Liman Baddala Dîn al-Masîh (Jawaban yang benar bagi orang yang menggantikan agama al-masih). Hal ini menunjukkan bahwa kitab karya Ibn al-Qayyim ini merupakan kitab primer dalam studi ahl al-kitâb (Yahudi-Kristen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengawali tulisan kitabnya ini, Ibn al-Qayyim mengutip ayat-ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan keunggulan al-Islâm dibanding agama-agama lain, yaitu: “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (Q.S. Ali Imrân [3] : 83). “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. Ali Imrân [3] : 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dua ayat tersebut, Ibn al-Qayyim kemudian menyatakan dengan tegas: "Tidak ada agama mana pun—baik dahulu atau sekarang—yang diterima di sisi Allah ‘Azza wa Jalla melainkan Islam.”  Dalam pandangan Ibn al-Qayyim, Yahudi, Nashrani, Majusi dan Atheis adalah orang-orang yang terjebak dalam kekeliruan berpikir (adnâ ‘aqlin). Ibn al-Qayyim mengkritik mereka dengan menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana orang yang memiliki akal yang kerdil dapat membedakan antara agama yang asas bangunannya berdasarkan pengabdian kepada yang Maha Penyayang, perbuatan yang ikhlas dengan mengharap cinta dan ridha-Nya (baik secara sembunyi atau terang-terangan) dan mengajarkan interaksi sosial yang adil dan baik, dibandingkan dengan agama yang dibangun di tepi jurang neraka;  agama yang dibangun untuk penyembahan kepada api; agama yang mencampurkan keyakinan kepada al-Rahman dengan kepada syaithân; antara setan dengan berhala (autsan); agama yang dibangun untuk pengabdian tiang salib serta gambar yang dipoles oleh para uskup dan biarawan/biarawati;  agama yang mengajarkan untuk beribadah kepada tuhan yang dipahat, mengajarkan tunduk dan sujud kepada pendeta, atau agama kaum yang dibenci, dimana mereka keluar dan lepas dari keridhaan Allah seperti halnya anak panah lepas dari busurnya. Mereka menjauh dari hukum Taurat, bahkan mencampakkannya ke belakang. Mereka menjual ayat-ayat dengan nilai yang sedikit. Demikian pula dengan kelompok yang meyakini bahwa Rabb al-‘Alamîn hanya wujud mutlak dalam pikiran; tidak ada dalam kenyataan.Mereka meyakini bahwa kitab petunjuk tidak diturunkan kepada manusia; tidak pula diutus para rasul; tidak ada syari’at yang perlu ditaati dan rasul yang dipatuhi; tidak ada kehidupan setelah kehidupan dunia; alam ini tidak ada permulaan dan tidak berkesudahan, tidak ada alam kebangkitan dan alam pengumpulan, bahkan tidak ada surga dan tidak ada neraka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan yang dikritik terakhir di atas, disebut oleh Ibn al-Qayyim sebagai mulhidîn (orang-orang yang mengingkari Tuhan). Sehubungan dengan kebiasaan mereka yang selalu menyandarkan segala persoalan, bahkan menyalahkan kepada waktu atau masa (al-dahr), maka menurut Ibn al-Qayyim, mereka juga layak disebut sebagai kaum dahriyyin, sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. Al-Jâtsiyah [45] : 24 &lt;br /&gt;Secara umum, dalam pandangan Ibn al-Qayyim, agama itu ada tiga golongan, yaitu: (1) Islam yang telah sempurna dengan diutusnya Nabi Muhammad saw, (2) Ahl al-Kitâb, yakni Yahudi dan Nashrani, dan (3) kaum zindiq yang tidak memiliki kitab, di antaranya Majusi, Shabi`ah, dan Mulhid dari kalangan penganut filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn al-Qayyim menjelaskan lebih lanjut, "Yahudi adalah umat yang mendapat murka Allah, tukang dusta, tukang fitnah, pengkhianat, pembuat makar dan tipu daya, suka membunuh para nabi, suka makan harta yang haram yakni riba dan suap…. Ucapan salam mereka adalah laknat, apabila berjumpa dengan orang lain mereka menganggap sial. Simbol  mereka adalah kemarahan dan semboyan mereka adalah kemurkaan." &lt;br /&gt;Tentang agama Nasrani, Ibn al-Qayyim berpendapat, bahwa mereka kaum yang sesatt, karena mereka menganut paham Trinitas (mutsallatsah). Apalagi, mereka juga membolehkan khamar, memakan babi, tidak berkhitan, beribadah dengan benda-benda najis, menghalalkan segala sesuatu mulai nyamuk sampai gajah. Yang halal adalah apa-apa yang dihalalkan oleh pendeta, yang haram apa saja yang diharamkan oleh pendeta dan ritual agama adalah apa-apa yang disyari’atkan oleh pendeta. Pendetalah yang memberi ampunan atas dosa-dosa mereka dan pendeta pula yang dapat menjauhkan mereka dari siksa neraka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kaum Zindiq, menurut Ibn al-Qayyim, adalah kaum yang tidak memiliki kitab dan pelaku syirik. Mereka mendustakan para rasul, menghapus syari’at, mengingkari adanya hari kebangkitan, tidak menganut satu agama pun, tidak menyembah Allah, tidak mengesakan-Nya. Bahkan sebagian kaum penganut agama syirik membolehkan setubuh dengan ibu mereka sendiri, dengan anak gadis dan saudara perempuan serta bibi-bibi mereka.   &lt;br /&gt;Kritik-kritik tajam para ulama terhadap kepercayaan kaum Yahudi dan Kristen tidaklah menghalangi paara ulama itu untuk membangun tradisi keilmuan dan sikap toleran terhadap agama-agama lain. Sejarah telahn membuktikan hal itu. (****)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Teten Romli Qomaruddin&lt;br /&gt;Mahasiswa S3 Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-7561378093317620605?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/7561378093317620605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/ibn-al-qayyim-tentang-agama-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7561378093317620605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7561378093317620605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/ibn-al-qayyim-tentang-agama-agama.html' title='IBN AL-QAYYIM TENTANG AGAMA-AGAMA'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-7501654199763159589</id><published>2010-06-20T18:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T18:03:08.725-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PKS Watch: Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch</title><content type='html'>Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita memujiNya, minta tolong padaNya, mohon ampun padaNya dan bertaubat hanya padaNya. Shalawat dan salam untuk qudwah kita Muhammad Rasulullah shallalLahu 'alaihi wassalam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang setia kepadanya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;26 Oktober 2005, ketika saya memulai blog PKSWatch untuk pertama kalinya, didasari dengan sebuah rasa keprihatinan atas sepak terjang gerakan dakwah yang saya cintai, yang saya lihat mulai keluar dari rel dan celakanya tidak banyak disadari oleh para penghuninya. Ada total 83 tulisan dan ribuan komentar dari para pembaca, hingga saya memutuskan untuk membekukannya pada tangga 25 Desember 2006, ketika hit blog sedang tinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mulai pertama kali, saya menggunakan nada tulisan yang keras terutama pada 2-3 bulan pertama, dengan maksud untuk menyentak pemikiran, tapi saya salah karena yang terjadi malah sikap antipati yang berlebihan meskipun setelah berjalan beberapa bulan nada tulisan sudah jauh berubah. Namun demikian beberapa tulisan yang keras tersebut tetap ada sehingga pembaca yang baru mengikuti cenderung untuk bersikap antipatif pula. Selain itu kebijakan sensor komentar juga sangat liberal, sehingga suasana diskusi terkadang sangat panas. Atas beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk membekukan blog itu terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanannya, periode di atas itu saya sebut blog PKSWatch versi 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan 2007, beberapa ikhwah kader di Jakarta menghubungi saya, menasehati dan meminta saya untuk mengaktifkan lagi blog PKSWatch sebagai sarana kontrol kepada jama'ah. Akhirnya tanggal 12 November 2007, saya mulai kembali blog PKSWatch (versi 2). Dengan tulisan yang lebih kuat pada referensi ilmiah, dalam perjalanannya ada 77 tulisan dengan total ribuan komentar pembaca hingga tanggal 9 Juni 2009. Sebagian tulisan tersebut dibuat oleh asatidz yang juga prihatin terhadap PKS, ada tulisan mereka yang memang sudah tersedia di ranah publik, ada pula tulisan yang memang baru dimuat di blog PKSWatch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sempat vakum karena saya sempat merasa amat "mual" melihat polah politik PKS pada waktu itu, terutama menjelang pemilu presiden 2009. Sampai kemudian saya mulai lagi pada tanggal 17 Desember 2009. Kali ini hanya ada tiga tulisan hingga saya membuat tulisan ini. Mood saya untuk menulis tidak seperti dulu lagi, mungkin karena sudah malas melihat PKS semakin jauh dari yang saya bayangkan, dari rel yang semestinya PKS berada di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sangat banyak data dan informasi masuk kepada saya, sebagian lengkap dengan bukti-bukti, yang bisa saya gunakan untuk membuat tulisan, tapi saya sudah seperti kehilangan minat kepada PKS. Dulu, saya membuat blog ini karena saya yakin bahwa PKS bisa tetap dijaga agar tetap berada di atas relnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ikhwah yang mengakui bahwa mereka tersadarkan oleh keberadaan blog ini, tapi juga banyak yang jengkel dan tidak setuju dengan blog ini, lalu meminta saya untuk menghentikan blog ini. Kepada mereka, saya menjawab bahwa saya akan menghentikan blog ini kalau ada satu dari dua kondisi sudah tercapai, yaitu:&lt;br /&gt;- Pertama, PKS kembali lurus minimal seperti di masa awal-awal pendirian PK, atau&lt;br /&gt;- Kedua, PKS sudah rusak parah, atau sudah bukan menjadi partai Islam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya tidak memiliki kepentingan ekonomi apapun dari blog ini. Motivasi saya murni karena mencintai sebuah jama'ah dakwah, yang cukup berjasa dalam memberikan pemahaman Islam kepada saya. Ketika saya melihat PKS sudah mulai keluar rel, saya coba ingatkan sebisa saya, secara publik tanpa membongkar hal-hal rahasia, semacam melakukan debunking terhadap PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ada yang bertanya, mengapa saya tidak membuat juga PDIPWatch, GolkarWatch, dan seterusnya, mengapa hanya PKS? Jawaban saya, karena PKS berbeda. PKS (dulu) adalah sebuah jama'ah dakwah, bukan hanya partai politik. Saya kritisi, karena saya sayang pada jama'ah dakwahnya, bukan karena ke-parpol-annya. Yang lain saya sama sekali tidak berminat, karena sama saja, partai yang berorientasi kekuasaan dan materi. PKS, sempat sangat saya khawatirkan akan menjadi seperti itu juga, karena itulah saya mencoba menjaga sebisa saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini, baru saja munas PKS berakhir. Sejak dari pemilihan tempat di hotel super mewah, sudah jelas PKS mengumumkan untuk perubahan citra, dan kemudian semakin dikukuhkan dengan berbagai manuver yang telanjang diperlihatkan kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari tema-tema sempit, dalam rangka mengubah citra Islamis, dengan jargon "PKS Untuk Semua". Ini bukan pertama kalinya diungkap oleh Anis Matta, PKSOnline tanggal 23 Januari 2009 juga mencatat pernyataan semacam ini dari Anis Matta, bahwa era politik aliran sudah berakhir. Lalu diperkuat lagi dengan pernyataan wakil Sekjen Zulkiflimansyah pada tanggal 30 Januari 2009, bahwa syariat Islam itu sudah agenda masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi misi-misi dakwah seperti pemurnian akidah tauhid, penegakan nilai syari'ah, adalah hal-hal yang sudah tidak relevan lagi buat PKS dan dianggap sebagai tema yang sempit. Nastaghfirullah, padahal tidaklah Allah Ta'ala mengutus para nabi dan rasul kecuali untuk tugas-tugas ini, tapi ternyata itu ditegaskan sebagai hal yang tidak relevan lagi oleh PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dalam munas 2010 hal ini lebih ditegaskan lagi, sampai kepada masalah teknis seperti pengurus dari daerah hingga pusat yang tidak perlu berikrar syahadat lagi sehingga bisa diduduki oleh kalangan non muslim. Jelas ini sudah menyimpang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya sudah jelas, ingin mengubah diri menjadi partai "aliran tengah", terbuka dan nasionalis. Hal ini dalam koridor hukum di Indonesia sah-sah saja. Tapi saya jadi merasa tertipu, karena dulu saya mendukung dan mencintai PKS karena adanya tujuan penegakan nilai-nilai Islam di Indonesia melalui koridor konstitusional, meskipun dengan cara yang lambat karena harus dibarengi dengan dakwah kepada masyarakat, bahwa masyarakat yang memilih PKS memang karena mereka menyadari pentingnya sebuah wasilah dakwah di ranah politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sebagian oknum pimpinan tidak sabar dengan lambatnya pencapaian ini, lalu dakwah dikuantifikasi menjadi perolehan angka-angka kursi. Padahal dalam hadits sudah dijelaskan, bahwa di hari kiamat nanti ada nabi yang datang dengan banyak pengikut, ada yang nabi yang datang dengan sedikit pengikut, ada pula nabi yang datang tanpa pengikut. Kalahkah mereka? Tentu saja tidak, karena tugas dakwah adalah tugas mulia, di mana manusia hanya dibebankan untuk menyampaikan secara hikmah dengan koridor dakwah yang sudah digariskan di dalam Islam, sementara hasilnya itu urusan Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak sabar ingin menjadi besar, maka citra partai harus diubah "ke tengah", agar tidak lagi terkesan sebagai partai Islam. Lalu kalau sekarang menjadi partai tengah atau nasionalis atau terbuka, lantas apa bedanya dengan PDIP, PD atau Golkar? Sudah sama saja. Toh mayoritas di partai-partai itu juga umat Islam, saudara seakidah juga. Toh juga ada ustadz dan kyai di partai-partai itu. Kalau untuk Indonesia yang lebih baik, maka semua partai juga memiliki slogan itu. Kalau alasannya nasionalis religius, maka partai-partai lainpun begitu juga. Dengan demikian, jelaslah sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dengan begini lebih jelas dan enak. PKS adalah partai terbuka, sementara saya mengkritisi PKS karena mencintainya sebagai gerakan dakwah. Setelah menjadi partai terbuka dan meninggalkan tujuan-tujuan dakwah, maka hilangnya "illat" atau alasan saya untuk mengkritisi PKS lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua point yang saya jelaskan sebelumnya, bahwa saya akan menghentikan blog ini kalau PKS kembali lurus atau sudah rusak parah, maka point kedua sudah terjadi. Inilah sebabnya saya buat tulisan ini, ini sebabnya saya kemudian memutuskan untuk menutup blog ini secara permanen, bukan dalam rangka pembekuan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ikhwah yang merasa mendapatkan ilmu dan manfaat dari blog ini, saya katakan bahwa kalau itu memang ilmu yang benar, maka itu datangnya semata dari Allah Ta'ala. Kalau salah, maka itu datang dari kelemahan saya. Semoga Allah mengampuni saya dan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ikhwah (dan pengurus PKS) yang merasa jengkel dengan keberadaan blog ini, setulusnya saya mohon maaf. Tidak ada sedikitpun niat saya kecuali untuk menjaga jama'ah tetap berada pada rel dakwah, dan hari ini sudah ditegaskan bahwa PKS bukan lagi partai dakwah. Jadi kalaupun harus dakwah, tidak ada alasan lagi buat saya untuk memperhatikan PKS secara khusus seperti selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ikhwah yang selama ini sudah mengenal saya secara langsung, maka hubungan ukhuwah kita tidak akan putus kecuali Allah menghendaki demikian. Untuk yang belum mengenal saya secara langsung, mudah-mudahan suatu saat Allah mempertemukan kita. Tidak ada niat saya untuk bersembunyi secara pengecut, tapi semata karena saya orang yang lemah, yang mudah terganggu keikhalasan hatinya kalau diri ini terpublikasi secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para asatidz dan ikhwah yang selama ini sudah menjaga saya, menasehati saya, mengkritisi saya kalau saya keliru, semoga Allah Ta'ala membalas Anda semua dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua ikhwah, jangan patah arang, jangan putus asa untuk berdakwah, anggaplah perilaku PKS saat ini sebuah ujian bagi sebuah gerakan dakwah. Sebuah ujian yang sudah ratusan mungkin ribuan kali ditimpakan kepada sebuah kaum, ada yang selamat tapi lebih banyak yang gugur, karena ujian dalam bentuk kenikmatan duniawi (seperti yang menimpa PKS sekarang) memang lebih berat daripada ujian berupa kesulitan. Dakwah tetap harus jalan dengan atau tanpa PKS. Masih banyak wasilah dakwah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit curhat, saya sempat sedih seminggu belakangan ini, perasaan saya seperti kehilangan, mirip waktu almarhum bapak saya wafat (meskipun tidak sesedih itu). Ya, sedih karena kehilangan wasilah dakwah yang saya cintai dan saya harapkan selama ini. Lalu sudah menjadi qadarullah, beberapa hari yang lalu, saya menghadiri sebuah halaqoh yang diisi oleh ustadz Abdullah Gymnastiar. Paparan beliau mengenai dakwah, tauhid dan keikhlasan hati sungguh menyentuh, membuat saya menangis (tentunya setengah mati saya tahan karena malu terlihat yang lain). Intinya, saya bisa melihat kesalahan terbesar saya selama ini, bahwa saya berharap pada PKS. Ini sudah salah. Saya hanya boleh berharap kepada Allah Ta'ala semata. Hanya Allah yang tidak akan mengecewakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, alhamdulillah, saya mulai bisa melepaskan PKS dari hati saya, dari pikiran saya, dan saya malah merasa plong. Selamat tinggal PKS. Pembicaraan dan pikiran mengenai PKS sudah sama sekali tidak menarik minat saya lagi, sudah sama seperti ketika membicarakan partai-partai politik yang lain. Dengan hati yang yakin, mantap dan ringan, dengan menyebut asma Allah Ta'ala, saya menyatakan menutup blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura, 7 Rajab 1431 Hijriyah, 21 Juni 2010, 00:30.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-7501654199763159589?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/7501654199763159589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/pks-watch-selamat-tinggal-pks-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7501654199763159589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/7501654199763159589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/pks-watch-selamat-tinggal-pks-dan.html' title='PKS Watch: Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-5219937468553205701</id><published>2010-06-19T18:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T18:18:55.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>YA ALLAH HANCURKAN SALAFI DAN WAHABI!</title><content type='html'>Pernyataan keras sekaligus doa dalam judul di atas paling tidak terdengar dua kali dalam sebuah khutbah jum’at di abad-21 ini, di sebuah kota besar bernama Jakarta. Fakta yang menakjubkan, mengherankan, dan amat sangat menyedihkan….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa “aneh tapi nyata” itu hanya sedikit dari sekian ribu contoh yang tidak patut dicontoh oleh siapa pun kita seorang muslim. Caci maki, laknat melaknat, sesat menyesat, thoghut mentoghut, bid’ah membid’ah agaknya terus berjalan dengan “gagah” di tengah-tengah keterpurukan mondial ukhuwwah islamiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan ini tidak hanya menjangkiti “golongan tua” ummat Islam. "Golongan muda" pun tidak kalah garangnya, bahkan mungkin lebih garang dalam menjual branding laknat, caci maki, bid’ah, sesat, thoghut, dan lain sebagainya. Semua lini telah terjangkiti virus mematikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat wajar apabila beliau Syekh Utsaimin prihatin atas hal tersebut, lalu mengarang sebuah buku yang berjudul “Ushul Aqidah Ahlissunnah Waljama’ah”. Yang bingung itu bukan hanya orang awam seperti penulis, namun orang non muslim pun bingung. Demikian kata beliau, kurang lebih, dalam pengantar risalahnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, mengapa hal itu bisa muncul? Bukan dari orang yang anti Islam namun justru dari orang yang sedang giat-giatnya mengaji dan mengkaji Islam. Tidak lain dan tidak bukan adalah sebab fanatisme dan ta’assub golongan. Begitu penjelasan beliau Syekh Utsaimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda pendapat merupakan sunnatullah. Hanya memang berbeda pendapat itu ada yang tercela dan terpuji. Dikatakan tercela karena melakukan perbedaan yang disepakati tidak ada perbedaan di dalam halnya (qath’iy dalalah) dan dikatakan terpuji karena perbedaan tersebut bersifat epistemologis-komplementer (dhanny dalalah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terjadi perdebatan yang tanpa ilmu dan akhlaq, berikut penulis sampaikan beberapa kaidah dan prinsip sekitar pembicaraan/lisan yang diambil dari sebuah kitab, “Rasysyul Barad Syarh al-Adabil Mufrad” karangan Abu Abdillah Muhammad Luqman as-Salafi, atau yang terkenal dengan Adabul Mufrad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Salim bin ‘Abdillah….Abdullah bin ‘Umar berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Tidak patut bagi orang beriman menjadi pelaknat”. Hadis ini mengandung pelajaran bahwa seorang yang beriman tidak boleh melanggar kehormatan orang lain, baik dengan mencela, menggunjing dan semacamnya; Tidal boleh melaknat atau mendoakan seseorang agar dijauhkan dari rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat dan bukan pula suka berbuat dan berkata keji serta kotor.” Hadis ini mengajarkan kepada kita kewajiban menahan diri untuk tidak melanggar kehormatan orang lain, menjauhi perbuatan dan perkataan yang keji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Menghina (al-Amu) adalah akhlaq mukmin yang keji.”. Menghina dalam kategori ini dengan sifat-sifat buruk seperti kikir, merendahkan, kasar, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dari Hudzaifah, ia berkata, “Tidaklah suatu kaum saling melaknat melainkan mereka berhak mendapatkan laknat tersebut”. Hadis ini mengajarkan bahwa saling melaknat antara satu kaum dengan kaum yang lain dapat menjadi sebab terjatuhnya mereka ke dalam laknat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Seorang Sahabat berkata kepada Nabi SAW, ‘Wahai Rasulullah, mintalah kepada Allah (kebinasaan) bagi orang-orang musyrik!’ Nabi SAW menjawab, ‘Aku tidak diutus sebagai pelaknat, melainkan aku diutus sebagai rahmat’”. Hadis ini mengungkapkan fakta bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat penyayang kepada manusia, memberi perhatian kepada umatnya dan sangat lembut kepada orang yang menyelisihinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dari Hammam, kami pernah bersama Hudzaifah bin al-Yaman, lalu dikatakan kepadanya bahwa seseorang menggunjing di hadapan Utsman. Lalu, Hudzaifah berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Tidak masuk surga orang yang suka mengadu domba’”. Maksud dari mengadu domba (qattat) adalah mencari-cari berita yang tidak dia ketahui kebenarannya kemudian menyebarkannya dengan tujuan menimbulkan kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Dua orang saling menghina pada zaman Rasulullah SAW. Yang satu menghina sedangkan yang lainnya diam, sementara Nabi SAW sedang duduk, lalu yang lainnya membalas hinaannya. Nabi SAW lalu bangkit. Kemudian ditanyakan, ‘Mengapa engkau bangkit?’ Beliau menjawab, “Malaikat bangkit maka aku bangkit bersama mereka. Sesungguhnya orang ini ketika ia diam, para malaikat membalas orang yang menghinanya. Ketika ia membalas, malaikat kemudian bangkit’” (Dha’iful isnad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Dua orang yang saling menghina atas apa yang mereka ucapkan, dosanya adalah bagi orang yang memulainya selama orang yang didzalimi tidak melampaui batas”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dari ‘Iyadh bin Himar, ia berkata, “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, seseorang menghinaku’. Nabi SAW bersabda, ‘Dua orang yang saling menghina/mencaci adalah dua syetan yang saling menjelekkan dan saling mendustakan’”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dari Muhammad bin Sa’ad bin Malik, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Menghina orang muslim adalah suatu kefasikan”. Kefasikan adalah keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Menurut pengertian syari’at, fasik lebih berat dari sekedar maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Abu Dzar berkata, “Aku mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Janganlah seseorang itu menuduh fasik orang lain dan janganlah menuduhnya dengan kekufuran melainkan tuduan itu berbalik kepadanya jika temannya itu tidak demikian’”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit kaidah dan prinsip sekitar lisan yang semestinya kita pelihara di hadapan manusia seluruhnya. Terlebih Rasulullah dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa ketergelinciran manusia ke dalam neraka salah satunya disebabkan karena ketidakcerdasannya memelihara lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih berbahaya adalah, kewibawaan ummat Islam ini akan sirna ketika kita berdialog, berdiskusi, berdebat, namun semuanya bergaya, maaf, binatang, alias debat kusir alias tanpa menggunakan kaidah dan prinsip yang semestinya digunakan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-5219937468553205701?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/5219937468553205701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/ya-allah-hancurkan-salafi-dan-wahabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5219937468553205701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/5219937468553205701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/ya-allah-hancurkan-salafi-dan-wahabi.html' title='YA ALLAH HANCURKAN SALAFI DAN WAHABI!'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-8688550015890217755</id><published>2010-06-18T18:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T18:44:09.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>TEORI KEADILAN SOSIAL SAYYID QUTB</title><content type='html'>Sayyid Quthub, barangkali, saat ini merupakan seorang ilmuwan Muslim yang banyak mendapat sorotan. Namanya, banyak dikaitkan dengan kebangkitan radikalisme di dunia Islam. Tak jarang yang kemudian bersikap alergi terhadap pemikirannya. Tapi, secara ilmiah, sikap a priori semacam itu tentu saja keliru. Banyak karya besar telah dilahirkannya. Salah satunya, Tafsir Fi Dzilalil Quran. Diantara pemikiran menarik dari Sayyid Quthub adalah teori tentang “keadilan sosial”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Al-‘Adalah al-Ijtima‘iyyah fi al-Islam (Keadilan Sosial dalam Islam) Qutb tidak menafsirkan Islam sebagai sistem moralitas yang usang. Tetapi, ia adalah kekuatan sosial dan politik konkret di seluruh dunia Muslim. Di sini Qutb melawan Ali Abd al-Raziq dan Taha Hussein yang menyatakan bahwa Islam dan politik itu tidak bersesuaian. Qutb menyatakan tidak adanya alasan untuk memisahkan Islam dengan perwujudan-perwujudan yang berbeda dari masyarakat dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Qutb tentang keadilan sosial dalam Islam dilatar belakangi oleh pandangannya bahwa prinsip keadilan sosial Barat itu didasarkan pada pandangan Barat yang sekular, di mana agama hanya bertugas untuk pendidikan kesadaran dan penyucian jiwa, sementara hukum-hukum temporal dan sekular lah yang bertugas menata masyarakat dan mengorganisasi kehidupan manusia. Islam itu tidak demikian, kata Qutb: “…kita tidak mempunyai dasar untuk mengukuhkan permusuhan antara Islam dan perjuangan untuk keadilan sosial, seperti permusuhan yang ada antara Kristen dan Komunisme. Karena Islam telah menyiapkan prinsip-prinsip dasar keadilan sosial dan mengukuhkan klaim orang miskin pada kekayaan orang kaya; ia menyediakan prinsip keadilan bagi kekuasaan dan uang, sehingga tidak ada perlunya untuk membius pemikiran manusia dan mengajak mereka untuk meninggalkan hak-hak bumi mereka untuk tujuan harapan mereka di akhirat. (Al-‘Adalah, h. 20). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diformulasikan Qutb adalah gagasan tentang keadilan sosial yang bersifat kewahyuan. Yaitu bahwa umat Islam harus mengambil konstruksi moral keadilan sosial dari al-Qur’an yang telah diterjemahkan secara konkret dan sukses oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Menurutnya, tradisi kenabian ini selalu muncul dari zaman ke zaman betapapun banyaknya rintangan yang membuat tenggelamnya tradisi ini.&lt;br /&gt;Menurut Qutb, keadilan sosial dalam Islam mempunyai karakter khusus, yaitu kesatuan yang harmoni. Islam memandang manusia sebagai kesatuan harmoni dan sebagai bagian dari harmoni yang lebih luas dari alam raya di bawah arahan Penciptanya. Keadilan Islam menyeimbangkan kapasitas dan keterbatasan manusia, individu dan kelompok, masalah ekonomi dan spiritual dan variasi-variasi dalam kemampuan individu. Ia berpihak pada kesamaan kesempatan dan mendorong kompetisi. Ia menjamin kehidupan minimum bagi setiap orang dan menentang kemewahan, tetapi tidak mengharapkan kesamaan kekayaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kritik dan pujian &lt;br /&gt;Hamid Algar, dalam pengantarnya untuk buku Social Justice in Islam, menyatakan, bahwa Sayyid Qutb dapat dilihat sebagai orang yang pertama di dunia Islam yang mengartikulasikan masalah keadilan sosial pada zaman modern. Teori keadilan sosialnya begitu sentral dalam pemikirannya. Teori ini dipertahankannya sehingga akhir hayatnya. Barangkali karena topik inilah yang memberikan sambungan antara teologi dan realitas sosial, suatu sambungan yang menjadi inti dari pemikirannya, yaitu Islam sebagai kekuatan sosial dan politik yang konkret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Shepard (1996), walaupun topik yang diambil itu agak sekular yaitu keadilan sosial, Qutb mengakhirinya dengan teosentrisme penuh dengan titik tekan pada pelaksanaan Syari’ah sebagai jembatan untuk merealisasikan keadilan sosial. Demikian itu karena, bagi Qutb, hanya Allah lah yang mengetahui cara merealisasikan keadilan sosial yang benar. Maka apa yang Allah gambarkan dalam al-Qur’an dan yang dilaksanakan oleh Nabi-Nya itulah yang perlu diikuti. Dan warisan itu adalah pelaksanaan Syari’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Moussali (1993) dalam bukunya, The Views of Islamic Foundamentalism and Political Philosophy,  berkeberatan dengan teori Qutb tersebut, karena pandangan tersebut telah mengaburkan visi tentang bagaimana berhubungan secara praktis dengan struktur-struktur yang ada. Menurut Moussali pula, konsep Qutb tentang perlunya mentransendensi ruang dan waktu telah membawa pada gambaran idealistik yang menghalangi interaksi yang bermakna dengan realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas itu, tentu saja, termasuk keberadaan umat Islam yang tidak berada dalam keadaan hampa budaya. Umat Islam tengah berada dalam lingkaran budaya yang berbeda-beda dalam kehidupan mereka, budaya-budaya yang tidak sepenuhnya Islam sebagaimana yang dicontohkan Nabi dan para sahabat. Di situlah, kemudian, Qutb menyatakan bahwa umat Islam tengah mengalami kejahiliyyahan. Baginya, “Islam sudah tidak ada lagi” (Al-‘Adalah, h. 248). Sementara kejahiliyyahan itu harus dihancurkan, umat Islam tengah berada di dalamnya. Lalu bagaimana ide pemurnian itu bisa dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut,  Qutb memberikan resep yang telah dijalani oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yaitu membentuk jama‘ah kecil yang berkomitmen kepada Allah dalam segala aspek kehidupannya, melakukan pemisahan emosional (‘uzla shu‘uriyya), kemudian membentuk generasi Qur‘ani, dan akhirnya menyiapkan tatanan hukum sosial atau membina masyarakat (Lihat Ma‘alim fi al-Tariq, passim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Qutb tidak sedang melakukan rapprochement (penghampiran) dengan Barat, walaupun tema keadilan sosialnya itu pun tampaknya sebagai pengaruh dari membanjirnya “vitalitas Marxisme” seperti kata Algar. Ia tengah melakukan penjauhan (distansiasi) dengan Barat dengan mengajukan resep Islam yang stabil, seimbang, dan komprehensif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, apapun yang dilontarkan oleh para pengkritik tentang pemikiran Sayyid Qutb, pemikirannya tentang keadilan sosial dalam Islam hampir murni dari kritik. Ini karena Qutb menyajikan bahwa untuk sebuah himbauan moral, Islam pun mempunyai dasar-dasar etis tentang keadilan sosial. Bukannya kritik yang ada, bahkan peniruan atas atau penghampiran dengan teori Qutb yang kemudian bermunculan. Semua buku atau artikel yang ada tentang keadilan sosial dalam Islam adalah kurang lebih sama dengan apa yang ditulis Qutb. Hamid Algar menyebut bahwa setelah buku Sayyid Qutb ini (1949) muncul buku senada dari Suriah yaitu Ishtirakiyyat al-Islam (Sosialisme Islam) (1951) oleh Mustafa al-Siba‘i, Keadilan Sosial dalam Islam (1951) oleh Hamka dari Indonesia, dan Iqtisaduna (Ekonomi Kita) oleh Ayatullah Muhammad Baqir al-Sadr dari Iran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian itu karena Qutb, sebagaimana penulis Muslim lainnya, mendasarkan pemikiran mereka kepada sumber yang sama: al-Qur’an dan al-Sunnah. Kaum Muslim bisa menerima teori semacam ini, sebagaimana A Theory of Justice-nya John Rawls yang masih tetap berada dalam tataran teori, orang Barat masih saja menerimanya. Bahkan banyak yang memuji Rawls, karena teorinya dipandang dapat memajukan cara berpikir tentang keadilan (Knowles, Political Philosophy,  2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, positifnya, teori Qutb tentang keadilan sosial dalam Islam ini dapat selalu mengingatkan kaum Muslim pada pandangan moral Islam tentang keadilan sosial. Sebab, keadilan adalah prinsip penting dalam ajaran Islam yang harus senantiasa ditegakkan oleh umat Islam di tengah masyarakat. (***). (Dr. M. Taufiq Rahman, Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-8688550015890217755?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/8688550015890217755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/teori-keadilan-sosial-sayyid-qutb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8688550015890217755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/8688550015890217755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/teori-keadilan-sosial-sayyid-qutb.html' title='TEORI KEADILAN SOSIAL SAYYID QUTB'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-30158808834872207</id><published>2010-06-15T20:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T20:45:51.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>TIRULAH WALAU DARI NEGERI CINA</title><content type='html'>Merebaknya video mesum yang diduga melibatkan artis nasional menggegerkan masyarakat. Ironisnya, kecenderungan itu memperkuat dugaan bahwa masyarakat  tengah dihinggapi adiksi terhadap pornografi.&lt;br /&gt;Menurut Psikolog, Dadang Hawari, Indonesia seharusnya bisa mencontoh china. Menurutnya, negara yang menganut paham komunis tahu betul bahaya pornografi. Mereka dengan cepat menjalankan aturan yang ketat lantaran khawatir generasi penerus bakal diracuni oleh prilaku-prilaku negatif. "Mereka blokir ratusan situs porno dan mengancam siapa saja yang berani melanggar aturan itu," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya, kata Dadang, pemberitaan media harusnya tidak terlalu mengekspos secara berlebihan. Ia khawatir, masyarakat menelan mentah-mentah pemberitaan sehingga berbuntut negatif di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah terakhir, kata dia, pemerintah haruslah bertindak cepat dan tepat. Cepat dalam artian harus segera menindak dan menenangkan masyarakat, dan tepat artinya pemerintah harus mengambil strategi jangka panjang sehingga kasus video mesum tidak lagi terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain peran pemerintah selaku institusi yang menaungi masyarakat, Hawari melihat peran ulama begitu esensial. Kata dia, ulama haruslah banyak berperan melindungi masyarakat dari kasus video mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi sayang, sebagian ulama, banyak yang menyalahi kodrat dengan meninggalkan umat dan memilih bergabung dengan parpol atau organisasi kemasyarakatan," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadang menambahkan, umat islam cenderung mengagungkan sisi ritual dari ajaran islam dengan mengutamakan rukun islam dan melupakan rukun imannya. "Kita ini harusnya malu, negara berpenduduk mayoritas Islam tapi banyak koruptornya dan parahnya, angka penderita AIDS-nya cukup tinggi," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengingatkan, bangsa ini perlu perbaikan mental dan spiritual secara mendalam baik melalui pendidikan formil, agama dan keluarga. Hawari khawatir, kelak, bila kecenderungan itu meluas dimana pezinahan dan  prilaku maksiat begitu biasa di masyarakat bisa membahayakan perkembangan generasi penerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ini bangsa pelupa, sudah diingatkan masih begitu lagi. Nanti, kalau sudah diberikan azab-Nya, baru taubat," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-30158808834872207?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/30158808834872207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/tirulah-walau-dari-negeri-cina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/30158808834872207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/30158808834872207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/tirulah-walau-dari-negeri-cina.html' title='TIRULAH WALAU DARI NEGERI CINA'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-529056871636386919</id><published>2010-06-15T18:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T18:25:34.144-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemikiran'/><title type='text'>PERILAKU YANG MENGHAPUS PAHALA</title><content type='html'>Termasuk etika dalam bersahabat dan lebih luas lagi dalam bermasyarakat, adalah menjaga perasaan. Bahkan, Rasulullah SAW menjadikan itu sebagai salah satu prasyarat Muslim sejati. Rasul SAW mengatakan bahwa yang disebut Muslim adalah orang yang mulut dan tangannya membuat orang lain merasa damai. Kata-katanya tidak menyakiti, perilakunya tidak melukai. Dua-duanya menjadi satu-kesatuan utuh untuk membentuk karakter Muslim sejati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata bijak seseorang akan menjadi omong kosong jika perilakunya meresahkan. Dan, perilaku mulia seseorang akan menjadi percuma jika kata-katanya menyakitkan. Sebab itulah Allah mengingatkan, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.'' (QS Al-Baqarah [2]: 264).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Muslim sejati adalah orang yang membawa rasa aman dengan apa pun yang ada pada dirinya dan bagi siapa pun yang ada di sekelilingnya. Abu Qasim al-Qusyairi dalam kitabnya al-Risalah al-Qusyairiyah, menulis kisah menarik tentang etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, seorang ulama terkemuka bernama Hatim didatangi seorang perempuan yang hendak berkonsultasi tentang suatu hal. Berbarengan dengan saat bertanya, perempuan itu kelepasan (maaf) kentut. Hatim lalu berkata, ''Maaf, Anda bertanya apa? Mohon, angkat sedikit suara Anda agar saya dapat mendengarnya dengan baik.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu berpikir, Hatim ini sepertinya memiliki pendengaran yang kurang baik dan pasti tidak mendengar kentut barusan. Maka, ia pun menyampaikan maksudnya. Selesai urusan, perempuan itu pun pulang dengan perasaan lega dan barangkali tak perlu malu kepada dirinya sendiri dan kepada Hatim, sebab telah kelepasan kentut di hadapan seorang ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, tersebar kabar bahwa Hatim adalah orang yang pendengarannya kurang baik. Dan bukan hanya kabar angin, orang-orang pun mengetahui sendiri bahwa Hatim memang demikian. Lalu, orang-orang menjuluki Hatim dengan al-asham atau si tuli. Sampai kemudian perempuan itu meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatim lalu menceritakan keadaan diri bahwa sesungguhnya ia tidak benar-benar tuli. Apa yang ia lakukan hanya kepura-puraan. Saat perempuan itu kentut di hadapannya, ia pura-pura tidak mendengar. Dan, ia berjanji, kepura-puraan itu akan ia jaga selama si perempuan masih hidup, semata-mata karena tidak ingin membuat perempuan itu malu. Hatim ingin menjaga harga diri dan perasaan perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, sebutan al-Asham telah telanjur melekat pada diri Hatim. Sehingga, sampai saat ini, nama Hatim dalam karya-karya klasik selalu ditulis Hatim al-Asham atau 'Hatim Si Tuli.' Wa Allahu a'lam (Juman Rofarif, www.republika.co.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-529056871636386919?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/529056871636386919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/perilaku-yang-menghapus-pahala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/529056871636386919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/529056871636386919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/perilaku-yang-menghapus-pahala.html' title='PERILAKU YANG MENGHAPUS PAHALA'/><author><name>KARTA PENGALASAN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05269289084674482674</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_IqdJG7RBvLE/S4DKkQF6wgI/AAAAAAAAAAs/Ui2RfBR2IWg/S220/Qasim+Laut.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6090903507705459304.post-1951007167157760298</id><published>2010-06-15T18:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T18:20:55.401-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qur&apos;an'/><title type='text'>INVESTASI MEMBACA AL-QUR’AN</title><content type='html'>Salah satu keistimewaan Alquran adalah diberikan pahala bagi orang yang membacanya. Ibnu Mas'ud berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran ), ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan 10 kali ganjaran (pahala). Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi). Hadis dari Ibnu Mas'ud ini diperkuat dengan hadis serupa dari Abi Sa'id.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan kita mengkhatamkan (menyelesaikan bacaan) Alquran paling cepat dalam waktu tiga hari dan paling lambat satu bulan (30 hari). Kalau kita mengambil yang paling lambat, yaitu khatam dalam waktu satu bulan, berarti kita harus membacanya satu hari minimal satu juz. Satu juz kurang lebih terdiri atas 20 halaman. Bila 20 halaman tersebut kita bagi lima, setiap usai shalat fardhu kita cukup membaca empat halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Alquran harus dilakukan dengan tartil, perlahan-lahan, dan sesuai dengan ilmu tajwid. Ibnu Mas'ud berkata, "Janganlah kalian membaca Alquran dengan amat perlahan seperti memungut buah kurma satu demi satu dan jangan pula membacanya dengan amat cepat seperti membaca syair. Namun, berhentilah pada keajaiban-keajaibannya dan resapilah dalam hati. Hendaklah perhatian kalian tidak terfokus pada akhir surat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman selama ini, membaca satu juz Alquran dengan tartil rata-rata membutuhkan waktu 30 menit. Ini berarti setiap selesai shalat fardhu kita cukup menyisihkan waktu enam menit untuk membaca Alquran agar kita bisa mengkhatamkannya satu kali dalam satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita hitung berapa kebaikan yang akan kita peroleh bila kita membaca Alquran setiap selesai shalat fardhu. Setiap halaman Alquran rata-rata terdiri atas 15 baris bacaan. Setiap baris bacaan rata-rata terdiri atas 35 huruf. Bila satu huruf dibalas dengan 10 pahala kebaikan dan bila membaca satu halaman Alquran; kita akan mendapat 5.250 pahala. Satu juz mendapat 105 ribu pahala. Bila satu bulan khatam, kita akan mendapat 3.150.000 pahala kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila setiap selesai shalat lima waktu kita mencicil membaca Alquran minimal empat halaman-setara dengan enam menit-enam menit waktu yang kita sisihkan tersebut akan dibalas dengan 21 ribu pahala kebaikan. Subhanallah. Tentu saja ini balasan minimal dari Allah SWT. Dalam Alquran, disebutkan bahwa Allah SWT akan membalas setiap amal kebaikan tanpa batas sesuai dengan kehendak Allah SWT. Berapakah nilai satu ganjaran pahala di sisi Allah? Wallahu a'lam, tentu jauh lebih besar dari segala yang kita miliki di dunia (Syamsu Hilal, www.republika.co.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6090903507705459304-1951007167157760298?l=megurusejarah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://megurusejarah.blogspot.com/feeds/1951007167157760298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://megurusejarah.blogspot.com/2010/06/investasi-membaca-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6090903507705459304/posts/default/195100716715
